
Saat sudah selesai bekerja. Sore itu Alya sudah mau pulang dia berdiri di pinggir jalan untuk menunggu taksi.
Dari lobi kantor tempat ia bekerja, Arka berjalan cepat untuk sampai pada Alya!
Pemuda itu ingin memberi tahu Alya tentang video yang sudah tersebar di mana-mana. Menurutnya Alya pasti belum tahu karena Alya tidak menanyakan tentang video itu padanya.
Saat Arka sedang menuruni anak tangga untuk bisa sampai ke tepi jalan raya didepan kantornya itu, dengan cepat dirinya menghentikan langkahnya karena melihat Farhan tiba-tiba datang dan langsung menarik tangan Alya.
"Farhan, kamu apa-apaan sih!" Alya menarik tangannya yang digenggam erat oleh Farhan.
"Katakan yang sejujurnya Alya, kamu tidak mau menikah denganku karena penyakit kamu atau karena bos kamu itu."
Farhan berucap dengan nada keras hingga membuat Alya sedikit terkejut.
Selama ini Farhan tak pernah bicara keras ataupun membentuknya, wajar saja jika Alya terkejut melihat Farhan seperti itu padanya.
"Apa maksud kamu Han? Aku tidak mau menikah sama kamu karena kamu lebih cocok dengan Kak Najwa."
"Bohong! Yang kamu katakan itu bohong Alya. Ini apa?" ucap Farhan sembari memperlihatkan video yang dia dapat dari Julian.
Dibalik tanaman hias yang tumbuh di dekat tangga itu, Arka berdiri dan bersembunyi agar Alya tak melihatnya.
"Jangan-jangan Farhan sedang mempermasalahkan video itu. Gawat ini, Alya bisa benci sama aku, dia akan berpikir kalau aku sengaja merekam video itu dan menyebarkannya," ucap Arka didalam hatinya.
Arka terus memperhatikan Alya dan Farhan yang sedang berdebat. Ingin sekali dirinya menghampiri mereka dan menjelaskan semuanya tapi itu tidak mungkin, Farhan yang sedang diselimuti kemarahan akan sulit diajak bicara pelan.
Alya meraih ponsel dari tangan Farhan! Dia menatap layar ponsel yang sedang memutar video kejadian tadi pagi.
"Dari mana kamu dapat video ini?" tanya Alya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel milik Farhan itu.
"Video ini sudah tersebar dimana-mana Alya, tidak mungkin kamu tidak tahu."
"Aku memang tidak tahu, lagian ini terjadi karena tidak sengaja. Tadi aku hampir terjatuh dan untungnya ada Arka yang menangkap tubuhku sehingga aku tidak jadi terjatuh."
"Aku bukan anak kecil Alya. Dari cara kalian saling bertatapan saja sudah terlihat dengan jelas kalau ada sesuatu diantara kalian berdua."
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak ada hubungan apa pun dengan Arka, hubungan kami hanya sebatas bos dan sekretaris saja."
"Aku tidak percaya."
"Terserah kamu mau percaya atau tidak lagipula kamu bukan lagi orang yang aku cinta. Sebentar lagi kamu akan menikah dengan kakakku."
"Kalau memang kami tidak mencintai aku lalu kenapa kamu membela diri, kenapa kamu tidak mengakui bahwa kamu memang ada hubungan spesial dengan Arka."
"Itu karena aku memang tidak ada hubungan apa pun dengan Arka."
Dari jarak yang hanya beberapa meter dari mereka. Arka terus memperhatikan mereka dan mendengarkan semua perkataan yang mereka ucapkan.
**********
Di kostan Alya.
"Jul, apa Alya ada mengabari kamu?" tanya Bu Marlina.
"Nggak Bu, ada apa memangnya?"
"Ibu khawatir sama dia. Gak biasanya belum pulang di jam segini."
"Mungkin saja tapi seharusnya dia kabari Ibu biar Ibu tidak khawatir."
"Ibu itu aneh banget deh. Alya kan bukan anak Ibu tapi khawatirnya sampai seperti ini."
"Hey kamu bicara apa? Ibu juga akan khawatir seperti ini saat kamu telat pulang."
"Iya kah?"
"Semua yang tinggal sama Ibu di sini sudah Ibu anggap sebagai anak sendiri jadi sikap dan perlakuan Ibu terhadap semua anak di sini sama, gak ada yang dibeda-bedakan."
**********
"Farhan, kamu mau bawa aku kemana? Farhan lepaskan aku!" ujar Alya sembari meronta karena Farhan mencengkram dan menarik tangannya ke mobilnya!
__ADS_1
Ingin sekali Arka mencegah Farhan tapi dirinya tidak berhak untuk itu. Dirinya tahu bahwa Alya dan Farhan memang pernah memiliki hubungan percintaan namun harus terhenti karena adanya Najwa yang juga mencintai Farhan.
"Aku tahu Farhan tidak akan melukai kamu Al," gumam Arka sembari terus melihat mereka.
"Aku mau kamu mengakui cinta kita di hadapan Ibu dan kakakmu," ucap Farhan.
"Tidak. Tidak mungkin, aku tidak mau melakukan hal bodoh itu."
"Aku gak tahan hidup dalam kebohongan Alya. Aku cinta sama kamu dan selamanya akan seperti itu."
"Nggak, aku gak mau. Farhan tolong lepaskan aku!" Alya terus berusaha menarik tangannya agar terlepas dari genggaman Farhan.
Namun tenaganya tak sebanding dengan dengan Farhan, sudah sekuat tenaga dirinya mencoba untuk lepas namun tak kunjung berhasil.
Farhan memegangi tangannya dengan erat sehingga dirinya sulit untuk bisa terlepas dari Farhan.
Tiba-tiba Alya merasa sakit di kepalanya dan sedetik kemudian pingsan.
Alya terjatuh dan kini meringkuk di tepi jalan.
"Alya!" seru Arka sambil berlari menghampiri Alya.
"Alya!" Farhan segera mengangkat kepala Alya dan menopang nya dengan tangannya.
"Alya, Alya bangun," ucap Farhan.
Tak mendapat respon, Farhan langsung membawa Alya kedalam dekapannya sambil berusaha membangunkan Alya.
"Astaga Alya, kamu kenapa?" ucap Arka sembari berjongkok dihadapan Farhan yang sedang mendekap tubuh Alya.
"Rumah sakit. Ayo kita bawa dia ke rumah sakit," ucap Arka lagi.
Dengan cepat Arka membuka pintu belakang mobil Farhan yang terparkir di dekat mereka lalu kembali menghampiri Farhan dan Alya.
"Cepat angkat dan bawa ke mobil," ucapnya sembari meraih kaki Alya.
__ADS_1
Dua laki-laki itu pun langsung menggotong tubuh Alya dan membawanya ke dalam mobil Farhan!
Bersambung