
"P_pagi. Alya kamu habis ngapain?" Pertanyaan aneh itu tidak sengaja diucapkan oleh Arka, entah kenapa dirinya tidak tahu harus berkata apa, tiba-tiba otaknya berjalan lambat saat melihat Alya berjalan ke arahnya dan dengan senyuman manisnya yang menghiasi bibir gadis berusia dua puluh tiga tahun itu.
Alya mengerutkan dahinya karena bingung dengan pertanyaan yang Arka lontarkan padanya.
"Pak maaf, apa maksud Anda?" ucap Alya sembari menatap Arka dengan tatapan penuh tanya.
"Nggak, nggak ada maksud apa-apa. Memangnya tadi saya bertanya apa?"
"Hah," Alya melongo.
"Ah sudahlah Alya, ayo kita masuk!" Arka berjalan memasuki kantornya.
"Pak, tapi Pak ...."
"Ada apa lagi hemm?" ucap Arka yang tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu berdiri tegak dihadapan Alya.
Karena Arka yang tiba-tiba berhenti, akhirnya Alya yang sedang berjalan cepat agar bisa mengejar Arka pun tidak sengaja menabrak bosnya itu!
Arka yang mendadak menghentikan langkahnya membuat Alya tak sempat mengerem langkahnya dan akhirnya Alya menabrak Arka hingga gadis manis itu hampir terjatuh.
Untunglah Arka yang selalu sigap, dengan cepat memeluk Alya dan Alya pun tak jadi terjatuh ke lantai.
Beberapa karyawan yang sudah tiba di kantor itu dengan cepat merekam mereka dan ada juga yang langsung melakukan siaran langsung.
Mereka berdua terlihat adu pandang selama beberapa detik.
Alya segera melepaskan diri dari pelukan Arka karena merasa tak enak banyak yang melihat dan memperhatikan mereka!
"Maaf, saya gak sengaja," ucap Arka.
"Nggak apa-apa Pak, saya yang seharusnya minta maaf karena menabrak Anda. Oh ya, terimakasih karena sudah menolong saya sehingga saya tidak terjatuh."
"Tidak apa-apa. Sudah seharusnya saya membantu kamu."
**********
Di tempat lain.
Banyak orang yang melihat rekaman Arka yang sedang meluk Alya. Terlihat mereka sangat romantis dan membuat para jomblo iri melihatnya.
"Lihat deh pasangan ini," ucap seorang mahadewi pada temannya sembari memperlihatkan ponselnya.
Beberapa mahasiswi itu pun melihat video yang sudah dilihat oleh ribuan orang itu.
"Mesra banget mereka. Jadi pengen."
"Ya ampun mereka bikin gue iri aja."
"Cantik dan ganteng. Mereka pasangan serasi."
__ADS_1
Kira-kira seperti itulah kata-kata yang terucap dari beberapa mahasiswi yang melihat siaran langsung yang dilakukan oleh salah satu karyawan Arka itu.
Dalam waktu beberapa menit saja video itu sudah dilihat oleh ribuan orang dan sudah dibagikan ratusan kali.
Di zaman serba modern ini memang tak sulit untuk menyebar luaskan sesuatu yang mereka anggap perlu diketahui orang dan menarik untuk ditonton.
*********
Di kantor Broto.
Julian langsung melihat video yang disebarkan oleh salah satu akun yang berteman dengannya di sosial media Facebook.
"Alya," gumam Julian.
"Video ini sudah ditonton oleh ribuan orang. Mesra banget merek," ucap Julian lagi.
Julian langsung melihat notifikasi dari instagram yang mengambang di layar ponselnya.
Dia pun langsung pergi ke instagram dengan menekan notifikasi itu.
Dan dia begitu terkejut saat melihat video itu sudah viral dimana-mana.
"Astaga, secepat ini kah video ini tersebar. Kak Farhan udah tahu belum ya?"
Julian pun langsung mengirim video itu pada Farhan untuk memberi tahunya tentang yang dilakukan oleh Alya dan laki-laki dalam video itu.
Pesannya masih centang berwarna abu-abu, itu artinya Farhan belum membaca pesannya padahal whatsapp nya aktif.
*******
"Bu, sepertinya Alya akan menyusul aku dan Farhan ke pelaminan atau bisa jadi kami menikah dihari yang sama," ucap Najwa sembari terus melihat video yang sudah tersebar luas itu.
"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?"
"Lihatlah Bu." Najwa memperlihatkan video dalam ponselnya itu!
"Mereka terlihat begitu mesra bukan?"
"Ini kan Arka, bosnya Alya," ucap Chandra.
"Iya itu Arka, bosnya Alya. Satu minggu tidak bertemu, rupanya mereka sudah saling merindukan."
"Siapa yang membagikan video ini? Alya pasti malu dengan menyebarnya video ini."
"Sudah banyak orang yang membagikan video ini Bu."
"Adikmu pasti sedih karena malu."
Najwa tersenyum bahagia karena Chandra sudah mulai memperhatikan dan mengkhawatirkan Alya.
__ADS_1
**********
"Astaga, siapa yang menyebarkan video ini?" ucap Arka yang baru melihat video dirinya yang sedang memeluk Alya.
Arka terus melihat video itu sampai selesai dan tak sadar sebuah senyuman terukir di bibirnya. Ada rasa bahagia yang begitu besar saat melihat dirinya yang sedang memeluk Alya dalam video itu.
Meski kejadian itu tak disengaja namun, entah kenapa dirinya merasa bahagia.
Diam-diam Arka menyalin video itu dan menyimpannya agar dirinya bisa melihatnya lagi kapan pun dan dimana pun.
Di ruangan Alya.
Alya yang tak tahu apa-apa masih sibuk mengerjakan semua pekerjaannya. Satu minggu tidak masuk kerja, membuat pekerjaannya menumpuk dan membuat dirinya begitu sibuk saat masuk kerja hari ini.
**********
"Aaah!"
Farhan merasa cemburu melihat video yang dikirim oleh Julian padanya.
Dia melemparkan ponselnya ke atas rerumputan yang terhampar disekitarnya!
"Kenapa Alya, kenapa kamu tidak mau menikah denganku dengan alasan penyakit yang kamu derita tapi kenapa kamu malah bermesraan bersama dia dan dengan sengaja kamu menyebarkan video ini agar aku merasa cemburu dan kesakitan. Kenapa Alya, kenapa kamu setega ini padaku?"
Farhan yang tengah berada di suatu tempat yang jauh dari keramaian kota itu langsung terbakar api cemburu.
Farhan yang sengaja datang ke tempat itu untuk memenangkan diri dan pikiran, justru mendapat beban lebih berat lagi setelah melihat video itu.
"Aku begitu sulit melupakan kamu dan semua kenangan bersama mu tapi kenapa dengan mudahnya kamu berpindah ke lain hati dan dengan sengaja menyebarkan kemesraan kamu dengan laki-laki lain di sosial media."
Farhan kembali meneteskan air matanya hanya karena cintanya pada Alya. Entah kenapa terasa begitu sulit baginya untuk melupakan seorang Alya. Gadis yang sangat dia cintai.
Di bawah pohon besar itu, Farhan merasa begitu hancur dan seolah tak memiliki kehidupan lagi.
Gadis yang sangat ia cintai dan sangat ingin diperjuangkan olehnya ternyata sudah memiliki laki-laki lain sebagai penggantinya.
*********
"Bu kalau Ibu sudah sembuh, Ibu harus bicara dengan orang tuanya Arka tentang hubungan Alya dan Arka."
"Iya sayang, Ibu akan bicara pada Pak Danuarta dan meminta agar segera menikahi Alya," sahut Chandra dengan suara yang masih terdengar lemah.
Najwa tertawa bahagia sambil terus melihat video itu. Mengetahui sang adik sudah mempunyai teman dekat membuat Najwa bahagia.
"Bagaimana ini, Aku tahu Alya sangat mencintai Farhan. Dia pasti sengaja menjadikan Arka sebagai pelampiasan. Maafkan Ibu, Alya, Ibu ingin mengembalikan Farhan padamu tapi Ibu sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kakakmu yang tak tahu apa-apa sudah terlanjur bahagia dengan pernikahannya dengan Farhan," ucap Chandra didalam hatinya.
Butiran berwarna putih bening tak teras meluncur dari sudut matanya. Ada penyesalan yang begitu dalam dihatinya sehingga dirinya tak bisa menahan air matanya.
"Ibu, kenapa Ibu menangis?"
__ADS_1
"Ibu bahagia karena anak-anak Ibu sudah memiliki pasangan masing-masing," ucap Chandra berbohong.
Bersambung