
Di taman tempat mereka akan melakukan foto prewedding.
Mobil yang dikemudikan oleh Farhan datang bersamaan dengan Arka.
Alya turun dari mobil Arka dan langsung memasuki area Taman itu sedangkan Farhan masih diam didalam mobilnya sambil menatap Alya yang keluar dari mobil Arka.
"Alya sama cowok ... siapa dia?" ucap Julian yang duduk di samping Farhan.
"Ngapain laki-laki itu ikut juga," gumam Farhan dengan nada kesal.
"Emang dia siapa kak?"
"Bosnya Alya."
"Bos? Ada ya Bos yang dekatnya kayak gitu sama karyawannya."
"Ya itu ada, kamu gak lihat apa." Farhan segera keluar dari mobilnya dan mulai berjalan menghampiri Arka yang masih berada di dalam mobilnya.
"Ngapain kakak nyamperin laki-laki itu? Jangan-jangan ...!" Julian langsung keluar dari mobilnya dan segera menyusul Farhan.
Dirinya takut Farhan akan membuat keributan di sana dan akan membuat acara hari ini gagal.
"Selamat pagi calon kakak ipar," ucap Arka pada Farhan.
"Kamu jangan pernah dekati Alya apalagi menyebut aku calon kakak ipar," ucap Farhan dengan tatapan tajam dan dengan jari telunjuk yang ia arahkan pada Arka.
"Slow Farhan, tenang. Kamu mau menikah sama Najwa kan jadi bebas dong aku mau deketin Alya." Arka berucap sembari menyingkirkan tangan Farhan dari hadapannya.
"Siapa lagi ini? Orang yang suka sama Alya juga?" tanya Arka saat melihat Julian.
"Bukan urusan kamu."
"Farhan, selamat bersenang-senang ya sama calon istri kamu oh ya nanti jangan lupa undang aku dan Alya ke pernikahan kalian."
"Aku gak sudi ketemu sama kamu."
"Udah-udah. Kalau lebih baik kita pergi dari sini, jangan terlalu pikirkan orang lain," ucap Julian.
*********
Didalam taman itu.
Alya berjalan menghampiri Najwa yang sudah tiba di sana lebih dahulu!
"Alya, kamu lama banget di jalan. Apa karena pergi sama Arka jadinya sengaja dilama-lamain di jalannya?" ucap Najwa.
"Kakak nya aja yang bawa mobil terlalu cepat, mentang-mentang mau prewedding sampai gak sabar untuk datang ke tempat ini."
Najwa tertawa renyah lalu menarik tangan Alya membawanya ke ruang ganti yang sudah dibuat oleh orang-orangnya!
"Ayo Alya, akan kakak perlihatkan pakaian hari ini."
Alya pun ikut saja kemana Najwa membawanya.
__ADS_1
Di tempat lain.
Chandra sedang berjalan menuju tempat yang sudah mereka tentukan, tak sengaja dia bertemu dengan Farhan dan Julian di sana.
"Pagi Farhan, Julian," ucap Chandra.
"Pagi Tante." Dua pemuda tampan itupun langsung mencium punggung tangan Chandra.
"Najwa mana?"
"Dia sudah lebih dahulu tiba di sini Tante jadi mungkin dia udah ada di titik lokasinya," jelas Farhan.
"Oh. Ya udah ayo kita ke sana."
"Silahkan, Tante duluan," ucap Julian.
Chandra tersenyum lalu mulai berjalan! Farhan dan Julian pun berjalan dibelakang Chandra.
"Wah kak, bajunya bagus-bagus banget," ucap Alya.
"Iya dong, semua ini kakak yang pilih."
Tak lama saat Najwa dan Alya sedang berbincang. Chandra dengan dua pemuda di belakangnya tiba di sana.
"Ibu," gumam Alya.
Alya yang sedang duduk langsung berdiri dan ingin mencium punggung tangan sang Ibu.
Dengan senyuman manisnya, Alya mengulurkan tangannya pada Chandra namun bukan senyuman hangat yang Alya dapatkan melainkan hanya tatapan sinis dari sang ibu bahkan nampaknya Chandra tidak ingin bersalam dengan Alya, semua terlihat karena Chandra tak juga menjabat tangan Alya dan memilih mengalihkan pandangan ke tempat lain.
Betapa dirinya sangat merindukan Chandra namun ternyata jangankan memeluknya untuk dapat mencium punggung tangan Chandra saja sudah menjadi hal yang tidak mungkin baginya.
Farhan dan Julian saling menatap satu sama lain, ingin sekali Farhan menghibur Alya namun dirinya tidak bisa karena tidak mungkin dia lebih perhatian terhadap Alya didepan Najwa dan yang lainnya.
"Alya ayo ikut aku. Di sana ada banyak bunga yang pastinya kamu akan suka," ucap Julian sembari meraih tangan Alya.
"Kalian lanjutkan acara kalian ya. Aku mau keliling taman dulu sama Alya.
" Ya, Hati-hati Julian. Jangan sampai adikku kenapa-kenapa, awas kalau sampai lecet."
Tanpa bertanya lagi, Julian langsung menarik tangan Alya dan membawanya ke tempat lain.
"Fotografer nya belum datang ya?" tanya Farhan.
"Belum. Mereka masih di jalan. Sambil nunggu, kamu pilih baju dulu yang mana yang mau kamu pakai lebih dahulu."
"Emang mau berapa kali ganti baju?"
"Tiga kali."
"Harus tiga ya?"
"Aku maunya tiga tapi terserah kamu deh mau berapa. Aku ikut aja."
__ADS_1
Di tempat lain.
Alya dan Julian duduk di sebuah kursi taman. Mereka duduk bersebelahan, tak ada percakapan diantara keduanya, mereka hanya diam dan asyik dengan pemikirannya masing-masing.
"Aku cari-cari tahunya kamu di sini," ucap Arka pada Alya.
"Eh Pak. Maaf saya lupa kalau Anda ikut juga," ucap Alya.
"Kayaknya aneh ya, aku masih muda tapi dipanggil Pak. Gak enak aja didengarnya gitu."
"Emang kamu siapanya Alya?" tanya Julian.
"Aku atasannya Alya di kantor."
"Oh pantas."
"Kenapa?"
"Tidak."
"Alya, bisa gak kalau sedang di luar seperti ini jangan panggil saya Pak, panggil nama aja kayaknya lebih enak didengar," ucap Arka pada Alya.
"Tapi Pak, sayanya yang gak enak. Gak sopan banget manggil nama sama atasan."
"Enakin aja lagi. Lagipula bos kamu ini masih muda dan keren," ucap Julian.
"Benarkah? Aku rasa biasa aja tuh."
"Boleh aku duduk sama kalian? Gak mungkin lah ya aku berdiri terus kayak bodyguard aja."
"Ya duduk lah, lagian gak ada yang larang," ucap Alya.
Dari kejauhan, Chandra memperhatikan Alya yang saat itu sedang duduk di tengah-tengah dua laki-laki yang memiliki jabatan tinggi di masing-masing perusahaannya.
"Anak itu selalu dikelilingi oleh orang-orang berpangkat dan anak orang kaya. Sebenarnya apa yang istimewa dari anak yang terlahir dari perempuan hina yang mau menjadi istri kedua? Aku tidak habis pikir kenapa anak itu begitu mempesona," ucap Chandra didalam hatinya.
Chandra terus memperhatikan Alya dan dua laki-laki yang bersama anak tirinya itu. Ada rasa yang tak biasa saat melihat Alya tertawa lepas bersama mereka, rasanya dirinya tak ikhlas melihat Alya bahagia.
Chandra berjalan menghampiri Alya dan dua laki-laki itu!
"Alya, sesi pemotretannya sudah dimulai. Kamu gak mau melihatnya?" ucap Chandra pada Alya.
"Sudah mulai ya. Aku ingin lihat Bu pasti kak Najwa terlihat sangat cantik bukan."
"Kalau gitu cepatlah, sebelum pemotretannya selesai."
Sengaja, Chandra memberitahu Alya agar Alya melihat kemesraan diantara Farhan dan Najwa. Dengan begitu, Alya yang mencintai Farhan akan merasa perih dan sakit hatinya.
"Alya, apa gak sebaiknya kamu di sini aja," ucap Julian yang memang datang untuk mengalihkan perhatian Alya dari pemotretan itu karena dia tahu Alya pasti cemburu dan sedih.
"Aku mau lihat mereka. Ayolah, kamu juga ikut denganku."
"Saya akan ikut denganmu," ucap Arka.
__ADS_1
Mereka pun berjalan bersama menuju titik pemotretan itu dilangsungkan!
Bersambung