Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
016


__ADS_3

Pemberitaan tentang kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tua Valencia telah terdengar di seluruh Kota J dan Kota M dimana membuat semua orang sedang berduka atas musibah yang di alami oleh pemimpin no.1 di Kota J dan Kota M.


Berita yang sangat membuat seluruh keluarga berduka cita,semua karyawan di perusahaan CC Group berniat ingin memberi suka belawan kepada keluarga bosnya, namun mereka dikagetkan kembali dengan berita kecelakaan mobil yang mereka ketahui itu adalah mobil bos mereka.


Semua histeris melihat pemberitaan itu di media televisi, bahkan mobilnya sudah terjun bebas ke dalam jurang dan meledak. Tak ada korban yang selamat, apa itu artinya keluarga bosnya juga meninggal di hari yang sama ?.


Sedangkan di mansion Cortie, tidak hanya Rosse dan Luna saja yang menangis tetapi semua pekerja di sana menangis histeris mendengar berita kecelakaan yang disiarkan dibeberapa stasiun televisi.


“MAMI, PAPI .......,!!!” teriak Rosse histeris.


“Huhuhu...., bagaimana bisa seperti ini.. hiks..hiks,”


“Kenapa tiba-tiba....,”ucapnya lirih


Mereka semua berkumpul di ruang keluarga, tidak ada yang canda tawa yang menggelegar di mansion ini. Tak lama datanglah beberapa polisi mendatangi kediaman Cortie dan memberitahukan berita yang sama dengan yang telah disiarkan di telivisi.


Polisi juga mengatakan bahwa sampai saat ini belum menemukan korban ataupun bangkainya, hanya yang mereka lihat adalah bangkai mobil dengan plat yang masih utuh sebagai barang buktinya.


Setelah memberitahukan itu, polisi pamit untuk pergi ke TKP dengan membawa detektif handal untuk membantu mencari penyebab kecelakaan tunggal ini.


Hari berganti hari,minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, Rosse dan Luna lewati. Rosse dan Luna diminta Assisten Aaron untuk menggantikan posisi Cortie sementara waktu dan ia akan membantu kedua gadis itu untuk mempelajari manajemen bisnis di CC Group.


Awalnya banyak yang tak menyetujui keduanya untuk menggantikan posisi CEO, namun melihat kemampuan mereka berdua dalam perbisnisan maka semua pengusaha mengijinkan sampai kedua adik dari almarhumah kembali ke Kota J.


“Om Aaron, apa ini sudah selesai ?” tanya Rosse.


“Sebentar lagi nona...,” jawabnya sabar.


Luna dan Rosse setiap hari mengeluh, mereka tak sanggup mempelajari ini semua tapi apa daya perusahaan papinya harus berkembang. Tak hanya itu ketika musuh bisnis papinya mengejar dan berusaha menjatuhkan mental keduanya malah berbalik menyerang musuh bisnis papi mereka dengan sangat teliti dan juga cerda mereka berhasil membalikkan keadaan yang mana membuat mereka saat ini masih dalam keadaan mencekam.


Dan juga Tante Lucia dan suaminya datang untuk  bantuan, namun ditolak oleh keempat orang itu, karena tante Lucia menginginkan imbalan yang tak sedikit sedangkan suaminya hanya membantu dengan ikhlas tanpa embel-embel apapun, Namun justru itu membuat tante Lucia memarahi suami dan berakhir perceraian. Karena suaminya sudah tidak sanggup hidup dengan istrinya yang serakah.


Seminggu kemudian, hari ini Alice dan Bella kembali ke Kota J untuk menggantikan posisi Rosse dan Luna, namun keduanya akan tetap membantu Alice dan Bella dalam masalah manajemen keuangan.


Beberapa hari yang lalu, manajemen keuangan perusahaan menurun tiba-tiba, entah apa yang terjadi tapi semuanya teratasi karena dibantu oleh Assisten Aaron dan juga Millie kekasih Aaron.


Millie adalah resepsionis yang beberapa waktu lalu menemani Valencia mengobrol sambil menunggu Cortie pulang dari meeting nya. Semenjak kejadian makan siang bersama di kantin kantor, membuat mereka berdua semakin dekat dan memutuskan untuk menjalin hubungan percintaan.


“Apa mereka akan baik-baik di sana tanpa kita ?” tanya Ms. V


“Semoga mereka baik-baik saja, mas dan daddy akan membuat perhitungan dengan mereka yang membuat kita harus seperti ini...,” jawabnya.


“Papi, dedek mau main cama ucing embul ya...,” ijin bocil itu.


“baiklah, dedek jangan main jauh-jauh ya sayang...,” 


“Ciap papi, dada mami... dada dedek peyut, tatak pelgi main cama ucing dulu ya..,”pamitnya.


“HAHAHAHAHA.......,” tawa Ms.V

__ADS_1


Kini tinggal kedua Mr.C Dan Ms. V di ruangan keluarga, sedangkan Mommy dan Daddy sedang berada di kamar entah apa yang mereka lakukan yang mana membuat anak-anak enggan ke kamar kakek dan nenek mereka.


“Huft, aku merindukan mami dan papi...,” ucapnya sedih.


“jangan terlalu dipikirkan, untuk saat ini pikirkan anak-anak kita sayang...,”


“tunggu sebentar lagi...,”ucapnya


Sedangkan ditempat lain,


“Apa yang harus kita lakukan, perusahaan itu bukannya hancur malah semakin berkembang ?!” ucapnya marah


“Kita hanya melawan bocah ingusan saja kalian tidak mampu...!!!” marahnya.


“tapi tuan kecerdasan mereka sangat tinggi dan hampir menyetarakan kecerdasan papi dan mami mereka,” ucap sekretarisnya.


“Kamu Nya saja yang ga becus... dasar ******..,!!!” teriak wanita itu.


Mendengar makian wanita bosnya, sekretaris tersebut tersenyum mengejek lalu berkata, “ jika kamu hebat dan bukan ******, kamu saja yang bekerja jangan cuma tahu mendesah dan membunuh orang saja...,” setelah mengucapkan itu ia pergi.


“LANCANG SEKALI MULUTMU....” teriaknya kesal.


“HEI Diam Lah, AKU SEDANG PUSING..!!!” teriak laki-laki itu.


Membuat wanita yang berteriak kesal itu memilih diam, ia takut dirinya diusir dan dikembalikan ke penjara...., ia tak ingin dan juga jika mereka ketahuan dan dipenjara juga ia tidak mau, baginya penjara adalah tempat terkutuk baginya...


“Hai, semua......,” sapanya.


“Bang Ardio..........,” teriak Alice.


Alice berlari dan menerjang memeluk Ardio erat,yang mana sudah ia anggap seperti abangnya sendiri, Ardio adalah teman bisnis abangnya Cortie, namun abangnya sudah tak berada sama dengan dunia mereka.


“Aduh... kamu makin gemoy saja Alice..,” goda Ardio


“Ih, abang mah...,” rengeknya.


“Hai, bang....” sapa Bella kepada Aleysia.


“Hai, Bebel....,” balasnya.


“Wah,apa Om Ardio dan Tante Aleysia sudah menikah ? Lihatlah perut Tante Aleysia membulat sempurna....,” ucap Luna sengklek.


Semua menatap kedua pasangan itu, yang mana membuat pipi Aleysia memerah menahan malu, sedangkan Ardio terselek mendengar ucapan Luna.


Ia benar setelah beberapa bulan bercerai dengan Evelyne, Ardio memutuskan untuk pendekatan dengan Aleysia yang mana membuat mereka seperti keluarga bahagia dengan Ara yang sangat menginginkan Aleysia sebagai bundanya tanpa tahu bagaimana rupa wujud Mommy kandungnya. Tapi semenjak Daddy Nya menikah dengan Bunda Aleysia ia melupakan pertanyaan itu.


Hari semakin tenggelam, Alice, dan yang lainnya pulang ke mansion dengan Ara yang menempel dengan ibundanya.


Sesampainya mereka di mansion, Alice dan yang lainnya di sambut oleh maid dengan hangat, seperti biasa mereka lakukan walau rasa duka itu masih menyelimuti kehidupan mereka di mansion itu.

__ADS_1


“Non, ini ada paket atas nama non tapi tidak ada nama pengirimnya...,” ucap Maid bungsu 2.


Ia memberikan paketan itu kepada Alice, paket itu tak hanya satu melainkan empat sekaligus dan satu paket itu terdapat note yang di berikan satu orang satu sesuai dengan note tersebut.


“Ini punya kalian, pilih sesuai nama...,” ucap Alice.


Setelah itu ia pergi untuk membersihkan diri begitu juga dengan yang lainnya. Ardio dan Aleysia serta Ara menepati kamar yang memang khusus untuk keduanya.


“Apa ini akan membantu mereka, ‘mas ?” tanya Aleysia.


“Semoga ini membantu mereka, sayang !” ucapnya lembut.


“Pergilah bebersih mas, Ara biar aku yang mandikan setelah kamu mandi..,” pinta Aleysia.


“mandi bertiga aja...,” Goda Ardio.


“Ish, malu lah....,” ucap Aleysia malu.


“hahahahaha, malu-malu kucing tapi aslinya mau-maunya....,” goda Ardio semakin membuat Aleysia malu.


Sedangkan di rumah paling sederhana namun indah, semua sedang makan malam dengan suasana yang berbeda. Entah sedang apa mereka di rumah itu, rumah yang jauh dari keramaian kota dan rumah yang hanya ada beberapa saja di sana. Namun, untuk sekarang rumah itu sangat nyaman dan tentram.


AUHHHHH...!!! Pekiknya.


“Ada apa sayang ?” tanya sang Mommy.


Ia tak menjawab pertanyaan sang mommy hanya memegang perutnya yang mulas membuat Mommy tau jika ia akan melahirkan. Ia meminta anaknya untuk menyiapkan mobil, mereka akan ke rumah sakit terdekat tak lupa mommy meminta istri bodyguard anaknya untuk menunggu si kembar di kamarnya.


Kini keempat orang itu bergegas ke rumah sakit tak lupa membawa perlengkapan bayi.


“Mas, ini sakit......,” keluhnya.


“Sabar sayang...., sebentar lagi sampai,” ucapnya panik.


“Jangan panik !!!!” tegur Mommy


“Berdoa sudah,” ucapnya lagi.


Tak berapa lama sampailah mereka di rumah sakit terdekat, Daddy memanggil suster dan dokter, kemudian membantu anaknya untuk mengangkat tubuh menantunya di atas brankar, mereka mendorong brankar itu sampai di ruang persalinan. Mr.C ikut masuk untuk menemani istrinya di dalam.


“Semoga ibu dan bayinya selamat......,” doa kedua orang tua itu.


“Amin, mom...,” 


“Bud, apa ada yang mencurigai ?” tanyanya kepada Budi.


“Iya Tuan, seseorang mengikuti kita..., tapi sudah di beres oleh rekan saya..,” ucapnya tenang.


“Huft, jangan sampai rencana kita gagal di sini..,” ucapnya.

__ADS_1


Kemudian, suasana menjadi diam ketiganya menunggu kabar bahagia dari dalam sana.


__ADS_2