
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini sepuluh hari sudah Alya tidur di hotel yang paling menyebalkan di dunia.
Hari ini Alya sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter.
Pagi itu, Alya sudah dijemput oleh Bu Marlina dan Danish. Setelah sembuh dari luka yang dideritanya, Alya memilih pulang ke kostan nya meski Najwa memintanya untuk pulang ke rumahnya.
Sengaja Alya memilih pulang ke kostan nya karena tak ingin membuat Chandra terluka lagi saat melihatnya.
Kenyataan dirinya yang terlahir dari istri kedua Ayahnya, perlahan membuat dirinya mengerti dengan apa yang seharusnya dia lakukan sekarang ini apalagi dirinya juga sudah merasakan bagaimana rasanya harus mengikhlaskan cintanya untuk orang lain.
Alya tahu bagaimana rasanya di posisi Bu Chandra, karena itulah dirinya memilih untuk mengurangi pertemuannya dengan Bu Chandra meski didalam hatinya dirinya sangat menyayangi Bu Chandra dan selalu merindukan Ibu Chandra.
Meski dirinya tak pernah mendapatkan kasih sayang darinya tapi tetap saja Alya menyayangi Ibu Chandra karena tanpa Bu Chandra, dirinya tidak akan hidup sampai saat ini.
"Al, kamu pulang ke rumah aja," ucap Najwa.
"Maaf kak, aku gak bisa. Aku sudah dijemput sama Ibu Kost aku," sahut Alya.
"Ya biarin aja, lagian mereka gak akan maksa kamu buat pulang ke rumah mereka."
"Kalau gak mau pulang ke rumah kamu mending pulang ke rumah aku saya aja," ucap Arka.
"Ini lagi, diajak pulang ke rumahnya aja gak mau apalagi diajak pulang ke rumah orang lain," timpal Farhan.
"Maaf ya Pak Arka, maaf Kak Najwa, aku mau pulang ke kostan aja."
"Oke, kakak gak bisa maksa kamu tapi kakak yang anterin kamu sampai ke kostan kamu. Kamu naik mobil kakak."
"Ya udah kalau itu mau kakak. Aku gak bisa nolak lagi."
__ADS_1
"Udah, ayok kakak bantu jalan ke mobil."
"Apa gak mau sama saya aja Al?" tanya Arka.
Alya tersenyum tipis sembari menatap Arka sekilas lalu menundukkan kepalanya ke bawah.
"Sama Bapak nanti aja kalau udah mulai kerja, kan tiap hari saya dijemput dan diantar pulang sama Bapak."
"Ya udah deh, kamu cepat sembuh aja biar bisa kerja lagi."
Farhan yang tak suka dengan Arka yang terus berusaha mendekati Alya, hanya bisa menahan cemburu dan amarahnya didalam hatinya karena tak mungkin dia ribut di rumah sakit apalagi ada Najwa di sana.
"Sekarang kamu boleh berlaku semaumu Arka tapi setelah Najwa gak ada awas aja kamu ya. Aku gak akan ngebiarin kamu dekat-dekat sama Alya," ucap Farhan didalam hatinya.
Saat sudah setengah perjalanan tiba-tiba Alya merasa lemas, kakinya tak dapat menahan berat tubuhnya hingga dirinya lunglai dan terjatuh.
"Alya!" Semua orang yang di sana terkejut melihat Alya yang terjatuh.
Untuk beberapa detik, Farhan masih mempertahankan posisinya, dia masih memeluk Alya dan mereka beradu pandang selama beberapa detik itu.
Getaran cinta yang memang selalu ada, kini terasa lagi dalam hati Alya. Dirinya memang masih sangat mencintai Farhan meski dirinya sudah berusaha melupakan Farhan dan mengikhlaskannya untuk Najwa.
"Alya, kamu gak apa-apa kan?" ucap Bu Marlina.
Alya melepaskan dirinya dari pelukan Farhan! "Aku gak apa-apa kok Bu. Ayo kita pulang."
Najwa yang melihat ada sesuatu dalam diri Farhan dan Alya, hanya bisa diam dalam hati yang dipenuhi pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran hubungan mereka tapi lagi-lagi dirinya harus menyimpan apa yang ingin ditanyakan pada mereka karena belum ada waktu yang tepat.
"Pelan-pelan Al. Pak Arka bisa tolong bantu Alya berjalan, aku gak mau Alya terjatuh lagi," ucap Najwa.
__ADS_1
"Boleh dong." Dengan senang hati Arka membantu Alya berjalan karena dari tadi itulah yang dirinya inginkan.
Arka berdiri di samping kanan Alya lalu mulai memegangi tangannya!
"Maaf ya Alya tapi saya harus melakukan ini demi keselamatan kamu sampai mobil," ucap Arka sembari meraih lengan Alya.
"Terimakasih Pak."
Mereka semua pun terus berjalan keluar dari rumah sakit itu.
*********
Di rumah Chandra.
Saat itu sedang ada tamu di rumah Chandra.
Mereka sengaja datang untuk mengusik hidup Chandra.
"Sebaiknya kamu cepat berikan perusahaan milik Fathir pada kami," ucap Ameera ~ adiknya Fathir.
"Ameera benar. Sudah cukup lama kami bersabar dan menunggu perusahaan itu menjadi milik kami," sambung Erlangga ~ suaminya Ameera.
"Perusahaan itu milik suamiku dan sekarang menjadi milikku dan anakku. Kalian tidak ada hak untuk itu semua," ucap Chandra."
"Kamu gak sadar hah, semua itu hasil dari kerja keras kak Fathir," sungut Ameera.
"Sadar. Aku sadar betul kalau itu semua memang hasil kerja keras suami aku tapi untuk menjadi sukses seperti sekarang ini butuh modal yang lumayan besar dan yang itu adalah milikku, miliki orang tuaku jadi perusahaan itu memang milik Fathir tapi modalnya miliki aku jadi aku tegaskan pada kalian sampai kapan pun aku gak akan pernah memberikan perusahaan itu pada kalian karena kalian sama sekali gak ada hak atas perusahaan kami."
Bersambung
__ADS_1