Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 38


__ADS_3

"Terimakasih Om, Tante karena kalian masih mempercayai keluarga kami dan mau menerima kami apa adanya," ucap Alya.


"Aku tidak mau pernikahan ini terjadi Alya!" ucap Farhan dengan nada tinggi.


Seketika senyum di bibir Chandra menghilang begitu saja saat mendengar Farhan yang tidak menginginkan pernikahan itu.


"Ada apa Farhan, kenapa kamu bicara seperti ini?" ucap Broto.


"Iya Nak, pernikahan kamu dan Najwa akan dilaksanakan lusa," sambung Rossa.


"Aku tidak mencintai Najwa, Pa, Ma. Dari awal aku mencintai Alya. Kami sudah berpacaran."


"Tidak. Tidak ada kata pacaran diantara kita Farhan. Aku sudah pernah bilang kalau kita tidak pernah ada hubungan."


"Nak dari awal kami sudah mengira bahwa kamu lah yang dicintai oleh Farhan tapi kenapa Farhan jadi menikah dengan Najwa. Apa kamu sengaja berkorban demi Najwa?" tanya Rossa.


"Tidak Tante, memang tidak ada hubungan apa pun diantara kamu berdua. Hanya kak Najwa lah yang berhak atas cintanya Farhan."


"Alya kenapa kamu menjadi orang yang munafik. Aku tahu kamu mencintai aku hanya saja kamu tidak ingin membuat Ibu kamu dan Najwa bersedih kan."


Alya terdiam, dirinya tak punya jawaban atas perkataan Farhan karena memang benar dirinya mencintai Farhan.


Broto melangkah dan berjalan untuk lebih dekat lagi dengan Alya!


"Katakan yang sejujurnya Nak. Jangan takut. Kamu mencintai Farhan?" tanya Broto sembari menggenggam tangan Alya.


Alya memejamkan matanya dan bulir air mata pun kembali menetes dengan derasnya.


Diselenggarakannya kepalanya pelan sambil berkata, "tidak. Hanya kak Najwa yang mencintai Farhan."


Chandra yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka, menutup mulutnya dengan tangannya karena takut tangisnya mengeluarkan suara. Dirinya baru sadar kalau ternyata Alya begitu menyayangi Najwa dan juga dirinya.

__ADS_1


"Astaga, selama ini aku selalu membenci Alya tanpa aku sadari ternyata dia begitu menyayangi aku dan anakku," ucap Chandra didalam hatinya.


"Om, Tante, saya harus pulang karena harus memberitahu Ibu tentang ini sebelum Ibu memberikan perusahaan kami pada Paman dan Bibiku," ucap Alya.


"Kalian sedang ada masalah?"


"Tidak. Masalahnya sudah selesai karena keluarga Om sudah menerima keluarga kami apa adanya."


"Baiklah pergilah Nak. Hati-hati di jalan."


Alya tersenyum lalu mencium punggung Broto dan Rossa secara bergantian! Dia pun langsung pergi meninggalkan taman itu!


Farhan mengejar Alya dan berusaha menghentikan gadis itu!


"Farhan!" teriak Rossa sembari bersiap untuk mengejar Farhan.


Broto menghentikan istrinya agar istrinya itu tidak mengejar Farhan.


"Biarkan mereka Ma. Papa tahu mereka saling mencintai tapi Alya mempunyai masalah dalam keluarganya. Biarkan mereka menyelesaikan masalah ini sendiri."


"Najwa atau Alya yang menikah dengan Farhan tidak ada bedanya untuk kita. Mereka adalah gadis yang baik karena dididik oleh orang yang baik pula."


Di tempat lain.


Farhan meraih tangan Alya dan menahannya agar tak berlari lagi.


"Tunggu Alya, aku mohon bicaralah denganku, sebentar saja."


"Sudahlah Farhan. Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan."


Chandra melipir ke tempat lain agar tidak ketahuan oleh Alya karena saat itu Alya dan Farhan berada di dekatnya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mencintai Najwa, Al. Aku gak bisa tanpa kamu."


"Tolonglah Farhan, lupakan aku dan menikahlah dengan kak Najwa."


"Tapi Alya–"


"Aku cinta sama kamu Han, tapi cinta aku sama kak Najwa dan juga Ibuku lebih besar dibandingkan dengan cintaku ke kamu. Aku gak mau kak Najwa dan Ibu kecewa dan sedih karena kamu membatalkan pernikahan ini apalagi kalau mereka tahu kamu menggagalkan pernikahan ini hanya karena aku. Mereka akan sedih dan kecewa. Selama ini aku sangat menginginkan pelukan dari Ibuku, tolong biarkan aku merasakan kasih sayang dari Ibuku sebelum ajal menjemput ku."


Setelah tahu kebenaran dan semua isi hati Alya, Chandra langsung pergi karena merasa sudah cukup mengetahui perasaan Alya yang sebenarnya!


"Man, ayo pulang!"


Chandra langsung masuk ke dalam mobilnya sembari mengeringkan air matanya.


Dan Arman pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sementara itu, Alya dan Farhan masih berusaha menyelesaikan masalah mereka.


"Ajal? Maksud kamu apa?"


"Aku menderita penyakit keras Han, bahkan Dokter memvonis aku hanya beberapa bulan lagi." Alya menangis deras saat menceritakan rahasia yang tak pernah dia beritahu pada siapapun termasuk Najwa.


"Apa?" Farhan berjalan lebih dekat lagi pada Alya!


"Kamu pasti bohong, gak mungkin ini terjadi sama kamu."


"Aku gak bohong Han. Tolong lakukan permintaan terakhir aku ini, menikahlah dengan kak Najwa dan buat dia bahagia. Anggap saja ini sebagai bukti cinta kamu ke aku."


"Gak mungkin. Ini tidak mungkin!" Tak ingin menerima kenyataan pahit ini, Farhan berlari meninggalkan Alya di sana.


Alya terus menangis dan tak berusaha menghentikan Farhan. Dirinya tak ingin memberi harapan pada Farhan karena keinginan hidup bahagia dengan orang yang dicintainya sebentar lagi akan musnah karena penyakit yang dideritanya.

__ADS_1


Alya berjalan menuju mobilnya dan perlahan meninggalkan area rumah mewah milik Broto Sanjaya pemilik perusahaan terbesar se_Asia itu!


Bersambung


__ADS_2