Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 54


__ADS_3

Brak!


Alya membuka pintu ruangan rawat Chandra lalu berjalan menghampiri Chandra yang sedang duduk bersebelahan dengan Najwa!


"Ibu, maaf aku baru bisa datang menjenguk Ibu, dari kemarin aku sibuk," ucap Alya sembari berjalan menghampiri Chandra dan Najwa.


"Arka sudah menceritakan semuanya padaku Alya," ucap Najwa.


Deg!


Alya langsung menghentikan langkahnya dan berdiri mematung di sana.


"Apa?" gumam Alya. Alya tak percaya rahasia yang selama ini disimpan rapat-rapat harus terbongkar oleh orang lain yang sama sekali tidak dikenalnya lebih dalam.


"Iya. Kamu ada tugas ke luar kota kan sama Arka? Kamu tidak usah khawatir Alya, aku menjaga Ibu kita dengan baik."


Seketika Alya tersenyum dan membuang semua pikiran jeleknya.


Alya melihat ke belakangnya dan tersenyum pada Arka yang berdiri diambang pintu.


Arka membalas senyum Alya lalu mengangguk pelan.


"Alya, sini Nak," ucap Chandra sembari mengulurkan tangannya pada Alya.


Alya berjalan mendekati Chandra dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya!


Tanpa Alya duga sebelumnya, Chandra langsung memeluknya dan mencium keningnya.


Tangis bahagia langsung menghampiri dirinya, betapa dirinya bahagia merasakan hangatnya pelukan sang Ibu.


"Maafkan Ibu, Nak. Maafkan Ibu." Chandra menangis sembari terus memeluk Alya erat.


Alya tak mengucapkan sesuatu apa pun, hanya ada suara isak tangis yang terdengar.


Farhan masuk ke dalam ruangan itu dan berdiri di samping Najwa.


Tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mereka. Semua yang berada di sana hanya menatap Alya dan Chandra dengan mulut yang tertutup rapat.


Merasa dirinya bukan bagian dari keluarga itu, Arka memilih pergi dari sana dan membiarkan keluarga itu menyelesaikan masalahnya!

__ADS_1


Di luar ruangan itu juga ada Dokter Andrew dah Dokter Wike yang dari tadi hanya menyaksikan kejadian di dalam ruangan itu.


Tak kuasa menahan kesedihannya, akhirnya Wike meneteskan air matanya kala menyaksikan kejadian yang mengharukan itu.


Andrew merangkul punggung sang istri lalu menatapnya. Sebuah senyuman tipis pun terukir di bibirnya.


"Alya sudah mendapatkan apa yang diimpikannya. Dia sudah mendapatkan pelukan yang selama ini dirindukan nya," ucap Andrew.


Dengan air matanya yang masih membasahi pipinya, Wike membalas senyuman sang suami.


"Semoga setelah ini dia mendapatkan semangat lebih untuk dirinya bisa sembuh dan tetap hidup bersama orang-orang yang dia sayangi."


"Ayo kita pergi, biarkan mereka di sini dan membicarakan apa yang seharusnya mereka bicarakan. Biarkan mereka menyelesaikan masalah yang mungkin sebenarnya tidak harus ada."


Wike mengangguk lalu mulai berjalan berdampingan dengan sang suami!


"Kamu anak Ibu, Nak," ucap Chandra sembari mengelus lembut kepala Alya.


"Aku, anak Ibu? Apa ini benar, aku sedang tidak bermimpi kan?" ucap Alya.


"Maafkan Ibu, Nak. Kebencian di hati Ibu membuat Ibu tidak dapat melihat kebaikan dan ketulusan mu."


Chandra melepaskan pelukannya dari Alya lalu mengangkat dagu Alya agar dia menatapnya!


"Apa kamu mencintai Farhan?" tanya Chandra.


Alya yang awalnya menatapnya Chandra, kini dia menurunkan tatapannya lalu menunduk menatap lantai yang dipijak nya.


Dia menggelengkan kepalanya pelan dengan mulut yang tertutup rapat.


"Apa maksudnya ini Bu?" tanya Najwa yang tak mengerti kenapa Ibunya bertanya seperti itu pada Alya.


"Ibu sudah banyak salah pada kalian berdua terutama Alya. Sekarang terserah kalian mau anggap Ibu apa setelah kalian tahu betapa jahatnya Ibu ini."


"Tapi apa hubungannya dengan Farhan Bu. Ada apa ini, apa yang sebenarnya terjadi?"


"Sebenarnya Farhan dan Alya saling mencintai."


"Tidak kak, tidak Bu. Apa yang Ibu katakan? Aku sana sekali tidak mencintai Farhan," ucap Alya menyangkal kebesaran yang sedang dibicarakan oleh Chandra.

__ADS_1


Farhan hanya diam, dia memang menginginkan ini terjadi, dirinya memang ingin mengatakan semuanya pada Najwa tapi tidak memiliki kesempatan yang tepat.


Sepertinya hari ini sedang berpihak padanya. Chandra mulai membuka semua rahasia cinta mereka yang selama ini disembunyikan oleh Alya dari Najwa.


"Diam Alya, aku mau dengar penjelasan Ibu," ucap Najwa.


"Tapi kak, semua yang Ibu katakan tidak benar. Hanya kakak yang mencintai Farhan dan hanya kakak yang boleh memiliki dia."


"Alya, sekarang kamu anak Ibu dan Najwa juga anak Ibu. Ibu tidak ingin bersikap tidak adil pada kalian, meski ini akan menyakitkan untuk Najwa tapi dia harus tahu semuanya."


"Katakan Bu, apa yang kalian sembunyikan?"


"Sebenarnya hadiah yang dikirimkan Farhan ke rumah kita waktu kelulusan kalian, itu bukan untuk kamu. Hadiah itu dikirimkan Farhan untuk Alya tapi karena kita mengira hadiah itu untuk kamu, Alya mengalah demi kamu bahagia."


"Apa? Kenapa Alya, kenapa kamu gak bilang kalau itu–"


"Sebenarnya beberapa minggu kemudian Ibu tahu kalau hubungan mereka sudah berjalan sejak beberapa bulan sebelum hari itu tapi karena kebencian Ibu pada Alya, Ibu meminta Alya untuk melepaskan Farhan untuk kamu. Semua salah Ibu." Chandra terus menangis saat menceritakan semua yang sudah dia lakukan terhadap Alya.


"Jadi karena Tante yang meminta sehingga Alya tidak mau menemui aku lagi dan menyudahi hubungan kami tanpa alasan yang jelas bahkan Alya memaksa ku untuk menikahi Najwa," ucap Farhan.


Tangis Najwa semakin pecah saat mendengar perkataan Farhan. Berarti yang dikatakan Ibunya benar karena tanpa disadari, Farhan mengakui hubungannya dengan Alya.


"Kenapa kalian membohongi ku seperti ini? Alya kenapa kamu tidak bilang dari awal tentang ini agar aku tidak menyakiti kamu."


"Kak, aku tidak mencintai Farhan. Sungguh."


"Alya sudahlah, semua sudah terbongkar. Aku mencintai kamu dan aku hanya ingin menikah denganmu."


"Semua terjadi karena Ibu. Maafkan Ibu."


"Ibu tidak salah, semua Ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan semua Ibu pasti mengutamakan kebahagiaan anaknya," ucap Alya.


"Tapi kamu juga Anak Ibu, seharusnya Ibu tidak seperti ini," ucap Najwa.


"Maafkan Ibu. Najwa, Ibu harap kamu tidak membenci Ibu karena Ibu sudah menjadikan kamu alat untuk menyakiti Alya dan ternyata akhirnya sekarang kamu yang tersakiti."


"Aku tidak sakit karena harus mengikhlaskan Farhan untuk Alya, Bu tapi aku sedih karena ternyata Ibuku seperti ini. Ibu sekejam ini padaku dan juga Alya."


"Ibu memang jahat. Sekarang semua sudah terjadi, Ibu serahkan semua pada kalian."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2