
"Aiss.. Sayang masa kamu nggak ngerti sih? Ga seru ah."
"Hahaha... Iya, Sayang. Aku ngerti kok," sambil mengelus-elus rambut Arka dengan lembut.
"Istirahat ya," pinta Erika.
"Emm... Tapi aku mau istirahat nya disini aja ya. Aku nyaman kalau istirahat nya sambil meluk Kamu," sambil memeluk Erika dengan sangat erat.
"Iya, Sayang."
sebelum Arka menutup matanya untuk istirahat, Arka menatap Erika dengan wajah yang senyum-senyum sendiri.
"Ada apa lagi? Katanya tadi mau istirahat, kok belum tidur?"
"Kamu tadi kan bilang mau nurutin permintaan aku, permintaan aku banyak loh sayang," sambil menaik turunkan alisnya.
"Loh, permintaan nya bukan ini aja?" tanya Erika kesal.
"Nggak, aku mau kamu nurutin permintaan aku 1 hari ini ya, ya, ya," pinta Arka.
"Dasar kamu ya. Pinter banget cari kesempatan dalam kesempitan, nggak sadar apa istrinya lagi sakit?" melepas pelukan tangan Arka yang melingkar pada pinggang nya.
"Ihh, Sayang, kok dilepas sih?"
"Aku nggak mau, nanti permintaan kamu aneh-aneh."
"Ihh.. Kok gitu sih? Emangnya kamu nggak kasian apa liat aku?" menunjukkan wajah memelasnya kepada Erika.
Erika yang awalnya kesal dengan Arka mulai merasa iba dengan Arka.
"Permintaan nya apa dulu? kalau yang aneh-aneh aku nggak mau nurutin."
"Oke, nggak aneh-aneh kok. Pertama, aku mau istirahat disini dulu jangan ganggu sampai aku bangun sendiri.kedua aku nanti mau cari Ria sampai ketemu apapun alasannya kamu nggak boleh nggak makan karna itu demi kesembuhan kamu. Ketiga jadilah istri yang penurut."
"Aisshh... Permintaan nya gada yang mudah?"
"Astaghfirullah, apa susahnya sih, Sayang, nurutin kata suami. Lagian kan cuma 1 hari."
"Oke boleh. 1 hari aja kan? Berarti jadi istri yang penurut nya 1 hari aja kan? Besok-besok nggak lagi?" sambil berusaha menahan tawanya.
"Haiss... Kok gitu sih?" sambil memanyunkam bibirnya.
"Iya, iya, gitu aja marah. Jangan terlalu banyak marah-marah nanti cepat tua loh," goda Erika.
"Nggak papa kok kalau tuanya barengan sama kamu aku ikhlas."
"Ihh pinter banget kamu ngomongnya, yaudah katanya mau istirahat.Ayo istirahat," sambil mengelus kepala Arka dengan lembut.
Arka mulai memejamkan matanya, mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan.
Di saat Arka sudah sampai di alam mimpi nya Bu Rahma tiba-tiba membuka kamar rawat dan masuk dari luar.
"Shutttt....." sambil menempelkan jarinya ke mulut agar Bu Rahma.
"Arka, sudah tidur?" tanya Bu Rahma memastikan.
"Sudah, Bu."
"Bagaimana, ada perkembangan tentang Ria?"
Erika langsung mengendik kan bahu nya.
"Erika belum menanyakan nya, Bu. Erika ksihan melihat Arka, pasti dia sangat kelelahan," sambil melihat ke arah Arka yang sedang tertidur pulas sambil memeluk diri nya.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mencintai nya?" pertanyaan tersebut tiba-tiba saja terlontar dari mulut Bu Rahma.
Erika yang mendapat kan pertanyaan tersebut dari Bu Rahma langsung mengalihkan pandangan nya kepada Arka.
"Walaupun Erika menikah dengan Arka karena perjodohan,Erika juga tidak mau mempermainkan sebuah ikatan. Apalagi ikatan yang terjalin adalah ikatan pernikahan, Arka laki-laki yang baik, dia selalu memberikan Erika kasih sayang, dia selalu menjaga Erika, Erika tidak tahu kapan perasaan ini muncul tapi Erika selalu merasa nyaman dan senang saat berada bersama Arka."
"Jadi?"
"Ya, Erika mencintai Arka," sambil tersenyum.
"Ibu senang mendengar nya. Kalau begitu Ibu mau permisi pamit ke panti dulu, nanti kalau kamu butuh bantuan bisa telpon, Ibu nanti ya,"
"Iya, Bu."
1 jam sudah berlalu, Arka menggeliat di pelukan Erika saat Erika tengah bermain-main dengan pipi Arka. Erika terkekeh melihat Arka yang terganggu dengan aktivitas nya dan terbangun sambil mengucek matanya.
"Enghhhhh...."
"Kamu sudah bangun?"
"Emmm....Ada apa sih, Sayang? Aku masih ngantuk," sambil mengucek-ucek matanya.
"Kamu udah tidur 1 jam loh, katanya mau cari Ria?"
"Cari sih cari, tapi aku masih ngantuk." Arka mencoba untuk tidur kembali.
"No no no, nggak ada tidur-tidur lagi. Sekarang bangun, makan siang, sudah itu cari Ria lagi. Aku mau kamu nemuin Ria secepatnya."
"Astaghfirullah, Sayang sabar ya. Aku mau tidur sebentar aja aku masih ngantuk," ucap Arka dengan wajah memelas.
"Nggak, kamu harus bangun. Sekarang!"
"Hemm... Iya, iya, aku bangun," sambil bangkit dari ranjang Erika dan duduk manis di kursi yang berada di samping Erika.
"Makan dulu ini." Erika menyodorkan semangkuk bubur ayam kepada Arka.
"Tadi aku minta Bu Rahma beliin. Sudah, ayo makan."
"Emm.. Iya."
β€β€β€
"Ria," panggil Rendi.
"Iya, Kak?"
"Kamu sudah makan siang nggak?"
"Em, belum. Ada apa kak?"
"Ayo makan siang dulu, sudah itu kemasi barang-barang Ria ya. Kita pergi dari sini."
"Loh, kita mau kemana kak?"
"Ki-kita akan pindah. Kakak mau bawa kamu ke Bandung, kita ke rumah nenek kakak."
"Kakak sudah bilang kak Arka nggak?"
"U-udah, Kak Arka setuju kok." Rendi mencoba meyakinkan Ria.
"Okedeh, ayo." ajak Ria kegirangan.
"Ayo."
__ADS_1
Huh... Selamat. Rendi membatin.
"Er, aku mau berangkat dulu ya. Aku mau jemput Ria."
"Kamu tau sekarang Ria di mana?"
"Emm.. Aku tau tapi nggak pasti sih. Ini masih mau mastiin dulu."
"Kamu hati-hati ya. Nanti kalau sudah ketemu langsung pulang ya."
"Iya, Sayang. Kalau begitu aku pamit dulu ya," sambil mengecup dahi Erika dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Pergi dulu ya." pamit Arka.
"Emm...."
Arka segera melajukan mobilnya ke arah rumah Rendi dengan kecepatan sedang.
"Aku harus cepat sampai di sana dan memastikan sendiri keberadaan Ria. Aku sangat yakin aku tidak salah lihat," gumam Arka.
Sesampainya di kediaman Rendi Arka segera turun dari mobilnya dan masuk ke kediaman Rendi sambil membunyikan bel rumah Rendi.
Ting tongππ
Ting tongππ
Tung tong ππ
"Permisi...," panggil Arka dari luar.
"Permisi...," panggil Arka lagi.
Karena merasa tidak mendapat kan jawaban dari panggilan nya, Arka pun memutuskan untuk pergi ke rumah yang letak nya bersebelahan dengan rumah Rendi untuk menanyakan keberadaan Rendi.
Ketika Arka melihat adanya penghuni di rumah sebelah, Arka langsung memanggil wanita paruh baya itu.
"Permisi, Bu." Arka memanggi Ibu itu dengan sopan dan lembut.
Wanita paruh baya yang sedang menyiran tanaman itu langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pagar saat merasa dirinya dipanggil seseorang.
"Iya ada apa?" Ibu itu langsung mendekat ke arah Arka.
"Bu saya mau bertanya, pemilik rumah yang ada di sebelah ada di mana ya?kok kelihatan sepi."
"Oh, Nak Rendi, tadi dia bilang mau pergi ke rumah nenek nya di Bandung."
"Emm.. Dia pergi sendiri atau dengan seseorang, Bu?"
"Nampaknya dia pergi bersama anak kecil perempuan, dilihat dari wajahnya yang imut anak itu berusia sekitar 5 tahunan."
"Apa Ibu tau mereka pergi ke daerah mana di Bandung?"
"Maaf, Nak. Kalau soal itu Ibu tidak tau."
"Baiklah Bu terimakasih informasinya. Selebihnya saya akan mencari sendiri. Kalau begitu saya pamit dulu."
"Sama-sama, Nak."
Arka langsung pergi dari sana dan melajukan mobilnya ke kota Bandung untuk mencari keberadaan Rendi dan Ria.
"Sebenarnya kamu bawa ke mana Ria dan apa sebenarnya rencana mu menculik Ria." Arka bergumam sendiri di dalam mobilnya.
πΌ BersambungπΌ
__ADS_1
maafkan tulisan ku yang amburadul πππ. Jangan lupa Like, coment, vote dan rate β 5 nya ππ.
Happy Reading π.