Pelayan Tampan Itu Suamiku

Pelayan Tampan Itu Suamiku
kesempatan.


__ADS_3

"Kau boleh menentukan pilihanmu, mau bertahan atau menyerah dengan ku. "


Erika nampak berpikir, dia mengetuk dagunya dengan jari tangannya sambil mempertimbangkan perkataan Arka.


"Tapi pernikahan bukan hal yang main-main. Pernikahan adalah hal yang sakral, aku tidak mau menyesal dalam pernikahan pertamaku, " Jelas Erika.


"Maka dari itu aku katakan berikan aku waktu 6 bulan, maka aku pasti akan bisa membuat mu bertahan dengan ku, " Ucapnya yakin.


"Kau yakin sekali, " Sambil tersenyum Remeh.


"Ya aku yakin, karena aku tidak akan main-main dengan pernikahan ini. Aku mencintaimu dan akan aku buktikan itu, " Sambil meyakinkan Erika.


"Baiklah aku beri kau kesempatan, hanya 6 bulan selepas itu terserah padaku. Kita lihat apakah kau bisa membuat ke mencintaimu atau tidak, " Langsung berjalan kembali ke taman tempat kakeknya berada.


"Erika bagaimna sayang?? Apa kau bisa menerima perjodohan ini?? "


"Baiklah, Erika menerima nya tapi dengan syarat jika dalam 6 bukan Erika tidak mencintai Arka maka Erika bebas untuk meminta cerai kepada Arka, " Jelasnya kepada kakek Leon dan juga ibu panti.


Awalnya mereka terkejut tapi setelah itu mereka tersenyum dan kakek Leon langsung memeluk cucunya itu. Mereka senang karena Erika menerima perjodohan itu, walaupun agak terkejut awalnya dengan pernyataan Erika tapi mereka yakin bahwa Arka pasti akan bisa membuat Erika mencintainya cepat atau lambat.


"Baiklah sayang, kalian mau kapan menikah nya?? " Tanya kakek Leon sambil menatap cucunya dan Arka secara bergantian.


"Atur saja kek, Erika setuju aja, " Ucapnya ketus sambil berjalan menjauh dari kakek Leon, ibu Rahma dan juga Arka.


Arka langsung menyusul Erika dan berhenti dihadapan Erika untuk menghadang jalan Erika.


"Ada apa?? " Ucapnya ketus.


"Bisakah kau beritahukan berita gembira ini pada Ria?? Dia pasti sangat senang. Dari dulu dia selalu menginginkan sosok seorang ibu. "


"Terus apa hubungannya denganku?? Kenapa tidak kau saja yang mengatakan nya. Yang menerima pernikahan ini ini kan kalian bukan aku, " Ucapnya ketus.


" Kamu ingat saat kamu pertama kali datang ke panti?? Ria memanggilmu dengan sebutan mama kan?? Dia sangat membutuhkan sosok seorang ibu dan dia menemukannya dalam dirimu. Ini hanya bertahan 6 bulan lagi pula, "jelas na sambil tertunduk dengan tatapan senduh.


" Apa maksudmu?? "


"Kau tau kenapa aku menerima perjodohan ini tanpa ada penolakan sedikitpun?? "


"Karna kau mencintai ku?? " Jawab nya cepat.


"Tidak, ini semua demi Ria. Kau tau apa yang dikatakan dokter tadi saat kau sedang bersama Ria. Umur Ria tinggal 6 bulan lagi dan aku ingin membahagiakan adikku walaupun hatiku taruhannnya. Kau tau Ria bilang dia sangat menyayangimu dan dia berharap agar aku bisa menikah dengan mu dan menjadikan mu sebagai mama nya. "


Erika terdiam mendengar penuturan dari Arka.


Dia begitu tidak menyangka demi membahagiakan adiknya yang sedang sakit Arka bahkan rela untuk menikah karena perjodohan.walaupun Arka mencintai nya tetap saja ini juga tidak adil bagi Arka, harusnya Arka bisa menikah dengan wanita yang juga mencintai nya. Bukan dengan dirinya yang tidak memiliki perasan apapun dengan Arka.


"Baiklah, aku akan mencobanya. "


Arka tersenyum mendengar penuturan dari Erika setidaknya Erika tidak akan ketus padanya didepan Ria. Dan agar Ria bisa senang mendengar hal ini.


"Terima kasih, " Sembari tersenyum kepada Erika.


"Emm.. " Langsung memasuki kamar Ria.


Cek lek.

__ADS_1


"Mama.... " Panggil Ria dengan senyuman mengembang nya.


"Hai sayang.udah bangun??"


"Udah ma, mama dari mana?? "


"Mama dari luar ketemu sama kakek mama sayang, " Sambil mengelus rambut Ria.


"Mama punya kabar gembira loh buat Ria, " Sambil menghadap ke arah Ria dan mengenggam tangannya.


"Apa ma?? " Tanya Ria antusias.


" Mama bakal nikah sama kak Arka minggu depan. Gimana kamu bahagia nggak?? Mama nanti bakal sering disini, "sambil tersenyum kepada Ria berharap anak kecil tersebut sedikit terhibur walaupun hatinya tidak karuan menerima perjodohan ini.


"Beneran ma?? Ria seneng banget dengernya berarti nanti kita bisa tidur bareng tiap hari dong, " Ucapnya antusias sambil memeluk Erika dengan erat.


Erika membalas pelukan dari Ria lebih erat lagi. Hingga mereka dikejutkan dengan deheman dari Arka.


"Ehemm... " Sambil masuk kekamar Ria.


"Kak Arka... " Panggilnya sambil tersenyum lebar.


"Hai sayang, gimana kabarnya?? "Langsung duduk di samping Ria.


" Baik kak, Ria janji nggak bakal nakal lagi dan Ria juga seneng karna kakak sama mama Ria bakal nikah. Berarti mama Ria bakal ada disini terus dong. "


Arka langsung melirik ke Erika untuk meminta penjelasan dan hanya dibalas Erika dengan tersenyum kecut.


"Emm.. Ria sudah tau ya, kalau begitu mau tidak besok menemani kakak Fitting baju??? "


"Apa maksud mu?? " Menatap Arka dengan kesal.


"Aku hanya melakukan hal yang benar. Pernikahan kita minggu depan dan kakek Leon ingin kita memilih baju kita secepatnya. "


"Hah.. (Menghela napasnya) Terserah saja. Tapi aku memiliki syarat lain, " Ucapnya.


"Apa itu?? "


"Aku mau pernikahan kita dirahasiakan hingga aku mencintaimu, " Jelasnya,


"Baiklah jika itu maumu aku akan menerima nya. "Jawab Arka.


" Tapi bagaimana besok?? Apa kau mau pergi?? "Tanyanya lagi.


" Tentu saja. Aku tidak bisa menolak keinginan kakek dan juga calon suami ku, "ucapnya ketus sambil kembali kekamar Ria.


Arka tersenyum mendengar ucapan Erika, setidaknya sekarang dia sudah menerima Arka menjadi calon suaminya. Walaupun hatinya belum menerima Arka tapi itu sudah cukup untuk sekarang. Tinggal kedepannya Arka perlu melakukan usaha extra untuk bisa merebut hati Erika.


"Aku pasti bisa merebut hatimu secepatnya. Aku pasti bisa mempertahankan pernikahan kita nanti. "*Batin Arka.


~Dikamar Ria.


" Ria sayang, Ria beneran mau pergi mama ikut fitting baju besok?? Apa Ria udah baikan sayang"tanyanya.


"Memangnya kenapa ma?? Ria ngrepotin mama ya kalau iku??" Tanya nya sambil menunduk.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, mama hanya takut Ria capek. Nanti Siapa yang bakal jagain Ria, " Ucapnya menenangkan Ria.


"Berarti mama nggak mau jagain Ria gitu kalau Ria kenapa-napa nanti. Apa mama juga malu punya anak yang penyakitan?? " Air matanya lolos begitu saja di pipi chubby nya.


"Sayang kamu salah paham. Maksud mama bukan begitu, " Sambil mencoba menenangkan Ria.


"Maaf ma, Ria mau istirahat. Jangan ganggu Ria, " Ucapnya ketus sambil berbaring membelakangi Erika.


"Sayang kamu salah paham. Maksud mama bukan begitu, " Ucapnya meyakinkan Ria.


Ria tetap saja tidak bergeming. Dia benar-benar sudah salah paham kepada Erika hingga akhirnya Arka datang dan meminta Erika untuk menunggunya menenangkan Ria.Stelah Erika keluar Arka langsung duduk menghadap ke Ria.


"Ria sayang, " Ucapnya lemah sambil mengelus rambut Ria


" Kak, apa mama malu ya punya anak penyakitan kayak Ria, "ucapnya senduh sambil menangis air matanya


" Sayang kamu salah paham sama mantan Erika. Dia takut Ria kelelahan, mama Erika takut Ria drop lagi, mam Ria takut Ria kenapa-napa. Ria tau mama Erika sedih loh liat Ria kayak gini. Mama Erika tadi langsung nangis malahan waktu Ria marah sama mama Erika, "Jelas Arka.


Ria langsung terkejut mendengar hal tersebut. Ternyata dia sudah salah paham kepada wanita cantik yang sudah mau menganggapnya sebagai anak.


" Kak, Ria udah salah paham sama mama. Ria nggak mau mama Erika marah sama Ria kak, "ucapnya memohon kepada Arka.


" Mama Erika pasti nggak marah kok sama Ria. Percaya sama kakak. "


"Emm.. "


"Kakak panggilin mam Erika dulu ya sayang. "


"Emm.. "


~Didepan kamar.


Saat Arka keluar hendak memanggil Erika, dia melihat Erika yang menangkup wajahnya yang sedang menangis. Arka menepuk baju Erika, seketika Erika membuka kedua tangannya dan menatap Arka dengan tatapan senduh.


"Ada apa?? " Tanyanya yang di iringi suara khas orang menangis.


"Ria mau ketemu. "


Mendengar hal tersebut Erika langsung bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Ria. Ria yang melihat Erika datang langsung tersenyum. Tapi kemudian dia menunduk karena melihat mata Erika yang sembab habis menangis, Ria merasa bersalah melihat hal tersebut.


"Maafin mama ya sayang, "sambil memegang ke-2 tangan Ria.


" Nggak ma, harusnya yang minta maaf itu Ria. Ria udah salah paham sama mama, maafin Ria ya ma. "


"Iya sayang, mama udah maafin Ria. Jangan sedih lagi ya besok kita pergi sama-sama fitting baju. Oke. "


"Siip ma, " Jawab nya sambil tersenyum.


"Nah gitu dong, kan senang liatnya, " Sambil tersenyum kepada Erika dan Ria yang dibalas senyuman oleh keduanya.


🌼Bersambung 🌼


Hai Hai gimna nih sama novelnya?? kalau suka jangan lupa like, comen, rate ⭐ 5 dan juga vote ya karena author sangat membutuhkan itu.


jangan lupa kalau ada krisan atau saran mengenai part ini harap disampaikan ya biar author lebih baik lagi dalam menulis.

__ADS_1


Happy Reading 😊😊


__ADS_2