Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
044.


__ADS_3

“Uh, tanganku pegal semua ! “ keluhnya kesal.


Ia memijitkan kedua tangannya bergiliran, niat untuk mencari muka malah terkena getahnya.


“Kenapa Ning ? Pegal ?” ejek maid bungsu 2.


Ningsih mendelik tak suka ketika maid bungsu 2 mengejeknya. 


“Pergi saja kau !!” usirnya kesal.


“hei, ini jadwal kamu untuk masak di mansion utama !!” peringat maid tengah yang baru selesai mengerjakan tugas bersama maid bungsu 3.


“Aku sendiri ?” tanya Ningsih.


“Ya terus mau sama siapa ? Pergilah kesana ! Ada Nyonya Emili dan Nyonya Alica,” ucap maid bungsu 3 dan ia segera mengambil perlengkapan mandinya dan juga pakaian ganti.


“Tapi aku lelah sekali,” ucapnya memelas.


“Terus kamu mau minta kami gantiin pekerjaanmu ?” tanya maid bungsu 2 serius.


“Iya,” jawab Ningsih.


“OGAH !!!” jawabnya mereka kompak, yang malah membuat Ningsih berteriak kesal. Ia merasa dirinya di bully oleh para madi disini sehingga mau tak mau Ningsih pergi ke mansion utama.


Di mansion utama, terlihat Mami Emili dan Mommy Alica memasak makan malam dengan di bantu oleh maid sulung.


“Bi, saya mau tanya tentang maid baru itu siapa namanya ya ?” tanya Mami Emili.


“Oh itu, Ningsih nyonya” jawab maid sulung.


“Apa dia sudah lama bekerja di sini bi ?” tanya Mommy Alica.


“Sudah jalan 3 bulan, Nyonya. Ada apa ya nyonya ?” tanya maid sulung.


“Baru ya, saya kira suda setengah tahun lalu” ucap Mommy Alica.


“Hehe belum nyonya,” jawabnya terkekeh.


Ketiganya pun melanjutkan acara masaknya tanpa menunggu Ningsih yang entah kemana semenjak ia di bully oleh rekan sesama maid. Sedangkan di sisi lain, Cortie dan yang lainnya baru tiba di mansion.


Valencia mengajak Aaron dan Millie serta Baby Roro untuk menginap beberapa hari di mansion karena lusa akan diadakan acar syukuran di mansion utama, keduanya pun menyanggupi dan akan menginap disana.


“Mas, langsung mandi ya ajak anak - anak sekalian. Aku ingin ke dapur dulu,” ucap Valencia.


“Baiklah, ayo anak - anak kita mandi !” ajak Cortie.


“Letgow / Let’s Go !!” teriak anak - anak.

__ADS_1


Aaron mengajak istri dan anaknya untuk pergi ke kamar yang biasa digunakan ketika mereka menginap di mansion ini. Di ruang keluarga terlihat sangat ramai, Luna dan Rosse sedang menjaga si kembar Ettha dan Attha anak dari Bella dan Bara.


Sedangkan, Alice ia baru saja memandikan Baby Al terlihat bayi itu sudah sangat wangi dan tampan dengan menggunakan piyama kostum beruang terlihat sangat menggemaskan.


“Hallo, Baby Al” sapa Luna dan ia mengambil alih bayi itu dari ibunya.


“Hallo, Kakak Luna !” balas Alice dengan suara bayi.


“Jaga dulu ya, Lun. Aunty mau nyiapin makanan untuk Baby Al “ ucapnya.


“Siap Aunty !” seru Luna.


Jadilah kita ketiga bayi itu dijaga oleh Luna dan Rosse. Tak lama datanglah Millie, ia menitipkan anaknya kepada Luna dan Rosse.


“Kita seperti penjaga bayi ya, Rosse !” ucap Luna terkekeh geli.


“Hahaha iya Lun. Belum lagi besok pasti bayi - bayi berkumpul,” ucapnya tak mau kalah.


“Huuu banyak baby !” teriaknya.


Beberapa menit kemudian, para ibu pemilik bayi membawa bubur untuk anak - anak mereka. Rosse dan Luna diminta untuk membantu Mami Emili dan lainnya membawakan semua masakan ke ruangan keluarga karena mereka akan makan bersama di sana.


Di ruangan keluarga para maid masih membersihkan lantai dan ada yang membawa beberapa tikar dari dapur, tapi anehnya di sana tidak ada Ningsih. Semua maid bertanya - tanya dimana Ningsih ? beberapa dari mereka menggeserkan atau memindahkan sofa dan meja ketepian dekat jendela besar.


Ketika para maid telah selesai membersihkan lantai dan memindahkan atau menggeserkan sofa dan meja, kini mereka menggelar beberapa tikar di tengah ruang. Sedangkan yang lainnya pergi ke dapur untuk membawa masakan yang sudah di masak oleh Mami Emili dan lainnya.


Beberapa dari mereka bolak - balik dari dapur ke ruang keluarga untuk menyiapkan hidangan sedangkan yang lainnya menata beberapa masakan yang sudah diantar. Tak lama muncullah Ningsih yang berjalan seperti mengangkang dengan keadaan sedikit acak - acakan.


“Sudah siap !!” ucap Mommy Alica.


“Tolong panggilkan yang lain untuk segera datang ke ruangan keluarga !” perintah Mommy Alica.


Maid bungsu 2 dan 3 memanggil tuan mereka dan anak - anak yang berada di ruang keluarga 1. tak lupa memanggil kedua satpam di depan mansion yang tengah berjaga, salah satu dari satpam tersebut tengah menekan remote control untuk mengunci otomatis pagar dan jika ada yang datang mereka dapat mendengar di ruang keluarga 2.


Setelah semuanya berkumpul, Valencia meminta Ningsih untuk memimpin doa. Ingin menolak tapi tidak bisa mau tak mau Ningsih memimpin doa walau ia sedikit terbata - bata tapi tetap ia lakukan.


“Ayo kita makan !” ajak Mommy Alica setelah selesai berdoa.


“Jangan malu - malu ya !” seru Daddy Archie.


“Siap tuan nyonya !!” teriak para pekerja heboh.


“Makan yang banyak, Ningsih !” tegur Mami Emili tersenyum.


“Ah, baik nyonya” balasnya tersenyum.


“Makan yang kenyang, biar ada tenaga untuk melawan istri sah hahaha !” sarkas Valencia.

__ADS_1


Mendengar ucapan majikannya, membuat mood makan Ningsih hilang. Namun juga terpaksa untuk menghabisinya.


“Nyonya kentara sekali menyindir Ningsih,” bisiknya pelan.


“iya betul,” ucap maid bungsu 2 yang masih mengunyah makanan, namun tetap menjawab.


“makan yang benar !” tegur Daddy Archie kepada maidnya yang saling berbisik.


“Baik tuan,” ucap keduanya.


“Ayo nambah lagi, ini pahanya masih banyak!” tegur Papi Egind.


“Clark, Claire makan yang banyak. Biar gemoy !” ucap Bella.


Kedua keponakannya hanya mengangguk saja karena mulut keduanya penuh dengan nasi.


“Yang, minta tolong tuangkan air minum buat mas lah !” pinta Cortie terlihat ia tenggelan makanan.


Valencia pun menuangkan air dari teko ke gelas miliknya dan memberikan gelas berisi air itu kepada suaminya. Cortie menerimanya, lalu meminum air itu hingga tandas.


“Uh, terima kasih yang !” ucapnya.


“Hah, iya sama - sama sayang “ jawab Valencia.


Suasana makan menjadi tenang dan yang berbunyi hanyalah suara dentingan sendok ketika mereka mengambil sayur dan lauk, sesekali bunyi air yang mereka tuangkan ke dalam gelas.


“Uh, kenyangnya !”


“Iya kenyangnya..,” balas maid bungsu 3.


“Nah, karena sudah kenyang besok sore harus kerja keras lagi ya !” ledek Mommy Alica kepada maidnya yang mana dibalas rengekan oleh para pekerja.


HA HA HA, tawa mereka menggema di ruang keluarga. Valencia dan Cortie sibuk memisahkan isi, kulit dan tulang ayam untuk anak - anak mereka yang belum selesai makan.


Bagi mereka yang sudah selesai makan, meletakan piring kotor di tumpuk menjadi satu. Tak lupa Mami Emili dan Bella mengeluarkan cemilan untuk mereka semua, sedangkan Bara ia menyalakan televisi dan mereka menonton sinetron di salah satu stasiun televisi.


“ Ayo berkemas !” ajak Mommy Alica.


“baik !!” jawab mereka semua.


Semuanya bekerja termasuk Ningsih yang terpaksa, tak lupa ia curi pandang melihat sosok yang ia sukai. Hingga beberapa kali di tegur oleh maid bungsu 2 yang sangat suka membuat Ningsih kesal.


“Ningsih, tolong sapu tempat ini dan jangan lupa tolong dipel sampai bersih !” perintah Mami Emili.


“Iya nyonya !” ucapnya kesal.


“Sabar, Ning !” teriak maid bungsu 2.

__ADS_1


“CK !”


Sejam kemudian semua sudah kembali seperti sediakala, karena sudah waktunya para maid kembali ke paviliun begitu juga kedua satpam yang berjaga mereka kembali ketempat kerjanya masing - masing kecuali tukang kebun, mereka kembali ke paviliun samping, khusus laki - laki.


__ADS_2