Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
008.


__ADS_3

Keesokan harinya, semua orang di mansion Cortie sarapan bersama tanpa ada Rosse dan juga Luna. Mereka makan dengan tenang dan tak lupa berdoa seperti biasa dan pimpin salah satu dari mereka.


Begitu juga ketika sudah selesai makan, mereka akan mencuci pring bekas masing-masing dan merapikan barang-barang yang ada di atas meja makan.


Di kamar tamu, Valencia tengah menyuapi kedua anak angkatnya tak lupa si kembar yang bermain di kamar itu. Sedangkan Cortie, ia sudah berangkat ke perusahaan setelah dijemput oleh assistentnya.


“Nah, sudah selesai makan. Sekarang minum obatnya,” ucapnya kepada kedua anaknya.


“Ini vitamin, Luna dan ini Vitamin punya Rosse” ucapnya menyerahkan dua vitamin yang berbeda dan diterima oleh keduanya.


“Ini airnya” Valen menyodorkan dua gelas air putih hangat.


“Terima kasih, mami” balas keduanya serentak.


“Sekarang kalian berdua istirahat dulu, Rosse sama Luna sudah mami meminta izin kepada wali kelas kalian berdua” 


“Baik mami” jawab Rosse pelan.


Ia merasa mengantuk setelah meminum vitamin yang di berikan oleh maminya, begitu juga Luna ia sudah tertidur pulas. Valencia melihat kedua putri angkatnya terkekeh pelan.


“Vitaminnya buat ngantuk ya, he he biarlah yang penting keduanya istirahat”


Kemudian, Valencia mengajak kedua putri kembarnya untuk membersihkan diri. Ketiganya berjalan keluar dari kamar tamu menuju lantai atas.


Di perusahaan tempat Cortie bekerja, di datangi seorang pria yang tengah melakukan penyelidikan tentang kasus Valencia yang keracunan makanan sebulan lalu.


“Bagaimana pak dengan perkembangan penyelidikan, ‘bapak ? tanya Cortie.


Ia berharap penyelidikan ini berhasil dan tidak ada yang membahayakan anak dan istrinya.


“Saya menemukan racun arsenik yang bisa di sebut “Raja Segala Racun”. zat ini hampir tidak terdektesi,sehingga sangat sering digunakan baik sebagai senjata pembunuhan atau sebagai elemen cerita misteri,” jelasnya kepada Cortie.


“A.. apa ra..racun arsenik ?” tanyanya kaget.


“Iya pak, racun ini dapat dengan mudah menyatu dalam air, makanan dan sejenisnya,” jawab Detektif itu


“Pada catatan lain, arsenik seperti belladonna yang digunakan oleh seseorang untuk alasan seperti kosmetik. Beberapa tetes saja dapat membuat kulit wanita menjadi putih,” curhatnya.


“Wah, bahaya dong pak,” celetuk Assistent Aaron.


“Sangat !!!” jawab keduanya.


Yang mana membuat assistent Aaron terlonjak kaget, Cortie dan Pak Detektif saling pandang setelah mereka berdua sama-sama menjawab celetuk dari Assistent Aaron.


“Lalu apa yang kita lakukan, ‘pak ?” tanya Cortie mengalihkan suasana.


“Kita harus menjebak pelaku agar mau mengakui perbuatannya,” jawab Pak Detektif


“Caranya bagaimana ?” tanyanya bingung.


Ketiganya pun mengobrol sangat serius, hari ini Cortie menyerahkan pekerjaannya kepada ke empat sekretarisnya. Ia akan memfokus mengenai rencana penjebakan ini.


Tak terasa hari sudah siang, jam makan siang sudah mulai. Cortie menyiapkan diri untuk pulang ke mansion, seperti biasa ia akan makan siang bersama istri dan anak-anaknya.


Sedangkan Aaron, ia makan siang di kantin perusahaan.setelah sampai di kantin Aaron langsung memesan makanannya, ia lalu mencari kursi kosong. Ia mengedarkan pandangannya dan berhenti melihat sosok Millie yang tengah menunggu makanan sambil memainkan ponselnya. Aaron berjalan menghampiri meja yang mana Millie sendiri yang menempati. Karena mereka tidak ada yang mau semeja dengan Millie, bukan tidak mau tapi lebih ke mereka yang makan bareng sesama teman satu divisi sekaligus membahas materi untuk di presentasikan esok hari.


“Permisi, apa saya boleh duduk disini ?” tanyanya sopan.


“Silahkan, tuan “ jawabnya tanpa melihat lawan bicaranya.


“Kamu fokus sekali dengan ponselmu daripada lawan bicaramu,” tegur Aaron.


Mendengar ucapan pria itu,sontak saja Millie mendongak kepalanya.Betapa terkejutnya ia melihat assistent Aaron ada tepat di mejanya.


“Maa..maaf pak” ucapnya menyesal.


“ya sudah, hari ini aku maafkan “ jawabnya dingin.


“Hm, “ dehem Millie.


Jantung keduanya sama-sama berdebar, apalagi pipi Millie terlihat sangat memerah begitu juga telinga Aaron. Sama-sama gugup bila berdekatan, apakah mereka saling menyimpan perasaan ?


Beberapa menit kemudian, makanan keduanya telah terhidang oleh bibi kantin. Dengan canggung keduanya makan dengan khidmat tak lupa juga berdoa.


Sedangkan di mansion, Cortie dan yang lainnya makan siang bersama tak lupa salah satu dari mereka bertugas untuk memimpin doa.


Seperti biasa juga, sehabis makan mereka akan mencuci piring masing-masing dan membersihkan meja makan.


Pranggggg !!!!


Semua yang di dapur dikejutkan dengan suara pecahan dari luar. Cortie dan valen bergegas keluar sedangkan Claire dan Clark di bawa Maid Sulung ke taman samping untuk bermain di sana.


“Apa- apaan ini,” ucap wanita itu.

__ADS_1


“Kenapa kalian melarang kami memasuki mansion ini,” ucapnya marah.


“Kalian .....” 


“CORTIE APA YANG KAMU LAKUKAN PADA TANTEMU INI,KAMU TIDAK SUKA TANTE DATANG KE MANSION INI ?” teriaknya marah.


“Anda memang tidak punya muka malu ya,buat keributan di mansion ini. Apa anda tidak sadar jika anda yang membuat anak-anak kami jatuh sakit kemarin ? masih ingin bertanya dimana letak kesalahan kalian berdua ?” tungkas Valencia.


Sungguh, tante suaminya ini bodoh atau tidak ada otak selalu saja membuat rusuh di mansion. Tante Lucia seolah dirinya yang berhak padahal ia sudah di usir oleh kakeknya Cortie setelah beliau tahu bahwa Lucia lah yang menjebak Daddynya Cortie untuk menjamahi tubuhnya.


“bukan urusanmu !!!” teriak Lucia


“Cort, kenapa kamu berubah setelah menikah dengan Valencia. Aku ini mantanmu dan calon istrimu” ucapnya tak tahu malu.


“Siapa calon istriku ? Aku sudah menikah, “ ujarnya marah


“Apa kamu tidak ingat apa yang kita lakukan malam itu” ucap Evelyne memelas.


Valencia menatap suaminya penuh selidik, apa yang dilakukan suaminya malam itu. Kata ambigu itu sukses membuat Valencia curiga kepada sang suami.


“Kamu yang mengatakan akan bertanggungjawab setelah melakukan One-Night Stand denganku” ucapnya penuh drama.


Seolah ia terluka dengan perlakuan Cortie. Ia menangis tersakiti, mungkin kalau di drama ikan terbang ia adalah antagonis yang baik dan bisa di beri gelar. One-night stand adalah kegiatan seksual di mana terdapat niatan bahwa tak ada hubungan lebih lanjut antar patisipan seksual.


Valencia yang mendengar itu menjadi syok, ia menatap tak percaya dengan apa yang suaminya lakukan. Spontan ia menampar suaminya yang menatap dirinya seolah ia tak melakukan itu.


Tanpa keduanya sadari, Evelyne dan Lucia tersenyum puas melihat adegan suami istri itu. Sebelum Valencia beranjak dari ruang keluarga terlebih dulu ia memberi wejangan kepada Evelyne.


“wanita sepertimu pantas direcoki banyak pria, wanita tidak tahu malu dan tidak punya muka. Kalau di obral lumayan dollaran,” ucap Valencia lalu meninggalkan ruangan itu.


Cortie berniat menyusul sang istri, namun Lucia mencegahnya karena Evelyne sedang mengandung anaknya. Tetapi, itu semua tak di indahkan oleh Cortie.


Melihat kepergian Cortie, kedua wanita itu bertos ria tanpa tahu obrolan mereka telah direkam oleh seseorang.


CEKLEK


“Sayang..... benar mas nggak ngelakuin itu. Percaya sama mas, “ ucapnya memohon.


Valencia tak menjawab apapun perkataan suaminya,ia memilih tidur karena sangat mengantuk. Merasa tak di jawab oleh istrinya, Cortie menghubungi Aaron dan mengatakan bahwa ia tak kembali ke perusahaan.


Setelah selesai menghubungi asisstent nya, Cortie pergi ke ruang kerjanya. Di sana Cortie menghabiskan waktu untuk penyelidikan.


Tringgggg...


“Kami sudah mendapatkan pengakuan dari kedua wanita itu, bos” lapor seseorang.


“Baik, kalian awasi kedua wanita itu. “


“Baik bos, untuk informasinya saya sudah mengirimkan ke e-mail”


“Oke”


TUT.......


“Atak, Klaile haus “ ucapnya kepada Luna


“Sebentar kakak ambilkan” jawabnya dan mengambil air di nakas meja khusus.


“Klark duga haus atak” ucap Clark.


Luna mengangguk dan mengisi dua gelas kosong dengan air, setelah itu ia membawa dua gelas kosong itu dan memberikan kepada Claire dan juga Clark.


CEKLEK 


“Luna,giliran kamu Aku akan memandikan si kembar dulu di kamar atas,” titah Rosse yang baru selesai membersihkan diri dan ia juga mengajak kembar untuk mandi.


“Oke, Rosse “ ucap Luna.


Rosse dan kedua adik kembarnya pun keluar dari kamar Luna menuju lantai atas di mana kamar kembar berada. Setelah itu, Rosse langsung memandikan kedua adik tersayangnya.


Dikamar utama, Valencia terus-terusan memuntahkan isi perutnya. Cortie cemas dengan keadaan istrinya, ia mengurut tekuk leher istrinya.Valencia merasakan tubuhnya sangatlah lemas, apa ia keracunan makanan lagi ungkapnya atau masuk angin  ? begitulah yang ada di pikirannya.


Cortie membopong istrinya ke tempat tidur tak lupa ia memberikan air hangat untuk istrinya.


“Mas, panggilkan Dokter Anne untuk memeriksa kamu ya,” ucapnya memelas


Entah sudah beberapa hari ini, istrinya tak mau menjawab ketika ia sedang berbicara. Ia juga sudah meminta maaf kepada sang istri namun, tetap saja tak membuat istrinya berbicara kepadanya.


Ia hampir frustasi, dimana Evelyne terus-menerus datang dan meminta pertanggung jawaban. Hal yang tak pernah Cortie lakukan.


Hingga beberapa hari kemudian, ia mendapati istrinya yang tengah berbicara dengan teman bisnisnya siapa lagi jika bukan Ardio, daddy Ara. Yang membuat ia penasaran adalah saat Ara mengelus perut istrinya dan tersenyum. Ada apa ini, apa ada yang ia tak ketahui ?


Sejak kapan kedua orang itu dekat, di mana pengasuh Ara dan di mana si kembar kenapa hanya mereka bertiga saja. Cortie bergegas menghampiri ke tiga orang itu dan.....

__ADS_1


“APA-APAAN INI VALE, APA YANG KAMU LAKUKAN DI BELAKANGKU” bentaknya


“Mas ?! “ ucap Valencia kaget


“KAMU SELINGKUH SAMA SUAMI ORANG ? DIA TEMAN BISNIS KU VALE, APA YANG KAMU LAKUKAN ?” bentaknya lagi.


Hal itu membuat Valencia dan Ara menangis, ia sangat tak menyukai di bentak oleh suaminya di depan umum. Orang-orang melihat mereka dan mencibir dirinya. Ardio yang ingin memarahi Cortie tanpa sengaja melihat layar ponsel Cortie dan ia tak paham dengan apa yang terjadi.


“Kamu jangan membentak istrimu, Cortie” tegur Ardio


“Diam Kau” sarkas Cortie


“Bicarakan baik-baik, Aku dan Vale tidak selingkuh” ucapnya meyakinkan Cortie


“ini sudah terbukti bahwa kalian berdua ketemu diam-diam” ucapnya sembari melotot


“mas, sakit.. hiks .. hiks” ucap Valencia


“Jangan sakiti istrimu, Cortie” ucap Ardio kesal dan ..


BUGH


AKHHHH


“Masss,” teriak Valencia.


Cortie membogem Ardio begitu juga sebaliknya, Hal itu semakin membuat Cortie emosi,ia lalu menarik istrinya tanpa ampun. Ardio yang ingin menolong pun tak jadi karena ia harus mencari keberadaan pengasuh Ara dan si kembar. Ara yang tak tahu menahu justru masih menangis ketakutan, ia takut melihat Cortie yang menarik Valencia.


“Aku tak tahu apa yang terjadi, karena aku bingung” ujarnya sendiri.


Ardio mengajak Ara untuk mencari Aleysia dan si kembar yang entah jajan kemana.


Sedangkan ketiga wanita beda usia yang dicari Ardio itu, tengah berbaring di karpet bulu dengan kedua balita yang sedang meminum susu mereka, sedangkan Aleysia menunggu kedatangan seseorang.


Setelah beberapa menit kemudian, si kembar dijemput oleh seseorang, ketika Aleysia hendak menghampiri mobil Ardio  ia melihat Evelyne yang tengah menatap kepergian si kembar Claire dan Clark.hal itu membuat Aleysia penasaran dan bergegas menghampiri Ardia dan segera masuk.


Di dalam mobil,Aleysia menatap kaget wajah tuannya yang membiru di sudut bibirnya. Aleysia ingin bertanya tapi ia tak punya hak untuk itu. Jadilah ia diam saja dan ia pun berniat mengatakan bahwa ia melihat Evelyne di tempat tadi.


Ardio yang merasa ditatap pengasuh Ara pu, bertanya “ Ada apa, ‘Al ?” tanya Ardio.


“Ha, nggak papa tuan” jawabnya.


Ardio tak bertanya lagi,ia sekali-sekali melihat kebelakang untuk memastikan anaknya aman atau tidak.


Sedangkan di Mansion Cortie, Evelyne yang duluan datang segera berpura-pura menyiapkan makan malam untuk Cortie.


Melihat kedatangan Cortie dan lainnya,Evelyne berusaha bersikap baik,namun sayang, kursi di meja itu sudah penuh dengan maid serta dirinya masih ada satu kursi itu untuk Cortie.


Cortie yang melihat itu melihat ke arah istrinya, lalu Cortie mengambil karpet khusus untuk makan dibawah dan dibantu oleh satpam rumah untuk menggelarkan beberapa makanan dan mereka akan makan dibawah.


Evelyne protes, karena ia tak sudi makan dibawah.


“Cort, aku tak suka makan di bawah. Kita bukan binatang, biarkan saja para maid yang makan di bawah sedangkan kita makan di meja makan,” usulnya memelas.


“Kamu kalau mau makan di meja makan terserah” ucapnya dingin.


Mau tak mau, Evelyne makan sendiri di meja makan sungguh ia tak menyukai makan bersama para pekerja.Makan malam seperti biasa, sebelum dan sesudah makan selalu berdoa dan akan mencuci piringnya masing-masing dan berberes. Sedangkan Evelyne sesudah makan langsung meninggalkan ruang makan dan pergi ke lantai atas menuju kamar Cortie.


Namun sayang,kamar itu dikunci oleh Cortie. Besok Cortie akan mengantikan pintunya dengan password agar tak sembarangan orang masuk ke kamar miliknya dan Valencia.


“Kurang ajar, kamar Cortie dikunci,” ucapnya kesal.


“Akhh, bagaimana ini. Mana mungkin aku tidur di kamar tamu,” ujarnya kesal.


Ketika Evelyne berbalik,ia melihat kedatangan Cortie dan Valencia. Eveleyne bergegas menemui Cortie dan meminta di bukakan pintu karena ia sudah mengantuk.


“Pergilah ke kamar tamu, itu khusus dirimu” jawab Valencia.


“Kamu saja, aku tidak mau” ucapnya tak terima.


“Kamu itu bukan istri Cortie, jangan seenak jidat,” sarkas Valencia.


Lama-lama ingin rasanya ia memberikan stempel lima jari di wajah palsu itu. Benar-benar tak berotak. Kalau membunuh itu halal, pasti saat ini ia akan membunuh Evelyne.


“pergilah, aku malas berdebat” usir Cortie


“Kamu ngusir aku ?” tanya Evelyne tak percaya.


Valencia hanya menggelengkan kepalanya, ia pusing menghadapi Evelyne yang seperti habis obat atau ia mengonsumsi obat telarang ? begitulah pikirnya.


Merasa diabaikan, Evelyne mendorong Valencia dan berjalan cepat turun kebawah dengan hati yang semakin membendung sakit hati atas perlakuan Cortie kepada nya.


Auh,....

__ADS_1


Untung saja Cortie cepat menahan tubuh istrinya, jika tidak bisa gawat. Cortie membawa Valencia masuk ke kamar tak lupa mengunci pintu agar Evelyne tak nekat masuk ke dalam kamar mereka seperti tempo hari yang lalu.


__ADS_2