Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
009.


__ADS_3

Seperti biasa rutinitas keluarga Cortie, kini tengah menyantap sarapannya masing-masing, mereka tidak memperdulikan keberadaan Evelyne yang menahan kesal karena di acuhkan oleh Cortie maupun Valencia.


“Aku udah selesai,” ucapnya lalu beranjak pergi meninggalkan piring kotornya begitu saja.


Valencia dan Cortie hanya melihat saja, tanpa ingin berucap. Mereka sedang malas berdebat, membuat semua yang di ruangan itu tak berani bergerak karena suasananya kali ini sangat menyeramkan.


“Rosse, selesai semua,” ucapnya memecah keheningan.


“Luna juga,” timpalnya


Kedua gadis SMA itu beranjak membawa piring masing-masing. Kali ini Claire dan Clark tak ikut mereka sarapan, karena keduanya masih tertidur pulas dikamarnya.


Tak lama, semua pekerja beranjak dari duduknya dan membawa piring kotor menuju wastafel.Cortie melihat sang istrinya danbegitu juga Valencia yang menatap balik, hanya mereka berdua yang tahu.


Tak berapa lama, Rosse dan Luna pamit pergi ke sekolah sudah beberapa hari ini keduanya di antar oleh supir dikarenakan kedua orang tua angkatnya sedang perang dingin antar sesama.


Kini tinggallah Cortie dan Valencia, keduanya sedang duduk santai di taman samping. Keduanya bercerita panjang lebar kadang tertawa kadang berdebat. Evelyne yang melihat mereka dari jauh merasa kesal sendiri, pasalnya Cortie tak mengindahkan ancamannya.


Evelyne berjalan mendekati keduanya, ia duduk di tengah Cortie dan Valencia. Hal yang membuat Cortie emosi, Evelyne tak bisa sopan dengan istrinya dan selalu membuat rusuh setiap hari.


“kamu kenapa sih nggak sopan, Vale itu istri aku bukan kamu,” ucapnya emosi


“kenapa ? aku kan sebentar lagi jadi istri keduamu,” ucapnya tak kalah emosi.


“Terserah kamu, sayang ayo kita ke kamar saja. Mas mau berangkat ke kantor,” ajak Cortie.


“Baiklah mas,” jawab Valencia. Ia juga malas melihat keberadaan Evelyne.


Melihat Cortie dan Valencia akan pergi, entah dorongan dari mana yang membuat Evelyne mendorong Valencia dan mengakibatkan Valencia menabrak pinggiran  kursi.


BRUGH !!!!


“Sayang !!!” teriak Cortie kaget.


Cepat-cepat ia membantu istrinya untuk bangkit, Cortie menatap Evelyne dengan tatapan yang sangat tajam.


“Jika terjadi sesuatu dengan Vale, kamu akan tahu akibatnya,” ancam Cortie.


“Cort, aku tak sengaja,”  ucapnya ketakutan.


“Pergi dari mansionku sekarang,” bentaknya.


“Aku nggak mau pergi” balas Evelyne marah.


“Kau tak berhak tinggal di mansionku,aku tak sudi mansionku di tinggal para penjahat,” sarkasnya. 


“Mas, sa.. sakit,” ucapnya lirih dan tak sadarkan diri.


Cortie membopong tubuh Valencia yang sudah tak sadarkan diri, ketika ia berbalik ia melihat Ardio yang menatap marah ke arah Evelyne. Cortie bingung dengan situasi ini, tapi ia harus membawa istrinya ke rumah sakit.

__ADS_1


“EVELYNE !!!,”


Evelyne yang mendengar suara yang sangat familiar mendadak membeku. Suara suaminya, Ardio. Tubuhnya bergetar hebat dan keringat dingin menyelimuti dirinya. Ardio tak menyangka jika istrinya lah duri di rumah tangga teman bisnisnya. Pantas saja istrinya meminta ia dan anaknya untuk pindah ke kota J dan istrinya juga jarang pulang ke rumah. Jadi inilah alasannya, ini yang dia bilang ada pekerjaan.


Sungguh hatinya sakit luar biasa,ia menyeret istrinya dengan kasar, tanpa memperhatikan ekspresi kebingungan Cortie. Sadar akan kebingungannya, Cortie meminta supir untuk mengantarkan ia ke rumah sakit terdekat dan tak lupa meminta Maid Sulung untuk menjaga si kembar sementara waktu.


Di mobil, Cortie masih tak menyangka jika istri yang dimaksud Ardio adalah Evelyne. Apa selama ini Evelyne membohongi semua orang ? entahlah ia tak habis pikir dengan Evelyne.


Sesampainya di rumah sakit, supir berteriak untuk meminta tolong sedangkan Cortie ia membopong tubuh istrinya. Beberapa suster dan dokter membawa brangkar ke arah Cortie dan meminta supaya Valencia diletakan diatas brankar itu.


Di sisi lain,


“ ini maksudmu, untuk kita pindah ke kota ini ? untuk menghancurkan rumah tangga orang ?” tanyanya emosi.


Evelyne hanya diam saja, ia sangat takut dengan Ardio.


“Jawab aku, Eve. Apa ini kemauanmu ?” tanyanya lagi


Ardio mengemudi mobil seperti kesetanan, tak peduli klakson dari tiap pemudi. Hal itu membuat Evelyne takut, ia menangis ketakutan hingga mereka sampai di perkarangan rumah keduanya.


Ardio menarik Evelyne keluar dari mobil dan menyeretnya masuk ke rumah. Kemudian Ardio melempar Evelyne ke sofa.


“Jawab aku Evelyne, apa mau mu sekarang ?” ucapnya dengan nafas memburu.


“AKU INGIN PISAH DENGANMU DAN KEMBALI BERSAMA CORTIE,” ucapnya mantap.


“EVELYNE !!!” teriak Ardio


“AKU INGIN PISAH DENGANMU,KAU TIDAK BISA MEMBUATKU BAHAGIA, HARTAMU TAK SEBANYAK HARTA CORTIE. AKU MENYESAL MENIKAH DENGAN ORANG SEPERTIMU,” teriak Evelyne.


“Kau menyesal menikah denganku ?” tanya Ardio lirih.


“Iya, aku menyesal” jawabnya tanpa bersalah


“Baiklah, aku akan mengabulkannya,” ucap Ardio. Setelah itu ia meninggalkan Evelyne di ruang tamu.


Evelyne beranjak dan pergi ke kamarnya, ia akan membawa semua barang-barang miliknya dari rumah ini dan akan menetap di apartemennya.


“Setidaknya aku bebas dan bisa mengejar cintaku yang sesungguhnya, “ ujarnya.


Setelah selesai berberes, Evelyne mengambil semua perhiasan miliknya dan beberapa surat menyurat yang diberikan Ardio kepadanya ketika mereka menikah.


“Jangan membawa barang-barang yang pernah aku berikan kepadamu. Itu semua milikku dan bukan milikmu lagi.” ucap Ardio dingin dan ia merebut surat-surat serta perhiasan di tangan Evelyne.


Evelyne yang tak terimapu menarik paksa semua barang-barang ditangan Ardio, mana mungkin ia tidak membawa semua itu. Baginya harta nomor satu. Namun, tenaganya kalah kuat dari Ardio.


Evelyne menghentakkan kedua kakinya dan menyeret koper ukuran besar keluar dari kamar. Namun, tidak sampai di situ. Ardio meminta kunci mobil dan juga apartement, mau tak mau evelyne melempar kedua kunci itu dan pergi dengan wajah yang menahan emosi.


Di rumah sakit, dimana Valencia di rawat. Rosse, Luna dan kedua adik kembarnya baru saja datang ke rumah sakit. Ketika mendengar Maminya masuk rumah sakit dan di rawat membuat kedua gadis yang baru pulang sekolah bergegas ke rumah sakit, tak lupa dua bocil yang merengek ingin ikut. Alhasil disini lah ke empat itu berada, menunggu sang mami yang tertidur setelah minum vitamin.

__ADS_1


Syukur kandungan maminya kuat sehingga tidak terjadi keguguran. Mereka baru tahu ketika rekan dari Dokter Anne menyampaikan bahwa ibu dan janin yang dikandung sama-sama sehat dan tak ada hal yang mengancam nyawa mereka.


“Mami, ata atak kita mau puna adek bayi,” ucap Claire


“Iya sayang, adik bayinya ada di perut mami,” jawab Valencia.


“Tok, di dalam pelut mami, mami telan ya bayina ?” tuduhnya.


Mereka tertawa mendengar tuduhan Claire,bagaimana bisa mami nya menelan anaknya sendiri.


Valencia menjelaskan bagaimana bayi bisa ada di perut dirinya, ia akan menjelas secara sederhana agar anaknya sedikit memahami walau terbukti tidak paham.


Siang hari, Cortie datang ke rumah sakit untuk menjemput istri dan anak-anaknya. Ia sangat bahagia karena akan di karunia seorang anak lagi,kali ini iya berharap istrinya mengandung bayi laki-laki. Bukannya ia tak bersyukur tapi ia juga ingin memiliki anak laki-laki agar bisa diajak kerja sama.


CEKLEK


“Hai, anak-anak papi,” sapanya.


“Hallo papi,” jawab mereka serentak.


Tak lupa Rosse dan Luna menyalami Cortie, begitu juga kedua putri  kembarnya dan tak lupa Valencia dibalas balik dengan kecupan di kening mereka masing-masing.


“Mari kita pulang, apa kalian ingin makan sesuatu ?” tanya Cortie memastikan.


“Aku mas, mau ayam geprek,” celetuk Valencia


“itu makanan pedas sayang, kasian janin di dalam kandunganmu,” tolak Cortie


“Tapi aku mau itu,” jawabnya memelas.


“baiklah,mas akan tanya sama dokter kandungan. Apa kamu boleh makan Ayam geprek atau tidak,” putus Cortie


CEKLEK


“Permisi tuan Cortie, saya akan memeriksa Nyonya Valencia,” ijinnya


“Silahkan,’dok “ jawab Cortie


“Semuanya baik,janinnya juga sehat. Apa ada yang ingin ditanyakan ?” tanya Dokter kepada keduanya.


“ Istri saya ingin makan ayam geprek,Bu apakah diperbolehkan ?” tanya Cortie.


“Mengonsumsi ayam geprek di masa kehamilan boleh saja dilakukan,Tuan. Meski demikian, ada beberapa kekhawatiran mengonsumsinya karena seringkali cukup pedas.Di masa kehamilan asam lambung seringkali naik karena pengaruh pertumbuhan janin di dalam kandungan. Di sisi lain,keluhan seperti sembelit pun kerap dirasakan.” jelas sang dokter.


“itu artinya bolehkan,’dok ?” rengek Valencia.


“Boleh sekali saja,” jawab sang dokter.


“Yes,” sorak Valencia.

__ADS_1


“Jangan lupa minggu depan datang kembali melakukan pemeriksaan untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan, ‘Nyonya “pesannya


“Baik, ‘dok” balas keduanya.


__ADS_2