
Setelah melewati semua proses, kini Alya sudah dimakamkan. Semua orang sudah pergi dari sana dan tinggal menyisakan Chandra, Najwa, Farhan dan Arka juga dua Dokter yang selama ini mendampingi Alya.
Chandra duduk di samping makam Alya sembari memeluk nisannya.
"Kenapa kamu menghukum Ibu sampai seberat ini, Nak? Apa tidak ada maaf untuk Ibu yang mengharuskan Ibu menjalani hukuman berat ini? Kembalilah Alya, kembali. Ibu janji akan menyayangi kamu seperti Ibu menyayangi Najwa. Ibu janji Alya," ucap Chandra yang sedari tadi enggan meninggalkan rumah terakhir Alya itu.
Semua orang yang berada di sana merasa pilu dan serasa teriris menyaksikan Chandra yang hancur dengan kepergian anak keduanya itu.
"Tante yang kuat ya, ini sudah takdir dari Tuhan yang harus kita jalani. Aku turut berdukacita atas perginya Alya. Tante yang sabar ya," ucap Arka pada Chandra.
Chandra tak menyahut, hanya ada isak tangis yang terdengar dari bibirnya.
"Najwa, Farhan, kalian juga sabar ya. Aku permisi."
__ADS_1
"Terimakasih ya, kamu sudah sangat membantu kami," ucap Najwa.
Arka pun langsung pergi meninggalkan tempat itu karena masih banyak yang harus dia lakukan!
"Bu, udahlah jangan terus menangis seperti ini. Penyesalan tidak akan ada gunanya, Alya sudah pergi, ikhlaskan dia agar dia tenang di sana," ucap Najwa menguatkan sang Ibu.
Sebenarnya dirinya masih sangat merasa sakit dan kehilangan Alya tapi dirinya harus kuat demi Ibunya.
"Tidak Tante, selama ini Alya tidak pernah menganggap Tante bersalah atau mempunyai salah padanya. Alya sayang sama Tante seperti dia sayang pada Ibu kandungnya. Kalau tidak ada Tante, Alya gak akan bisa hidup sampai dia dewasa, karena itulah dia tidak pernah membenci Tante," jelas Farhan yang saat itu berdiri di samping Najwa.
"Sekarang sudah sore dan sepertinya sebentar lagi hujan akan turun mari kita pulang Bu." Dokter Wike yang sebenarnya tak ingin pergi dari sana pun mencoba membujuk Chandra agar mau pulang.
Saat itu memang sudah gerimis kecil, seolah ikut berduka atas kepergian Alya, langit pun mendung dan perlahan tapi pasti dari gerimis yang hanya sedikit perlahan menjadi sedikit lebat dan menandakan sebentar lagi hujan deras akan turun.
__ADS_1
"Bu, ayo kita pergi. Biarkan Alya beristirahat tenang." Najwa memaksa Chandra untuk bangkit dari tempatnya duduk dan perlahan membawanya berjalan menuju mobilnya!
Farhan segera membantu dengan memegangi tangan kanan Chandra agar Najwa tak terlalu berat menahan bobot tubuh ibunya itu.
Dibelakang mereka, Dokter Andrew dan Dokter Wike berjalan perlahan mengikuti langkah mereka yang ada di depannya!
"Mas, sebagai Dokter yang menangani penyakit Alya, apa kita gagal dalam menyelamatkan pasien." Dokter Wike berucap dengan air matanya yang terus mengalir di pipinya.
"Tidak sayang, kita sudah berusaha semampu kita untuk membantu Alya. Ini takdir Tuhan yang sudah dituliskan untuk Alya sejak dia lahir ke dunia ini." Sebagai suami, Dokter Andrew paham betul dengan apa yang dirasakan oleh istrinya.
Kehilangan sosok yang sudah dianggap sebagai adik sendiri, memang begitu berat dan menyakitkan untuk Wike. Apalagi Wike yang hanya terlahir sebagai anak satu-satunya di keluarganya, kepergian Alya membuat luka dalam di hatinya.
Bersambung
__ADS_1