Peluk Aku, Ibu

Peluk Aku, Ibu
bab 49


__ADS_3

Didalam mobil.


Arka terus berusaha membuat Alya tersadar dari pingsannya dengan cara menggoyah-goyahkan pipi Alya.


Arka duduk di bangku belakang sambil menopang kepala Alya dengan pahanya, karena merasakan khawatir, Arka terus saja membangunkan Alya dan tak hentinya mengelus kepala Alya dengan lembut.


Farhan yang sedang menyetir mobilnya terus saja memperhatikan Arka yang berani menyentuh dan membelai pipi gadis kesayangannya itu.


"Bisa gak, kamu jangan pegang-pegang Alya," ketus Farhan.


"Kamu tuh kalau mau cemburu kenal waktu dong, ini Alya sedang dalam kondisi yang mengkhawatirkan," sahut Arka.


Farhan tak berucap lagi, dia terus menyetir dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit!


Saat tiba di dekat sebuah rumah sakit, Farhan tak melambatkan laju mobilnya, dia terus saja melaju dengan kecepatan tinggi.


"Farhan kamu mau kemana? Kenapa kamu melewati rumah sakit?"


"Di sana ada Ibunya Alya sedang dirawat, Alya tidak mungkin dibawa ke rumah sakit itu."


"Kamu gimana, ini darurat bisa-bisanya kamu mementingkan diri kamu sendiri."


"Kamu kalau gak tahu permasalahannya apa lebih baik kamu diam."


Arka berdecak kesal karena Farhan malah melewati rumah sakit terdekat padahal Alya sedang membutuhkan pertolongan medis.


Farhan yang tahu Alya memiliki penyakit dan penyakit itu dirahasiakan dari Ibu dan juga kakaknya lebih memilih untuk mencari aman dan memilih membawa Alya ke rumah sakit lain yang letaknya tak jauh dari rumah sakit yang mereka lewati.


"Alya bertahanlah, bukan aku tak mau membawamu ke rumah sakit terdekat tapi aku tidak ingin membuat kesalahan. Aku takut mereka tahu apa yang terjadi padamu sedangkan dirimu sendiri belum siap untuk bercerita pada mereka atau mungkin kamu tidak akan pernah menceritakan hal ini pada mereka," ucap Farhan didalam hatinya.


Tak lama, Farhan melihat ada sebuah rumah sakit. Dia pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit itu!

__ADS_1


Tak sampai lima menit, Farhan sudah menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah sakit.


Dengan cepat dia turun dari mobilnya dan membantu Arka membawa tubuh Alya memasuki rumah sakit itu!


"Alya," ucap Andrew yang memang bekerja di rumah sakit itu.


Andrew langsung memanggil petugas rumah sakit untuk membawakan tandu berjalan untuk mengangkut Alya agar lebih cepat sampai ke ruang penanganan.


"Kenapa dia sampai pingsan?" tanya Andrew setelah dekat dengan Arka dan Farhan.


"Dokter tolong selamatkan Alya," ucap Farhan.


Dua petugas rumah sakit itu datang dengan membawa tandu berjalan dan Alya pun langsung dinaikkan ke atasnya lalu langsung dibawa ke ruangan unit gawat darurat!


"Kalian tunggu di sini, saya akan memeriksa kondisi pasien," ucap Andrew.


Farhan menghentikan langkahnya dan membiarkan Dokter dan tim nya membawa Alya.


Dokter dan semua orang yang berkepentingan langsung masuk dan menutup pintu itu.


Arka dan Farhan menunggu didepan ruangan itu.


Arka mengotak-atik ponselnya dan akan menelpon Chandra.


"Mau menelpon siapa kamu?" tanya Farhan pada Arka.


"Tante Chandra. Dia harus tahu kondisi Alya sekarang," sahut Arka.


Tanpa berucap lagi, Farhan meraih ponsel Arka lalu membatalkan panggilan yang sedang berlangsung namun belum tersambung itu.


"Kamu sebenarnya ada masalah apa sama aku? Berani-beraninya kamu merebut ponselku."

__ADS_1


"Jangan beritahu Ibunya Alya atau kakaknya atau mereka yang dekat dengan Alya."


"Keluarganya harus tahu agar kita tidak disalahkan saat terjadi sesuatu tidak kita inginkan."


"Jangan. Kalau aku bilang jangan ya jangan." Farhan menatap Arka dengan tatapan tajam.


**********


Di rumah sakit tempat Chandra dirawat.


"Najwa, Alya kemana? Kenapa dia belum ke sini?" tanya Chandra.


"Dia sudah pulang dari kantornya Bu. Mungkin sekarang sedang dijalan," jelas Najwa.


Chandra tak berucap lagi, dia hanya mengangguk pelan lalu memejamkan matanya.


Najwa menutup mulutnya rapat-rapat dengan mata yang terus menatap sang Ibu.


Setelah hampir sepuluh menit, Najwa terdiam tiba-tiba dirinya merasa khawatir karena Alya belum juga tiba padahal sudah dari tadi Alya bilang sudah pulang dan tinggal ke rumah sakit untuk menemui dan menjaga Ibunya.


"Kenapa Alya belum datang juga? Kemana dia?" ucap Najwa didalam hatinya.


Najwa meraih ponselnya lalu menelpon Alya namun beberapa kali mencoba menelponnya tak ada jawaban dari Alya. Telponnya aktif tapi Alya tidak menerima telponnya.


"Gak biasanya anak itu membiarkan telponnya terus berdering. Biasanya Alya langsung menerima telpon dari aku. Apa yang terjadi pada Alya?" ucap Najwa didalam hatinya.


Najwa menatap Ibunya yang sedang tidur pulas lalu merapikan selimut yang menutupi tubuh sang Ibu!


"Bu, aku harus pergi ke kantornya Arka untuk mencari Alya. Aku takut terjadi sesuatu padanya," ucap Najwa lalu meninggalkan Chandra di ruangan itu saat ibunya itu tengah tertidur!


Dengan langkah lebar, Najwa berjalan cepat! Dirinya tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada Alya karena adiknya itu baru merasakan sedikit kasih sayang dari ibunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2