
"Baiklah, kakek akan memberikan kamu waktu. Kakek harap kau segera berdamai dengan keluarga mu cucuku, " Ucap kakek Leon lirih sambil menatap kepergian cucu kesayangannya itu.
Kakek Leon lalu melihat-lihat ruangan Erika kembali hingga tiba-tiba Erika kali lagi keruangannya untuk mengambil tas sandang nya.
"kek, Erika mau ulang dulu ya, capek. "
"Baiklah.mau pulang ke rumah?? "
"Nggak kek, Erika Ke panti asuhan, " Jelas Erika.
"Sejak kapan kamu berkunjung ke panti?? " Interogasi nya.
"Semalem kek, Erika menginap disana semalam. "
"Kau tidak pulang ke rumah?? "
"Tidak kek, " Jawab Erika dengan wajahnya yang tertunduk lesu.
"Apakah sebenci itukah?? "
"Maaf kek, Erika pamit pergi dulu assalamu'alaikum, " Sambil mencium pungung tangan kakeknya dan menghindar dari pertanyaan kakeknya yang menurutnya tak perlu dijawab pun pasti beliau tau pasti jawabannya.
Erika akhirnya keluar dari ruangannya. Setelah sampai didepan pintu resto dan hendak mendorong pintu keluar. Tiba-tiba saja Erika teringat dengan Arka dan langsung saja menuju ruang istirahat untuk para karyawan-karyawan nya.
"permisi, "sambil mengetuk ruang istirahat tersebut dua kali.
Tok
Tok
Para karyawan yang sedang istirahat seketika melihat kearah pintu dan langsung berdiri menghentikan aktifitas mereka. Tapi mereka lanjutkan lagi karena melihat intruksi dari bosnya untuk tetap makan dan memanggil Rendi untuk menghampiri nya.
Erika yng tidak sadar adanya Rendi disamping nya hanya diam menunggu kedatangan Rendi, hingga hembusan napas seseorang menghentikan aktivitas menunggunya.
"Bos ada apa kemari?? " Sambil berbisik ketelinga bos cantiknya itu.
Erika langsung menjauhkan Rendi dari hadapan nya dengan cara mendorong Rendi menggunakan jari telunjuk nya.
"Dasar, jangan mentang-mentang kau adalah sahabatku dan juga orang yang paling ku percaya disini kau bisa seenak saja berbisik padaku sesuka hatimu. Aku adalah bosmu dan bisa saja aku memecat mulai sekarang, " Ancam Erika sambil menampilkan wajahnya dinginnya dan menyeringai di hadapan Rendi bak seorang psychopath.
Rendi yang melihat ekspresi bosnya yang sudah sepeeti itu langsung mengalihkan badannya kesamping. Erika masih saja memandangi wajah Rendi dengan wajah yang dingin Rendi yang merasa bosan akhirnya menghembuskan nafasnya kasar.
" Bos sudahlah saya hanya tidak sengaja. Saya hanya ingin bergurau, tapi kenapa kau dingin sekali. "
"Bwaahahhahah...." Tawa Erika seketika pecah melihat teman sekolahnya itu menampilkan wajah seperti itu.
" Bos kau sehat?? "Sambil menyentuh dahi Erika yang tidak panas.
" Singkirkan tangan miskinmu dari ku, "ejek Erika sambil melarikan tangan Rendi dari dahinya.
" Astaga.. Dengan secepat itu kau langsung berubah dingin seperti ini lagi, "goda Rendi yang mendapat jitakan dari Erika.
" Yakkk!!! Kau menggodaku?? Potong gaji 20%, "kekeh Erika.
" Yakkk!!! Kau gila?? Selalu saja potong gaji. Gajiku hanya sedikit dan kau seenak jidat memotong nya, "sambil melipat ke-2 tangannya didada dan mengerucutkan bibirnya.
" Hahah... Oke oke.. Udah. "
Beginilah sikap ke-2 partner kerja tersebut. Mereka sudah bersahabat semenjak awal Erika membuka restoran ini. Mereka selalu saja bercanda tanpa mengenal tempat.
Seluruh karyawan pun sudah tidak heran lagi dengan tingkah mereka berdua. Bahkan tidak sedikit karyawan yang mengira bahwa Rendi dan Erika itu adalah pasangan.
"Oiya, ada apa kemari. Tumben? " Tanya Rendi sambil berkacak pinggang.
"Oiya hampir lupa, liat si Arka nggak?? "
"Ooo... Arka ada di depan. Dia tadi izin pulang adeknya sakit. "
"Ooo.. Sipp lah kalau begitu. Gue pulang dulu ya, bye urus resto ya. "
"Siap."
__ADS_1
Parkiran resto❤
"Arka." Panggil Erika sambil melambaikan tangan kearah Arka.
"Ya Er, ada apa??"
" Lo mau pulang panti kan?? "Menghampiri Arka
" Ya, tau dari Rendi ya?? "
"Emm... Ikut ya, gue nggak ada kerjaan di resto. Ngomong-ngomong siapa yang sakit?? " Tanya nya sambil mengikuti langkah Arka dan berjalan berdampingan
"Ria, " Ucapnya senduh.
"Hari ini seharusnya jadwal cuci darah. Tapi kata ibu panti tiba-tiba saja pagi tadi dia drop. Jadi aku harus pulang untuk melihat keadaannya, " Jelas Arka.
"Yaudah ayo ke panti, aku tadi juga mau kesana sekalian. "
"Ayolah, mana kuncinya biar aku yang bawa mobil. "
"Ini, " Sambil melambungkan kuncinya kepada Arka.
Hap.Arka langsung menangkap kuncinya dan langsung masuk ke mobil diikuti dengan Erika. Setelah sekitar 25 menit melakukan mobil menembus jalanan akhirnya mereka sampai dipantai asuhan. Setelah sampai Arka dan Erika langsung masuk ke panti dan segera menuju kekamar Ria.
Saat memasuki kamar Ria dapat dilihat Ria yang sedang terbaring lemah di kasur nya dan juga tangan yang sudah tertancap dengan selang infus. Ria yang melihat Erika dan Arka yang sudah datang hanya tersenyum.
"Kak Arka, mama, " Panggil nya lirih.
"Iya sayang ada apa?? " Tanya Arka yang langsung duduk di samping Ria dan juga diikuti oleh Erika.
"Ria sayang sama kakak. "
"Kakak juga sayang sama Ria. Ria kenapa bisa drop gini sih. Ria nggak minum obat ya?? "
"Emm.. Maaf kak. Semalam Ria lupa minum obatnya. Udah ngisi PR sekolah Ria langsung tidur. Ria udah nggak papa kok kak, " Alibinya untuk memenangkan kakaknya itu.
"Jangan nakal lagi ya sayang. "
🌼🌼🌼
"Tuan arka, bisa kita bicara sebentar?? " Tanya dokter yang menangani Ria.
"Iya dokter. Er jaga Ria ya. "
"Iya ka. "
Arka pun mengikuti dokter ke luar dari panti asuhan dan membicarakan perihal kesehatan Ria.
"Bagaimana keadaan Ria dokter, " Tanya Arka cemas.
"Dengan berat hati aku mengatakan bahwa batas waktu Ria masih ada hanya sampai 6 bulan dari sekarang. Dia harus menjalani kemoterapi dan pencucian darah setiap minggu. Selebihnya biar Tuhan yang mengatur. " Jelas dokter tersebut.
"Apa... " Ucapnya lirih.
"Saya tau ini berat tapi ini harus diterima, kalau begitu saya permisi dulu. Jangan lupa obatnya diminum secara teratur. "
"Baik dokter. "
Sebelum Arka memasuki memasuki panti dia melihat laki-laki tua yang dikenalnya. Tapi dia tidak begitu yakin karena laki-laki tersebut sedang berbicara dengan ibu panti dan membelakangi Arka.
"Mungkin aku salah lihat. Bisa jadi itu adalah teman ibu panti, iya aku tidak boleh berpikir yng tidak-tidak, " Langsung masuk ke kamar Ria dan terlihat Ria yang sedang tertidur pulas di sambung Erika.
"Sudah tidur?? "
"Iya.biar dia istirahat saja dulu. Ayo keluar, " Ajak Erika.
"Emm.. Er, tadi aku melihat kakek Leon. Lebih tepat nya dia berada di luar bersama ibu panti sebenarnya aku tidak begitu yakin karena dia membelakangi ku tadi, " Jelas Arka.
"Emm.. Mungkin kau salah lihat. "
"Bisa saja. "
__ADS_1
Tring (bunyi HP)
"Ehh.. Kakek menelpon. Tungu sebentar ya. "
"Emm.. "
📞📞📞 onn.
"Halo kakek. "
"Erika kamu dimana nak?? Bisa temui kakek?? "
"Kakek dimana?? "
"Kakek di panti asuhan cahya indah. "
"Apa?? Kakek disini, Erika juga disini, " Jelas Erika.
"Wahh.. Kebetulan sekali. Kalau begitu bisa ke taman didepan panti, " Tanya kakek.
"Emm.. Bisa kek. Tunggu sebentar ya, " Langsung mematikan panggilan telepon nya.
"Kakek Leon disini?? " Tanya Arka jam dibalas anggukan oleh Erika.
"Ayo ke teman, " Ajak Erika.
"Emm... "
Akhirnya Erika dan Arka sama-sama pergi ke taman berdua untuk bertemu kakek Leon dan juga ibu panti.
"Kakek.. " Sapa Erika.
"Kalian saling kenal?? " Tanya ibu panti yang melihat Erika dan kakek Leon.
" Dia cucuku yang ku bilang tadi, "jelas kakek Leon sambil menarik Erika mendekat kearahnya.
" Wahh.. Ternyata dunia ini sempit, Ria pasti akan senang jika Arka bersama dengan Erika, "sambil tersenyum senang.
" Maksud ibu apa ya?? "Tanya Arka.
" Arka, apa kau ingat bahwa ibu bilang ingin menjodohkan kamu dengan cucu dari teman ibu?? Tuan Leon ini adalah orang yang ibu bilang, dan karena Erika adalah cucunya kamu akan ibu dan kakek Leon jodohkan dengan Erika, "jelas ibu panti tersebut sambil tersenyum merasa senang.
"Kek, kakek tidak membicarakan ini dengan Erika, " Sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Erika ayo duduk dulu tidak enak dengan ibu Rahma. "
"Maaf semuanya saya permisi dulu, " Sambil berjlan kearah mobilnya.
Melihat Erika yang pergi dari tempat duduknya, Arka langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyusul Erika yang sudah menjauh.
"Permissi kakek, bu, saya akan menyusul Erika. "
Arka langsung menghentikan Erika yang akan masuk ke mobilnya dengan menahan tangan Erika. Erika yang merassa tangannya ditahan oleh seseorang langsung membalikkan badannya dan menghadap kearah Arka dengan tatapan dinginnya.
"Tolong Terima perjodohan ini, " Mohon Arka.
"Tapi aku tidak mencintaimu, " Jawab Erika dengan ketus.
"Tapi aku mencintaimu, tolong berikan aku waktu selma 6 bukan untuk bisa membuatmu jatuh cinta padaku.aku mohon ini demi kakek Leon,ibu panti dan Ria, " Ucapnya lirih.
"Kalau kau tidak bisa membuat ku jatuh cinta padamu apa yang akan kau lakukan??"
"Kau boleh menentukan pilihanmu, mau bertahan atau menyerah dengan ku. "
🌼Bersambung🌼
bagaimana?? jangan lupa like, comen, vote dan rate⭐ 5 man teman. jangan lupa tinggalkan jejak.
jaga kesehatan dan tetap dirumah ya. jangan lupa jaga kebersihan juga.
Happy Reading 😊😊
__ADS_1