Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 23


__ADS_3

"Sudah jam segini tapi Alya belum pulang," gumam Marlina yang merasa khawatir terhadap Alya.


Marlina yang tahu bahwa Alya memiliki masalah dalam keluarganya merasa khawatir terhadap Alya karena dia tahu tidak mungkin Alya akan pulang ke rumah Ibunya.


Marlina yang awalnya hanya duduk di tepi ranjangnya, kini berjalan menuju kamar Danish.


"Danish, coba kamu cari Alya ke tempat kerjanya! Mungkin saja dia lembur di kantornya," ucap Marlina.


"Hah jadi Alya belum pulang? Ini udah tengah malam lho Bu."


"Iya, makanya itu cepat kamu cari Alya."


"Aku pikir dia udah pulang dari tadi." Danish bangkit lalu berjalan menuju lemari! Dia akan mengganti bajunya sebelum pergi karena hari sudah malam dirinya sudah memakai pakaian tidur.


"Ya udah aku akan susul dia ke tempat kerjanya. Aku ganti baju dulu."


"Cepat ya!" Bu Marlina segera keluar dari kamar sang Anak.


"Bu ada apa, panik banget kayaknya?"


"Alya belum pulang juga, Ibu khawatir sama dia."


Julia yang sudah kenyang tidur itu keluar kamarnya karena kehausan, jadinya dia harus pergi ke dapur untuk melepas dahaganya.


"Apa, belum pulang." Julia melirik jam didinding sudah menunjukkan pukul dua puluh tiga lewat empat puluh lima menit.


"Ya ampun udah jam segini. Aku telpon dia deh."


"Handphone nya gak aktif, dari tadi Ibu sudah menelponnya berkali-kali."


"Astaga, semoga tidak terjadi apa-apa sama dia ya Bu."


"Bu, aku pergi sekarang ya. Semoga aja Alya ada di kantornya," ucap Danish.


"Semoga saja, hati-hati ya."


Danish pun melangkah cepat keluar dari rumahnya.


**********


"Bu, pulanglah biar aku yang di sini," ucap Najwa pada Chandra yang sedari tadi duduk di kursi itu dengan tanpa berkata apa pun dan tanpa melakukan apa pun pada Alya.


"Ibu akan pulang tapi kamu juga pulang," ucap Chandra.


"Gak bisa Bu, aku mau nungguin Alya."


"Kalau gitu Ibu juga gak mau pulang."


"Bu tolonglah, nanti kalau Ibu kurang istirahat malah Ibu ikutan sakit."


"Ya sudah Ibu akan pulang tapi ingat, besok waktunya ke kantor kamu harus ke kantor."

__ADS_1


"Tapi Alya."


"Sudah ada petugas rumah sakit yang menjaga dia. Kamu jangan terlalu sayang sama anak itu nanti lama-lama dia kebiasaan dan akhirnya selalu merepotkan kita seperti ini."


"Astaga, apa yang Ibu katakan."


Chandra tak berucap lagi, dia bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruangan itu!


Arka dan Farhan yang menunggu di depan pintu ruangan itu langsung berdiri saat melihat Chandra keluar dari ruangan itu!


"Saya akan pulang, tolong jaga anak saya," ucap Chandra pada Farhan dan Arka.


"Aku pasti menjaga anak Tante," ucap Farhan.


"Alya aman bersama saya. Tante tenang aja," ucap Arka.


"Sialan ni laki-laki, kalau aku gak mikirin Alya mungkin aku sudah bilang pada semua orang kalau akulah kekasih Alya yang sebenarnya," ucap Farhan didalam hatinya.


Chandra tersenyum tipis lalu berlalu dari hadapan mereka semua.


"Mas Arman, bawa mobilnya hati-hati ya," ucap Najwa pada sopir Ibunya.


"Mbak Najwa tenang aja, saya pasti membawa Ibu pulang dengan selamat," sahut Arman.


Najwa tersenyum tipis, "terimakasih," ucapnya.


"Najwa, apa aku boleh menemui Alya?" tanya Arka.


"Boleh, silahkan."


"Al bangun, ini saya bos kamu. Ini perintah bukan permintaan jadi kamu gak boleh menolak perintah saya."


Arka menggenggam tangan Alya yang terasa dingin itu.


"Masih banyak pekerjaan yang harus kamu kerjakan dan lagi kamu belum menepati janji kamu untuk makan malam bersama saya."


Melihat Arka yang menggenggam tangan Alya, Farhan merasakan cemburu dan ingin sekali melarang Arka menyentuh miliknya tapi dirinya gak bisa berbuat apa-apa semua demi menjaga Alya dari sasaran amarah Ibu Chandra.


Sebelumnya Alya pernah bilang kalau dia ingin mendapatkan kasih sayang dari Bu Chandra, caranya dengan menyembunyikan hubungannya dari semua orang dan memaksanya untuk menikahi Najwa.


"Kalau gak ada Najwa, sudah habis kamu Arka." Farhan mengepalkan tangannya karena menahan amarah.


Najwa yang melihat Farhan cemburu hanya bisa diam dalam hatinya yang terasa sakit, ternyata orang yang dia cintai mencintai orang lain. Ingin sekali dirinya membahas tentang semua yang terjadi sebelum kecelakaan terjadi tapi rasanya saat ini bukanlah waktu yang tepat karena Alya yang memiliki sangkutan dalam masalah ini masih harus berjuang untuk hidupnya.


"Apa aku bisa mengikhlaskan kamu sama Alya? Aku memang sayang sama Alya tapi untuk memberikan cintaku rasanya begitu berat tapi aku juga tidak bisa memaksakan cinta. Jika memang kalian sudah memiliki hubungan sejak lama aku akan berusaha melupakan kamu Han, terlebih saat ini Alya ada di sini dalam kondisi seperti ini karena menyelamatkan aku," ucap Najwa didalam hatinya.


"Jika kalian sudah memiliki hubungan dari dulu kenapa Alya membiarkan ini terjadi, apa semua dia lakukan karena Ibu? Karena dia ingin mendapatkan perhatian dari Ibu?"


Perlahan air mata Najwa mengalir membasahi pipinya. Rasa tak menentu yang tak bisa dia jelaskan dengan lisan mendera hatinya.


Saat ini dirinya dihadapkan dalam dua pilihan, antara cintanya dan adiknya. Keduanya begitu berat untuk dilepaskan.

__ADS_1


**********


Di kantor Arka.


Danish baru tiba di kantor tempat Alya kerja, dari luar kantor itu terlihat sepi dan gelap hanya ada beberapa lampu di luar yang menyala.


Danish turun dari mobilnya lalu berjalan ke arah kantor itu!


"Permisi Pak, saya mau tanya apa ada karyawan yang lembur hari ini?" tanya Danish pada seorang satpam yang berjaga.


"Tidak ada Mas, semua karyawan sudah pulang," sahut Pak Satpam itu.


"Jadi Alya gak ada di kantor?"


"Mas keluarganya Mbak Alya ya?"


"Iya saya kakak sepupunya."


"Tadi siang Mbak Alya mengalami kecelakaan, dia tertabrak mobil dan sekarang di rawat di rumah sakit."


"Apa! Kenapa tidak ada yang memberitahu saya? Di rumah sakit mana dia berada?"


"Di rumah sakit xxx."


"Baik Pak, terimakasih. Kalau gitu saya permisi."


Danish berlari ke arah mobilnya, dia harus cepat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Alya.


Pak satpam itu menatap Danish yang begitu khawatir saat tahu Alya kecelakaan.


"Mbak Alya beruntung banget, dia banyak disukai orang karena kebaikannya dan juga dia banyak disukai oleh laki-laki terlebih dia memiliki keluarganya yang baik seperti Mas itu," gumam Pak satpam.


"Alya kecelakaan? Tapi kenapa tidak ada orang yang memberitahu Ibu, apa sudah ada keluarganya yang mengetahui hal ini?" gumam Danish sembari terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Setelah berkendara selama sepuluh menit, akhirnya Danish tiba di rumah sakit yang diberitahukan oleh Pak Satpam padanya.


Dia turun dari mobilnya dan berlari memasuki rumah sakit itu.


"Sus, pasien atas nama Alya dirawat di di mana?" tanya Danish pada petugas administrasi.


"Sebentar ya Pak, akan saya cek dulu." Petugas itu langsung mengecek dimana ruangan tempat Alya dirawat.


"Sakit apa ya Pak?"


"Dia korban kecelakaan. Tadi siang baru masuk rumah sakit ini."


Tak menjawab, petugas itu langsung mencari ruangan pasien kecelakaan bernama Alya seperti yang dikatakan oleh Danish.


"Di ruangan VIP nomor satu satu dua."


"Dari sini kemana arahnya?"

__ADS_1


"Bapak bisa naik lift ke lantai tiga dari situ lurus belok kanan dan di sanalah tempatnya."


"Baik, terimakasih ya." Danish pun langsung pergi mengikuti arahan dari petugas rumah sakit itu!


__ADS_2