
"Kamu siapa?? Lalu diamana kakek Leon?? "
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku Er?? "
"Iya, aku tidak mengenal mu, " Jawabnya yakin.
"Lalu, kau tau ini apa?? " Menunjukkan tangannya yang memakai cincin pernikahan pada Erika.
"Itu cincin. Seperti cincin pernikahan. "
"Coba kamu lihat tangan kamu, "menunjuk tangan Erika yang sudah juga terdapat cincin yang melingkar di jari manis nya.
" Ini cincin. Loh, kapan aku pakai cincin kok aku lupa ya. Emm.. Mungkin ini cincin dari Jonathan, "jawabnya dengan senyum bahagia.
" Jonathan??? "
"Iya, Jonathan pacarku. "
DEG...
Seketika Arka terdiam mendengar nama Jonathan. Hati Arka seketika hancur berkeping-keping, Arka bagaikan dihantam batu besar. Hatinya benar-benar sesak, matanya sudah memanas dan mengalirkan cairan asin tersebut dari matanya.
Hatinya sakit, bagaimana bisa Erika melupakan nya tetapi malah mengingat Jonathan. Yang makin membuat nya sakit adalah adalah kenapa Erika malah mengingat Jonathan sebagai pacarnya. Mengapa dia tidak mengingat Arka yang jelas-jelas Bernotbane sebagai suami sahnya.
"Kenapa kamu menangis?? " Tanya Erika yang melihat Arka menangis.
"Hemm.. Tidak, aku hanya sedang teringat istriku, " Jawab nya senduh.
"Lalu dimana istrimu?? "
"Dia melupakan ku. "
"Maksudmu?? Apakah dia punya laki-laki lain?? Menghilang?? sudah meninggal?? Atau dia pergi karena kamu berbuat kasar padanya?? "Tanyanya bertubi-tubi.
" Dia hanya melupakan ku, ini bukan salah nya. Tapi seperti nya takdir tengah ingin menguji kesetiaan kami. "
"Lalu dimana dia sekarang?? "
"Ada didepanku Erika, dia itu adalah kamu. "*Batinnya.
" Dia?? Ada didekat ku. "
"Didekatmu?? Siapa?? Tidak mungkin aku kan?? " Tanyanya sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.
"Misalnya itu kamu bagaimana?? " Tanya Arka sambil menatap Erika intens.
"Ya tidak mungkin lah. Karna aku dan Jonathan saling mencintai, tidak mungkin aku menikah dengan laki-laki lain, " Jawabnya sambil berpikir tentang ucapan Arka.
"Hahah.. Kenapa kamu begitu percaya sih Er?? Ini cincin pertemanan kita, aku memberikan padamu seminggu yang lalu, " Alibi nya.
"Ohh... Hahah.. Maaf ya aku melupakan kamu, " Jawab Erika merasa bersalah karena telah melupakan temannya itu.
"Iya, tidak apa-apa. Karena kamu melupakan aku bagaimana kalau kita berkenalan ulang?? " Tawarnya.
__ADS_1
"Emm.. Tentu saja, Aku Erika dermawan putri. Maaf karena sudah melupakan mu, " Mengulurkan tangannya pada Arka.
"Iya, tapi aku sudah mengenalmu. Hanya kau saja yang melupakan ku, " Kekehnya.
"Oohh.. Iya ya, heheh.. Maaf ya. Siapa namamu?? "
"Aku Arka gunawan. Semoga kamu bisa segera mengingat ku ya, " Membalas uluran tangan Arka.
"Iya, semoga saja. Tapi ngomong-ngomong kakekku mana ya?? "
"Astaga... Maafkan aku Er, aku lupa memberitahu kakekmu. Tunggu sebentar ya. "
"Iya."
"Aku keluar sebentar, " Pamit Arka.
Arka langsung keluar untuk memberitahukan kakek Leon dan keluarga nya tentang musibah yang terjadi pada Erika.
"Aku seperti sudah dekat padanya, tapi dia siapa?? Apakah benar kalau dia adalah suamiku. Tapi kalau dia suamiku lalu bagaimana dengan Jonathan?? " Tanya nya pada diri sendiri.
Saat dil luar kamar rawat Erika, Arka langsung bergegas menelpon kakek Leon beserta keluarga yang lain. Dia menjelaskan apa yang terjadi, kakek Leon yang terkejut mendengar penuturan Arka ditelpon langsung segera berangkat ke RS tempat Erika dirawat.
Arka yng belum mengerti apa yang terjadi langsung menuju ke ruangan dokter yang memeriksa Erika tadi dan menanyakan apa yang terjadi.
Tok
Tok
Tok
"Dokter, " Panggil nya.
Dokter laki-laki yang sedang memeriksa beberapa hasil tes kesehatan pasien langsung mengalihkan pandangan nya kepada Arka.
"Ohh... Kamu lagi, " Tanya dokter tersebut.
"Saya ingin menanyakan sesuatu, " Tanya nya
"Soal istrimu?? " Tanya nya langsung.
"Iya, ada apa dengan dia?? " Tanya nya senduh.
"Dia mengalami Amnesia global sementara, amnesia ini biasanya terjadi karena stres emosional berat. Tetapi berbeda dengan istri mu, dua mengalami Amnesia ini karena kecelakaan. Kita harusnya sedikit bersyukur karena dia tidak mengalami amnesia total, karena biasanya korban kecelakaan yang mengalami amnesia akan kehilangan semua ingatannya. "
"Tapi knapa dia hanya melupakan ku?? Dia masih mengingat kakeknya dan juga keluarga nya. Bahkan dia juga mengingat orang yang sudah lama tidak dia temui. "
"Seperti nya dia memikirkan sesuatu yang sangat berat akhir-akhir ini. Pasti dia ingin melupakan masalah yang terjadi, tapi karena kecelakaan itu dia malah melupakan segalanya yang berhubungan dengan masalah nya, " Jelasnya.
"Apakah dia bisa sembuh?? "
"Bisa,tapi dia harus melakukan chemoteraphy rutin selalma 6 bulan. Dan juga bangun dari orang-orang didekat nya. "
"6 bulan?? Apakah tidak ada waktu yang lebih singkat?? "
__ADS_1
"6 bulan itu adalah waktu yang sangat lama, aku tidak yakin Ria bisa bertahan selama itu. Belum lagi membuat Erika mencintai ku. Ini akan sulit, "*Batinnya.
" Bisa, kita bisa mempersingkat menjadi 4 bulan, tapi ini tergantung dari pasien dan orang-orang terdekat nya. "
"Baiklah kalau begitu, Terima kasih dokter. Saya permisi dulu. "
"Sama-sama , kalau kamu butuh apa-apa kamu bisa kemari. "
"Baiklah dokter, " Berjalan keluar dari Ruangan dokter tersebut.
Arka berjalan gontai menuju kamar Erika, dia merasa sangat sedih mendengar penjelasan dokter tadi. Dia seolah-olah kehilangan semangat untuk hidup. Belum lagi dia sampai Arka sampai di sana dia sudah tertegun melihat kakek Leon yang sudah menatap nya dengan wajah kecewa nya.
"Kakek... "
BRUGH..
Tiba-tiba saja Arka langsung dihajar oleh kakek Leon menggunakan tangannya.
"Apa saja yang kau lakukan?? Kenapa kau tidak menjaganya?? "
"Maaf kakek.. " Ucapnya senduh sambil menunduk.
"Sudah Leon, ini musibah kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita selanjutnya. Arka tidak tau akan jadi seperti ini, kalau dia tau pasti dia akan menjaga Erika dengan baik. Tidak mungkin dia ingin mencelakai istrinya sendiri, " Jelas bu Rahma mencoba menenangkan Kakek Leon.
"Baiklah, bisakah jelaskan pada kami?? "
Arka pun menjelaskan semuanya secara detail kepada mereka semua yang ada disana. Arka bahkan menangis saat menjelaskan bahwa Erika melupakannya dan malah mengingat Jonathan.
"Kami baru saja berbaikan dan mencoba untuk lebih dekat tapi.. Hikss.. Hikss.. Tapi Allah berkehendak lain, " Sambil menangis tersedu-sedu.
"Kakek minta maaf masalah tadi, kakek harap kamu dapat bersabar, " Mengelus punggung Arka dengan lembut.
"Hikss... Hikss.. "
"Kakek mau masuk dulu ya, anti kakek akan mencoba membantu mu. "
"Baiklah, tapi kek jangan menyinggung soal pernikahan kami dulu ya. Katakan saja kalau aku adalah teman baiknya. "
"Baiklah."
Sementara di tempat yang sama di samping kamar Erika nampak seorang laki-laki yang menggunakan baju serba hitam dan juga memakai masker hitam menelpon seseorang.
"Halo, bagaimana?? Apakah berhasil?? "
"Berhasil bos, semua berjalan sesuai rencana. Bahkan sekarang dia hilang ingatan, " Jelasnya.
"Baiklah, kerja bagus. Pantau terus kegiatan mereka nanti aku akan membayar 5 kali lipat dari biasanya, " Ucapnya dengan diiringi senyum licik.
🌼Bersambung 🌼
hayoo.. ada yg penasaran nggak sama orang yang udah nyelakain Erika?? pantauin terus novel ku ya. jangan lupa like, coment, vote dan rate⭐ 5ya biar author lebih semangat lagi nulisnya.
Happy Reading 😊😊
__ADS_1