Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 34


__ADS_3

Melihat Farhan dan Najwa yang berpose dengan begitu mesra membuat perlahan hati Alya terkikis dan akhirnya berdarah.


Dirinya cemburu melihat orang yang dicintainya berdekatan bahkan memegang dan memeluk wanita lain.


"Ya Allah sakit sekali. Kenapa engkau mengharapkan aku pada situasi seperti ini?" ucap Alya didalam hatinya.


Farhan merasa bersalah pada Alya dengan keadaan saat ini.


Karena tak tahan menahan air matanya akhirnya Alya bangkit dari duduknya dan pergi dari sana.


"Al, mau kemana?" tanya Arka.


"Aku mau ke toilet sebentar. Tunggu sebentar ya."Alya pun melanjutkan langkahnya dan bukannya ke toilet dirinya malah pergi ke tempat yang jauh dari mereka.


Di tempat sepi itu, di bawah pohon besar Alya duduk sambil menangis tersedu.


Alya terus menangis menghabiskan air mata yang sedari tadi mengantri ingin keluar dari pelupuk nya.


Setelah beberapa menit, Chandra datang dan melihat Alya yang sedang menangis.


"Bagaimana rasanya melihat orang yang kamu cintai akan menikah dengan orang lain? Sakit? Pasti rasanya sakit," ucap Chandra pada Alya.


Alya mengusap air matanya lalu berdiri dan menghampiri Chandra.


"Aku ikhlas menerima semua ini, asalkan kak Najwa dan Ibu bahagia, aku akan bahagia."


"Saya harap kamu jangan menjadi penghalang dalam hubungan mereka. Kalau ada cepat menikah dengan laki-laki lain yang mungkin akan membawa kamu pergi jauh dari kehidupan kami."


"Aku sudah melakukan semua yang Ibu mau dan aku juga sudah mengikhlaskan semua yang aku punya untuk Ibu dan kakak tapi aku gak mau Bu, aku sayang sama kakak dan juga Ibu."


"Kamu akan terus tersakiti kalau tidak benar-benar pergi dari kami Alya."


"Aku memang sudah biasa tersakiti Bu. Bukankah dari kecil aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ibu dan lagi aku tidak pernah mendapatkan perhatian dari Ibu."


"Alya tolong mengertilah. Najwa akan menikah dengan Farhan, saya takut lama-lama kamu akan menghancurkan kebahagiaan Najwa seperti Ibu kamu yang merebut kebahagiaan saya."


"Tidak Bu. Aku sudah berjanji akan menebus semua dosa orang tuaku pada Ibu dengan cara apa pun."


Di tempat pemotretan.


"Mas tolong lebih dekat dengan Mbaknya," ucap fotografer itu pada Farhan.


Farhan mengikuti arahan dari sang pemotret demi menghasilkan foto yang bagus.


"Alya kemana ya, kok dia gak ada?" ucap Farhan didalam hatinya.


"Julian sama Arka ada di sini tapi Alya gak ada, kemana dia? Aku takut dia kenapa-kenapa."


Farhan yang tahu Alya pasti sedih, merasa khawatir saat tak melihat Alya di sana. Dirinya takut Alya pergi sendiri dan membahayakan dirinya.

__ADS_1


"Mas tolong menatap ke arah kamera dan sedikit senyum ya," ucap fotografer karena Farhan terlihat tidak fokus.


"Oh iya maaf saya kurang fokus," ucap Farhan.


**********


Di kediaman Chandra.


"Man tolong telpon Non Alya dong, Mbok kangen sama dia, udah lama dia tidak datang ke rumah ini," ucap Mbok Darti pada Arman.


"Maaf Mbok, bukannya saya gak mau tapi saya mau jemput Ibu."


"Yah padahal Mbok pengen video call sama Non Alya."


"Telpon pakai telpon rumah aja Mbok."


"Mana berani, Mbok belum izin sama Ibu."


"Telponnya nanti malam aja ya Mbok. Saya takut Ibu marah kalau datang terlambat."


"Ya udah, pergi sana."


*********


"Hai May, Wulan," ucap Daffa yang baru tiba di kafe tempat mereka nongkrong.


"Sekali-kali makan siang sama kalian lagi."


"Duduk sini. Gimana kerjaan kamu?"


"Seperti biasa. Tumben nanyain pekerjaan."


"Sekarang kan bos kamu Najwa bukan Alya, kali ada perubahan yang membuat kamu gak betah."


"Biasa aja. Alya sama Najwa gak ada bedanya hanya saja saat ada Alya, Bu Chandra sering marah sama Alya kalau ada sedikit saja kesalahan dalam pekerjaannya tapi sekarang sama Najwa, kalau ada kesalahan, Bu Chandra gak pernah marah malah dia minta aku yang kerjain ulang tugasnya Najwa."


"Apa mungkin Najwa gak bisa megang perusahaannya."


"Gak gitu juga. Najwa kan baru di perkantoran, mungkin dia belum banyak mengerti karena kan biasanya dia berhadapan dengan kamera di dunia modeling."


"Iya juga ya."


"Eh kenapa kita jadi ngomongin orang. Udah makan yuk," ucap Wulan.


"Gara-gara Maya nih tanya-tanya mulu."


**********


"Al, kamu baik-baik aja kan?" tanya Julian pada Alya.

__ADS_1


Setelah pemotretan hampir selesai, Alya baru kembali ke tempat tadi.


"Aku baik-baik saja, mendadak aku ketemu teman yang lama gak ketemu jadinya aku ngobrol dan lupa kembali ke sini," ucap Alya.


"Al, kita pergi makan yuk. Udah jam berapa ini kita belum makan," ucap Arka.


"Nanti aja bareng sama kak Najwa."


"Bos kamu benar Al, sebaiknya kalian makan. Kak Farhan dan Najwa belum selesai dan gak tahu kapan mereka akan selesai. Kalian pergi duluan saja." Julian yang sebenarnya tahu kalau Alya bersedih, sengaja mengiyakan perkataan Arka padahal dirinya juga tahu kalau Farhan akan cemburu kalau Alya pergi bersama Arka.


Tapi semua harus dilakukannya demi menjaga perasaan Alya yang sebenarnya sudah hancur.


"Iya Al, kamu ingat kan saat di kantor kamu pernah pingsan karena kamu gak makan siang. Saya gak mau kejadian itu terulang lagi."


Ya, Alya memang pernah pingsan saat bekerja karena dirinya telat makan. Arka yang dari awal sudah suka dan memiliki harapan lebih pada Alya tak ingin wanita incarannya itu sakit lagi.


"Ya udah, kita pergi sekarang," ucap Alya.


"Eh pengganggu, kamu mau ikut gak? Hari ini saya yang bayar," ucap Arka pada Julian.


"Hah pengganggu? Bukannya kamu yang pengganggu ya eh tapi aku ikut deh biar kalian ada yang nengahin kalau berantem," ucap Julian.


"Ish, aku gak pernah ya berantem sama Pak Arka," ucap Alya.


"Pak? Kamu lupa ya?"


"Eh iya maksudnya Arka, Mas Arka." Alya berucap dengan suara sedikit dikecilkan dan dengan senyum canggung di bibirnya.


"Ya udah ayo kita pergi, biarin kak Farhan sama Najwa berdua dulu."


Mereka pun mulai meninggalkan tempat itu tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Farhan ataupun Najwa.


"Mereka mau kemana? Baru aku pengen liatin Alya majah Alya pergi," ucap Farhan didalam hatinya.


Farhan terus menatap mereka yang pergi meninggalkan tempat itu. Dia penasaran mau kemanakah mereka.


"Kenapa Han?" tanya Najwa yang sadar kalau Farhan terus melihat ke arah Alya dan yang lainnya.


"Hah." Farhan menatap Najwa.


"Kenapa?"


"Nggak, aku cuma penasaran aja mereka mau kemana."


"Iya ya, kok mereka pergi gak bilang kita. Ah tapi biarin aja mungkin mereka ada keperluan pribadi, kita lanjut aja lagi pemotretannya tanggung berapa menit juga selesai gak sampai setengah jam."


Farhan tak menggubris perkataan Najwa, dia terus menatap Alya yang sudah pergi jauh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2