Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
046.


__ADS_3

Semua orang menatap Ningsih dengan tatapan jijik, bagaimana tidak lihatlah, ia sengaja menampakan kedua gundukannya di hadapan semua orang.


“Apa dia tidak malu ?” bisik Alesya kepada Laura.


“bisa jadi, lihatlah kedua gundukannya ingin muncul kepermukaan” bisik Laura.


“Mengapa ada orang seberani dia di muka bumi ini,” bisik Alesya lagi.


“Putus urat malu,” celetuk Laura dan membuat semua orang menoleh kearah Laura dan Alesya yang berbisik - bisik.


“Kalian berdua kenapa berbisik ?” tanya Mommy Alica heran, keduanya kikuk dan kompak menggelengkan kepalanya membuat Mommy Alica gemas melihatnya.


“Sekarang ayo kita berkumpul di ruang interogasi !” titah Daddy Archie.


“Baik,” jawab mereka.Tak lupa Mami Emili meminta Ningsih untuk membetulkan pakaiannya,sedangkan Cortie dan Valencia langsung meninggalkan dapur tanpa menunggu sang pelaku.


Disini lah mereka semua berada, Laura dan Alesya di minta untuk menjaga anak - anak yang sudah tertidur di ruang bermain. Ruangan tersebut sudah di sulap menjadi ruang tidur karena Claire meminta sang papi untuk mengubah tempat itu menjadi ruang tidur agar mereka bisa tidur bersama.


Entah itu ide dari mana, Cortie tetap menuruti keinginan anaknya. Di ruangan itu mereka duduk bersila di lantai dingin tanpa alas, Cortie, Valencia dan Ningsih duduk di tengah - tengah mereka. Kesempatan Ningsih untuk mengambil posisi di samping Cortie dan itu membuat Cortie tidak nyaman.


“Ningsih, coba ceritakan bagaimana anak saya bisa melecehkan kamu dan bagaimana menantu saya yang kamu bilang membiarkan suaminya melecehkan kamu !” titah Daddy Archie tegas.


“Begini tuan besar, saya kan tugasnya mencuci barang kotor di dapur nah, tak lama tuan Cortie masuk ke dapur, terus saya tanya apa yang tuan Cortie perlukan, namun beliau bilang ia menginginkan saya untuk menuntaskan hasratnya !” ucapnya dengan percaya diri.


“Itu FITNAH Daddy !!” ucap Cortie tak terima.


“DIAMLAH !!!” bentak Daddy Archie.


“Lanjutkan !!” ucapnya lagi.


“Lalu, tuan Cortie meraup bokong saya lalu meremasnya dengan kuat membuat saya mendesah !” ucapnya dengan fantasi liarnya.


“Apa anak saya seperti itu ?” tanya Daddy Archie.


“Iya tuan besar, tolong beri keadilan untuk saya. Nyonya Valencia bahkan membiarkan suaminya untuk melecehkan saya,” ucapnya menangis.


Valencia hanya diam dan tetap mendengarkan setiap kalimat yang di ucapkan oleh Ningsih, sebelum ia benar - benar menampilkan sesuatu yang akan membuatnya malu.


“Apa menantuku sudah menyentuhmu lebih jauh ?” Kali ini Papi Egind yang bertanya setelah ia memberikan pesan ke salah satu anak buahnya.


“Sudah tuan, sudah dua bulan ini tuan Cortie menyentuh saya !” jawabnya tegas.


“Saya hamil anak tuan Cortie !” serunya, ia merasa ini saatnya ia merebut suami dari majikannya.


DEG !!


BUGH !!


Sebuah tinjuan mendarat di wajah tampan Cortie, membuat Ningsih berteriak kaget sedangkan Valencia syok mendengar ucapan Ningsih yang mengatakan bahwa ia hamil anak suaminya.


“Berto !!”


“Mas !!”


“Cortie !!”


“Abang !!”


“Berto apa yang kamu lakukan !!” teriak Daddy Nic, ia syok melihat anak lelakinya menonjok suami dari anak angkatnya.


“Dia sudah menghianati Kak Vale, Daddy !!” ucap Berto.


“Tidak !!, Aku tidak melakukan itu !!” ucap Cortie tak terima sambil memegang wajahnya yang sedikit nyeri.


“Mas,” cicit Valencia.


Bukan, bukan ia percaya dengan ucapan Ningsih. Tapi ia syok dengan ucapan Ningsih yang tak berotak itu.


“Apa kamu punya bukti ?” tanya Valencia penuh selidik.


“Aku punya buktinya, apa nyonya tidak melihat saya berjalan seperti apa ? Apa anda tidak melihat saya sering muntah - muntah setiap pagi dan berakhir kelelahan ?” ucap Ningsih penuh keyakinan.


“Sayang itu tidak benar !!” ucap Cortie membela diri, ia sama sekali tidak pernah menyentuh Ningsih.


“Diam, mas !! Apa kamu sering lembur di ruang kerjamu, kamu melakukan itu semua mas ?” tanya Valencia sendu.


“Benar mas lembur, tapi mas tidak ada sama sekali menyentuh Ningsih. Dia yang datang ke ruangan mas bawakan mas kopi, tapi mas tidak minum !!”


“Mas, usir dia keluar tapi dia tidak mau. Hingga mas menariknya secara kasar dan mendorongnya keluar dari ruang kerja mas !!”


“Mas tidak ada niat sedikitpun untuk mengkhianati pernikahan kita sayang. Percayalah cinta mas hanya untukmu seorang !!” jelas Cortie panjang lebar.


Valencia tahu, bahwa suaminya tak akan mengkhianati cinta mereka. Tapi bagaimana caranya untuk membongkar semua kebusukan Ningsih di hadapan semua orang, sementara pria yang ia cari hilang entah kemana.


“Tuan jangan begitu, saya hamil anak tuan !” teriak Ningsih.


“Jangan meneriaki suamiku !!” bentak Valencia.


“Anda harus berbagi suami denganku !” teriak Ningsih yang ngotot supaya tuannya Cortie menikahi dirinya malam ini.


“Aku tidak akan membiarkan suamiku menikahi dirimu, wanita ****** !!” teriak Valencia kepada Ningsih.


“Tapi saya hamil anak suamimu Valencia !!!” bentak Ningsih dan PLAK !!!


Tamparan hangat dari Mommy Alica mengenai pipi Ningsih, sungguh kelakuan maid ini membuatnya darah tinggi, jika benar Ningsih hamil anaknya bukan begini caranya, dari awal saja Ningsih berbicara Mommy Alica sudah dibuat bingung dengan ucapan Ningsih yang tidak masuk akal.


Tapi jika benar anaknnya menghamili Ningsih, bukannya Cortie bisa mengatakan langsung kepada Valencia jika dirinya sudah berbuat tidak pantas kepada salah satu maid di mansion ini ?


“Nyonya kenapa menampar saya !!” ucap Ningsih tak terima.


“Itu pantas buat kamu !!”


“Sampai kapanpun saya tidak mau anak saya menikahi wanita ****** sepertimu !!” ucap Mommy Alica tegas, kemudian ia menatap menantunya dengan rasa bersalah.


Valencia tahu jika mertuanya merasa bersalah, namun Valencia yakin suaminya tidak seperti itu.


“Bisakah kalian tenang dulu !!” bentak Daddy Archie.


Suasana menjadi sangat runyam, mereka tengah menunggu kedatangan anak buah Papi Egind, sudah sejam lebih mereka menunggu, namun orang tersebut belum muncul batang hidungnya. Membuat Papi Egind khawatir begitu juga dengan Daddy Archie.


Dua jam kemudian,


“Tuan Cortie harus menikahi saya malam ini juga !!” ucap Ningsih tiba - tiba setelah dua jam mereka diam, namun tak ada yang menanggapi ucapan Ningsih.

__ADS_1


“Kemana mereka, kenapa sudah 3 jam belum muncul juga ?” tanya Daddy Archie berbisik ke telinga Papi Egind.


“Sebentar lagi !” balasnya berbisik.


Ruangan itu hanya menyisakan Daddy Archie, Mommy Alica, Papi Egind Mami Emili, maid bungsu 2 dan 3 serta Cortie, Valencia dan Ningsih.


NIngsih sudah sangat kesal dengan keterdiaman ini, kapan ia dan tuannya menikah sedangkan ini sudah jam 23:35. Ningsih sudah tidak sabar lagi untuk menikah dengan pria yang ia sukai tanpa tahu dirinya saja yang menikah.


15 menit kemudian itu artinya menunjukan jam 00:00 atau jam 12 tengah malam, seseorang masuk dan mengabarkan jika orang yang mereka jemput sudah ada di depan ruangan.


“Bawa dia masuk !” titah Papi Egind.


Bunyi sepatu menapak lantai membuat semua orang menoleh ke pintu, Valencia dan lainnya mengerutkan dahinya lantaran bingung siapa pria dan wanita paruh baya itu dengan pria yang di sebelahnya lagi.


DEG !!


“Itukan pria yang aku cari,” gumamnya.


“Kenapa tiba - tiba muncul ?” tanyanya dalam hati.


“Siapa mereka ?” tanya Cortie dalam hati.


“Gawat !! kenapa mereka ada di sini !!” ucap Ningsih dalam hati.


Panik nggak ? Paniklah masa nggak !!


“Silahkan duduk !” ucap Papi Egind, ketiga orang itu langsung duduk di samping Mami Emili dan Mommy Alica, sedangkan maid bungsu 2 dan 3 duduk di belakang majikannya.


“Ma.. maaf tuan, kenapa kami dibawa kemari ?” tanya pria paruh baya itu ketakutan.


“Begini pak, kami ingin anak bapak bertanggung jawab untuk menikahi salah satu rekan kami yang sekarang sedang hamil anak bapak !” ucapnya to the point.


“Ha... hamil ?!” ucap wanita disebelahnya syok.


“Hamil ? siapa yang hamil ?” tanya pria muda di samping wanita paruh baya itu.


Membuat Daddy Archie, Papi Egind dan Valencia bingung. Karena jelas - jelas pria ini yang sering datang ke mansion untuk bertemu Ningsih sembunyi - sembunyi dari gerbang samping. Kenapa tanggapannya berbeda ?


“Jangan berpura - pura kaget !!” sarkas Valencia.


“Tapi maaf, saya sudah menikah dan memiliki anak. Mana mungkin saya menghamili perempuan lain !” ucapnya tak terima.


“Apa kamu punya saudara kembar ?” tanya Mami Emili, entah kenapa instingnya merasa pria ini memiliki kembaran.


“Iya nyonya, saya memiliki kembaran dan adik saya sampai saat ini tidak tahu dimana keberadaannya,” jawab pria itu.


DEG !!


“Jadi kalian kembar ?” tanya Ningsih tanpa sadar.


Pria itu menoleh ke arah Ningsih dan betapa terkejutnya pria itu melihat Ningsih.


“KAMU !!!” teriaknya marah, lalu menghampiri Ningsih dan ketika ia ingin menampar Ningsih, ibunya berteriak agar tak memukul wanita.


“Jangan nak, kita selesaikan ini secara baik - baik” ucap sang ibu kepada anaknya.


Semua disana terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh pria itu, mereka yakin bahwa kembaran pria itu yang merupakan ayah biologis bayi yang Ningsih kandung. Tapi dimana pria itu ?


“Maaf tuan, atas kelakuan putra saya” ucapnya menyesal.


“Maaf pak boleh perkenalkan diri bapak dan sekeluarga !” pinta Daddy Archie.


“Maaf semua, saya mau mengantarkan ibu dan anak ini kepada suaminya,” ucap Daddy Nic yang tadi kebetulan ke dapur untuk minum dan setelah kembali dari dapur ia melihat seorang wanita dengan gadi seusia anaknya berdiri ruang tamu tanpa siapapun disana.


“Ayah,” panggil gadis kecil itu.


“Lili, sini nak !” balas Riko.


Lili datang menghampiri ayahnya sedangkan wanita yang bersama Lili memilih untuk menghampiri kedua mertuanya dan duduk disana dengan wajah kebingungan.


“Silahkan pak !” ucap Daddy Archie.


“maaf semuanya, perkenalkan nama saya Bapak Rifal dan ini istri saya Ibu Windu. Saya memiliki putra kembar yang sulung bernama Riko ia sudah menikah dan di samping istri saya adalah Maya istri dari anak saya Riko dan dipangkuan Riko itu adalah anak pertamanya cucu saya, sedangkan anak saya yang bungsu bernama Riki. Entah dia dimana sekarang ini, sudah seminggu ia tidak kembali ke rumah,” jelas Bapak Rifal sendu.


Terlihat ada kesedihan di keluarga itu, lalu Riki saudara kembar Riko dimana ia sekarang, hilangnya Riki apa ada sangkut pautnya dengan Ningsih ?


“Maaf pak Rifal, saya tidak tahu untuk itu” ucap Papi Egind.


“tak apa tuan, jadi kami sekeluarga di jemput untuk datang kemari ada apa ya, tuan ?” tanya Pak Rifal.


“Begini pak, maaf jika perkataan saya dapat membuat bapak sekeluarga kaget, jadi begini anak bapak Riki sudah menghamili salah satu maid kami yaitu Ningsih dan kami berniat untuk menikahkan Ningsih dengan anak bapak !” jelas Papi Egind.


“A.. APA ?!” teriak Ibu Windu syok, bagaimana bisa anaknya Riki melakukan hal sebejat itu, sementara anaknya sudah seminggu tidak kembali ke rumah.


“Benar bu dan Ningsih sendirilah yang mengaku,” timpal Valencia.


Membuat Ningsih tidak bisa berkutik sama sekali, Ia tak tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya malam ini.


“Bagaimana anak saya bisa menghamili wanita di sini ?” tanya Bapak Rifal sedangkan istrinya masih sangat syok berat.


“Bapak jangan asal menuduh !” ucap Ibu Windu.


“Anak saya tidak mungkin seperti yang anda tuduhkan !” ucapnya tak terima.


“Bukan begitu bu, kita lihat CCTV ini dulu ya,” bujuk Papi Egind dan ia meminta salah satu anak buahnya untuk menyalakan layar didepan mereka.


“Bagaimana ini ?” ucap Ningsih dalam hati.


Saat ini ia terlihat sangat cemas dan itu ditangkap oleh maid bungsu 2, entah kenapa ia senang melihat wajah cemas dari Ningsih.


“Kamu kenapa, ‘Ning ?” tanya maid bungsu 2, membuat semua orang menatap ke arah Ningsih.


“CCTV belum diputar kamu sudah cemas,” ucapnya lagi.


“Sialan nih, manusia !” teriaknya dalam hati.


Layar televisi telah dinyalakan dan terlihat tayangan CCTV di gerbang samping. Tampaklah sosok Ningsih dan pria yang diduga adalah Riki saudara kembar Riko.


“itu Dek Riki, yang !” ucap Maya kepada suaminya.


“Iya benar itu Riki !” balas Riko.


Ditengah semuanya sedang konsentrasi menonton CCTV di depan, Ningsih diam - diam hendak pergi dari ruangan itu, namun ia lupa jika dirinya terus di awasi oleh maid bungsu 2 dan 3. melihat gerak gerik mencurigakan dari Ningsih, maid bungsu 3 bertanya dengan keras, sehingga semua orang menoleh ke arah Ningsih dan juga maid bungsu 3 yang memegang pergelangan tangan Ningsih.

__ADS_1


“Mau kemana ?” tanyanya dengan suara keras.


“Mau kabur ?” tanya maid bungsu 2 dengan wajah polos nan mengantuk.


“Ningsih, ini baru diputar loh. Masa mau pergi !” timpal maid bungsu 3.


“Saya mau ke toilet,” jawabnya gugup, kepalang tanggungkan ya sekalian saja. Begitulah pikirnya, namun sayang mereka tidak akan membiarkan itu terjadi.


“Kamar mandi di ruangan ini adakan, mas ?” tanya Valencia kepada Cortie.


“Iya ada, di ujung sana !” tunjuknya.


“CK !!”


Mau tak mau Ningsih pergi ketoilet yang ada diruangan itu, ia menuntaskah hajatnya sambil mencari cara agar bisa kabur dari situasi sulit yang iya hadapi sekarang ini.


“Bagaimana ini ? Aku harus bisa lolos dari sini tapi gimana caranya ?” ucap Ningsih cemas.


“mereka nggak bakalan bisa ngelepasin aku, apalagi Riko saudara kembar Riki bisa jadi geprek aku hish !!” ucapnya kesal.


Tok .. tok


“Ningsih, cepatan !!!” teriak Valencia.


“Sebentar nyonya !!” balasnya teriak.


“Jangan lama - lama, kami ngantuk nih !!” teriak maid bungsu 2.


“hish, kamu jahil benar !” ucap Valencia.


“He he he nyonya,” balasnya tersenyum manis.


“ Si Ningsih lagi mengeluarkan tenaga dalam buat teleportasi kali ya nya !” celetuk maid bungsu 2.


“Bisa jadi !” timpal maid bungsu 3.


Mendengar perkataan kedua maid bungsu membuat Valencia menggelengkan kepalanya. Mau heran ini tingkah jahil maidnya, mau diladenin takutnya masalah nggak selesai - selesai.


“Apa dia masih lama di dalam ?” tanya Riko.


“Iya ini sudah hampir sejam dia tidak keluar,” ucap Valencia.


“Kunci saja !” titah Cortie.


“Dia nggak akan bisa keluar dari sini apalagi Ventilasi toilet sangat tinggi, biarkan ia tidur di dalam toilet,”


“tapi kalau dia milih bunuh diri di toilet bagaimana tuan ?” tanya maid bungsu 2.


“benar juga ya,”


“Kita dobrak aja bagaimana ?” ide Riko.


“Haa, boleh tuan. DOBRAK AJA !!!” teriak maid bungsu 2 agar Ningsih bisa mendengar kata dobrak.


“Ningsih, pintunya kami dobrak !!” ucap Valencia dengan suara keras.


Sedangkan di dalam, Ningsih sudah ketar - ketir antara mau keluar atau tidak, hidupnya sudah terancam akan habis hari ini juga. Sehingga terdengar suara dobrakan yang membuat Ningsih terkejut dari pikirannya sendiri.


BRAK !!


BRAK !!


BRAK !!


BRUGH !!


“KYAAAA !!!” teriak Ningsih kaget, benar - benar di dobrak oleh Cortie dan Riko, semakin membuat Ningsih ketakutan dan berteriak histeris.


“Aku nggak mau !!!”


“Aku nggak bunuh Riki !!!”


“Riki yang bodoh !!” teriak Ningsih ketakutan.


Mereka semua heran dan syok dengan apa yang Ningsih ucapkan terlebih keluarga Bapak Rifal syok anaknya Riki dibunuh, pantasan ia seminggu ini tidak kembali ke rumah. Ibu Windu menangis histeris bahwa putranya di bunuh.


“Ningsih psikopat ?” tanya maid bungsu 2 dengan tampang bodohnya.


“Hish, kamu mah liat situasi !” senggol maid bungsu 3.


“Tarik wanita itu dan ikat dia !” ucap Daddy Archie kepada anak buahnya yang berjaga.


Mereka segera menarik dan mengikat Ningsih seperti tawanan, mereka lalu mendudukan Ningsih di tempat semula dengan keadaan Ningsih yang seperti orang gila.


“Anak kita pak !” tangis Ibu Windu.


“Iya bu, anak kita Riki “ ucap Pak Rifal sedih.


Saat ini mereka benar - benar tidak bisa mendapatkan informasi apapun dari Ningsih, melihat Ningsih yang seperti ini terpaksa Daddy Archie dan anak buahnya membawa Ningsih ke ruang bawah tanah, sedangkan keluarga Bapak Rifal diminta untuk menginap di mansion karena hari sudah sangat subuh menjelang pagi. Anak dan istri Riko juga sudah terlelap di sofa karena sudah sangat mengantuk jadilah Papi Egind meminta mereka menginap.


“Dek, ayo bangun !” ucap Riko pelan membangunkan istrinya.


“Hm iya bang,” jawabnya serak.


Riko mengajak istrinya untuk pindah ke kamar tamu dengan mengendong anaknya yang tertidur, Mami Emili dan Mommy Alica mengantar mereka ke kamar tamu, sedangkan yang lainnya kembali ke kamar masing - masing.


"Loh udah selesai ?" tanya Maid tengah.


"Sudah tapi tidak seru !" celetuk maid bungsu 2.


"Loh, kenapa ?" tanya Maid sulung.


"Ningsih gila," jawab maid bungsu 2.


"Ha ?! maksudnya gila bagaimana, 'Mar ?" tanya maid sulung.


"Gila ya gila, bi. seperti itu !" ucapnya lagi.


"Bibi, Maria ngantuk tidur dulu ya" jawab maid bungsu 2 dan ia langsung merebahkan dirinya di ranjang dan tertidur dengan posisi tengkurap.


"Aduh anak gadis ini !" ucap maid tengah.


keduanya pun meninggalkan maid bungsu 2 yang tertidur sedangkan maid bungsu 3 tengah membersihkan dirinya lantaran badannya sangat lengket,

__ADS_1


"Astaga anak ini nggak bersih - bersih dulu, malah langsung tidur !!" ucapnya yang baru selesai mandi.


setelah berganti pakaian, maid bungsu 3 merebahkan dirinya di ranjang miliknya dan  menyusul rekannya maid bungsu 2 ke alam mimpi, karena ia sudah merasa segar dan badannya sudah tidak lengket lagi.


__ADS_2