Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 36


__ADS_3

Setelah hampir sepuluh menit, Alya mengerjapkan matanya lalu membuka matanya perlahan.


Dirinya terkejut karena masih berada di dalam mobil Arka.


"Astaghfirullah, sepertinya aku keenakan tidur," gumam Alya.


Alya melihat Arka sudah tidak ada di sampingnya dan setelah dirinya memperhatikan ke sekeliling ternyata mobil bosnya itu sudah terparkir di halaman rumah kost nya.


Perlahan Alya turun dari mobil dan langsung melihat Arka yang sedang duduk di kursi yang ada di teras rumah itu dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi yang didudukinya.


Matanya terpejam, entah dia sedang tertidur atau karena bosan menunggunya, yang pasti saat itu Arka seperti sedang tertidur.


"Ya Allah, sepertinya aku membuat Pak Arka menunggu tapi kenapa gak ada yang ngebangunin aku?"


Alya berjalan mendekati Arka dengan langkah pelan karena takut langkahnya menimbulkan suara dan membuat Arka terbangun!


Setelah tiba di dekat Arka, Alya memilih duduk di kursi yang ada di sebelahnya dan menunggu bosnya itu terbangun.


"Pak Arka pasti lelah. Gara-gara aku jadinya dia istirahat di sini padahal seharusnya istirahat di rumahnya sambil rebahan di atas tempat tidur yang empuk," ucap Alya didalam hatinya.


Alya terus menatap wajah Arka yang masih terlihat tampan meski sedang tidur.


Tak lama, Arka terbangun dan langsung melihat Alya.


"Alya, kamu udah bangun?" ucapnya setelah melihat Alya dengan jelas.


"Pak Arka kenapa gak bangunin saya hmm?"


"Ya mana saya berani."


"Tapi gara-gara saya, Anda jadi ketiduran di sini."

__ADS_1


"Gak papa Alya, kalau gitu aku langsung pulang ya."


"Gak mau minum dulu?"


"Gak usah, udah mau malam juga ini."


"Maaf ya."


"Kamu gak salah, ngapain minta maaf?"


"Karena saya udah membuat Anda menunggu dan menyebabkan Anda tidur di kursi ini."


"Gak apa-apa. Saya pamit ya. Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam."


Alya menatap kepergian Arka sampai mobil yang dikemudikan oleh Bosnya itu sudah tak terlihat lagi.


Ada rasa bersalah dalam dirinya namun dirinya juga tak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah terjadi.


*******


Di kediaman Chandra.


Chandra duduk di kursi sembari membaca majalah kecantikan.


Kring!


Bunyi notifikasi pesan masuk pada ponselnya.


Chandra pun langsung melihat dan membaca pesan itu.

__ADS_1


"Ameera, ngapain dia kirimi aku pesan?" gumam Chandra.


Chandra membuka pesan itu lalu membacanya.


[Serahkan perusahaan kak Fathir atau semua orang akan tahu kalau Alya itu adalah anak haramnya kak Fathir.]


Chandra terkejut saat membaca pesan itu. Selama ini dirinya selalu menganggap Alya adalah anak kandungnya di hadapan semua orang.


Bukan tanpa alasan, dirinya melakukan itu demi menjaga nama baik dirinya dan juga Fathir dan yang lebih penting untuk menjaga kepercayaan dari klien nya.


Chandra selalu menyimpan rasa sakitnya dari orang luar karena tak ingin dipandang buruk oleh orang luar termasuk keluarganya dan juga keluarga Fathir.


Namun, entah dari mana Ameera tahu tentang Alya dan asal-usul Alya.


"Dari mana dia tahu kalau Alya bukan anakku?" gumam Chandra.


Jika orang luar tahu Alya bukanlah anak kandungnya namun anak yang terlahir dari wanita simpan, dirinya takut orang-orang yang menaruh kepercayaan padanya akan berubah menjadi tidak percaya karena mereka akan berpikir bagaimana mengurus perusahaan sedangkan mengurus keluarga saja tidak bisa.


"Ini gak bisa dibiarkan. Ameera dan suaminya harus dihentikan," ucap Chandra.


"Ada apa Bu, kenapa Ibu terlihat begitu tegang dan cemas?" tanya Najwa.


"Tidak ada. Tidak ada apa-apa, Ibu hanya lelah jadi Ibu perlu istirahat."


"Kalau gitu istirahatlah Bu, nanti kalau waktunya makan malam, aku panggil Ibu."


"Kalau gitu Ibu masuk kamar dulu."


Najwa tersenyum lalu mempersilahkan Ibunya masuk ke dalam kamarnya.


Chandra memang belum menceritakan tentang permintaan Ameera pada Najwa, dirinya tak ingin hal itu menjadi beban pikiran untuk Najwa.

__ADS_1


Rasa sayangnya yang begitu besar pada sang anak, membuatnya tidak berani mengatakan hal itu pada Najwa.


Bersambung


__ADS_2