
“Sudah masuk pembukaan 9.....,” ucap Dokter Lara dokter kandungan di Rumah Sakit Kasih Bunda.
“Kita akan menunggu pembukaan sempurna, tuan..” ucapnya lagi.
“tapi dokter, istriku kesakitan. Apa bayinya tidak bisa dipaksa keluar dari jalurnya ?” tanya Cortie panik.
“Maaf pak, ini anak bukan mobil yang keluar dari jalur bebas....,” celetuk Suster 1.
“Ya, siapa tahu bisa seperti mobil...,” balasnya.
“Mas, kamu pikir anak kita kendaraan ,’hah ?!” ucapnya kesal.
“Maaf sayang....,” ucapnya memelas.
Tiba-tiba saja perut Valencia terasa sangat mulas. Dokter Lara memeriksa kembali dan ternyata sudah pembukaan sempurna,ia berteriak meminta suster untuk menyiapkan persalinan.
“Bu Vale, dengarkan aba-aba dari saya.....,”pinta Dokter Lara dan dianggukkan oleh Valencia.
“Tarik nafas....... hembuskan pelan-pelan,” pintanya dan diikuti oleh Valencia
“Tarik nafas.... hembuskan pelan-pelan...,”ucapnya lagi.
“Tarik nafas...,hembuskan..” ucapnya untuk ke tiga kalinya.
“Tarik nafas..... dorong...,” ucap sang dokter.
Valencia pun melakukannya, suara erangan dan kesakitan dari mulut Valencia dan Cortie bersaut-sautan. Suster yang ikut dalam proses persalinan Valencia, hampir tersedak melihat bagaimana sakitnya seorang suami yang di KDRT ibu hamil dalam persalinannya. Hingga ia ditegur oleh Dokter Lara.
“Fokus, sus.....,”tegurnya.
Hingga tak lama terdengarlah suara nyari bayi kecil dengan tubuh yang penuh darah.
OEK...OEK...OEKKKK...!!!
“Puji Tuhan.....,” ucap mereka didalam ruangan itu.
“selamat tuan nyonya, bayinya laki-laki sehat dan tidak kekurangan apapun...,” jawab Dokter Lara.
“Tampan sekali....,” celetuk suster 1
“Akh, sayang.... selamat bayi kita sudah lahir,” ucapnya dan mencium kening istrinya.
“Bayi kita laki-laki,mas...” ucapnya senang.
Bayi itu langsung dibersihkan oleh suster 2 dan juga Cortie keluar dari ruangan karena istrinya juga harus dibersihkan pasca melahirkan.
CEKLEK !!!!
“Bagaimana Cortie, apa bayi kalian baik-baik saja ? Laki-laki atau perempuan ? sehat atau tidak ? Vale gimana keadaannya ?” tanya beruntun Mommy Alica.
“Aduh mom, pertanyaannya satu persatu dong.....” keluh Cortie.
“Hehehe habis mommy senang sekali setelah barusan mendengar suara oek..oekk..,” ucapnya tersenyum.
“Bayi kami laki-laki mom,dad. Sehat dan tanpa kekurangan apapun, sekarang Vale dan Bayi kami sedang dibersihkan dan nanti akan di pindahkan keruang rawat...,” jawabnya.
“Syukurlah..... Yes, bayi laki-laki...,” ucap Mommy Alica girang.
“Wah, daddy bisa ajak main sepak bola dan catur ini..,” ucapnya tak kalah senang.
“Masih kecil daddy...,” rengek Mommy Alica.
Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya Valencia dipindahkan ke ruang rawat. Cortie dan lainnya bergegas pergi menemui Valencia begitu Dokter Lara mengijinkannya.
“Sayang apa kamu baik-baik saja ?” tanya Mommy Alica pada Valencia.
“Hm, baik mom..” ucapnya pelan.
Mungkin karena pasca melahirkan yang memerlukan waktu banyak untuk mengeluarkan bayinya sehingga Valencia kehabisan tenaga untuk mengobrol.
“Dimana bayiku, dok ? Kapan ia di bawa kemari ?” tanya Cortie yang menanyakan keberadaan bayinya setelah melihat iistrinya yang mengobrol dengan mommynya.
__ADS_1
“Sebentar lagi dia akan dibawa kemari oleh suster..,” jawab Dokter Lara.
“Baik dok,”
“Apa kamu sudah menyiapkan nama yang tepat untuk cucu kami ini ?” tanya Daddy Archie.
“iya, kami sudah menyiapkan sebuah nama untuk bayi kami, dad “ jawab Cortie.
CEKLEK !!!!
“Permisi,”
Ketika Cortie dan Daddy Archie sedang bicara, tiba-tiba seorang suster masuk ke dalam kamar Valencia sambil mendorong box bayi bersamanya. Lalu ia meletakkan box tersebut tepat di samping Valencia.
“Ini bayi anda, saya akan meninggalkannya di sini,” ucapnya.
“Baik sus, terima kasih banyak,” ucap Cortie mewakili keluarganya.
“Sama-sama, permisi “ ucapnya.
Cortie mengangguk kepala memberikan izin kemudian berjalan mendekati bayinya yang sedang diminta Dokter Lara untuk Inisiasi Menyusu Dini ( IMD ).
“Inisiasi Menyusu Dini adalah proses memberikan ASI sesegera mungkin pada bayi dalam waktu 30-60 menit setelah kelahirannya.
Selain itu, adanya sentuhan kulit langsung selama inisiasi menyusu dini juga dapat memberikan istilah “Perkenalan” untuk memperkuat ikatan batin ibu dan anak.
Manfaat inisiasi menyusu dini ini ialahmembuat ibu dan bayinya jadi lebih rileks, meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, mengatur suhu tubuh dan detak jantung bayi, melancarkan proses menyusui eksklusif..., “ jelas Dokter Lara.
“Maaf, dok. Kan istrinya saya sudah pernah hamil kenapa dokter jelasin lagi IMD ?” tanya Cortie.
“Ish kamu nih, cortie.” ucap Mommy Alica kesal.
“hahaha ini untuk penjelasan ulang tuan, permulaan menyusu dini yang dilakukan dengan usaha bayi sendiri segera setelah ia lahir..,” jelasnya sopan.
Dalam hati Dokter Lara ingin sekali menjewer mulut Cortie. Setelah menjelaskan sedikit, Dokter Lara pamit keluar karena ia akan melakukan visit dengan pasien lain.
Cortie memperhatikan bayi kecilnya yang mungil dan lucu itu kini sedang dalam dekapan sang istrinya.
“Hallo,sayang. Ini Papi Cortie. Terima kasih sudah lahir kedunia ini dengan selamat. Papi harap kamu bisa jadi kebanggaan Papi, Mami, kakak-kakakmu dan semua keluarga kita,”
“Lalu, siapa nama cucu laki-laki kami ini ?” tanya Daddy Archie tak sabaran.
Cortie diam sejenak menatap istri dan anaknya lalu tersenyum sangat manis.
“Richard Maxilie Cortie “
“Nama yang bagus” ucap Mommy Alica dan Daddy Archie
Keesokan paginya, dimansion Cortie. Alice dan Bella tergesa-gesa bagaimana tidak mereka mendapatkan laporan dari Assisten Aaron jika ada Rapat pemegang saham. Mereka tak tahu apa yang terjadi padahal seminggu lagi adalah ulang tahun perusahaan.
Bagaimana bisa mereka tiba-tiba rapat pemegang saham,bukannya mereka setuju bila Alice dan Bella yang menggantikan kepemimpinan CC Group sekarang ada apa lagi, itulah yang di pikirkan mereka selama perjalanan.
Sesampainya di kantor, Asisten Aaron langsung menemui Alice dan Bella. Ia mengajak kedua gadis itu memasuki ruang rapat.
Lihatlah betapa wajah tak menyenangkan yang tampakkan oleh mereka,hingga Alice mengenali salah satu seorang yang tengah duduk santai menatapnya sinis. Seperti meremehkan dirinya dan Bella. Alice tahu siapa wanita itu walau wajahnya di tutup dengan kacamata serta masker yang menutupi mulut dan hidungnya.
“Kita langsung saja jangan bertele-tele...,” ucap laki-laki yang duduk disamping wanita bermasker itu.
Assisten Aaron melihat kearah laki-laki itu, ia sangat tak suka di saat dirinya berbicara namun dipotong begitu saja oleh orang lain.
“Maaf pak, saya belum selesai berbicara....,” ucapnya tegas dan sangat dingin.
“Menghabiskan waktuku saja di sini...,” sarkasnya lagi.
“Maaf pak, jika anda merasa waktu anda terbuang di sini, silahkan keluar !!!” tegur salah satu pemegang saham.
Begitu juga dengan yang lainnya, mereka tidak menyukai perbuatan yang dilakukan rekannya itu. Sedangkan laki-laki itu memilih diam dalam amarahnya. Ia benci diperlakukan seperti ini dan ia ingin perusahaan CC Group hancur hari ini juga.
Assiten Aaron melanjutkan penjelasannya, sedangkan yang lainnya mendengarkan penejelasan itu, kini gantian Bella dan Alice untuk mempresentasikan kemudian menjelaskan apa yang terjadi, namun mereka diuji emosinya oleh wanita bermasker itu. Bella yang memiliki aura lebih kuat dari Kakaknya Valencia membuat wanita itu terkecoh dengan omongannya sendiri dan berakibat mereka di tuding banyak persoalan oleh tuan pemegang saham.
Mereka tak percaya jika Alice dan Bella memiliki jiwa kepemimpinan yang mana membuat keduanya mendapat banjiran kerjasama, yang memiliki keuntungan miliaran. Hal itu membuat kedua orang itu semakin membenci dan iri. Wanita bermasker itu semakin ingin memiliki Cortie dan menikmati hartanya juga.
__ADS_1
“Uh, aku di mana ?” ucapnya bingung.
“Hai, Vale setelah beberapa bulan yang lalu kita bertemu kembali ..,” ucap wanita itu.
“Haaa, apa aku meninggal kembali ?” tanya Valencia panik.
“Seperti yang kamu lihat, kita bertemu lagi...., dan itu artinya..”
“Apa aku melakukan kesalahan ? Padahal aku baru saja melahirkan bayi laki-laki..,” keluhnya.
“Ah, benar kah ?!” tanya wanita itu antusias.
“Benar sekali,bibi malaikat...,” ucapnya senang.
Mendengar dirinya di panggil bibi malaikat, membuat wanita itu mendelik tak suka.
“Bibi malaikat kenapa ? Capek mencatat perlakuanku di dunia ?” tanya Valencia polos.
“Bukan itu...,” jawabnya.
“Apa kamu ingin pergi kedunia ?” tanya Valencia lagi.
“Hei,’ Vale... bagaimana bisa saya pergi kedunia kalau saya berada di Negara Putih Biru ini ? Apa kamu berkeinginan menggantikan tugas saya disini ?” tanya wanita itu memicingkan matanya.
“hei, tidak mau bibi malaikat... sayang suami saya disana.. kalau saya disini..,” ucapnya tak terima.
“Loh, kamu katanya mau menggantikan saya...” ucapnya kesal.
“Maaf bibi, kalau menggantikan tugas bibi malaikat di sini tentu saja saya tidak mau, karena bukan profesi saya...,” balasnya.
“Ya bagus kalau kamu tidak mau, saya tidak memaksa... tapi ada yang mau saya bilang...,” ucap wanita itu sembari membuka buku catatan sifat wanita yang ia tulis sejak dulu.
Valencia melirik bibi malaikat yang membuka buku entah tulisan apa disana ia tak bisa membacanya, karna tulisan itu hanya garis panjang pendek seperti garis biasa.
Apa yang mau di tunjukkan oleh wanita itu, ia hanya bengong menatap bibi malaikat seperti mengomeli buku-buku itu.
“Apa bibi malaikat masih waras ?” ucap Valencia pelan.
“Ini.....,”ucapnya memberikan sebuah kertas bertulis huruf yang sedikit membingungkan.
“Apa ini bibi malaikat ?” tanya Valencia bingung.
“Ini adalah catatan sifat milik Evelyne...,” jawabnya.
“Evelyne bukannya di penjara ya,” ucapnya bingung.
Apa ada yang tak ia ketahui, jika benar Evelyne sudah keluar dari penjara, lalu siapa yang bersedia memberikan jaminan untuknya bebas ? wah ini nggak bisa dibiarkan ucapnya dalam hati.
“Bibi, aku harus pulang... pintunya sebelah mana ?” tanya Valencia panik.
Vale melupakan bayinya yang masih memerlukan asinya dan ini adalah jam anaknya untuk menyusui. Namun, ia lupa bahwa di ruangan ini tidak ada pintu dan jendela.
“Maaf vale, apa kamu melihat jendela dan pintu di ruanganku ?” tanya wanita itu kesal
“Karena nggak ada Vale nanya bibi malaikat,” jawab Valencia kesal.
Wanita itu menggarukkan kepalanya dengan kuat, seolah imannya di uji oleh kelakuan Valencia.
“Ayolah, dimana tempat agar aku bisa pulang, kasihan bayi mungilku..,” ucapnya tak sabaran.
“Sabar, ini peganglah beri itu kepada anak-anakmu masing-masing satu jangan double..,” ucapnya memberikan sebuah gelang unik.
“Pintunya adalah kamu tidur....”
Dan.....
PLOP !!!!....
“Mami.... hiks.. hiks... mami bangun,”
“mami nda ada otakna tindalkan tita di tini...,”
__ADS_1
“mami bangun, nanti Klaile totok matana bial tebuka huhuhu...,”
Samar-samar Valencia mendengar tangisan bayi yang mirip dengan suara anaknya dan valencia membuka matanya dengan perlahan menyesuaikan cahaya yang masuk kemata.