
M..maksud apa, Sayang?" gugup Arka.
"Ucapan, Bram tadi."
"I....itu...Bram dan Dian, mau...."
"Mau apa?"
"Mereka mau membawa Ria ke Malaysia, mereka mau memberikan pengobatan yang lebih baik untuk kesehatan, Ria."
"Apa... kapan, sekarang?"
Erika yang tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Arka langsung bergegas berlari keluar mencari keberadaan mobil Bram. Namun sangat di sayangkan, mobil Bram nampak sudah sangat jauh di depan.
"Ria..." senduh Erika.
"Sayang, kita masuk dulu ya. Nanti aku jelasin di dalam, sekarang kamu jangan mikirin apa-apa dulu."
Erika tak menjawab, Erika hanya terdiam tanpa berkata satu patah katapun. Melihat istrinya yang terdiam, Arka langsung berinisiatif menggendong Erika ke atas kamar mereka.
Erika sedikitpun tak terkejut dengan apa yang di lakukan Arka. Dia sudah sangat hapal dengan perlakuan Arka terhadap nya jika dia tengah bersedih.
Arka membawa Erika kedalam kamar mereka. Setelah sampai di sana, Arka langsung membaringkan Erika di kasur.
"Kenapa ngga bilang kalau mereka mau ke Malaysia?"
Erika menatap Arka dengan begitu dingin.
"Maaf, Sayang, Bram juga baru ngabarin tadi. Jadi aku ngga bisa nolak. Mereka orang tua kandung, Ria, jadi mereka berhak memberikan yang terbaik untuk, Ria."
Mendengar hal tersebut membuat Erika menundukkan kepalanya seraya tersenyum kecut.
"Kamu benar, Ka, aku ngga boleh menghalangi mereka melakukan hal itu, mereka orang kandung nya, Ria. Tapi yang aku kesel itu kenapa kalian tadi ngga bilang langsung ke aku jadi aku bisa pamitan sama, Ria."
"Ya, kenapa pamitan sekarang sih, orang berangkat nya Minggu depan."
mendengar hal tersebut, Erika langsung memutar bola matanya tajam.
"Kenapa ngga bilang mereka berangkat nya Minggu depan sih. Ihh..buat kesel aja," sambil memukul Arka dengan bantal di sampingnya.
"iya iya maaf, Sayang, kamu kan tadi ngga nanya."
"Auahh...aku kesel, sekarang buatin nasi goreng spesial 1 porsi."
"Astagfirullah... kamu ngidam ya, Sayang?"
Arka yang mendengar pertanyaan Arka langsung menepuk punggung Arka dengan begitu keras karena menurut nya hal tersebut tak perlu di jawab lagi.
"Perlu banget ya di jawab?"
"iya, m...maaf, aku buatin sekarang ya."
"emm...."
"Tadi minta di buatin apa?"
"Nasi goreng."
"Hah, seriusan nasi goreng?"
"Iya, aku mau makan nasi goreng buatan kamu."
"Tapikan, Sayang, kamu kan tau sendiri kalau aku buat nasi goreng ngga pernah sempurna, pasti ada aja salahnya."
"ihh... ngga apa-apa, ayo cepet buatin."
Erika yang sudah tak sabar mendorong Arka ke dapur untuk memasak nasi goreng yang dia mau.
"Ayo masak."
Erika hanya bisa tersenyum dan menunggu ketika melihat Arka mulai bergelut dengan bumbu-bumbu dapur.
Walaupun Arka tidak begitu pintar memasak, tapi Arka tetap berusaha memasak dengan rapi dan menata masakannya dengan sangat cantik di piring.
"Ini, Sayang, nasi goreng spesial pakai 100% cinta."
Arka menyodorkan nasi gorengnya kepada Erika. Dengan mata yang berbinar, Erika menerima nasi goreng buatan Arka itu. Erika memperhatikan nasi goreng tersebut lamat-lamat, karena sudah tidak sabar Erika langsung memasukkan sendok yang berisi nasi goreng itu kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Emm...enak."
"Enak, beneran?"
Arka yang tak percaya dengan indra perasa di mulut Erika langsung mengambil sendok yang di pegang Erika dan mulai memasukkan nasi goreng tersebut kedalam mulutnya.
Nasi goreng itu mulai di kunyah Arka. Setelah merasakan nasi goreng buatannya, Arka langsung berlari ke arah toilet dan memuntahkan isi yang ada di dalam mulutnya.
"Ini yang di sebut makanan? ini kucing di kasi aja pasti ngga mau. Asin banget astagfirullah."
Arka berucap sambil membersihkan mulut nya. Erika yang melihat Arka yang tengah keasinan langsung tertawa terbahak-bahak tanpa henti.
"Masakan sendiri kok di buang, aneh." kekeh Erika.
Setelah Arka selesai dengan kegiatannya, Arka kembali menghampiri Erika di meja makan. Arka duduk tak berucap satu patah pun karena merasa aneh dengan Erika yang makan dengan lahap nasi goreng buatannya.
"Sayang, itu asin loh. Emang enak?"
"Enak loh, Sayang, kamu ngga mau lagi?"
"E.. engga, engga, kamu aja yang makan."
Arka menolak dengan lembut sambil tersenyum kecut melihat Erika yang memakan nasi gorengnya dengan begitu lahap.
Satu minggu kemudian, Erika dan Arka mengikuti mobil Bram dari belakang karena hari ini adalah hari keberangkatan mereka ke Malaysia.
Ria yang memang belum di beritahu nampak bingung setelah sampai di Bandara. Ria turun dari mobil sambil melihat sekeliling.
"Ayah, kita kenapa kesini, memang nya kita mau kemana?"
"Kita mau pergi ke Malaysia, sebentar, Nak. Bunda sama Ayah mau, Ria dapat pengobatan yang bagus dan Ria bisa sembuh kayak biasa lagi."
"Makasih ya, Ayah, Bunda, tapi Mama Erika dan Papa Arka udah tau kan?"
"Udah dong, itu mereka juga dateng."
Bram menunjuk ke arah sepasang suami istri yang mendekat ke arah mereka.
"Mama... Papa...."
"Mama sama Papa datang juga."
"Iya, dong, Mama sama Papa kan mau liat, Ria berangkat."
"Hati-hati ya di sana, Ria ngga boleh nakal." sambung Erika.
"Iya, Ma, Ria ngga akan nakal kok. Ria janji, Ria akan sembuh dan cepet-cepet pulang ke rumah."
"Janji ya," ucap Erika seraya mengangkat jari kelingkingnya.
"Iya, Ma, Ria janji."
Di saat-saat mereka tengah berpelukan untuk melepas kepergian Ria, dengan lantang nya suara toa berbunyi memberitahukan agar para penumpang tujuan Malaysia segera masuk ke dalam bandara.
"Ria, kita sudah mau berangkat. Ayo kita pergi."
"Iya, yah."
"Mama, Papa, Ria pergi dulu ya."
"iya, Sayang, hati-hati ya."
"Kami berangkat dulu, assalamualaikum." pamit Dian.
"Iya, waalaikumsalam."
Karena mereka sudah membeli tiket secara online, mereka bertiga langsung masuk kedalam ruang tunggu.
Setelah 25 menit menunggu, akhirnya terdengar sebuah suara dari pengeras suara yang ada di sana.
"Kepada seluruh penumpang tujuan Jakarta-Kuala lumpur, harap masuk ke dalam pesawat melalui pintu jet 3 karena dalam waktu 15 menit lagi pesawat akan berangkat."
"Bram, ayo kita bawa Ria, kedalam pesawat."
"Iya, Sayang."
"Ria, Ria pegang tangan Ayah sama Bunda ya. Jangan sampai lepas ya, karena penumpang nya lumayan banyak."
__ADS_1
"Iya, Bunda."
Mereka bertiga masuk kedalam pesawat dengan perlahan, karena mereka yang masuk pertama kali. Mereka tidak perlu tergesa-gesa lagi.
Setelah sampai di tempat duduk mereka, Erika, Ria, dan Arka langsung menjatuhkan badan mereka ke kursi dan duduk dengan teratur.
"Hoamm..." Ria menguap sambil mengucek-ucek matanya.
"Ria mengantuk, Sayang?" tanya Dian.
"Emm.... Iya, Bunda, Ria boleh tidur ngga?"
"Boleh, kok Sayang, kamu tidur aja dulu nanti kalau sudah sampai, Bunda bangunin Ria."
"Makasih, Bunda."
"Iya, sama-sama, Sayang."
"Ria sudah tidur, Sayang?"
"Iya, sudah, Bram."
"Yaudah, kamu istirahat juga, perjalanan nya panjang. Aku nanti akan bangunin kalian kalau sudah sampai."
"Emm... baiklah."
Pesawat sudah mendarat dengan sempurna di Bandara Lapangan terbang Antarbangsa Kuala lumpur.
Ria dan juga Dian yang sudah terbangun dari 20 menit yang lalu mempersiapkan diri untuk keluar dari pesawat.
"Ayah, kita mau kemana sekarang?"
Anak kecil itu bertanya ketika mereka sudah ada di dalam taksi yang membawa mereka sekeluarga ke tempat yang sudah di pinta Bram.
"Kita istirahat di hotel dulu ya, Sayang, kalian pasti capek kan. Kita istirahat dulu, besok baru kita pergi ke rumah sakit."
"Ohh...iya deh." cengir Ria.
"Bunda, Bunda kenapa, kok diam aja?"
"Bunda ngantuk, Sayang." kekeh Dian sambil memejamkan matanya sejenak.
"Yaudah, istirahat aja dulu ya. Nanti sudah sampai aku bangunin."
"Iya, Bram."
Sesampainya disalah satu hotel di sana, Bram segera membangun kan Dian mengajak istrinya masuk bersama ke dalam hotel.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?"
"Saya mau pesan kamar."
"Baiklah, tunggu sebentar ya pak. Namanya siapa?"
"Bram saputra."
"Baiklah, ini Pak kunci nya. Kamar No.213 lantai 3 ya, Pak."
"Iya, terimakasih."
Setelah mendapatkan kunci kamar Hotel Dian dengan gentle nya mengangkat kedua koper milik nya ke atas. Setelah sampai di atas, Bram langsung meletakkan koper nya ke dalam.
"Bram, aku mandi dulu ya, badanku lengket."
"Iya, Sayang."
Di saat itu pula, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mereka dari luar.
Tok..
Tok...
Tok..
"Iya, siapa?"
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1