
Di kediaman Broto.
"Sudah jam segini, Farhan belum pulang juga. Kemana dia?" ucap Rossa.
"Ma, Mama jangan sedih, aku akan mencari Kak Farhan," ucap Julian.
"Mama takut terjadi sesuatu pada kakakmu. Tidak seperti biasanya dia seperti ini."
"Mama jangan khawatir, kakak udah dewasa, dia udah bisa jaga diri.".
"Dari kemarin dia gak bisa dihubungi, Mama gak bisa tenang."
"Mama jangan sedih lagi, aku pergi sekarang untuk mencari kakak."
Julian bangkit lalu mulai melangkah meninggalkan Rossa di sana!
Sebagai seorang Ibu, Rossa merasa khawatir terhadap anaknya meski anak pertamanya itu sudah bukan anak kecil lagi. Selama ini Farhan tidak pernah tidak pulang apalagi sampai tidak bisa dihubungi. Wajar saja saat ini Rossa begitu cemas dan sudah berpikiran buruk tentang putranya.
**********
Di kediaman Danuarta.
"Dari mana aja kamu Arka? Dari kemarin susah dihubungi pas pulang malah lecek kayak gini," ucap Danuarta saat melihat Arka yang seperti tak memiliki semangat.
"Maaf Pa, aku lupa mengabari Papa," sahut Arka.
"Kalau Mama mu masih ada mungkin dia sudah nangis semalaman karena kamu gak pulang-pulang."
"Maaf Pa, aku sangat panik sampai aku lupa menelpon Papa."
"Kamu kenapa sih, ada apa?"
"Kemarin saat pulang dari kantor, tiba-tiba Alya pingsan jadi aku bawa dia ke rumah sakit dan entah apa yang terjadi padanya tiba-tiba Alya mengalami koma. Jujur aku sangat khawatir sama dia Pa."
"Apa, koma? Kenapa bisa koma padahal Alya terlihat sehat-sehat aja."
"Kenyataannya memang begitu Pa."
"Kamu tanya dong sama Dokter yang menangani Alya. Apa yang terjadi pada Alya dan penyakit apa yang dideritanya."
"Aku sudah tanya tapi Dokter tak menjawabnya. Mereka terus saja mengatakan bahwa Alya baik-baik saja. Aku rasa seperti ada yang mereka sembunyikan."
"Apa Bu Chandra tahu tentang Alya?"
"Tidak. Farhan melarangku untuk memberi tahu keluarga Alya."
"Farhan? Siapa dia?"
"Ceritanya rumit Pa, yang aku tahu Farhan adalah pacarnya Alya yang Alya putuskan dengan sebelah pihak. Selama ini Farhan selalu saja datang dan menginginkan kembali pada Alya."
__ADS_1
**********
"Bu, sekarang waktunya Ibu minum obat. Ibu makan dulu ya, makanan yang disiapkan rumah sakit sudah tiba," ucap Alya yang tak ingin membahas semua masalah yang menguras emosi jiwanya.
"Ibu tidak lapar, langsung minum obat saja."
"Tidak Bu. Anjurannya makan dulu baru minum obat," ucap Najwa.
"Tapi Ibu ...."
"Jangan banyak berpikir dulu Bu, Ibu harus fokus pada kesembuhan Ibu." Alya menyendok bubur yang dipegangnya lalu menyodorkan sendoknya pada mulut Chandra!
"Makan ya Bu, aku mohon, aku ingin menyuapi Ibu sekali ini saja," sambung Alya.
Chandra tersenyum tipis lalu membuka mulutnya dan makan dari suapan Alya.
Najwa tersenyum lalu meraih selembar tissue dan membersihkan makanan yang belepotan di bibir Chandra.
"Wah Ibu, sekarang dua putrimu ini sedang berkumpul bersamamu. Apa Ibu bahagia," ucap Najwa.
"Nak, setelah Ibu melakukan semua ini pada kalian, apa kalian tidak membenci Ibu?"
"Hei Ibu, jangan bicarakan itu lagi. Tidak mungkin kami membenci Ibu."
**********
Farhan yang sedang berjalan menuju mobilnya setelah beberapa saat dia terdiam dan merenung di taman itu langsung menatap ke arah suara.
"Julian. Kamu ngapain di sini, gak ke kantor?" tanya Farhan.
"Kakak yang ngapain di sini? Kenapa gak pulang, kenapa gak bisa dihubungi, kenapa kakak gak memperdulikan Mama yang semalaman gak tidur gara-gara nungguin kakak? Kenapa kak, kenapa?"
"Maaf, aku lupa mengabari kalian. Aku akan pulang sekarang."
"Maaf saja ... tidak ada sedikitpun niatan untuk kakak menjelaskan semua yang aku tanyakan?"
"Akan aku jelaskan nanti, setelah aku sudah sedikit tenang. Aku capek dan sekarang mau pulang."
Julian tak dapat berkata-kata lagi, dia hanya bisa diam dan membiarkan kakaknya pergi.
"Apa yang terjadi padamu kak? Serumit itu kah cinta? Hah untung aku gak punya cinta dan semoga saja cintaku nanti tidak seperti kakak," gumam Julian lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh darinya!
Julian pun mulai mengikuti sang kakak dari belakang.
**********
"Man, Mbok mau ke rumah sakit. Mau jagain Ibu," ucap Mbok Darti pada Arman.
"Saya antar ya Mbok," ucap Arman.
__ADS_1
"Iya lah, Mbok mau ke rumah sakit naik apa kalau gak kamu antar. Mbok kan paling takut naik angkutan kota."
"Ya udah ayo Mbok, kita pergi sekarang."
"Sebentar, Mbok mau siap-siap dulu."
"Saya juga mau nyiapin mobil."
Mereka berdua pun mengerjakan keperluan masing-masing terlebih dahulu.
**********
Di kantor Arka.
Arka bekerja sendiri setelah kemarin dia merasa bahagia karena Alya masuk kerja tapi sekarang dirinya harus sendiri lagi tanpa adanya Alya yang membantu pekerjaannya.
Di ruangan pribadinya, Arka tidak fokus bekerja karena terus memikirkan tentang Alya.
"Sebenarnya Alya menderita penyakit apa? Kenapa tiba-tiba dia koma tapi tak lama dia sadar dan langsung bersikap seperti orang yang tidak sakit, apa yang terjadi padanya?" gumam Arka.
Pemuda itu terus melamun memikirkan semua yang terjadi semalam pada Alya ditambah lagi dengan semua cerita tentang Farhan dan juga keluarga Alya, membuatnya semakin pusing.
Dirinya yang terlanjur jatuh cinta pada Alya, merasa berat jika suatu saat Alya memilih Farhan dan meninggalkan dirinya begitu saja.
"Sudah jelas, Farhan dan Alya pernah memiliki hubungan tapi apa yang membuat Farhan harus menikahi Najwa? Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka. Jika menang aku tidak bisa memiliki Alya, setidaknya dia bahagia bersama orang yang dicintainya."
"Kamu ini, lagi kerja kok bengong terus nanti yang ada kerjaan kamu berantakan," ucap Danuarta.
"Eh Pa, sejak kapan Papa di sini?"
"Sekitar lima menit lalu." Danuarta berjalan mendekati putranya!
"Kamu kenapa? Kalau ada masalah cerita sama Papa mungkin Papa bisa bantu kamu."
"Gakpapa kok Pa, biasalah anak muda."
"Biasa tapi kamu kayak stres gitu. Masalah perempuan ya?"
"Bisa jadi."
"Kok bisa jadi? Gak jelas banget kamu ini. Jangan sampai kamu memikirkan masalah yang gak jelas sampai kamu seperti ini."
Arka tak menyahut, sebenarnya yang dikatakan oleh Papanya itu ada benarnya. Saat ini dirinya memikirkan sesuatu yang tak pasti, dirinya pusing memikirkan masalah Alya yang sebenarnya belum tentu Alya menjadi miliknya karena selama ini meski mereka dekat tapi tak ada ikatan apapun selain hubungan sebagai Bos dan sekretaris saja.
Dirinya memang pernah blak-blakan tentang perasaannya pada Alya tapi belum ada obrolan serius diantara keduanya.
Mereka terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.
Bersambung
__ADS_1