
Setelah semua tamunya pulang dari rumah itu.
Chandra langsung masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat, dirinya berpikir bahwa tak ada masalah lagi karena semua sudah dijelaskan bersama keluarga Farhan.
Di kamar Alya.
"Katakan, kamu mencintai Farhan atau tidak," ucap Najwa yang baru melangkahkan kakinya di kamar Alya.
Alya menoleh ke arah Najwa lalu tersenyum.
"Apa yang kakak katakan? Tidak mungkin aku mencintai Farhan sementara Farhan dan kakak akan menikah sebentar lagi."
"Jangan bohong kamu Alya. Lalu apa yang dikatakan Mamanya Farhan tadi?"
"Aku gak bohong kak, aku serius."
"Kalau memang kamu dan Farhan menang sudah memiliki hubungan, kakak akan mengalah."
"Kak, kakak apaan sih? Gak mungkinlah aku mencintai dua laki-laki sekaligus."
"Maksud kamu?" Najwa menatap Alya dengan dengan penuh tanya.
"Sebenarnya sudah lama aku menyukai Daffa, hanya saja aku tidak berani untuk mengutarakannya jadi aku mencintai Daffa dalam diam."
Tak ingin melukai dan mengecewakan Najwa, Alya berbohong pada Najwa. Dia memilih mengakui bahwa dirinya mencintai Daffa padahal sama sekali dirinya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Daffa.
"Beneran? Alya kenapa kamu gak bilang dari awal. Seharusnya Daffa tahu tentang ini."
"Jangan kak, aku gak mungkin nembak cowok. Masa cewek nembak cowok."
"Ya gak apa-apa lah. Apa salahnya mencoba mengutarakan isi hati kamu."
"Kak, sekarang seharusnya bukan fokus ke aku tapi fokus ke kakak dan pernikahan kakak."
"Gak jelas ah. Orang lagi bahas kamu kenapa jadi bahas pernikahan kakak sih."
Alya tersenyum lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya!
"Aku lelah, bolehkah aku istirahat?"
"Tentu saja. Selamat malam adikku tercinta." Najwa bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari kamar Alya.
__ADS_1
**********
Di rumah kostnya Alya.
"Bu, Alya kok belum pulang juga ya?" tanya Julia pada Bu Marlina.
"Alya emang gak pulang hari ini. Katanya dia mau pulang ke rumah orang tuanya karena ada acara penting di sana," sahut Bu Marlina.
"Oh gitu, takutnya Alya kenapa-kenapa jam segini belum pulang."
Di kamar Danish.
Danish mengingat pertemuannya lagi dengan Alya, ada sesuatu yang dia rasakan yang tak bisa dijelaskan oleh lisan.
"Alya ... cantik tapi sayang aku udah punya pacar di luar negeri," ucap Danish didalam hatinya.
Danish terus mengingat senyuman Alya yang entah kenapa tidak pernah hilang dari ingatannya.
*******
Malam ini Arka tak bisa tidur, dirinya terus kegelisahan padahal sedang tidak ada masalah, baik di kantor ataupun di rumah tapi entah kenapa dirinya terus gelisah.
Setelah beberapa saat mencoba tertidur namun, tak berhasil juga. Akhirnya dirinya duduk lalu mengacak rambutnya.
"Astaga, kenapa aku gak bisa tidur?" gerutunya.
Arka meraih ponselnya yang terdapat di meja dekat tempat tidurnya.
"Alya," gumamnya.
Entah kenapa tiba-tiba dirinya teringat pada Alya, apakah dirinya mulai jatuh cinta pada Alya?
Entahlah, saat ini Arka belum tahu pasti apa yang sedang dia rasakan dan apa yang membuat dirinya tak bisa tidur.
Saat asyik menatap foto Alya yang dia dapatkan dari sosial media facebook milik Alya, tak terasa Arka jempol tangan Arka menekan nomor kontak Alya dan menelponnya.
Namun, tak sampai Alya menerima panggilan itu, dirinya sudah mematikan dan memilih mengurungkan menelpon sekretaris nya itu.
"Astaga apa yang aku lakukan, jam berapa ini, kenapa aku menelpon dia dijam segini?"
Arka meletakkan kembali ponselnya lalu membaringkan tubuhnya lagi dan mencoba untuk tidur karena malam semakin larut.
__ADS_1
********
Di kamar Alya.
Alya masih menangis di atas tempat tidurnya dengan posisi duduk sembari menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
Sejak dari kepergian Najwa dari kamarnya, entah kenapa dirinya tak dapat menahan air matanya yang sudah berdesakan ingin keluar dari pelupuk nya.
"Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai akan menikah dengan wanita lain?" yang Chandra yang masih berdiri di ambang pintu.
Alya menatap Chandra lalu segera menghapus air matanya yang masih mengalir di pipinya.
Chandra berjalan menghampiri Alya!
"Rasanya pasti sakit. Kira-kira seperti itulah perasaan saya saat saya tahu ternyata suami saya memiliki wanita lain selain saya. Rasa sakit kamu ini tidaklah seberapa dibandingkan dengan sakit yang saya derita selama ini. Dimana suami saya sudah memiliki anak dengan perempuan hina, simpanannya itu dan yang paling membuat saya tersiksa, anak itu saya rawat sampai dia dewasa," sambung Chandra. Air mata wanita paruh baya itu menetes kala dia menceritakan pedihnya masa lalunya.
Alya yang awalnya sudah menangis, kini tangisnya semakin pecah saat mendengar semua perkataan Chandra.
Bagaimana bisa seorang Ibu menjadikan anaknya sebagai alat untuk balas dendam pada anak dari istri simpanan suaminya yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu kebenarannya, apa dan bagaimana perselingkuhan itu bisa terjadi karena sebelum suaminya menjelaskan apa pun, suaminya itu sudah menemui ajalnya.
"Bu, jika memang Ibu begitu membenci Ibu kandungku, aku mohon maafkan dia."
"Sakit di hati saya sampai saat ini belum terobati dan dengan begitu mudahnya kamu meminta maaf atas semua kesalahan dia? Kamu tahu Alya ... sampai saat ini pun saya masih belum bisa memaafkan Ibu kamu."
"Ibu membalas sakit hati Ibu dengan memperlakukan aku seperti ini agar aku merasakan sakit yang Ibu derita selama ini? Aku ikhlas jika memang ini bisa membuat Ibu bahagia tapi aku mohon maafkan Ibuku dan jika menurut Ibu, Ayahku juga bersalah tolong maafkan dia juga."
"Saya tidak bisa memaafkan mereka. Besok pagi silahkan kamu pergi lagi dari rumah ini, saya tidak ingin melihat kamu lagi di rumah ini. Jangan coba merebut Farhan dari Najwa kalau kamu memang tahu diri."
Chandra langsung pergi dari kamar Alya meninggalkan Alya yang terus menangis!
Setelah kepergian Chandra.
Alya tak langsung tertidur dia masih duduk di posisi semula dengan tangis yang tak pernah berhenti.
"Bagaimana aku mencari tahu semua masa lalu orang tuaku sementara aku tidak tahu siapa orang tuaku bahkan aku sendiri tidak tahu bagaimana rupa wajah Ibuku? Aku harus apa agar Ibu Chandra memaafkan orang tuaku dan berhenti menyakitiku."
"Ayah, Ibu ... tolong datanglah pada mimpiku walau sebentar, aku rindu sekali pada kalian, aku ingin merasakan bagaimana rasanya disayang dan dimanja oleh orang tuaku, aku ingin merasakan belaian kasih sayang seorang Ibu, aku butuh belaian lembut tangan Ibu, tidakkah kalian merindukan aku? Selama ini aku berpikir Ibu Chandra adalah Ibu kandungku tapi ternyata kenyataannya bukan, aku bukan lah anak Ibu Chandra."
Alya terisak dalam tangisnya, karena terlalu lama menangis, Alya pun mulai merasa mengantuk hingga perlahan akhirnya Alya tertidur dengan posisi masih duduk.
Bersambung
__ADS_1