
Di sinilah mereka berada, di salah satu Restoran Ayam Geprek terkenal di Kota J. Valencia sangat senang karena bisa makan Ayam Geprek,ia mencoba Level 10. Cortie tak menyetujui itu, karena level 10 sudah super pedas ia takut menyakiti janin yang ada di perut Valencia, namun Valencia mengeluarkan jurus puppy eyes, yang mana membuat Cortie tak tahan untuk tidak mengatakan iya.
Claire dan Clark di pesan ayam geprek tanpa cabai, keduanya seolah tidak peduli mau pedas atau tidak yang penting makan. Beda hal, Rosse dan Luna mereka berdua mengikuti pesanan maminya. Hanya Cortie yang normal level 4, menurutnya sudah pedas.
Tak berapa lama, pesanan mereka diantar oleh pelayan restoran. Tak lupa macam-macam air minum dan susu khusus kembar yang di pesan oleh bumi.
“Mari berdoa,” ajak Valencia.
Setelah berdoa, mereka makan dengan lahap.Cortie menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga wanita beda usia itu. Apakah mereka tidak merasa kepedasan ? begitulah pikirnya.
“wah, kalian sedang makan besar nih, “ tegur Evelyne.
Tanpa permisi ia duduk di samping Luna, ia juga memesan beberapa makan terenak dan meminta bill-Nya di gabung dengan pesanan Cortie. Valencia yang mendengar itu sangat geram,namun karena tidak mau nafsu makannya hilang ia membiarkan Evelyne melakukan kesukaannya. Sayangkan ayamnya kalau tidak di habiskan pikirnya.
Tak berapa lama pesanan Evelyne datang, ia langsung melahap makanannya tanpa menghiraukan tatapan heran dari beberapa pasang mata.Claire melihat mereka semua, membuka suara.
“Tonti lapal,’ya ?” tanyanya lugu.
“Anak kecil diam aja,” ucapnya ketus.
“Olang nanya,di malah. Dacal otak ulal,” celetuk Clark.
“Clark jangan ngomong seperti itu tidak sopan,’sayang” tegur Cortie kepada Clark.
“Maap papi Colti,” ucapnya pelan.
Cortie mengusap pucuk kepala Clark, anaknya ini sangatlah senang menyindir dan mengatai orang, beda hal dengan kembarannya yang mudah sekali menangis. Katakanlah cengeng, tapi wajar sih karena masih kecil.
Karena mereka sudah selesai, Cortie mengajak Valencia dan anak-anak untuk pulang. Namun, mereka di cegat Evelyne.
“tunggu,!” cegatnya
“Apalagi, makan gratis udah. Mau apalagi ?” tanya Valencia ketus.
“Aku ikut kalian,” ucapnya beranjak dari tempat duduknya.
“Minta jemput suamimu, jangan gatal dengan suami orang,” sarkas valencia.
“Cortie akan jadi suamiku juga, jadi harus berbagi,” jawabnya tak tau malu.
“Kau kira aku mau berbagi, mending aku jadi janda daripada berbagi suami,” sarkas valencia.
“Mbak, masa cantik-cantik mau berbagi suami. Kalau aku sih ogah, benar kata mbak itu lebih baik menjanda daripada berbagi,” sarkas ibu dimeja sebelah.
“Malu dong bu, kalau nggak malu uratnya udah terbakar,” timpal yang lainnya.
Valencia tersenyum sinis, ia ingin melihat bagaimana Evelyne yang ngotot ingin merebut suaminya.
“Ayo sayang, ingat kandungan kamu. Jangan banyak berdebat nanti janin kita mulutnya nggak ada lawan,” goda Cortie.
Cortie tak ingin menanggapi Evelyne, menurutnya kita depresi jika menanggapi ocehan yang tidak ada habisnya. Jadi Cortie dan keluarga kecilnya meninggalkan Evelyne yang meneriaki nama Cortie.
__ADS_1
Evelyne di usur oleh manager restoran itu, karena mengganggu waktu makan siang pelanggannya.
“Sial, aku harus kemana. Ke mansion Cortie, sudah pasti di usir. Kembali kerumah Ardio sudah pasti tidak bisa. Apalagi karena kejadian pagi tadi, aduh gimana ya,”
“Haa, tante Lucia semoga bisa bantu aku,” idenya.
Ia pun segera menghubungi Tante Lucia dan mengatakan bahwa ia telah di usir Cortie dari mansion,ia juga membutuhkan tempat tinggal yang mana membuat Tante Lucia kasihan dan memintanya untuk datang kerumah.
Tak tahu kah, tante Lucia bahwa ia mendatangkan musibah besar di rumah tangganya.
Ketika Evelyne memesan taksi tanpa sadar ia melangkah terus ke jalan raya karena sibuk menatap ponselnya dari arah kiri jalan terdapat sebuah mobil yang melaju kencang, tetap saja ia tak menyadari hal itu.
Bunyi klakson sangatlah nyaring hingga mengejutkan Evelyne yang kaget dirinya sudah ditengah jalan. Ia menoleh kearah suarah klakson dan..
CKITTTT !!!
“Kok nggak sakit ya ?” ucapnya.
“Mbak kalau mau nyebrang liat kanan-kiri, kalau ketabrak saya yang repot,” omelnya.
“Maaf-maaf..” ucapnya gugup
Evelyne pun bangkit dari jongkoknya, ia menepuk-nepuk tangannya. Ia menolehkan kepalanya menatap pria yang mengomelinya.
“Wow, gantengnya. Bisa aku manfaatin nih cowok,” ujarnya dalam hati.
“Mbak dengar saya nggak,” omelnya lagi.
“ya, sudah saya mau balik dulu,” ucapnya dan akan masuk kedalam mobil,tapi dicagah oleh Evelyne.
“Tunggu...!!!”
“Ada apa,’ mbak ?” tanya pria itu.
“Apa saya boleh ikut ? saya tidak ada tempat tinggal,” ucapnya memelas.
“Huft ada saja, tapi saya nggak bisa mbak. Saya sudah berkeluarga,” terangnya.
“tapi saya juga nggak ada tempat tinggal,jadi pembantu di rumahmu juga bisa atau bersih-bersih di rumahmu,” bujuk Evelyne.
“Ngeyel banget sih, ‘mbak !” ucapnya frustasi.
“baiklah, mbak bisa tinggal di apartement saya,” putusnya.
“Oh, baiklah “ ucapnya senang.
Selama dalam perjalanan,hanya suara Evelyne yang berceloteh membuat pria disampingnya sedikit risih. Beberapa menit kemudian, tibalah mereka di sebuah apartement elit milik pria itu. Ia mengajak Evelyne untuk turun dan menuju unitnya.
Evelyne menyeret kopernya dengan senyum yang tak lepas,ia merasa mendapatkan uang segepok di hari ini.
“tinggallah di sini, jangan macam-macam,” pesannya.
__ADS_1
“Baiklah,” ucapnya tersenyum.
Pria itu meninggalkan Evelyne yang masih menatap kagum seisi apartementnya. Pria itu memilih membersihkan badannya dan lekas untuk kembali kerumah.
“Kamu di sinilah,aku akan pergi kerumah,” ucapnya dan pergi meninggalkan Evelyne.
“Akh, akhirnya aku bisa tinggal di apartement gratis. Tidak mengeluarkan uang untuk bayar sewa,” ucapnya santai.
“bersih-bersih dulu deh, “ ucapnya.
Sementara itu, dimansion Cortie sedang kedatangan tamu. Ardio,Ara dan Aleysia bertamu ke masion Cortie, mereka tengah membahas masalah tadi. Ardio meminta maaf jika mantan istrinya memiliki niat untuk merusak rumah tangga Cortie dan Valen.
Ia juga bertanya mengapa saat itu, menuduh Valencia berselingkuh dengannya dan akhirnya Ardio mendapatkan jawabannya. Tak lupa ardio memberitahukan kepada Cortie bahwa ia sedang mengurus perceraian nya dengan Evelyne dan akan mengambil hak asuh Ara.
Mendengar itu, Cortie hanya memberi semangat kepada Ardio dan juga menggoda Ardio untuk PDKT dengan Aleysia. Yang digoda malah melototkan matanya.
“Semoga dia tidak mengganggu rumah tangga aku dan Mas Cortie,” ucapnya dalam hati.
Tak terasa sudah pukul 21.00, Ardio pamit kepada Cortie untuk mengajak Aleysia pulang. Ara berada dalam gendongan sang Daddy. Karena gadis kecil itu sudah tertidur sedari tadi.
Sedangkan Cortie dan Valencia beranjak ke kemar mereka untuk tidur, namun sebelum itu mereka berdua masuk ke kamar si kembar dan juga kamar Luna dan Rosse.
“Kalian sudah besar,‘sayang. Mami sayang kalian,” ucapnya tersenyum dan mencium wajah anak-anaknya
Begitu juga dengan Cortie ia melakukan hal yang sama seperti yang istrinya lakukan. Kemudian, keduanya beranjak dari sana.
“Mas,sikat gigi dulu,!” perintah Valencia.
Suaminya ini hobi sekali lupa menggosok gigi,Valencia jadi ragu bila selama ia koma suaminya ingat gosok gigi sebelum tidur. Apa ia harus menulis di pintu kamar mandi untuk mengingatkan suaminya menggosok gigi.
Apa suaminya itu tidak tahu bahwa rendahnya air liur antibakteri pada malam hari dapat menyebabkan mereka lebih rentan terhadap zat-zat pemicu gigi berlubang dan penyakit gusi dan tanpa menykat gigi sebelum tidur,plak pada gigi akan mengeras sehingga terbentuk karang gigi yang menyebabkan masalah bau mulut serta gusi berdarah. Begitulah nasehatnya kepada suami serta anak-anaknya ketika mereka melupakan sikat gigi pada malam hari.
CEKLEK !!!
“Sudah ya, mas sikat gigi,” adunya
“Iya mas, iya.”
“mari tidur,mas besok ada tamu dari luar negeri,” ucapnya sambil menaiki ranjang.
“besok minggu,” tegur valencia.
“Hei, kemarin minggu. Ini besok senin,” jawab Cortie
“Kalau kemarin minggu, besok senin lalu hari ini hari apa ?” tanya Valencia bingung.
“Ya hari ini lah,” celetuk Cortie.
“Mas nggak bisa hitung hari ya ?” tanyanya lugu
Namun, yang di tanya tidak menjawab membuat Valencia kesal dengan suaminya. Maklum Valencia hamil muda sudah mulai sensitif di tinggal suaminya tidur.
__ADS_1