
"Lalu kalau bukan lo siapa?? "
"Mana gue tau, " Mengangkat bahunya acuh tak acuh.
~~
"Emm... Kalau gitu aku minta maaf, " Menyodorkan tangannya pada Jonathan.
"Hah???!! " Bingung nya.
"Ya aku minta maaf, " Ucapnya lagi.
"Nggak salah nih?? " Tanya Jonathan ragu.
"Emm.. Ayo cepatlah. Aku ingin melihat Erika, " Ketusnya.
"Hahah... Baiklah. Aku Terima permintaan maafmu, " Membalas uluran tangan Arka.
"Apa kita sudah berdamai?? " Seraya tersenyum melihat Arka.
"Hah?? Berdamai denganmu?? Yang benar saja, " Ketua Arka.
Setelah berucap demikian Arka langsung beranjak dari tempat duduknya dan diikuti oleh Jonathan dari belakangan nya.
"Bisakah kita berteman??? " Ucapnya dari belakang.
"Apa berteman denganmu?? Itu adalah hal yang tidak mungkin, bagaimana bisa aku berteman dengan rivalku sendiri. "
"Astaga... Kau sangat susah untuk diajak berteman. Padahal kan bisa saja aku membantumu dan Erika. "
"Aku tidak perlu bantuan, " Ketusnya.
"Apa kau masih meragukanku?? "
"Tentu saja!! Bagaimana bisa percaya pada rivalku sendiri, " Bergegas menjauhi Jonathan.
"Aku sudah memilikirkannya Arka, aku akan mengikhlaskan Erika padamu. Aku tidak akan mengharapkan nya lagi, " Ucapnya senduh sambil melihat punggung Arka yang menjauhinya.
"Arka tunggu... "
"Cepatlah sedikit, dasar lemot, " Ketus Arka.
Mereka pun berjalan berdampingan menuju ke kamar rawatnya Erika. Awalnya mereka berjalan dengan santai tapi setelah itu mereka segera berlari ketika mendengar Erika berteriak.
Di ruang rawat Erika.
PRANKK
"Arghhh!!!!!"
Arka dan Jonathan langsung masuk keruang rawat Erika dengan hati yang was-was. Saat dilihat jendela bagian samping Erika pecah karena lemparan sesuatu, setelah dicek ternyata ada yang melemparkan batu berbungkus dengan kertas putih.
Disaat Arka mengambil baru tersebut dan membuka kertas tersebut, Arka terperanjat dan kaget melihat tulisan berwarna merah tersebut.
"JAUHI JONATHAN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!"
"Jo, kemari, " Panggil nya pada Jonathan dan berusaha menjauh dari Erika yang masih shock.
"Ada apa Ka?? "Menghampiri Arka.
" Lihat ini, "menyerahkan kertas tersebut.
Jonathan sama terkejut nya melihat isi dari kertas tersebut. Mengapa malah membawa-bawa namanya. Karna perasaan nya dia tidak pernah memiliki musuh.
" Apa maksud nya ini, "tanya Arka setengah berteriak.
" Aku tidak tahu, "jawab Jonathan cepat.
" Jo, ka, ada apa?? "Tanyanya dengan suara bergetar karena masih kaget.
" Emm... Nggak ada apa-apa kok Erika, "jawab mereka bersamaan sambil menyembunyikan kertas tersebut.
__ADS_1
Mereka berdua langsung menghampiri Erika dengan wajah yang pucat pasi. Mereka berharap Erika tidak akan menyadari bahwa mereka menyembunyikan sesuatu darinya.
" Emm... Erika, Ka, aku mau keluar sebentar ya, "pamit Jonathan.
"Loh jo, kamu mau kemna?? " Tanya Arka.
"Aku ada urusan sebentar, tolong jaga Erika ya, " Menepuk bahu Arka.
"Emm...Baiklah."
Arka dan Erika hanya terdiam setelah Jonathan keluar dari ruangan nya.
"Emm.. Aku... "Ucap mereka bersamaan.
"Kau saja.. " Ucap mereka lagi secara kompak.
Mereka terdiam bersama lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hahahah... Baiklah, kamu saja dulu! "Erika mempersilahkan.
" Tidak wanita lebih dulu. "
"Baiklah, kalian menyembunyikan apa?? Kenapa tidak menunjukkan padaku?? "
"Menyembunyikan a-apa?? " Gugupnya.
"Aku tadi melihat kalian menyembunyikan sesuatu, apa itu?? "
"Ti-tidak, tidak ada yang kami sembunyikan. Mungkin kamu salah liat kali. "
"Emm.. Mungkin saja sih. "
Tanpa mereka sadari ternyata didepan pintu kamar sudah ada wanita bermasker tadi. Dia hanya tersenyum smirk melihat pemandangan didepan nya itu.
"Ini baru peringatan, permainan akan segera dimulai. "
"Jonathan kemana ya?? Kok lama banget?? "
"Emm.. Iya juga ya. "
Setelah menanyakan Jonathan Erika meminta izin dengan Arka untuk istirahat terlebih dahulu, Arka pun mempersilahkan nya. Arka memperhatikan wajahnya Erika yang tertidur dengan damai,sifat jutek dan juga baiknya sangat dirindukan oleh Arka.
Arka pun tersadar dari kegiatan nya ketika benda pipih dalam saku celananya bergetar.
Tringg📞📞
Tringgg📞📞
Arka langsung menggeser tombol hijau nya kearah samping lalu menempelkan ditelinga nya.
Call on.
"Iya hallo, ada apa Jo?? "
"Aku menemukannya, tapi aku kehilangan jejaknya. "
"Siapa?? "
"Wanita aneh, dia tadi menatap kamar Erika dari bawah dan juga tiba-tiba tertawa sendiri seperti orang gila. Aku yakin dia yang sudah melemparkan batu tadi, tapi, disaat aku hendak mengejar nya dia sudah lebih dulu menghilang," Jelasnya.
"Benarkah?? Tunggu disana sebentar. Aku akan menyusul mu, kita cari perempuan itu Sama-sama. "
"Baiklah, cepat kemari kalau begitu."
Call off.
Arka langsung mematikan HP nya, meletakkan pada saku celananya. Sebelum Arka pergi dia menyempatkan diri dulu untuk mencium kening Erika.
Cup💋💋
"Aku akan mendapatkan nya Er, siapapun yang sudah membuat mu seperti akan mendapatkan balasan yang setimpal. "Berlalu pergi meninggalkan Erika yang tengah tertidur sendiri.
__ADS_1
" Kamu pikir aku sebodoh itu Arka, aku tidak akan mungkin semudah itu menampakkan diriku didepan kalian. "Masuk ke kamar Erika.
Ketika Arka sampai di depan RS Jonathan ternyata sudah menunggu nya sambil berdecak kesal karena Arka begitu lama.
" Astaga, kenapa lama sih?? "Kesalnya.
" Lama apaan?? Ini juga aku berlari. "Membela dirinya sendiri.
" Baiklah, ayo kita berpencar. Kau kekiri, aku kekanan. "Intruksi nya.
" Baiklah. "Angguk Arka.
Mereka berdua pun berpencar mencari keberadaan wanita bermasker tadi, sudah hampir 30 menit mereka berputar-putar di sekitaran RS Medika tetapi tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan wanita tersebut.
Tring📩📩(ada 2 pesan belum terbaca).
Jonathan langsung membuka HP nya.
"Loh kok Arka ngirimin aku pesan, " Membuka pesannya.
Jonathan membuka pesannya dengan segera. Pesan pertama terdapat foto Erika yang sedang tertidur sedangkan pesan kedua merupakan sebuah tulisan berwarna merah.
"CEPAT KEMBALI SEBELUM AKU MEMBUNUH NYA!!!"
"Ohh sh*ttt!! "Mengenggam hpnya dengan sangat kuat.
Bertepatan dengan itu pula, Arka kembali menemui Jonathan.
" Ayo kita ke Ruang rawat Erika, "ajaknya.
" Ada apa??"bingung Arka.
"Cepatlah kita tidak ada waktu. "
"Bilang padaku dulu ada apa?? " Kesal Arka karena pertanyaan nya tidak ditanggapi Jonathan.
"Erika dalam bahaya, cepatlah. Wanita itu ada di kamar Erika, " Jelas nya.
"Bagaimana kamu bisa tahu?? "
"Kau meninggalkan HP mu bersama Erika bukan?? Dia mengancamku menggunakan nomor mu.
" Ohh.. Tidak, ayo cepatlah. "
Berlari bersamaan ke Ruang rawat Erika.
Setelah sampai mereka langsung membuka kamar Erika dengan perasaan yang was-was. Tapi semua tak sesuai dengan perkiraan mereka, ternyata Erika hanya sendiri dan tengah asik dengan HPnya sendiri.
"Er kamu nggak apa-apa?? "
"Iya, aku nggak apa-apa. Memangnya kenapa?? "
"Apa perempuan itu tadi kesini?? "
"Perempuan siapa?? "
"Perempuan yang memakan masker hitam. "
"Tidak, tidak ada perempuan yang memakai masker hitam kemari. Yang ada tadi hanya temanku, " Jelas nya.
"Temanmu?? Siapa?? Perempuan apa laki-laki?? "
"Perempuan. Dia bilang dia adalah teman dekat ku, tapi aku tidak tahu siapa namanya. Aku rasa aku pernah melihat nya. "
"Dimana?? "
"Entahlah aku lupa. "
🌼Bersambung 🌼
Hai para Readers, selamat hari Senin dan selamat beraktivitas.Jangan lupa like, coment, vote dan rate⭐ 5 ya. karna semuanya sangat berarti buat Author.
__ADS_1
Happy Reading 😊😊