
"Tapi Er... "
"Aku butuh waktu sebentar ka.Aku harap kamu ngerti. "
Arka menghela nafasnya mendengar jawaban Erika.Baru saja dia hendak memegang gagang pintu kamar. Tiba-tiba,
"Bisakah berjanji padaku tidak akan mengulangi nya lagi?? " Tanya Erika.
Arka yang mendengar ucapan Erika hanya tersenyum lalu berbalik dan duduk disamping Erika dengan memegang ke-2 tangan Erika.
"Aku berjanji. Tapi kamu harus percaya padaku kalau aku tidak seperti itu. "
"Baiklah, coba jelaskan padaku. "
"Begini, tadi pagi aku diminta Rendi untuk membeli bahan-bahan masakan. Waktu aku lagi milih-milih sayuran tiba-tiba wanita tadi datang meminta tolong carikan boneka yang cantik untuk adiknya. Ya nggak enak lah ada orang minta tolong tpi nggak aku bantuin. Awal nya cuma mau nunjukin doang, tapi nggak tau kenapa tiba-tiba dia pegang-pegang tangan ku.
Tanpa aku sadari ternyata kamu juga ada disana bersama Ria. Aku saja pusing bagaimana bisa ada cewek kayak tadi, "pikir Arka.
" Kayaknya ada yang mencurigakan. "
"Maksud kamu?? "
"Ya, aneh aja gitu. Aku tadi lihat kamu sama cewek tadi sebelum kalian gandengan. Cewek itu tadi menerima telpon sesudah itu dia ngeliat kebelakang ada aku dia langsung gandeng tangan kamu. Kayak udah direncanakan gitu agar kita bertengkar. "
"Emm.. Mungkin saja, tapi udah lah nggak perlu dipikirkan lagi. Yang penting sekarang kamu percayakan sama aku?? " Tanya Arka.
"Emm... Jangan diulangin lagi ya. "
"Iya sayang... "Dengan suara imut menggoda nya.
Seketika wajah Erika memanas dan memerah mendengar ucapan itu keluar dari mulut Arka. Setelah satu minggu tidak bertemu rasanya Erika sangat merindukan kata-kata tersebut.
" Arka.... "Ucapnya menahan malu.
" Iya, kenapa sayang??? "
"Ihh...nyebelin. "
Karena tidak tahan dengan wajahnya yang sudah memerah. Erika segera bangkit dari ranjang nya berjalan kearah pintu.
Belum lagi tangan Erika meraih gagang pintu, Arka sudah menarik nya terlebih dahulu dan memeluknya dengan erat. Arka memeluk pinggang Erika dengan sangat erat dan juga menyandarkan kepala nya dipundak Erika.
Saking kagetnya, Erika sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
"A.. Ar.. Ka... Kamu ke-napa?? " Ucapnya gugup tanpa membalas pelukan Arka.
"Biarkan seperti ini dulu Er, aku nyaman, " Mempererat pelukan nya pada Erika sambil menghirup aroma parfum stroberi yang digunakan Erika dan akan menjadi candu untuk nya mulai sekarang.
Disaat tengah dalam keadaan berpelukan, mereka berdua tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan Ria dari luar kamar.
"Mama Erika... Kak Arka... Ayo makan siang, " Teriak nya dengan sangat nyaring hingga Erika refleks mendorong Arka.
BRUK...
"Akh.. Kakiku... " Rintihan Arka disaat kakinya bertabrakan dengan sudut ranjang.
"Ahh.. Maaf.. Maafkan aku, " Mohon Erika.
Baru saja Erika ingin menolong Arka, Tiba-tiba saja kakinya tersandung dan langsung jatuh ke badan Arka.
BRUKk...
"Auuuu... " Rintih Arka dan Erika bersamaan.
Krekk...
__ADS_1
Seketika pintu terbuka dari luar sesaat setelah Ria memanggil ibu Rahma untuk menegecek kamar Erika karena mendengar suara gaduh dari kamar Erika. Seketika Arka dan Erika mematung melihat siapa yang ada dibalik pintu. Bahkan mereka tidak merubah posisi mereka saking terkejutnya.
"Ohh tidak... " Langsung menutup mata Ria menggunakan tangannya.
"Silahkan lanjutkan, kami tidak akan menggangu, " Kekeh bu Rahma langsung menutup pintu nya kembali.
"Oh tidak... Pasti bu Rahma salah paham. " Langsung beranjak dari badan Arka.
"Biarkan saja Er, bu Rahma pasti juga mengerti tentang itu, " Sambil menaik turunkan alisnya menggoda Erika.
"Yakk!! Kita kan nggak ngapa-ngpain. Dasar mesum!! "
"Siapa yang bilang kita ngapa-ngpain?? Lagian mesum sama istri sendiri nggak ada salahnya kan?? Kecuali sama istri orang lain baru salah. "
"Arka ihh!!! " Kesal nya lalu meninggalkan Arka sendiri dikamar nya.
"Hahahah... Seperti nya mulai sekarang aku akan memiliki kebiasaan baru, " Langsung mengikuti Erika ke ruang tengah.
Diruang tengah mereka sudah ditunggu oleh bu Rahma dan juga Ria.
"Mama Erika... "
"Iya sayang. Kamu udah makan?? "
"Udah ma. "
"Gimana?? Kalian udan baikan?? Kayanya kalian sudah memulai lebih jauh ya, " Kekeh bu Rahma sambil menahan tawanya.
"Bu Rahma apa-apan sih bu?? Kita kan cuma baikan nggak ngapa-ngpain. Ya kan sayang," Langsung memeluk pinggang Erika dari samping.
"Em.. I.. Iya, " Jawab nya gugup.
"Baiklah, jika kalian sudah memulainya juga tidak masalah, " Goda bu Rahma.
Erika yang mendengar hal tersebut hnya menundukkan wajahnya karena malu dan tidak dapat lagi menutupi wajahnya yang sudah memerah. Arka yang mengerti kalau Erika sedang malu langsung mengalihkan pembicaraan mereka.
"Iya, sudah sana. Erika jangan lupa masakan untuk suami mu ya, " Saran bu Rahma.
"Baik bu, " Jawab Erika sopan.
Sesampainya di dapur.
Erika langsung memakai epron dibadan nya dan langsung memasak untuk Arka. Arka hanya diam dan memandang Erika dengan kagum.
"Sayang.. " Panggil Arka.
"Hemm.. " Dehem Erika yang tengah sibuk dengan acara memasak nya.
"Nanti kita jalan-jalan mau ya. "
"Jalan-jalan kemana ka?? "
"Ya terserah saja kemarin kan kencan kita gagal. "
"Baiklah terserah kamu saja. Ini makan dulu, " Menyajikan nasi goreng yang telah siap ke atas meja.
"Makasih sayang.. "
"Emm.. Sama-sama. "
"Nanti ajak Ria sekalian ya, " Tawarnya.
"Emm.. Tidak mau, " Jawab nya sedikit kesal.
"Kenapa?? "
__ADS_1
"Aku mau kita jalannya berdua. Ya.. Aku mohon. "
"Baiklah, " Jawabnya pasrah.
Setelah makan mereka segera bersiap-siap pergi Jalan-jalan. Kali ini kencan mereka tidak akan di ganggu siapapun karena mereka akan melaksanakan kencan pertama berdua saja.
"Bu kami pamit ya, " Pamit mereka pada ibu Rahma.
"Baiklah.Hati-hati ya, " Pesannya.
Setelah berpamitan Arka pun langsung menjalankan mobilnya ke arah pantai yang tak jauh darirumah Erika.
Sesampainya dipantai
Mereka langsung duduk ditepi pantai setelah sampai di sana. Erika menikmati hembusan ombak yang sepoi-sepoi disana.
"Arka, aku mau kesana boleh ya, " Sambil menunjukan rumah kayu di sebrang jalan sana.
"Mau beli apa?? Biar aku saja yang membeli nya, " Saran Arka.
"Tidak apa-apa, aku yang akan membeli nya. Kamu tunggu disini saja ya. "
"Emm... Baiklah, Hati-hati saat menyebrang jalan. "
"Emm.. "
Erika pun segera bergegas membeli minuman setelah mendapat kan izin dari Arka. Erika membeli 2 minuman dan beberapa makanan ringan setelah berada di sana. Tapi seperti nya nasib tidak berpihak pada Erika karena tanpa dia sadari saat dia hendak berjalan kembali ke arah Arka ada mobil yang melakukan kearahnya. Hingga..
BRUKK..
Minuman dan makanan yang dibawa Erika pun seketika terjatuh ke tanah setelah mobil hitam bermerek Mercedes benz tersebut melanggar Erika. Erika sudah terkapar di tanah dengan berlumuran darah, seketika para orang-orang yang melihat kejadian tadi langsung mengerumuni Etika.
"Erika...!!!! " Pekik Arka setelah mengetahui siapa yang tertabrak.
"Erika bangun.. Erika.. Bangunn.. Tolong.. To-tolong bawa istriku ke mobilku, " Punyanya kepada para pengunjung yang ada disana.
"Er.. Bangun.. Hikss... Hiks.. " Tangisnya yang sedang membawa mobil ke rumah sakit.
Di Rumah sakit 🏩
"Tolong istriku, " Pinta Arka pada seorang auater.
"Baiklah, tuan harap menunggu diruang tunggu. Kami akan memeriksanya. "
"Hikss.. Hikss... Erika.. "
Waktu berlalu begitu cepat, sudah 2jam Erika berada di UGD dari saat pemeriksaan tadi. Arka hanya mondar mandiir di depan UGD hingga Arka tersadar dengan panggilan dari seorang dokter.
"Tuan.. Istri anda susah sada, tapi.. "
Belumlagi dokter selesai membertahukan keadaan Erika Arka langsung menerobos pintu UGD dan memeluk Erika yang sedang bersandar di ranjang rawatnya.
"Erika... Akhirnya kamu sudah sadar, " Memeluk Erika dengan erat.
"Iya, tapi kamu siapa?? Dimana keluarga ku?? " Taanyanya kepada Arka.
"Apa maksudmu?kamu tidak mengenal ku?? "
Erika hanya menggelengkan kepalanya
"Kamu siapa?? " Tanyanya lagi.
🌼Bersambung 🌼
Hai para readers.. selamat hari selasa, semoga suka sama cerita ku.
__ADS_1
Happy Reading 😊😊