Pelayan Tampan Itu Suamiku

Pelayan Tampan Itu Suamiku
Kamu wanita ku.


__ADS_3

Belum sempat lagi Renata melanjutkan ucapan nya tiba-tiba.


GREPPP


Tanpa di duga, bukannya pergi atau pun memarahi Renata dengan kata-kata pedasnya, Jonathan, langsung memeluk Renata dengan erat.


"Maaf," lirih Jonathan seraya menitikkan air matanya.


Mendengar kata maaf dari mulut Jonathan seketika membuat Renata terdiam. Semua nya tidak lah sama dengan yang dia bayangkan, justru malah sebaliknya.


"Ke-kenapa kamu minta maaf?" tanya Renata yang di iringi dengan suara serak parau nya.


"Maaf," ucap Jonathan lagi.


"Jo." mencoba untuk melepaskan pelukan Jonathan, namun di tahan Jonathan.


"Biarkan seperti ini saja dulu. Wajahku akan terlihat sangat jelek kalau sedang menangis, nanti kamu malah minder lagi."


Renata yang awalnya bersedih langsung terkekeh mendengar pernyataan dari calon suaminya itu.


"Kenapa malah menangis, kamu harusnya marah kepadaku," kesal Renata yang merasa bingung dengan Jonathan.


"Aku tidak mau, aku tidak bisa marah kepadamu aku hanya sedikit kesal saja. Lagipula kalau aku di minta memarahi kamu juga aku tidak mau." masih dalam keadaan memeluk Renata.


"Kenapa? Aku salah sudah sewajarnya kamu memarahi ku."


"Aku tidak akan memarahi mu aku hanya akan memberimu sedikit nasehat saja, tolong jadilah wanita yang baik, jangan seperti itu. Aku tau kamu sangat mencintai ku, tapi tidak dengan cara yang salah. Aku bukannya tidak menyukai ataupun mencintai mu, dulu aku hanya bingung dengan perasaan ku sendiri. Di saat cinta pertama ku datang kembali kamu juga hadir di kehidupan ku, aku bingung, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan makanya dulu waktu pertama kali kita di jodohkan aku menolak perjodohan. Aku hanya takut, itu saja."


Mendengar penuturan Jonathan, Renata mencoba mencerna setiap perkataan yang Jonathan utarakan. Renata langsung membalas pelukan Jonathan sambil mengelus perlahan punggung, Jonathan, agar rasa sedihnya sedikit berkurang.


Sementara itu di kamar rawat Erika.


Arka dan Erika hanya memperhatikan kedua pasangan itu dari atas. Tiba-tiba saja pikiran jahil muncul di otak Arka. Arka pun seketika mengambil ponselnya dari saku celana dan menekan salah satu nomor ponsel temannya.


"Kamu mau menelpon siapa?" tanya Erika yang melihat Arka tengah menunggu jawaban dari seseorangyang ditelpon nya.


"Shutt... Nanti kamu akan tau sendiri," sambil tersenyum jahil.


Erika yang tengah duduk di kursi roda tersebut hanya mengedikkan bahunya sendiri tidak mengerti apa yang tengah di lakukan Arka.


Jonathan dan Renata tetap tak juga beranjak dari pekarangan rumah sakit. Mereka masih tetap setia berpelukan tanpa memikirkan orang-orang yang sedang berlalu lalang.


Hingga tiba-tiba saja ponsel milik Jonathan berbunyi memecahkan kemesraan antara dua sejoli itu.


Drettt.....


Drettt...


Drettt...

__ADS_1


"Hais, menganggu saja," kesal Jonathan sambil mengambil ponsel nya.


Renata yang melihat mimik wajah Jonathan yang berubah menjadi kesal seketika terkekeh dan mencoba untuk menahan tawanya agar tidak di dengar oleh Jonathan.


Call on.


"Ada apa?" kesal Jonathan.


"Emm.. Maaf, aku hanya ingin menyampaikan, lebih baik jangan berpelukan di jalan. Menganggu jalan mobil dan motor yang lainnya," kekeh Arka.


"Bagaimana kamu bisa tau kamu sedang berpelukan di sini?" tanya Jonathan sambil mengedarkan pandangan nya ke setiap penjuru rumah sakit, hingga


Pandangan Jonathan teralihkan ke lantai-3 di mana Erika di rawat. Nampak di sana Arka yang tengah berdiri dengan wajah sok cool dan juga Erika yang tengah duduk manis di kursi roda tersenyum hangat pada Renata dan Jonathan.


"Dasar s*alan kamu, Ka, menganggu saja," kesal Jonathan sambil menatap nyalang kepada Arka.


"Hahahah... Maaf maaf, aku itu hanya membantu kalian. Jadi, berterima kasih lah padaku."


"Ck, membantu bagaimana maksudmu?"


"Membantu agar tidak terlalu lama berjemur di bawah teriknya matahari, kan nggak lucu nanti kalau calon pengantin nya nanti hitam," ejek Arka.


"Dasar s*alan kamu, Ka, untung saja di sana ada, Erika, kalau tidak."


"Kalau tidak apa?"


"Akan ku potong-potong badan kamu itu, aku jadikan makanan buaya betina."


"Dasar kamu ya." mencubit pinggang Arka dengan sangat kuat.


"Aww... Maaf, Sayang."


"Buaya betina mu sudah marah itu, lebih baik kamu tutup mulut," ejek Jonathan.


"Emang dasar lo ya, Jo, temen nggak guna."


"Hahah.. Siap-siap kamu dihabisin buaya betina mu itu. Aku mau pulang dulu bersama pujaan hatiku." menarik pinggang Renata dan memeluknya dengan sangat erat.


"Dih, dasar bucin."


Call off.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Erika setelah Arka menutup panggilan telepon nya.


"Nggak, emangnya aku ngomong apa, Er?" Arka berpura-pura tidak tau.


"Emm.. Tidak tau ya, tadi kamu bilang apa ya, oiya, Kalau buaya betina mah nggak papa, apalagi yang modelan si, Erika, aku mah mau banget. Itu maksudnya apa? Kamu ngatain aku buaya betina, gitu?" kesal Erika sambil berusaha mencubit Arka.


"Ngga, Sayang, bukan gitu maksud nya."

__ADS_1


"Ngga gitu gimana? Jelas jelas aku denger sendiri tadi."


"Hahah... Iya iya, Sayang, maaf. Aku tadi itu kan cuma mau godain si, Jonatan, ama, Renata, aja."


"Apa? Godain? Renata?"


"Astaga, istri ku ini, cemburuan banget sih. Tenang aja, Sayang, suami mu ini hanya setia sama kamu aja," goda Arka.


"Emm.. Iyain aja biar seneng," ucap Erika sambil mendorong kursinya ke arah ranjang.


"Mau, aku bantu?" tawar Arka.


"Iya."


"Yaudah sini," mendekat ke Erika dan membantu Erika naik ke atas ranjang.


"Makasih, Sayang."


"Iya, Sama-sama, Sayang."


Sementara itu di dalam mobil Jonathan.


"Sekali lagi aku minta maaf ya, Jo."


"Iya, Sayang, ngga papa. Tapi kamu harus janji sama aku kalau ngga ngulangin hal ini lagi. Kamu harus percaya sama aku, aku calon suami kamu, kalau kamu ada sesuatu yang ingin di bicarakan katakan saja padaku. Kamu harus ingat satu hal, kamu itu milikku dan aku milik kamu. Kamu paham kan?"


"Iya, Jo, aku paham. Makasih ya, makasih udah mau ngertiin aku, aku janji ngga akan pernah ngulangin hal itu lagi."


"Iya, Sayang, aku percaya sama kamu. Sekarang kita pulang ya, Mama sama papa pasti udah nungguin kita di rumah."


"Iya, Sayang."


Tak perlu waktu lama, Jonathan segera menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumah nya.


Dalam waktu 25 menit kurang perjalanan akhirnya mereka pun sampai di kediaman Jonathan.


"Assalamu'alaikum," ucap Renata dan Jonathan berbarengan.


"Waalaikumsalam," jawab mama Jonathan dari dalam.


"Kalian sudah pulang?"


"Iya, ma," jawab Renata seraya bersalaman dengan calon mama mertua nya itu.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah menyelesaikan semuanya?"


"Sudah, Ma, semua sudah selesai. Tinggal tunggu hari H saja."


"Baguslah, ibu senang mendengar nya. Ayo masuk lah, kita makan siang bersama."

__ADS_1


"Iya, Ma."


🌼Bersambung 🌼


__ADS_2