
Setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan sudah menjalani pemulihan di rumah, hari ini adalah hari pertama Alya kembali bekerja dan melakukan semua aktivitasnya seperti biasa.
"Kamu yakin mau kerja hari ini?" tanya Marlina pada Alya.
"Iya Bu, aku bosan di rumah terus dan lagi nanti aku gak punya uang buat bayar kost kalau gak buru-buru kerja." Alya tertawa kecil sembari menatap Marlina.
"Kamu bisa aja. Takut diusir ya dari sini."
"Iya lah Bu, kalau aku diusir dari sini nanti aku mau tinggal di mana."
"Di rumah orang tua kamu lah."
Alya hanya tersenyum tipis lalu kembali sibuk dengan urusannya.
Bu Marlina pun tak berucap lagi, dia hanya menatap Alya dengan senyum kecil di bibirnya.
Tok!
Tok!
Julia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kamar Alya tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh sang pemilik kamar!
"Udah mau kerja lagi?" tanya Julia sembari terus melangkah menghampiri Alya dan Bu Marlina.
__ADS_1
"Iya, udah kangen nih sama suasana kantor," sahut Alya
"Oh kangen sama kantor, bukan sama Pak Bos ya?" Julia tertawa renyah sembari menghempaskan bokongnya ke atas tempat tidur Alya.
"Ngapain juga kangen sama Pak Bos, orang tiap hari ketemu."
"Kayaknya Bos kamu suka sama kamu deh Al, pepet terus sampai dapat. Lumayan orang kaya."
"Kaya belum tentu bisa membahagiakan kamu Al, lebih baik kamu cari yang menurut kamu baik untuk kamu jangan cari yang kaya," ucap Bu Marlina.
"Kalian ada apa sih? Lagian siapa yang suka sama Pak Arka dan lagi gak mungkin Pak Arka mau sama aku."
"Orang dari gaya dia bicara dan cara dia memperhatikan kamu sangat berbeda, jelas-jelas Pak Arka suka sama kamu. Semua terlihat dari sorot matanya saat menatap kamu."
"Udah-udah jangan berdebat lagi, kalian mau ia dan kerja kan?" ucap Bu Marlina.
Alya dan Julia mengangguk pelan lalu mereka saling tersenyum.
"Udah yuk sarapan dulu."
**********
Dikediaman Chandra.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lewat empat puluh lima menit, Chandra sudah siap untuk ke kantornya namun Najwa belum juga keluar dari kamarnya padahal hari ini Najwa ada jadwal mengukur gaun pernikahannya bersama Farhan.
Chandra pun berjalan menuju kamar Najwa untuk mengingatkan apa yang harus dilakukan oleh Najwa hari ini.
"Najwa, kamu udah bangun kan?" tanya Chandra sembari mengetuk pintu kamar Najwa.
"Udah. Masuk aja Bu pintunya gak dikunci kok," ucap Najwa dari dalam kamar.
Chandra pun langsung masuk ke dalam kamar sang putri dan dia langsung melihat Najwa yang masih berbaring dengan tubuhnya yang masih ditutup selimut yang tebal.
Chandra menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan, dia menggelengkan kepalanya dan berjalan menghampiri Najwa!
"Kamu kenapa, tumben jam segini masih rebahan."
"Bu aku rasa aku sedang tidak enak badan. Kepalaku pusing dan sakit. Mulutku juga pahit, gak ada makanan yang enak yang aku makan."
"Ya ampun, jangan-jangan kamu kecapekan gara-gara kemarin kamu sibuk ngejagain Alya di rumah sakit."
"Nggak lah Bu, mungkin sekarang giliran aku yang di kasih sakit oleh Tuhan. Biasanya juga aku gak pernah sakit."
"Kamu ini kalau dibilangin selalu aja ada alasannya terus gimana, hari ini kan jadwal kamu ngukur gaun pernikahan kamu."
"Oh iya Bu, aku lupa. Emang kapan sih Bu pernikahannya dilaksanakan?" Najwa memang tidak tahu karena Chandra belum memberitahu pastinya kapan pernikahan mereka akan dilangsungkan.
__ADS_1
Bersambung