Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 61


__ADS_3

Setelah selesai mendapatkan penanganan dari Dokter, kini Alya sudah dipindahkan ke ruang rawat inap.


Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Alya mengalami kritis meski begitu tim Dokter yang menanganinya masih berharap Alya bisa selamat dan bisa sembuh kembali.


Di atas ranjang rumah sakit. Alya terbaring dengan beberapa alat medis yang menempel pada tubuhnya.


"Dokter, sebenarnya apa yang terjadi pada anak saya?" tanya Chandra pada Dokter Wike yang saat itu masih memantau keadaan Alya.


"Ibu, Ibunya Alya?" tanya Dokter Wike.


"Iya, saya Ibunya."


"Kalau gitu ikut saya ke ruangan Dokter yang selama ini menangani penyakit yang diderita oleh Alya.


"Baik Dokter."


Chandra pun mulai mengikuti kemana arah langkah Dokter Wike berjalan!


"Aku ikut," ucap Najwa sembari berjalan mengejar Chandra.


"Aku titip Alya ya," ucap Najwa saat berjalan didepan Farhan.


Farhan hanya mengangguk pelan menanggapi perkataan Najwa.


Rossa dan Broto berdiri di dekat pintu sambil menatap Alya.


"Farhan, apa kamu tahu Alya kenapa?" tanya Broto.


Farhan hanya diam sembari berjalan pelan mendekati Alya!


"Aku sudah bilang agar kamu berobat ke luar negeri tapi kenapa kamu tidak mau mendengarkan aku?" ucap Farhan dengan suara lirih.


Farhan mulai menangis, entah kenapa dirinya begitu lemah jikalau menyangkut tentang Alya.


Broto dan Rossa berjalan mendekati Farhan! Begitu banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Farhan tentang Alya tapi mereka merasa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya.


Di ruangan Dokter Wike.


"Apa yang terjadi dengan anak saya Dok?" tanya Chandra.


"Sebentar ya Bu, kita tunggu suami saya dulu karena suami saya lah yang banyak mengetahui tentang penyakit yang diderita oleh Alya," jelas Dokter Wike.


"Katakan saja Dok, apa yang terjadi pada adik saya. Sedikit banyaknya Dokter pasti tahu," ucap Najwa.


"Iya, saya tahu. Sebenarnya Alya melarang kami untuk memberitahu kepada Ibu dan Mbak tentang penyakitnya tapi melihat kondisi Alya saat ini, kami rasa kami harus memberitahu keluarganya tentang penyakitnya."

__ADS_1


Tak lama, Dokter Andrew masuk ke dalam ruangan itu. Dia berjalan menghampiri Wike yang duduk di kursi kerjanya.


"Ini suami saya, beliau yang akan menjelaskan semuanya pada Ibu dan Mbak," ucap Wike.


"Wi tapi kita sudah berjanji pada Alya kalau kita tidak akan memberitahu mereka."


"Mas, aku rasa orang tuanya perlu tahu. Aku takut Alya tidak ...."


"Ada apa ini? Apa yang terjadi pada anak saya? Penyakit apa yang dideritanya?"


"Bu, sebenarnya Alya memiliki tumor dikepalanya dan selain itu juga dia menderita kanker otak. Kami sebagai tim Dokter yang menangani penyakit Alya menyatakan bahwa sangat kecil kemungkinan untuk Alya bisa sembuh," jelas Andrew.


"Apa." Chandra menangis deras sesaat setelah mendengar perkataan Dokter Andrew.


"Tidak mungkin, Dokter pasti salah. Selama ini adik saya baik-baik saja, dia tidak pernah sakiti ataupun mengeluhkan sakit apa pun itu."


"Sejak kapan Alya mulai menjalani pengobatan di rumah sakit ini?" tanya Chandra.


"Sejak empat tahun lalu. Saat pertama Alya memeriksakan dirinya ke rumah sakit ini, kami sudah menemukan adanya tumor ganas di kepalanya dan itu sudah parah karena lama didiamkan dan tidak pernah mendapatkan pengobatan sama sekali," jelas Andrew.


"Kenapa dia tidak memberitahu aku?" gumam Najwa.


"Selama ini Alya selalu datang sendiri, kami pikir dia sudah tidak punya keluarga. Baru-baru ini kami tahu kalau dia masih punya Ibu dan Kakak tapi Alya melarang kami untuk memberitahu keluarganya tentang kondisi kesehatannya."


"Astaghfirullah, apa sekarang masih ada harapan untuk Alya sembuh?" Chandra yang mulai bisa menerima Alya, merasa sangat menyesal karena bertahun-tahun nen_sia-siakan Alya.


"Dokter tolong selamatkan Alya. Kenapa dia bisa seperti ini, kenapa dia mengalami kritis?" Najwa menangis histeris karena takut kehilangan Alya.


"Kami akan melakukan yang terbaik untuk Alya. Kami sarankan agar Alya berobat ke luar negeri," ucap Dokter Wike.


"Secepatnya bawa Alya ke luar negeri. Saya mau Alya sehat kembali seperti semula."


"Untuk saat ini belum bisa Bu. Kita tunggu kemajuan perkembangan kondisi Alya."


"Sampai kapan?"


"Sampai Alya melewati masa kritisnya."


"Dokter! Dokter tolong!" seru Farhan dari luar ruangan Andrew.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu pun berlarian ke luar ruangan itu!


"Ada apa? Alya kenapa?" tanya Chandra panik.


"Alya sudah sadar, dia manggil Tante tapi setelah itu dia gak merespon perkataan aku lagi," jelas Farhan.

__ADS_1


Andrew dan Wike berlari ke ruangan rawat Alya tanpa mendengarkan penjelasan Farhan lebih detail lagi!


Chandra dan Najwa pun langsung berlari menyusul Dokter Andrew dan Dokter Wike!


Di ruangan rawat Alya.


Rossa menggenggam tangan Alya dengan lembut, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari bibirnya. Dia hanya menangis karena tak tega melihat kondisi Alya.


"Permisi, tolong tinggalkan kami follow sini. Kami ingin melakukan pemeriksaan terhadap Alya," ucap Dokter Andrew sembari menyiapkan alat medis yang akan digunakannya.


Tanpa menjawab, Rossa dan Broto pun langsung pergi dari ruangan itu karena tak ingin menghambat proses pemeriksaan terhadap Alya!


Di luar ruangan itu.


Semua orang menunggu Dokter Andrew dan istrinya keluar dari ruangan itu dengan harapan mereka akan membawa kabar gembira tentang Alya.


Di sudut ruangan, Chandra sudah tak merespon atau memperdulikan orang disekitarnya.


Dengan hati yang dipenuhi oleh rasa sesal, Chandra menangis deras.


Najwa pun tak kalah merasa bersalahnya dari Chandra. Bagaimana tidak, selama ini Alya begitu dekat dengan dirinya tapi dirinya tidak pernah tahu dengan kenyataan yang kini tiba-tiba menghantam pertahan jiwanya.


"Aku memang kakak yang bodoh, aku adalah kakak yang tidak berguna. Adikku sakit sampai separah ini tapi bisa-bisanya aku tidak mengetahuinya. Aku memang tidak berguna," ucap Najwa sembari terus menangis.


Perlahan Farhan berjalan mendekati Najwa lalu duduk dengan posisi menghadap pada Najwa!


"Kamu jangan menyalahkan diri kamu seperti ini, kami gak salah," ucap Farhan sembari menghapus air mata Najwa dengan ibu jarinya.


"Aku mau Alya, aku mau adikku sembuh seperti dulu lagi."


Di dalam ruangan rawat Alya.


Alya mengerjapkan matanya lalu perlahan membuka matanya lebar.


"Alya, kamu sudah sadar," ucap Dokter Wike.


"Ini sebuah keajaiban dari Tuhan. Alya baru melewati masa kritisnya tapi dia bisa langsung sadar," ucap Dokter Andrew.


"Ibu," ucap Alya dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Alya, kamu ingin bertemu dengan Ibumu?" tanya Wike.


"Dimana Ibuku?"


"Tunggu sebentar. Aku akan memanggil Ibumu." Dokter Wike pun langsung berlari ke luar ruangan itu untuk memanggil Chandra!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2