
"Maaf kan, Mama ya, Sayang. Mama ada alasan untuk tidak memberitahu kamu dulu. Kalau waktunya sudah tepat pasti, Mama akan memberitahu Ria dan kembali bersama Ria lagi,"*Batin Erika sambil menahan sesak di dadanya karena sudah membohongi anak kecil yang cantik dan imut itu.
"Emm.. Nggak papa deh, yang penting Ria masuk bisa manggil kakak dengan panggilan, Mama, kan?" tanya Ria.
"Tentu saja," ucap Erika sambil tersenyum.
"Oiya, Bu Rahma mana?" tanya Arka.
"Astaga,Ria lupa. Bu Rahma masuk di luar. Ria keluar sebentar ya kak," pamit Ria.
"Iya," jawab Arka dan Erika berbarengan.
Ria pun seera keluar dan mencari, Bu Rahma di luar. Ria berkeliling disetiap lorong Rumah Sakit tapi tidak juga menemukan, Bu Rahma.
Hingga tiba-tiba ada yang memegang pundak Ria dari belakang. Ria berbalik dan tersenyum melihat siaoa yang ada di belakang nya.
"Bu Rahma ke mana ajak sih, Bu?"
"Ibu habis dari toilet, Sayang. Ibu kebelet tadi," jawab Bu Rahma.
"Ooh, yuk balik ke kamar, Mama Erika."
"Kamu peegi saja dulu ya, Sayang. Ibu mau ke lantai 1 dulu. Mau beli makan siang buat kita nanti."
"Oke, Bu. Kalau begitu Ria balik ke kamar rawat, Mama Erika lagi ya."
"Emm.. " angguk Bu Rahma.
Bu Rahma pun segera pergi setelah berpamitan kepada Ria, begitu pun dengan Ria. Ria pun kembali ke kamar rawat Erika, baru saja Ria sampai didepan pintu dan meemganga gagang pintu. Ria mendengar percakapana yang Membuat nya terdiam dan tidak jadi untuk masuk ke dalam kamar rawat Erika.
Didalam kamar.
"Kamu yakin tidak ingin memberitahukan hal ini kepada, Bu Rahma dan juga Ria?Mereka berdua pasti sangat senang mendengar kamu sudah mendapatkan kembali ingatan kamu," tanya Arka.
"Nggak Ka, Ku masih mau menyelidiki Sesuatu. Aku harap kamu tidak memberitahukan mereka dulu," pinta Erika.
"Aku harap keputusanmu ini bukan lah jalan yang salah."
"Mudah-mudahan saja. Aku berharap segera menemukan pelaku kecelekaan kemarin secepatnya. Agar, Aku tidak berlama-lama membohongi mereka."
"Jadi, Mama membohongi kami?" tanya Ria yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar rawat Erika.
"Ria?" ucap Erika dan Arka bersamaan terkejut melihat Ria yang tiba-tiba datang dari balik pintu.
"Sejak Kapan kalian menyembunyikan hal sebesar ini pada kami?" kesal Ria.
"Ria, dengerin, Mama dulu. Kamu salah paham," mencoba untuk membujuk Ria.
"Salah paham apa, Mama? Ria denger sendiri kok. Kita keluarga kan? Tapi kenapa, Mama menyembunyikan ini dari kami? Ria yakin, Bu Rahma dan juga kakek Leon pasti juga ngerti kalau, Mama bilang mau nyembunyiin tentang kembali nya ingatan, Mama,sama yang lain. Tapi sama kami jangan Ma, kita satu keluarga. Bukan nya satu keluarga harus saling percaya dan saling mendukung. Tapi kenapa,Mama tidak? Apa Mama tidak percaya pada kami?" tanya Ria panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Bukan begitu,Ria, salah paham, Sayang," bujuk Arka mencoba meyakinkan.
"Salah paham apa lagi, Kak?Ria udah denger semuanya dan Ria kecewa sama kalian." keluarga dari kamar dan membanting pintu dengan sangat keras.
Brakk
"Ria," panggil Erika lirih diiringi air mata yang sudah mengalir dipipinya.
"Sudah, biarkan Ria menenangkan diri dulu. Dia pasti sangat kaget mendengar kamu sudah mengingat kembali."
"Tapi Ka," ucap Erika lirih.
"Sudah lah, Ria masih kecil dan belum mengetahui mksud kita melakukan ini. Nanti kalau dia sudah agak baikan kita jelasin lagi pada Ria ya." mencoba menenangkan Erika.
"Emm.."
Setelah beberapa saat Ria keluar, Bu Rahma pun sampai dan masuk ke dalam kamar rawat Erika. Bu Rahma terdiam melihat Erika yang nampak sedih,Bu Rahma pun meletakkan makanan yang dia beli ke atas mama dia samping Erika. Lalu Bu Rahma dulu disamping Erika.
"Ada apa ini?kenapa, Kamu kok sedih gitu Er?" Sambil mengelus tangan Erika dengan lembut.
"Ria, Buk," ucap Erika lirih.
"Ada apa sama Ria?" tanya Bu Rahma tidak paham.
"Ria maarah sama Erika," jawab Erika disertai dengan deraian air mata yang jatuh dengan perlahan ke pipi nya.
Erika pun menjelaskan semuanya yang terjadi pada, Bu Rahma. Awalnya, Bu Rahma nampak terkejut setelah mendengar kan penjelasan Erika. Tetapi sudah itu, Bu Rahma langsung menfekat kearah Erika dan mengelus pundak Erika dengan lembut.
"Sudah lah, biarkan, Ria menenangkan diri nya dulu. Dia pasti terkejut dan mengira yang tidak-tidak."
"Tapi bagaimana jika, Ria membenciku. Ria tadi bilang dia kecewa pada. Bisa saja kan Ria membenciku." tertunduk lesu.
Arka yang berada disamping Erika langsung memeluk Erika denan erat dan mencoba menenangkan Erika.
"Sudah lah, ini sudah terjadi. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah memberikan waktu untuk Ria menenangkan diri dan menjelaskan semuanya yang terjadi pada nya agar dia tidak salah paham lagi, oke."
"Emm.."
"Ya sudah lebih baik, Ibu keluar dulu ya. Arka kamu di sini saja jagain Erika, nanti kalau, Ibu menemukan, Ria, Ibu akan mencoba memberikan pengertian padanya," jelasin Bu Rahma.
"Baik Bu, terima kasih," ucap Arka masih dalam keadaan memeluk Erika.
"Sama-sama."
Setelah Bu Rahma keluar Arka kembali Memeluk Erika dengan erat.
"Udah ya, Ria paling cuma lagi kaget aja makanya ya ngomong kamar gitu. Nggak udah dipikirin lagi ya."
"Tapi, Ka," menatap Arka dengan tatapnan senduh.
__ADS_1
"Udah, nggak perlu dipikirin lagi, nanti Ria pasti balik ke sini lagi kok. Aku yakin Ria pasti memaafkan kamu, Ria kan sayang sama kamu, kamu istirahat lagi ya," sambil menyelimuti Erika.
"Kamu di sini aja ya, Ka," mohon Erika.
"Iya, aku akan selalu di sini bersama kamu. Sekarang kamu istirahat ya.'
" Emm.. "
Bu Rahma pun keluar dan memberikan ruang untuk Arka menenangkan Erika terlebih dahulu.Bu Rahma pun duduk di salah satu kursi yang berada di sekitar lorong rumah sakit. Hingga Bu Rahma mengingat ada Sesuatu yang dia lupakan.
"Astaga... Ria!" panik Bu Rahma saat mengingat Ria tidak ada bersama nya.
Bu Rahma segera bangkit dari duduk nya dan bergegas mencari Ria disetiap lantai rumah sakit dari lantai 3 hingga lantai 1.
"Astaga, kenapa aku malah melupakannya. Bagaimana kalau Ria tersesat, Ria kan masih kecil. Walaupun Ria pintar tapi dia juga tidak bisa pergi jauh-jauh. Dia juga sesang sakit, Aku takut penyakitnya kumat saat, Aku tidak berada di dekatnya," panik Bu Rahma.
Saling panik nya dan takut tidak menemukan Ria, Bu Rahma pun memutuskan untuk menghubungi Arka dan meminta bantuan Arka.
Call on
Drett..
Drett..
Ponsel Arka bergetar, Arka pun bergegas mengambil ponsel nya dari saku celanyanya dan menempelkan ponsel nya ke telinga.
"Assalamualaikum, Bu. Ada apa?"
"Waalaikumsalam Arka. Bisa tolong, Ibu mencari Ria? Ria menghilang, Ibu sudah mencari nya dari tadi tapi, Ibu tidak menemukannya," panik Bu Rahma.
"Apa? Menghilang? Baik lah, Ibu ada dimana, Arka akan segera kenapa dan kita cari Ria bersama-sama."
"Ibu ada di lantai 1,cepat lah, Arka, Ibu sudah sangat mencemaskan, Ria."
"Baik, Bu. Arka akan segera kenapa. Assalamualaikum. "
"Waalaikumsalam."
Call off.
"Kamu dimana Ria? Ibu harap kamu tidak apa-apa."
🌼Bersambung🌼
jangan lupa like, coment, vote dan rate.
mohon berikan krisannya🙇🙇🙇.
Happy Reading 😊😊.
__ADS_1