
"sementara itu,di saat Erika dan Arka masih berdebat ringan. perempuan paruh baya di bawah sana masih asik bermain bersama cucunya."
"Nenek, makasih ya." Ria tersenyum sumringah.
"sama-sama, Sayang."
"Nenek permisi pulang dulu ya, udah hampir tengah hari. Nenek harus menyiapkan makan siang."
"emm...kok cepet banget sih, Nek. Nenek ngga mau di sini dulu sama, Ria, atau menginap di sini kek, Nek."
Ria bertanya sambil melihat neneknya dengan tatapan memelas.
"kapan-kapan saja ya, Nenek menginap di sini. Nenek belum memberitahu kan kakek kamu lagi."
"yah... ngga apa-apa deh kalau gitu. Nenek tungg di sini sebentar, Ria panggilin Mama sama Papa dulu."
"emm...."
karena tak ingin Nenek nya menunggu lama, Ria segera berlari ke atas kamar orang tuanya.
sesampainya di depan kamar Mama dan Papa nya, Ria segera mengetuk pintu kamar dengan sopan agar tidak menganggu Erika dan Arka di dalam.
tok...
tok...
tok...
"Mama...Papa..."
Mendengar panggilan dari Ria, Erika dan Arka langsung menatap satu sama lain dan berjalan keluar.
ceklek..
"Ada apa, Sayang?"
Erika berjongkok di depan Ria seraya mengelus-elus rambut Ria.
"Nenek mau pulang, Mama sama Papa, ngga mau ke bawah dulu?"
Arka dan Erika tersenyum mendengar penuturan Ria. Mereka bertiga turun ke bawah menghampiri ibu tiri Erika.
"Mama udah mau pulang?"
Arka yang masih menuruni tangga langsung bersuara melontarkan pertanyaan kepada ibu mertua nya itu.
"iya, hari sudah siang, Mama harus pulang nanti takut nya Reza pulang belum ada makan siang."
"Papa mana, bukan nya kalau Sabtu kantor libur ya?" Erika ikut bersuara.
"Papa kamu tadi ada kerjaan di kantor. Katanya ada urusan mendadak."
"ohh..."
"Yasudah, Mama mau pamit pulang dulu ya. Assalamualaikum."
"waalaikumsalam."
setelah merasa Mama tirinya sudah agak menjauh dari rumah, Erika yang masih menampilkan wajah dingin nya langsung menyikut siku Arka.
Arka yang tak paham dengan apa maksud Erika hanya bisa melihat Erika dengan bingung.
"Anterin," ketus Erika.
__ADS_1
"Hah?" bingung Arka.
"Anterin Mama, kalau Mama naik taksi nanti nambah biaya lagi, lebih baik kamu saja yang anterin, Mama."
"Kamu serius?"
"iya, serius, udah cepet pergi susul Mama, keburu Mama naik taksi nanti."
"iya iya, kalau gitu aku pamit dulu ya, Sayang. Assalamualaikum."
"waalaikumsalam."
Ria yang bingung melihat Papanya berlari keluar hanya bisa melihat Erika dengan bingung.
"Ma, Papa mau kemana?"
"Mau anterin, Nenek kamu, yaudah kita ke ruang tamu yuk, Sayang. Hari ini ada film nb kesukaan, Ria loh, ayo."
"emm...ayo, Ma."
Arka yang baru saja keluar langsung berlari ke arah Mama tiri nya yang baru saja hendak keluar dari pekarangan rumahnya.
"Ma...Mama...Mama..tunggu."
Baru saja Mama mertua nya itu hendak membuka gerbang rumah Erika. Mama langsung berhenti meneruskan kegiatan nya dan beralih menatap Arka.
"Arka...ada apa, Nak?"
"Arka anterin ya, Ma."
"Tidak apa-apa, Nak. Mama bisa naik taksi saja, lebih baik kamu di rumah saja, jaga Erika dan Ria di sini."
"udah, Ma, Arka anterin ya. Ini juga Erika yang minta, Ma."
"iya, Ma, Mama tunggu di sini sebentar ya. Biar Arka ambil mobil dulu."
"iya, Nak."
"Semoga saja ini adalah awal untuk aku bisa berbaikan dengan Erika," gumam Mama penuh harap.
Tin...
Tin...
Tin..
"Ma..Mama.." panggil Arka namun tak mendapat jawaban.
Tin....
Tin...
Tin...
"eh..."
Karena tak menyadari kedatangan Arka, Mama Erika yang tengah terdiam tiba-tiba saja terperanjat mendengar suara klakson mobil.
"Ma..ayo.." ajak Arka.
"emm...i- iya."
Mama langsung masuk ke dalam mobil Arka.
__ADS_1
"Pak, buka gerbang nya."
"Siap, Pak."
setelah pintu gerbang di buka oleh Pak satpam, Arka langsung keluar dari rumahnya. Arka pun langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Mama Erika.
25 menit perjalanan dari rumah Arka, mereka akhirnya sampai di rumah keluarga istri nya.
"Makasih ya, Nak, mau masuk dulu?"
"Ngga apa-apa, Ma, Arka langsung pulang aja. Lagian Arka juga mau makan siang di rumah sama Erika," kekeh Arka malu-malu.
"Yaudah kalau gitu kamu pulang lah. Hati-hati ya, Nak."
"Iya, Ma, terimakasih. Arka pulang dulu."
BRUMM....
Arka melanjutkan mobil nya kembali ke kediaman rumah istri nya.
"Siapa, Ma?"
"Arka, Reza udah pulang, Nak?"
"Udah, Ma, oiya gimana jawaban kak, Erika."
"Kakak kamu mau mempekerjakan kamu. Tapi, dia minta kamu belajar dengan rajin. Kamu harus belajar yang giat biar bisa dapat juara, dengan begitu kamu bisa langsung bekerja di sana dan dapat gaji plus 2× lipat dari gaji biasa."
"Serius, Ma?"
Reza yang tak percaya kembali mempertanyakan hal tersebut kepada Mama nya.
"Iya, serius, udah ayo kita masuk sudah hampir jam makan siang, tapi Mama belum masak lagi."
"Iya, Ma, ayo masuk."
Hari sudah berlalu, ujian yang di mulai pada Senin kemarin akhirnya selesai juga pada hari Sabtu ini. Nampak begitu jelas kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah seluruh murid tak terkecuali Reza yang juga nampak begitu senang karena ujiannya berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
"Akhirnya ujian udah selesai, sekarang aku hanya perlu menunggu kabar baiknya saja."
Setelah ujian usai pada hari Sabtu kemarin, Senin ini pihak sekolah mengadakan acara class mitting untuk memberikan hiburan kepada anak-anak murid yang sudah bekerja keras selama satu minggu ini.
Pihak sekolah mengadakan beberapa perlombaan, di mulai dari sepak bola antar kelas, tenis meja, bulu tangkis, hingga balap karung pun mereka laksanakan untuk memeriahkan acara sampai 7 hari ke depan.
Clas mitting sudah berlalu, hari ini sudah memasuki hari Senin, hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh semua warga sekolah. Seluruh perwalian orang tua murid nampak juga sudah datang ke sekolah untuk menjadi saksi penerimaan raport hari ini.
"Selamat pagi para hadirin, Bapak Ibu tamu undangan. Terimakasih sudah berkenan hadir pada hari ini di sekolah kebangaan kita ini. Untuk tidak memperpanjang waktu, langsung saja kita masuki acara yang pertama yaitu pidato singkat dari kepala sekolah, di lanjutkan dengan pengumuman juara kelas dan juga juara umum dan ya g terakhir akan kita lanjutkan dengan penerimaan raport yang akan di bagikan di kelas masing-masing. Berhubung cuaca kurang bersahabat maka kita akan langsung masuki acara yang pertama kepada Bapak kepala sekolah kita panggil ke depan untuk berkenan memberikan pidato singkat nya pada pagi hari ini. Kepada Bapak, waktu dan tempat kami persiapkan."
Mendengar panggilan untuk dirinya, kepala sekolah langsung beranjak dari tempat duduknya berjalan ke arah panggung.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, segala puji bagi Allah yang sudah memberikan limpihan rahmat nya pada kita agar kita bisa berkumpul di sini dengan keadaan sehat wal Afiat......"
Pak kepsek memberikan pidato nya dengan begitu singkat, padat dan jelas.
"Untuk tidak memperpanjang waktu langsung saja kita masuki acara yang ke-2 yaitu pengumuman juara kelas dan juara umum."
"Sebelum saya mengumumkan juara kelas, terlebih dahulu saya akan mengumumkan juara umum, pasti kalian semua sudah tidak sabar kan?"
"iya, Pak...."
"Baiklah, Bapak akan mulai membacakan dari juara umum 3 hingga juara umum pertama. Untuk peraih juara umum 3 dengan perolehan nilai 81,56 perwakilan dari kelas 10 IPS2 jatuh kepada...."
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1