
"Kamu dimana Ria? Ibu harap kamu tidak apa-apa."
Setelah beberapa saat menunggu Arka di kursi tunggu, akhirnya Arka sampai dengan napas terengah-engah karena habis berlari. Bu Rahna pun langsung bangkit dari duduknya.
"Arka, ayo cari, Ria. Ibu sangat khawatir, takut Ria nyasar," panik Bu Rahma.
"Iya, Bu. Ibu tunggu disini ya, emm.. Tapi kalau bisa, Arka mau minta tolong, Ibu ke ruang rawat Erika. Takut nya nanti Erika mencari Arka," pinta Arka.
"Iya kak, Ibu akan menjaga Erika. Ibu mohon tolong temukan adikmu Ria ya."
"Iya bu, kalau begitu Arka pamit cari Ria dulu ya." mencium punggung tangan Bu Rahma.
"Iya, Hati-hati. Ibu juga akan kembali ke kamar Erika untuk menjaganya."
"Assalamu'alaikum," pamit Arka.
"Waalaikumsalam," jawab Bu Rahma.
Setelah berpamitan kepada, Bu Rahma, Arka pun segera mencari Ria. Tak lupa juga Arka meminta bantuan beberapa orang satpam untuk mencari Ria di setiap penjuru Rumah sakit, karena tidak mungkin Arka mencari sendiri. Selain membutuhkan waktu yang lama, Arka juga tidak begitu tahu seluk beluk Rumah sakit Medika yang lumayan besar itu.
"Pak ini foto anak kecilnya dan juga nomor ponsel saya. Kalau bapak menemukan anak ini saya mohon langsung hubungi saya ya pak," pinta Arka sambil memberikan 2 lembar foto Ria kepada 2 orang satpam dan juga nomor ponselnya.
❤❤❤
Ria duduk di salah satu kursi yang berada di alfamart terdekat. Ria duduk sambil termenung memikirkan perihal kebohongan Erikadan juga Arka padanya. Hingga Ria dikagetkan dengan laki-laki tampan yang berada di depan nya yang tengah melambaikan tangan didepan wajah Ria.
"Ya?" jawab Ria bingung sambil mentap laki-laki itu dari atas hingga bawah.
"Kenapa anak kecil imut seperti mu duduk disini sendiri?" tanya laki-laki itu.
"Emm.. Aku sedang bertengkar bersama mama dan papaku. Jadi, Aku memilih kesini sendiri paman," jawab Ria polos.
"Apa masalah nya begitu besar sampai tidak bisa diselesaikan dengan baik?"
"Tidak, mereka keterlaluan. Ria belum bisa memaafkan mereka," jawab Ria dengan nada marah.
"Baiklah, kalau begitu Ria mau tidak mengikuti paman. Paman akan membelikan Ria boneka yang cantik dan juga makanan yang banyak kalau Ria mau ikut bersama paman," bujuk laki-laki itu.
"Tapi, Paman, Mama Erika pernah bilang kalau Ria tidak boleh mempercayai orang asing karena takutnya nanti mereka bersikap jahat dan menculik kita. Ria tidak mau ikut paman, Ria tidak apa-apa disini saja."
"Paman bukan orang asing, gadis manis," sambil mengelus rambut Ria lembut.
.
"Maksud paman?"
"Paman adalah teman, Mama mu di restoran. Paman juga sudah mengatakan padanya kalau paman akan mengajak kamu jalan-jalan."
"Apa mama Erika mengizinkannya?"
"Tentu saja, Mama Erika malah senang ada yang mengajak Ria jalan-jalan. Mama Erika yakin pasti mood Ria tengah tidak baik.Kebetulan tadi paman baru saja dari ruang rawat mama kamu. Ria nggak mau kan ganggu, Mama Erika dulu. Kasian loh, Mama Erika lagi sakit," bujuk laki-laki itu.
Ria nampak berpikir sejenak hingga dia menangguk kepalanya menyetujui.
"Emm.. Ria mau ikut bersama paman. Tapi ngomong-ngomon nama, Paman siapa ya?"
__ADS_1
"Nama, Paman adalah Rendi. Kalau kamu mau manggil kak Rendi juga nggak papa," saran Rendi sambil tersenyum sinis.
"Oke, Ria manggilnya kak aja ya. Kelihatan nya kakak seumuran kakak Arka,"jawabnya polos.
"Baiklah, sekarang ayo ikut kakak ke mobil. Kita jalan-jalan," ucap Rendi girang.
"Emm.. Ayo," menarik tangan Rendi menuju mobilnya.
Tapi tiba-tiba Ria berhenti sejenak.
"Tunggu, mobil kak Rendi yang mana ya? Ria kan nggak tau," ucap Ria terkekeh.
"Oiya, sini ayo," menarik tangan Ria.
Rendi pun membawa Ria menuju mobilnya. Bertepatan dengan itu, Arka dan beberapa satpam masih sibuk mencari-cari,keberadaan, Ria.
"Ria, tunggu disini sebentar ya. Kakak mau pergi ke suatu tempat sebentar, kamu didalam saja jangan kemana-mana," pinta Rendi.
"Baik kak."
"Kalian pikir akan menemukan Ria dengan mudah,Aku akan membuat kalian menderita!" kesal Rendi sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Arka masih sibuk mencari Ria ke setiap penjuru rumah sakit namun tak juga menemukan nya.
Saking fokusnya, Arka sampai tak sadar ada laki-laki yang juga sedang berjalan dari arah berlawanan. Hingga,
BRUKK
"Auu," rintih Arka sambil memegang pundak nya.
"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja," ucap Arka setelah selesai membersihkan celananya yang sedikit kotor.
"Rendi."
"Arka," ucap mereka berdua berbarengan.
"Loh Ren, kamu kok ada disini?" tanya Arka bingung.
"Emm.. A-aku lagi jenguk temen ku disini," jawab Rendi dengan nada gugup.
"Oh."
"Kamu sendiri, Ka? Kenapa ada disini?"
"Erika kemarin kecelakaan," jawab Arka dengan tatapan yang berubah senduh.
"Apa? Kecelakaan, lalu bagaimana keadaannya Sekarang," tanya Rendi pura-pura terkejut.
"Sudah lumayan baik. Tapi, sekarang ada masalah lain."
"Masalah apa lagi? Kenapa begitu banyak ujian untuk kalian."
"Erika sekarang sudah baikan. Tapi, Adikku, Ria, dia menghilang tadi siang."
"Kenapa dia menghilang?"
__ADS_1
"Kami memiliki permasalahan keluarga tadi dan dia salah paham. Dia pergi begitu saja tapi belum kembali sampai sekarang."
"Tenang lah, Aku yakin, Ria, hanya ingin menenangkan pikiran nya. Pasti saat dia sudah agak baikan dia akan kembali lagi."
"Mudah-mudahan saja."
"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu. Semoga kamu menemukan adikmu." menepuk bahu Arka.
"Terima kasih."
"Sama-sama.Aku akan pergi dulu," pamit Rendi.
"Emm.. "
Setelah Rendi pergi, 2 satpam yang membantu mencari Ria pun datang menghampiri Arka.
"Bagaimana?" tanya Arka pada ke-2 satpam.
"Maaf, Nak, kami tidak menemukan adik kamu, " ucap salah satu satpam parah baya.
"Bapak sudah mencari ke seluruh penjuru Rumah sakit?"
"Sudah, adik kamu tidak ada disetiap Rumah sakit. Kami sudah mencari ke setiap tempat-tempat yang ada tapi tidak ditemukan," jawab Bapak paruh baya satunya lagi.
"Bagaimana bisa." mengacak-acak rambut nya prustasi.
"Lebih baik kita masuk ke dalam Rumah sakit lagi, ini sudah siang. Pencarian akan kita lanjutkan lagi setelah makan siang. Bagaimana?" tawar pak satpam.
"Tapi,Pak, Adik saya," ucap Arka lirih.
"Kami tau, tapi bagaimana pun kita juga harus istirahat sebentar dan juga kita harus makan siang dulu. Setelah mengisi tenaga baru senang kita mencari adik kamu lagi."
"Baiklah, ayo kita kembali mencari lagi nanti."
Arka bersama 2 Bapak satpam itu pun langsung kembali kedalam Rumah sakit untuk beristirahat dan makan sing sejenak.
Melihat Arka yang sudah kembali, Bu Rahma langsung bangkit dari duduknya dan segera menghampiri Arka.
"Bagaimana?" tanya Bu Rahma.
"Kami belum menemukan nya." menundukkan kepalanya ke bawah.
"Ria, kamu dimana, Nak."
"Bu, jangan terlalu dipikirkan ya. Arka bersama satpam pasti akan menemukan Ria nanti.Ibu tenang saja." mencoba menenangkan Bu Rahma.
"Bagaimana jika, Ria tidak ditemukan?"
"Kita pasti akan langsung menelpon polisi jika, Ria, sudah menghilang selama 24 jam. Kita tidak bisa bertindak gegabah, bisa jadi Ria masih ada di sini. Arka yakin ini pasti karena kami kelelahan makanya kami tidak menemukan Ria.Ibu tenang ya."
🌼Bersambung 🌼
Jangan lupa like, coment, vote dan rate ⭐ 5 nya. Saya juga membutuhkan kritik dan saran, semoga suka🙇🙇.
Happy Reading 😊😊
__ADS_1