
“ Akhirnya aku mendapatkan salah satu anak Cortie !!” tawanya menggelegar diruangan itu.
Claire kedua tangan dan kakinya di ikat, mulutnya di lakban. Miris, rambutnya yang dikepang dua oleh Rosse kini sudah tak terbentuk, mata yang membengkak, pipi dan pelipisnya yang terluka dan mengeluarkan darah yang sudah mengering.
Betapa kejamnya mereka menyiksa anak sekecil itu. Sudah 4 jam, mereka menculik Claire belum ada tanda - tanda bahwa musuhnya mengetahui dimana letak anaknya berada.
Di ruangan itu bukan hanya mereka saja, ada orang tua Cheryl, kedua orang tua teman Cheryl dan juga kedua orang tua Vania, serta Vania dan Evelyne.
Bagaimana bisa Vania maupun Evelyne kabur di hari yang sama ? itu bisa karena anak buah Cortie maupun tuannya sendiri tidak tahu jika salah satu dari mereka ada yang berkhianat dan orang yang berkhianat itu sudah lebih dulu mereka bunuh dengan imbalan yang tidak serupa dengan perbuatannya.
Sedangkan di sisi lain,
“Sial, ternyata ada yang berkhianat !!” teriak Cortie.
“Apa yang akan kita lakukan ?” tanya Ardio.
Ardio datang ketika ia mendapat kabar bahwa ponakan kembarnya di culik dan Ardio langsung membawa anak dan istrinya untuk menginap di mansion Cortie, karena ia akan membantu Cortie untuk menyelamatkan anaknya.
“Kita harus susun strategi !” ide Asisten Aaron.
“Baiklah !!” ucap mereka setuju.
Mereka semua berunding untuk membuat strategi tapi tunggu ....
“Kalian runding apa ?” tanya Papi Egind bingung.
“Atur strategi “ jawab Cortie polos.
“Kalian atur strategi emang sudah tahu dimana letak Claire di culik ?” tanya Daddy Archie kesal.
“Oh betul, belum tahu lokasinya dimana,” seru mereka semua.
“CK !” decih Daddy Archie melihat ketololan anak muda zaman sekarang.
Tiba -tiba ....
“ Permisi tuan, kami mendapatkan info jika nona Claire ada di salah satu gudang di jalan xx,” lapor Candra.
“Jalan XX ?” tanya Ardio memastikan.
“Iya tuan. Jalan XX arah ke pelabuhan,” jawabnya.
“Aku tahu itu dimana dan kebetulan anak buahku ada di sekitaran sana,” ucap Ardio yang mana membuat mereka semua menatapnya.
Daddy Archie tidak tahu jika Ardio memiliki anak buah yang berkeliaran seperti orang - orang biasa.
“Berarti mereka salah satu penghuni di sana dan ada sebuah rumah terlihat seperti ditempati tapi tidak menyangka mereka membawa Claire di wilayahku !” ucap Ardio marah.
“Aku akan hubungi kaki tangan ku di sana, “ ucapnya lalu menghubungi seseorang yang ia maksud.
Sementara Ardio menghubungi kepercayaannya, Candra melanjutkan laporannya.
“Bukan hanya itu saja tuan, rekan kita yang berkhianat Ario, sudah tewas setelah ia mengeluarkan Vania dari ruang tanah bawah,” lapornya takut - takut.
“Apa ?!”
“Ario ?!”
“Bagaimana bisa ?!”
Mereka semua terkejut lantaran Ario adalah sosok orang yang sangat jujur dan tak berani berbohong, kalau sudah begini apa iArio di ancam dan dibunuh oleh penjahat itu ?
“Jad begini ........,”
Ardio menjelaskan kepada mereka tentang ia meminta orang kepercayaannya untuk mengepung daerah itu, tak lupa ia memberitahukan posisi mana saja yang sudah di atur oleh orang kepercayaannya.
“Jadi kita ngapain dong ?” tanya Cortie bingung.
“Ya bantulah, ajak anak buah kamu yang lain buat nangkap penjahat lokal !” ucap Ardio kesal.
“Kamu ini nggak ada bakat buat nyelamatin anak !” ejek Daddy Archie.
“Daddy kok ngomong gitu,” ucap Cortie tak terima.
“Kamu harus tegas CORTIE MAXILLIE !!” tegur Daddy Archie.
“Iya daddy,” ucapnya tegas dan siap.
Membuat mereka semua geleng - geleng melihat kelakuan Cortie yang kadang - kadang bersikap aneh.
“Ayo kita berangkat sekarang !!” ajak Papi Egind yang baru datang darimana, setahu mereka beliau berada di ruangan ini tiba - tiba masuk bersama Candra.
“Ayo ?!”
Ardio menerima panggilan kembali dari orang kepercayaannya dan saat ini mereka sudah di beberapa posisi, orang di sana tidak terlalu banyak jadi mereka hanya membawa seperlunya.
“Mi, Claire mi anak aku mi hiks,” tangis Valencia.
“iya sayang, mami tahu. Sekarang papi dan lainnya sedang menjemput Claire,”
“Apa Claire baik - baik saja mam ?” tanyanya khawatir.
Entah kenapa ia merasa anaknya Claire sedang tidak baik - baik saja. Apa yang terjadi dengan putrinya sekarang ?
__ADS_1
Di sinilah para pria di depan rumah sederhana yang dikatakan gudang terbelangkalai yang tak jauh dari pelabuhan.
“Orang kamu mana ?” tanya Cortie ambigu.
“kamu nanya siapa, ‘Cort ?” tanya Daddy Archie.
“Nanya Ardio, ‘Dad !” serunya kesal.
Tak lama orang kepercayaan Ardio datang dan mengatakan bahwa jumlah orang di luar tidak banyak.
“Ah, ini nggak seru !” celetuk Asisten Aaron.
“Walau nggak seru tetap hati - hati, nyawa Claire taruhannya,” ucap Papi Egind.
“Ayo segera, kasihan Claire ini juga hampir malam,” ucap Daddy Archie.
“masih hampir dad,” jawab Cortie.
PUK !!!
“CK ! Daddy !!” ucap Cortie kesal.
Papi Egind memotong perdebatan menantu dan besannya, mereka memencar untuk menyelamatkan Claire, sementara di sebuah kamar Claire mereka biarkan begitu saja. Sungguh malang nasib anak itu, tubuh yang penuh luka, darah yang sudah mengering dan juga ia tak di beri makan dan minum dari siang sampai menjelang malam.
“Daddy, kakak takut hiks,” ucapnya lirih.
Sungguh manusia kejam terhadap anak berumur 2 tahun lebih ini, sudah menculik memberi makan dan minum saja mereka tidak mau, jika kedua kekek dan papinya melihat pasti mereka akan di bantai habis - habisan.
Sementara di luar semuah anak buah Cortie dan anak buah Ardio sudah menyerang rumah sederhana itu tanpa senjata tajam.
Semua pejahat sudah berhasil mereka kalahkan, karena jumlahnya tidak terlalu banyak dan juga bukan lawan yang sebanding.
Cortie dan lainnya menyelonong masuk kedalam, tidak ada siapapun. KOSONG !!! Mereka semua menyebar ke segala ruangan, hanya satu ruangan yang terkunci. Cortie yakin anaknya pasti ada di pintu yang terkunci ini.
“Daddy, Claire pasti di ruangan ini” ucap Cortie berusaha membuka gembok itu.
“Apa kamu yakin ?” tanya Daddy Archie ragu.
“Daddy meragukan Cortie sebagai papinya !” ucapnya kesal.
“Bisa tidak kalian berdua jangan berdebat !!” ucap Papi Egind kesal.
Kedua anak dan daddy itu menyudahi perdebatan, keduanya mencari cara untuk membuka ruangan itu.
Sementara yang lain tengah mencari pelaku penculikan Claire dan juga mencari keberadaan Claire.
“Hei Vania, antar makan buat bocil di kamar !” titah tuan misterius itu.
“PERGILAH !!! sentaknya.
“baiklah, baik. Aku akan pergi,” ucapnya kesal.
Vania pergi dari sana sambil membawa makanan untuk Claire, dengan menghentak - hentakan kakinya.
“Huh, selalu aku yang di suruh !!” ucapnya kesal.
Vania berjalan dengan sedikit tertatih, ia berjalan mendekati ruangan yang di maksud Cortie dan lainnya. Kemana perginya Cortie, Daddy Archie dan Papi Egind ? tentu saja mereka sembunyi ketika mendengar suara langkah kaki seseorang menuju kearah mereka.
Terlihat Vania sedang membuka pintu ruangan itu, ketika Vania hendak membuka pintu tiba - tiba dari arah belakangnya seseorang membekap mulutnya dan juga mengunci pergerakan Vania.
Vania meronta - ronta agar dapat terlepas dari bekapan orang tersebut, namun tenaganya kalah jauh dari sosok yang membekapnya hingga akhirnya tekuk Vania dipukul oleh Papi Egind.
“Huft, keren !!” ucap Cortie melihat Daddy Archie dan Papi Egind melumpuhkan Vania.
“Cepat buka pintu itu, lihat disana ! apa Claire ada atau tidak !” titah Daddy Archie kepada anaknya.
“Baik,”
Cortie segera masuk dan mencari keberadaan anaknya, sedangkan Daddy Archie dan Papi Egind mengurus Vania yang masih pingsan.
Di dalam ruangan, Cortie mencari anaknya Claire hingga matanya tertuju pada sosok tubuh mungil yang tergelak di sudut ruangan.
“Claire !!!” teriaknya.
Cortie bergegas mendekati sosok itu, ketika sudah mendekat Cortie membalikkan tubuh mungil itu dan,
DEGH !!!!
“Claireeee !!!!” teriaknya pilu.
Kondisi Claire tak bisa di katakan baik - baik saja, tubuh yang penuh luka dengan darah yang sudah membeku. Cortie membopong tubuh anaknya dan langsung berlari keluar.
Sesampainya di luar, betapa terkejutnya Cortie melihat Daddy Archie dan Papi Egind tengah melawan beberapa orang penjahat yang entah datang dari mana.
Tak lama datanglah, Candra dan rekannya yang lain mereka membantu Daddy Archie dan Papi Egind melawan penjahat.
Sedangkan yang lainnya membantu Cortie membawa Claire ke rumah sakit terdekat, walau membutuhkan waktu setengah jam mereka untuk sampai di rumah sakit.
Cortie segera memanggil suster untuk menolong anaknya, pekerja di sana sangat terbatas sehingga Cortie membutuhkan waktu sedikit lama untuk mendapatkan bantuan.
“Letakan di atas sini, ‘ pak “ ucap dokter cantik itu.
Cortie segera meletakkan anaknya di atas brankar, dua orang suster membantu dokter cantik itu untuk mendorong brankar ke ruangan UGD.
__ADS_1
“Maaf pak, bapak tidak diijinkan untuk masuk !!” tegur suster.
Mau tak mau Cortie menunggu di luar ruangan, suster langsung menutup pintu ruangan UGD.
“Claire ,” ucapnya lirih.
“Semoga nona Claire baik - baik saja ya pak,” ucap anak buahnya.
Cortie hanya mengangguk, ia berdoa semoga anaknya baik - baik saja tak lupa ia mengirim kabar kepada istrinya dan mengatakan Claire sudah di selamatkan namun, Cortie tak menceritakan keadaan Claire yang jauh dikatakan baik - baik saja bukan maksud dirinya menyembunyikan keadaan Claire dari Valencia, tapi ia tak ingin istrinya semakin kepikiran dan berakibat istrinya Valencia jatuh sakit dan stress berkepanjangan.
Sedangkan di sisi Daddy Archie dan lainnya, mereka berhasil melumpuhkan orang - orang di rumah sederhana itu mereka juga sudah menangkap semua pelaku termasuk tuan misterius yang terus saja mengganggu kehidupan mereka semua.
Daddy Archie terkejut ketika ia melihat siapa yang dipanggil tuan misterius itu, ternyata itu adalah .........................
“Mami, suamiku menghubungiku dan katanya Claire berhasil di selamatkan !!!” teriak Valencia senang.
“Serius ?!” pekik semua orang.
Mereka semua berkumpul di ruangan keluarga sambil menunggu kabar dari Cortie dan lainnya. Ketika Valencia menerima telepon dari Cortie, semua harap - harap cemas dan takut sesuatu terjadi kepada Claire.
“Sayang, Claire sudah ketemu “ ucap Cortie saat menghubungi Valencia istrinya.
“Mami, apa adik baik - baik saja ?” tanya Luna khawatir.
“Semoga adik baik - baik saja,” timpal Rosse.
“Amin !!” doa mereka.
“NYONYA - NYONYA TOLONG !!!” teriak maid sulung.
“Ada apa bi ?” tanya Mommy Alica.
“Nona Alesya, sepertinya mau melahirkan !!” teriak maid sulung heboh.
“APA ?!” mereka semua berhamburan, supir mansion berlari menyiapkan mobil sedangkan maid lain membantu untuk membawa Alesya bersama Mommy Alica dan Mami Emili dan ada juga yang membawa perlengkapan bayi yang sudah di siap jauh - jauh hari.
“Sayang, kalian di sini saja biar mami dan Mommy Alica yang mengantar Alesya ke rumah sakit,” ucapnya.
Mobil melaju meninggalkan pekarangan mansion, Mommy Alica menenangkan Alesya yang menangis kesakitan, dalam keadaan seperti ini Ardio tak bisa mendampinginya.
40 menit kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah sakit, supir memanggil suster dan dokter untuk menolong sedangkan Mami Emili dan Mommy Alica memapah Alesya hingga suster dan lainnya membawa barnkar dan membantu Alesya untuk berbaring di atas brankar.
Sekira sudah aman mereka membawa Alesya ke ruang perawatan dan tak lupa dokter kandungan sudah stand by di ruangan dimana Alesya akan melahirkan.
“Huh huh huh “
“Melegakan !!” ucap Mommy Alica sembari menyapu keringat yang mengalir di dahinya.
Ia tak menyadari jika Mami Emili masuk untuk menemani Alesya, ia terus menyapu keringatnya yang sudah sebesar biji jagung.
“Huft, mau kita apakan mereka ?” tanya Papi Egind.
Ia juga tak menyangka dalang semua kejadian yang menimpa putri dan juga menantunya adalah musuh mereka dari SMA.
James Anderson adalah pria yang sangat angkuh dan sombong di semasa SMA sifatnya yang sangat jelek sudah mendarah daging bersama dengan Kakek Tua yang beberapa bulan lalu meninggal dunia.
“Huh, sungguh kita bertemu teman lama,” ucap Papi Egind.
“Ia aku juga tak menyangka,” jawab Daddy Archie.
“Bawa mereka ke ruang penyiksaan dan untuk ketiga pasangan itu bawa ke kantor polisi !” titah Daddy Archie.
Tak ada basa - basi, Daddy Archie dan lainnya menyusul Cortie ke rumah sakit, mereka ingin melihat keadaan Claire.
TRING !!!
Ponsel Ardio berbunyi, terlihat notif dari Valencia. Ia dengan cepat membuka pesan itu dan DEGH !!!
“Istriku melahirkan ?” bacanya pelan.
“Siapa yang melahirkan ?” tanya Daddy Archie heran.
“Istriku,” jawabnya pelan.
Membuat Asisten Aaron bingung dengan jawaban Ardio yang tidak semangat.
“Istrimu melahirkan kamu tidak pergi menemaninya ?” tanya Asisten Aaron kesal.
“EH ?!”
“ISTRIKU MELAHIRKAN, AKU HARUS PULANG !!!” teriaknya panik membuat mereka semua terkejut.
Ia meminta maaf kepada Daddy Archie dan lainnya karena ia akan terlebih dahulu pulang untuk menemani sang istri yang akan melahirkan. Tak lupa ia mengajak orang kepercayaannya untuk mengantar dirinya pulang. Daddy Archie menggelengkan kepalanya melihat tingkah panik Ardio, begitu juga dengan Papi Egind, sungguh di luar dugaan hehe.
Di rumah sakit,
Cortie menunggu dokter memeriksa anaknya dan tak lama suster keluar dan mengatakan Claire mengalami kekurangan cairan sedangkan luka - lukanya sudah di obati dan sekarang Claire akan di bawa ke ruang rawat inap. Untuk beberapa hari kedepan Claire akan dinfus dan di rawat.
Mendengar itu, Cortie menghela nafas setidaknya anaknya Claire masih baik - baik saja. Tak lama Claire di bawa ke ruang rawat inap. Cortie meminta ruang VVIP untuk sementara waktu.
Di sinilah Cortie, menemani anaknya yang belum sadarkan diri jarum yang tertancam di tangan Claire membuat hati kecil Cortie meringis, belum pernah anaknya seperti ini. Hati seorang ayah mana yang tak sakit melihat keadaan anaknya seperti ini ? sungguh di usianya yang akan menginjak 3 tahun harus jadi korban penculikkan.
Membuat Cortie ingin menyiksa pelaku penculikan anaknya sampai pelaku itu mati rasa.
__ADS_1