Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
028.


__ADS_3

"Huft, akhirnya pulang juga !"


Seperti biasa Nindy akan menunggu saudaranya di halaman depan dimana supir keluarga menunggu mereka di sana.


Selang beberapa lama, semua anak-anak sudah berkumpul di halaman depan dan akan pulang ke mansion beriringan. Tiga mobil alphard dan satu mobil khusus bodyguard berjejeran di sana,  semua anak-anak masuk tanpa terkecuali. Della memilih duduk bersama Nindy dan akan menanyakan hal mengenai Alexi kembali.


"Kamu kenapa sih Dell, selalu bang Alexi dan bang Alexi… aku pusing dengarnya !" ucap Nindy kesal sekaligus risih.


"Ya kan cuma nanya, gitu aja sewot!" jawab Della ketus.


"Kamu suka sama bang Alexi ?" Tukas Vellia kepada Della yang ia dengar selalu mempertanyakan hal itu kepada Nindy.


"Apaan sih Vel !"


"Ya gimana Dell, kamu itu tua dari Nindy tapi kenapa kamu seolah tidak senang dengan hubungan bang Ale sama Nindy"


"Bukan nggak suka, tapi___"


"Tapi apa ?" Cerca Vellia.


"Umur mereka terlalu jauh Vel !" serunya.


"Lah, nggak apa kok"


"Iya benar, kamu sirik ya Dell ?" tanya Meli kepada Della.


"Nggak," ucapnya kesal dan tak terima. Bella memilih diam begitu juga dengan yang lainnya.


***


Sesampainya mereka di mansion, Della langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapa orang-orang yang tengah duduk santai di ruang keluarga.


"Ada apa dengan Della ?" tanya Mami Valencia kepada Vellia.


"Nggak tahu mam, " jawab Vellia seolah tak terjadi apa-apa.


"Sudah lah kalian bersih-bersih dulu," titah Oma Emili.


Semuanya pun pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Nindy yang sekamar dengan Della pun harus mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok !! Tok !!! Tok !!!


"Dell, " panggilnya seraya mengetuk pintu kamar yang dikunci dari dalam.


Sudah beberapa kali Nindy mengetuk pintu kamar tapi tidak dibuka oleh Della, sehingga membuatnya harus meminjam kamar Vellia yang berada tepat di depan kamar mereka.


Tok !! Tok !!


"Kak," panggil Nindy.


Ceklek !!


"Loh Nind, belum masuk kamar ?" tanya Vellia bingung melihat Nindy yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya.


"Iya nih kak, Nindy boleh numpang mandi nggak ?" tanyanya lirih.

__ADS_1


"Loh, kamu nggak bisa masuk kamar ?" tanya Vellia heran.


"Iya kak, pintunya dikunci dari dalam !"


"Yaudah masuk, langsung mandi sana pakai pakaian kakak aja dulu. Kakak tinggal kebawah ya mau gabung sama mami dan lainnya," ucap Vellia panjang lebar.


"Ah, baik kak " jawab Nindy yang langsung masuk ke dalam kamar Vellia dan bergegas untuk membersihkan diri.


***


"Kamu kenapa ngomong sendiri, Vel ?" tegur Fauzi yang ternyata baru pulang bekerja bersama Naumira yang mampir ke mansion iparnya.


"Nggak apa-apa bang," jawabnya gugup.


"Vell, Nindy mana ?" tanya Naumira.


"Ada dikamarku aunty, lagi mandi dia " ujar Vellia.


"Lah, bukannya Nindy sekamar dengan Della ?" tanya Naumira heran.


"Kok bisa mandi di kamarmu ?"


"Nggak tahu aunty," jawab Vellia dan berpamitan untuk berkumpul dengan mami Valencia dan lainnya, ia tidak mau ditanya-tanya oleh orang yang ada di sekitarnya mengenai Della dan Nindy. Maka dari itu ia berusaha menghindar bila dirinya ditanya mengenai kedua orang tersebut.


Sedangkan di kamar, Della memilih untuk tidur dan membiarkan pintu diketuk oleh Nindy, ia hanya ingin sendiri dan juga ia masih memikirkan cara agar pertunangan besok malam dibatalkan karena ia tak rela jika Nindy dan Alexi bertunangan.


"Gimana caranya ya ?"


"Nggak boleh dibiarkan ini !" ucapnya, karena lelah berpikir untuk mencari cara agar bisa membatalkan acara pertunangan itu, Della tanpa sadar tertidur pulas dan terlalu cepat dikarenakan jam baru menunjukkan pukul 17:45.


"Mami bagaimana ?" 


"Aduh, tunggu papi dulu. Mami juga bingung ini, bagaimana bisa mereka memperlakukan kita seperti ini …."


"Kak Eve mana ?" tanya Vivian yang tidak melihat kakaknya itu.


"Mami nggak tahu, dikamar nya mungkin" jawab Mami Frida seadanya.


"Ah,"


Tak lama kemudian datanglah papi Frans dan Eve ke ruang tamu, Eve duduk di sebelah Vivian sedangkan papi Frans duduk di sebelah istrinya.


"Papi….." rengek Vivian.


"Ada apa ini ?"


"Kenapa putri bungsuku merengek seperti bayi ini ?" tanya Papi Frans.


"Ini loh pi, Alexi tidak mau balikan sama Vivian makanya dia terus-terusan merengek " jawab Eve.


"Jangan bilang kalian putus lagi " tebak Papi Frans.


Vivian mengangguk dengan rengekan khas dirinya dan menceritakan bagaimana kelakuan Alexi beberapa hari yang lalu telah melamar bocah tengil yang dia sendiri tidak tahu namanya. Papi Frans yang tak terima memutuskan untuk  menghubungi Ayah Jakson.


"Hallo…..,"

__ADS_1


"Apa yang putramu lakukan kepada putriku ! Bagaimana bisa putramu melamar gadis lain dan meninggalkan putriku !"


"Sementara putriku sangat mencintai putramu, Jakson !" bentak Papi Frans.


"Harusnya kamu tanya putrimu apa yang ia lakukan kepada putraku, bukan malah menyalahkan putraku !" ucap Ayah Jakson tak terima putranya di fitnah.


"Apa maksudmu, kau pikir putriku bukan gadis baik-baik ?" ucapnya yang juga emosi.


"Kalau iya kenapa ?"


"Didik putrimu dengan benar sebelum mengomentari sifat putraku !"


"Aku lebih setuju bila putraku menikah dengan Nindy bukan dengan putrimu Vivian. Gadis matre dan manja, suka membalikan fakta !" teriak Bunda  Laura yang ternyata juga mendengarkan makian dari Ayah Vivian.


"Apa maksudmu mengatakan putriku matre,manja dan suka membalikan fakta !!!" teriak Mami Frida 


Aksi saling teriak itu membuat Eve dan Vivian meminta papinya untuk memutuskan panggilan tersebut, bukannya apa pasti hal tersebut akan berlangsung sangat lama dan berakhir mereka tidak mendapatkan apa-apa.


"Bagaimana bisa mereka menghina putriku," ucap Mami Frida yang masih tidak terima.


"Huh, aku tak terima ini ! Ini sama saja kita dihina oleh keluarga Jakson !" ucap Papi Frans.


"Iya papi, masa putrimu yang cantik jelita ini dihina mereka" rengeknya manja.


"Tenang sayang, papi akan lakukan untukmu !"


"Tidak ada yang bisa menghina kedua putriku," ucap Papi Frans.


"Hiya papi," ucap ketiganya serentak.


"Aku akan merebutmu kembali Ale, nggak ada yang bisa memilikimu selain diriku ! Gadis itu tunggu saja, akan aku musnahkan," ucapnya dalam hati.


"Aku juga akan merebut kembali pria yang seharusnya menjadi milikku dan aku pastikan wanita itu akan menderita selamanya," ucap Eve dalam hati.


****


"Kamu itu kenapa Della ? Kenapa kamu tidak membukakan Nindy pintu dan menguncinya dari dalam. Kamu ada masalah dengan Nindy ?" tanya Mami Valencia emosi.


Ia kaget melihat Nindy yang terus menerus mengetuk pintu kamar, dan juga ia melihat bagaimana Della mengusir Nindy dengan melemparkan semua barang-barang milik Nindy keluar kamar. Disana Della sempat meminta Nindy untuk membatalkan acara pertunangan besok malam, mami Valencia bingung dengan apa yang terjadi, ia juga terkejut melihat sikap Della yang melewati batas, dan disinilah mami Valencia membawa Della dan Nindy untuk disidang.


"Jawab pertanyaan mami !!" bentak Mami Valencia.


"Maa… maaf mami " jawabnya gugup.


"Jangan katakan maaf !!"


"Jelasin kepada mami ada apa dengan kalian berdua !!" bentaknya lagi.


"Nindy ….," panggil Oma Alica.


"Iya oma…"


"Ada apa sebenarnya ? Coba cerita pada kami !" pinta Oma Alica kepada Nindy.


Nindy ragu dan melihat semua orang yang berada di sana, mata nya bersih tubruk dengan mata Della yang menatapnya penuh dendam. Oma Emili yang melihat itu menegur keras Della agar tidak menatap Nindy dengan tatapan hina seperti itu. Namun, Della yang tak terima memutuskan untuk mengatakan dirinya keberatan dengan Nindy yang bertunangan dengan pria yang sudah ia sukai sejak lama.

__ADS_1


Tentu semuanya kaget dengan pengakuan Della, terlebih Naumira yang berada di sana juga terlihat tak percaya dengan perkataan Della yang sangat mencintai abangnya. Begitu juga dengan mami Valencia dan bunda Bella tak menyangka Della mencintai Alexi. Jadi bagaimana mereka mengatasi permasalahan ini ?


__ADS_2