Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
015.


__ADS_3

“Bagaimana, apa orang kita sudah sampai di sana ?” tanya lelaki itu.


“Sudah dan dia akan melancarkan aksinya.....,” ucap wanita itu.


“Bagus,’ kita tunggu kabar darinya..,” ucapnya tersenyum.


“Mereka harus merasakan penderitaan yang sama dengan apa yang kita rasakan saat ini, karena mereka kita seperti ini..,” ucapnya penuh kebencian.


“Ia mereka harus merasakan sakit yang kita rasakan,” jawab wanita itu dengan penuh kebencian.


“Kita tunggu hasilnya, sekarang aku merindukanmu....,” tatapnya penuh nafsu.


“HAHAHA aku juga merindukanmu...,”jawabnya dengan suara manja.


Pria itu langsung mengangkat tubuh wanita itu dan mulai meraba-raba serta mencium bibir wanita itu dengan nafas yang memburu. Begitu juga dengan wanita itu, ia juga meraba tubuh pria tersebut dengan nakal.


Decapan - decapan terdengar di ruangan itu, mereka melakukannya tanpa malu di lihat oleh anak buah pria itu. Tanpa tunggu lama, pria itu membopong tubuh wanita itu masuk kesebuah ruangan yang sering mereka gunakan untuk melancarkan aksi bejat keduanya.


“Saya jadi pengen...,” ucap salah satu anggotanya.


Ia lalu pergi mencari seseorang untuk dijadikan pelampiasan nafsu birahinya. Jangan heran jika di rumah tersebut biasa dijadikan tempat untuk pesta ****.rumah yang tak ada pun satu orang yang tahu siapa pemilik asli rumah itu dan mereka juga tidak pernah melihat seseorang keluar dari rumah itu ketika pagi menjelang sore. Mereka terlihat hanya di waktu malam hari hingga subuh menjelang pagi pagi.


Padahal rumah itu berada di kawasan rumah menengah, yang mana padat dengan rumah warga-warga yang tinggal di sana. Tetapi tak ada yang pernah melihat mereka keluar di pagi hari sampai sore hari.


Mereka banyak menganggap bahwa rumah itu adalah salah satu rumah keluarga asing yang tidak bisa bersosialisasi dengan warga sekitarnya.


Sedangkan di sisi lain, di kediaman mansion Cortie dimana hari ini kedua orang tua Valencia akan pulang ke kota asal mereka. Valencia dan anak-anaknya sangat sedih, karena mereka harus berpisah kota dengan Mami Emili dan Papi Egind walau sebenarnya bisa saja Cortie membawa anak-anaknya berlibur ke kota Orang tua Valencia hanya saja dirinya masih tidak memiliki waktu dan sekarang istrinya Valencia sedang hamil jadi menurutnya tunggu waktu yang pas untuk berkunjung.


“Huaaaa.... oma tama opa puyang ke kuota asuelnya..,” tangis Claire.


“Iya opa ada kerjaan di sana sayang, yang tidak bisa opa tinggalkan...,” ucapnya pelan supaya anak serta cucu-cucunya memahami kepulangan mereka.


“Tapi, Klaile macih tuga lindu opa tama oma.....,” rengeknya.


“Iya Opa paham, nanti tunggu sebelum Mami Valencia melahirkan, Opa sama Oma akan kembali ke kota ini. Untuk menemani kalian semua....,” bujuk Papi Egind.


“tapi..........,”


“Ayo, Pi Mi kita berangkat takut jalanan macet nanti.....,” tegur Cortie.

__ADS_1


Ya, hari ini mereka akan mengantar Papi Egind dan Mami Emili ke bandara. Rosse dan Luna tidak bisa mengantar karena hari ini mereka masuk sekolah. Kini mereka pergi ke bandara dengan menggunakan empat mobil. Dua mobil di isi keluarga Cortie dan Valencia sedangkan dua mobil lagi adalah mobil Bodyguard yang menyamar menjadi orang biasa agar para penjahat tidak mengetahui keberadaan mereka dan seolah menganggap bahwa itu adalah keluarga besar Papi Egind dan Daddy Archie.


Dua jam kemudian, mereka telah sampai di bandara. Seharusnya mereka tiba di bandara setengah jam yang lalu namun, karena macet akhirnya mereka baru tiba.


“Hu Hu Oma......,” tangis Clark.


Ya,sepanjang perjalanan Clark menempel dengan sang Oma,sedangkan Claire menempel dengan Opa Egind bahkan mereka menangis dan merengek agar kedua orang tua itu tidak jadi pergi. Namun, apa daya oma dan opanya harus kembali ke kota M untuk membantu perusahaan yang tengah terjadi masalah dan mengharuskan Opa Egind membawa sang istri untuk kembali.


Tanpa mereka sadari seseorang tengah mengintai mereka dari sudut lain,ia melakukan penyamaran yang sangat baik. Sedangkan bodyguard Cortie mereka berpencar untuk mengamankan majikannya.


Mendengar suara pemberitahuan dari awak bandara, Mami Emili dan Papi Egind memeluk putri sulungnya dan juga menantu serta cucu-cucu kembar mereka dan tak lupa besan mereka.


Setelah itu, kedua orang tua Valencia masuk kedalam bandara untuk melakukan Check-in dan Boarding. Valencia menangis melihat kedua orang tuanya masuk kedalam bandara, begitu juga dengan kembar mereka menangis di gendongan Kakek dan Nenek dari orang tua Cortie.


“lakukan dengan baik jangan sampai ada kesalahan sedikitpun...,” ucap sosok itu dan terus memperhatikan Cortie serta keluarganya.


“Baik....,” jawab anggotanya dan pergi masuk ke bandara.


Ia menyamar sebagai salah satu penumpang di sana dan akan menyusul kedua orang tua Valencia.


“Ayo kita ke mobil......,” ajak Daddy Archie.


Namun,salah satu bodyguard mendatangi Daddy Archie dan membisikkan sesuatu yang mana membuat Cortie dan Valencia penasaran. Setelah kepergian, bodyguard itu Daddy Archie meminta mereka berdua untuk ikut menaiki mobil yang sama dengan Daddy Archie.


Di dalam mobil,Valencia mengantuk dan menyandarkan kepalanya dipundak sang suami bukan hanya Valencia kedua putri kembarnya juga ikut tertidur dengan suara yang masih lirih sesenggukan. Mommy Alica ia memilih memejamkan kedua matanya, ia merasa pusing dan tubuhnya merasa meriang.


Daddy Archie yang menyadari wajah pucat istrinya pun mengambil selimut dan memposisikan bagian penyangga kursi turun untuk membuat istrinya nyaman tertidur. Sedangkan dirinya dan Cortie berbincang-bincang masalah bisnis dan di depan keduanya adalah anak buah Daddy Archie yang salah satu dari mereka menyetir mobil keluar dari are parkiran bandara.


Sedangkan mobil yang di pakai mereka sebelumnya di bawa oleh para bodyguard Cortie, mobil tersebut berjalan dengan tenang seperti mereka mengendarai mobil orang pada umumnya. Namun, ternyata di belakang mereka sedang di buntuti oleh mobil hitam tanpa plat.


“Itu mereka di depan, hari ini mereka akan mati di tangan kita dan bos akan sangat senang....,” ucapnya kepada salah satu temannya.


“Hahaha iya, mereka sekeluarga akan mati di hari yang sama....,”timpalnya.


“Apa si Jo sudah berada di pesawat yang sama dengan kedua orang tua wanita itu ?” tanya salah satu dari mereka yang mengendarai mobil.


“Sudah dan sebentar lagi pesawat itu akan take off...,” ucapnya sok inggris.


“HAHAHA baiklah, kita mulai penyerangannya....,”

__ADS_1


Aksi kebut-kebutan pun terjadi, untung suasana di luar jalur bandara sangat sepi sehingga tidak membahayakan pengendara lainnya. Penjahat itu mengira bahwa keempat mobil itu tidak menyadari jika mobilnya tengah di buntut, ternyata mereka salah.


Sedangkan di mobil Daddy Archie, mereka mendapat kabar bahwa pesawat yang di tumpangi kedua orang tua Valencia mengalami kecelakaan saat sudah berada di penerbangan ketinggian 35.000 kaki.


“Apa yang terjadi dengan pesawat yang ditumpangi Egind dan Emili ?” tanya Daddy Archie syok begitu juga dengan Cortie. Tanpa mereka sadari bahwa Valencia mendengar pertanyaan Daddy Archie.


“Daddy, apa yang terjadi dengan pesawat yang di tumpangi kedua orang tuaku ?” teriaknya.


Hal itu mengejutkan Daddy Archie dan lainnya mereka tak menyadari bahwa Valencia terbangun.


“Sayaangggg....,tenanglah ingat kamu sedang hamil,” tegur Cortie.


Ia juga bingung bagaimana untuk memberitahukan istrinya yang sedang hamil ini.


“Tenanglah, Daddy akan menghubungi teman Daddy yang kerja di bandara itu dan Daddy akan tanyakan,” ucapnya menenangkan Valencia.


Ia takut terjadi apa-apa dengan menantu dan calon cucu barunya, dengan mengotak-atik ponselnya Daddy Archie menghubungi temannya.


Sedangkan di sisi lain,mobil yang dikendarai salah satu bodyguard mengalami kecelakaan hebat. Untung saja ia sudah mempersiapkan semuanya sehingga ia tak kesulitan untuk keluar dari mobil yang sudah di ambang jurang. 


Dengan cepat ia membuka pintu mobil yang sudah ia buka sedikit sejak ia tahu dirinya akan menabrak pembatas jalan. Karena mobil inilah yang di incar oleh penjahat itu, dengan sisa tenaga nya ia membuka pintu itu dan melompat ke dahan kayu yang cukup kuat dan besar itu. Sehingga mobil yang ia tumpangi terjun bebas ke dalam jurang dan


BOOOOOOOOMMMMMMMM !!!!


Ledakan mobil terdengar nyaring di bawah sana, sedangkan bodyguard yang bergantung pada salah satu dahan pohon, berusaha untuk menggantung menyelamatkan dirinya. Jujur saja ia takut pada ketinggian tapi demi anak dan istrinya di rumah ia akan berjuang untuk hidup, kasihan anaknya yang baru berusia beberapa bulan itu, jika dirinya tidak selamat dari kecelakaan ini.


“Bos, mobil yang di tumpangi keluarga target sudah terjun bebas ke dasar jurang dan mobilnya sudah terbakar, lalu apa yang harus kami lakukan ?” lapornya dengan bangga.


“Pergi dari sana dan sisanya akan aku transfer, selamat kamu sudah melakukan hal yang membuat aku senang,” ucapnya dan memutuskan panggilan itu dengan hati yang berbunga.


“akh sweetie, keluarga itu hancur tak berkeping,” ucapnya sambil menghisap nutri dari salah satu payudara wanita itu.


“ah, baguslah sayang... uh,” ucapnya mendesah.


Mereka berdua pun, langsung melakukan inti pencapaian *******. Mereka merayakan kesenangan itu dan meminta salah satu pelayan untuk membuat pesta besar-besaran malam ini untuk mengenang kematian keluarga yang hari ini mengalami kecelakaan hebat.


“Ayo, tuan meminta kita untuk membuat acara besar-besaran dan kita harus merayakannya karena bos saat ini sedang ingin bersenang-senang...,” beritahunya kepada para pelayan lainnya.


Sedangkan saat ini, berita tengah meliputi kecelakaan pesawat dari Kota J menuju ke Kota M yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi.

__ADS_1


“Selamat siang pemirsa, hari ini saya akan meliputi berita kecelakaan yang barusan tadi pagi mengalami jatuhnya pesawat XX dengan rute Kota J ke Kota M saya dan rekan saya sekarang tengah berada di tempat kejadian........................” ucap seorang reporter.


Melihat pemberitaan itu senang bukan main oleh mereka yang memiliki dendam kepada keluarga Egind, yang menurutnya membuat mereka selalu salah dalam kerjasama dengan perusahaan raksasa di kota M. mereka sudah menargetkan keduanya dan mengikuti dimana mereka berada dan hasilnya sangat memuaskan dan membuat mereka sangat bahagia.


__ADS_2