Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
011.


__ADS_3

“ Wie geht es dir,’ sohn ?” tanyanya kepada sang menantu.


“Mir geht es gut, ‘Vater,” jawab Cortie pada mertuanya.


Ya,hari ini di mansion Cortie sedang kedatangan kedua orangtua Valencia dari Kota München. Mereka datang karena merindukan cucu kembarnya dan juga mereka mendengar jika Valencia anaknya juga sedang mengandung. Kedua orang tua Valencia belum tahu jika Cortie dan Valencia mengangkat dua orang anak perempuan, hal itu Cortie ingin Valencia sendiri yang mengenalkan Rosse dan Luna kepada orangtuanya. 


“Bitte setz dich, mutter und vater. “ Pinta Cortie kepada kedua mertuanya.


Cortie meminta tolong maid sulung untuk memanggil Valencia dan juga anak-anaknya serta meminta tolong maid tengah menyiapkan kudapan untuk kedua mertuanya.Sembari menunggu  Valen dan si kembar,Cortie dan mertuanya mengobrol tentang bisnis yang di bangun oleh Cortie selama ini.


“Ach, mutter vater. Vale vermisst euch beide so sehr,” ucapnya senang dan memeluk kedua orang tuanya.


Sudah lama sekali, ia tak bertemu dengan kedua orang tuanya. Semenjak ia menetap di Kota J ia jarang sekali menemui orang tuanya di Kota München.


“Mutters Tochter,” membalas pelukan sang putri.


“Vaters Tochter, “ ikut memeluk putri sulungnya.


Setelah melepas pelukan rindu anak dan kedua orang tuanya.Valencia meminta putri kembarnya untuk menyalimi nenek dan kakek mereka dari orang tua Valencia.


“Sayang, ayo salam sama Kakek Egind dan Nenek Emili. “ Perintah Valencia.


Walau keduanya bingung tetap saja Clark dan Claire menuruti perintah maminya. Keduanya berjalan mendekati orang tua maminya.


“Hallo tatek Gin,”


“Hallo enek Mil” sapa keduanya serentak.


“ Hallo, Zwillinge. “ Sapa kedua orang tua Valencia kepada cucu kembarnya.


Clark dan Claire tak paham apa yang di sampaikan oleh nenek dan kakek mereka. Keduanya hanya mengangguk dan tersenyum.


“Wie alt sind die zwillinge ?” tanya Mami Emili kepada anaknya.


“ Sie sind 2 jahre alt, “ jawab Valencia.


“ Permisi tuan nyonya, makan siang sudah siap, “ lapor maid tengah.


“Oh, Baiklah bi,” jawab Cortie.


“ Lass uns was essen gehen,!” ajak Cortie kepada semua orang.


Semuanya pergi menuju ruang makan,dimana para maid dan pekerja lainnya sudah berkumpul di sana. Mereka memilih makan di bawah supaya kedua orang tua majikannya nyaman makan di meja makan.


Namun,mereka salah kedua orang tua Valencia memilih duduk berdampingan dengan mereka semua. Valencia dan Cortie tersenyum melihat Mami Emili dan Papi Egind yang memilih bergabung bersama para pekerja yang mana membuat mereka terbengong dan menatap tak percaya.


“ Zögere nicht, “ tegur Papi Egind


“ Lass uns sitzen und essen, “ ajak mami Emili.


“Nun, Meine Damen Emili und Herren Egind, “ Jawab mereka serentak dan tersenyum.


Makan siang pun berjalan dengan sangat nikmat dan tenang hanya sesekali celoteh Claire dan Clark yang terdengar karena keduanya tidak menyukai sayur bening. Setelah selesai makan siang,seperti biasa mereka akan melakukan peraturan di mansion itu,tapi tidak dengan kedua orang tua Valencia, mereka meletakannya di atas tumpukan piring milik Valencia karena ia yang akan mencuci.

__ADS_1


Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton, sedangkan si kembar memilih tidur siang di karpet bulu, Papi Egind dan Cortie langsung pergi ke ruang kerja Cortie untuk membahas masalah pekerjaan.


Tak lama terdengar suara Rosse dan Luna yang baru saja pulang sekolah, padahal baru jam berapa.


“HALLO SEMUANYA ANAK-ANAK GADIS PAPI DAN MAMI PULANG,” teriak keduanya bersamaan.


Mendengar suara asing, Mami Emili menoleh dan bertanya kepada putrinya.


“ Wer sind sie ?” tanyanya.


“unser Adoptivtochter, “ jawab Valencia tersenyum.


Mendengar itu membuat Mami Emili mengerutkan dahinya. Apa anaknya mengangkat putri orang ? begitulah pikirnya.


“Hai, Mami “ sapa keduanya dan menyalimi Valencia tak lupa menyalimi Mami Emili.


Keduanya bingung siapa wanita paru baya itu.Valencia yang melihat itu pun memperkenalkan maminya kepada Rosse dan Luna.


“ Ini Maminya Mami, namanya Mami Emili kalian bisa panggil Oma Emili. “ Jelas Valencia.


Keduanya langsung menyapa, “ Hallo, Oma. Mein Name ist Rosse und Mein Name ist Luna, “ bergiliran.


“ Hallo, Rosse und Luna. Ihr zwei seid so schön, “ pujinya


“ Danke,’ oma” balas keduanya


“  Oma ist auch hübsch, “ puji Rosse balik.


Tak lama kepergian Rosse dan Luna,datanglah Evelyne dan Tante Lucia dengan wajah angkuhnya dan kali ini Evelyne berpakaian seksi untuk menarik perhatian Cortie. Mereka masuk dengan santai seolah merekalah pemilik mansion ini tanpa mereka ketahui bahwa di mansion itu ada kedua orang tua Valencia.


“MAID... MAID,” panggilnya.


Namun, satupun maid tak ada yang mendatangi kedua wanita itu. Mereka berdua juga tidak melihat ke ruang keluarga di mana para maid ikut majikannya nonton televisi.


“Kemana semua orang ?” tanyanya heran.


“Benar tan, sepi sekali,” jawab Evelyne.


Keduanya,masuk ke ruang keluarga betapa terkejutnya mereka berdua melihat para maid menonton film ikan terbang, cemilan, minuman berserakan di atas meja sedangkan mereka duduk dan ada juga yang baring di karpet bulu bersama Clark dan Claire yang masih tertidur pulas. Valencia dan Maminya serta Rosse dan Luna rebahan di sofa sambil memakan cemilan.


“ APA-APAAN INI,KALIAN ITU CUMA PEKERJA BUKAN PEMILIK RUMAH INI,” teriaknya.


Mereka di sana tampak terkejut dan menoleh kearah sumber suara,namun mereka kembali fokus menonton seolah tak menganggap orang itu ada. Hal itu membuat Tante Lucia marah dan kesal bercampur aduk.


Dengan nafas memburu,Tante Lucia berjalan cepat, lalu mengambil remote dan mematikan televisi yang mana membuat semua orang mengeluh.


“Yah, belum selesai ni. Masih iklan,” celetuk Maid tengah yang paling cerewet.


“Aduh, “ keluh yang lain.


Mami Emili yang melihat itu sangat kesal acara nontonnya jadi berantakan karena ulah nyamuk got.


“Siapa yang menyuruh kalian menonton,kerja sana. Dasar babu,” celanya.

__ADS_1


“Iya nih, babu.” timpal Evelyne.


Salah satu maid dengan santai merebut remote di tangan Lucia dan memberikan kepada Mami Emili,sedangkan Lucia terkejut dengan keberanian maid itu dan memecat maid tersebut dengan seenak jidat.


“KAMU DI PECAT,!” teriaknya.


Lagi-lagi dianggap angin lalu oleh mereka, Mami Emili menyalakan kembali televisi tanpa menghiraukan kedua nyamuk got.


“Siapa kamu beraninya melawan aku pemilik mansion ini,!!” sentak Lucia geram.


“Keine Schande,!!!” sarkas Mami Emili tanpa menoleh.


“DAMN IT !!!” teriak Lucia.


“Bisa kah anda diam, ini mansion kami bukan anda. Jadi silahkan angkat kaki,” usir Valencia.


“SIALAN !!!” pekik Lucia.


“Ada apa ini kenapa ribut-ribut ?” tanya Cortie yang baru turun bersama Papi Egind


“Cortie......” ucapnya manja.


“Jijay,” celetuk Luna.


“Apa Lo anak pungut,” cibir Evelyne.


“Siapa yang kamu bilang anak pungut ?” tanya Valencia tak terima.


“Anak lo,” ejeknya.


“Wah, mulut minta di gaplek,” ucap Valencia.


Ia sudah menyising lengan bajunya dan bersiap ingin menghajar Evelyne. Mereka di sana hanya menatap saja pertengkaran itu, Claire dan Clark diminta Cortie untuk dibawa ke kamar Luna. Agar tak terbangun dan melihat pertengkaran sengit ini.


“Cortie tolong aku !!!” teriak Evelyne


Ia sudah babak belur di hajar Valencia, Tante Lucia yang tak terima Evelyne di sakiti oleh istri Cortie berniat membantu namun belum melangkah, ia sudah terjatuh tersandung kaki maid.


Hal itu membuat ia sangat marah dan kesal, di permalukan dan di tonton banyak orang.


“PELAYAN SIALAN !!!” teriaknya.


Ia mengambil guci dan melemparnya ke arah maid tengah dan, “ PRANGGGGGG,”


“BIBI !!!!” teriak semua orang.


“RASAIN LO PELAYAN SIALAN, BABU TAK TAHU MALU,” teriaknya puas.


“SATPAM,!!!! tarik kedua wanita ular itu dan kamu, seret mereka ke kantor polisi, “ titah Cortie.


Tante Lucia dan Evelyne ketakutan, ketika empat bodyguard dan satu satpam hendak menyeret mereka, Evelyne dan Lucia lari menghindar dan berlari keluar dan dikejar oleh kelima orang itu. Sedangkan yang lain membopong tubuh maid tengah dan Cortie meminta sopir yang lain untuk menyiapkan mobil dan membawa maid tengah ke rumah sakit terdekat.


Cortie dan Papi Egind, menyusul menggunakan mobil yang lain..

__ADS_1


__ADS_2