Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
041.


__ADS_3

Satu tahun kemudian, kehidupan rumah tangga Cortie dan Valencia semakin harmonis. Begitu juga dengan kehidupan keluarga yang lain, Alice dan Bella sudah memiliki masing - masing anak. Alice sudah melahirkan bayi laki - laki berusia 9 bulan bernama Rafaldo Maxillie, sedangkan Bella melahirkan bayi kembar sepasang berusia 7 bulan bernama Barettha Gottlieb dan Barattha Gottlieb.


Kini si kembar Claire dan Clark memasuki usia 3,9 tahun, Baby Richard berusia 1,8 tahun dan sudah bisa berjalan walau sering tertatih - tatih. Sedangkan Luna dan Rosse sudah memasuki usia 17 tahun dan dua bulan lagi mereka akan lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).


Mereka baru saja kembali dari acara pernikahan Tania dan Andro, ya keduanya memutuskan untuk menikah setelah perjuangan Andro yang meluluhkan hati sang pujaan.


Seluruh keluarga ikut merayakan pesta pernikahan salah satu anak buah Daddy Archie, Cortie membuat pesta yang meriah untuk Andro dan semuanya ia dan daddnya yang menyiapkan semua dengan dibantu oleh Mami Emili, Papi Egind, Mommy Alica dan Valencia istrinya.


Tania sangat bersyukur karena keluarganya dikelilingi orang - orang baik, ia juga bersyukur karena Daddy Archie menyekolahkan Kania serta Moizila di PAUD CC Group bersama dengan, Gerrie serta si kembar Layla dan Layli anak dari Laura dan Louren.


“Nikmati pestanya !!” teriak Cortie heboh.


Semua keluarga terdekat memeriahkan acara pernikahan Tania dan Andro.


Seminggu telah berlalu, semua orang melakukan kegiatannya masing - masing Cortie dan keluarga kecilnya kini tengah sarapan bersama pekerja lainnya dan mereka memilik seorang maid yang baru bergabung bersama mereka dua bulan yang lalu.


Maid ini bernampilan sangat menarik dari maid - maid yang lain, Valencia memerintahkan maid baru itu untuk menggunakan pakaian yang sopan agar tak mengundang pria hidung belang yang menatap lapar kearahnya, Valencia tidak ingin mansionnya tercemar hal - hal yang menjurus ke negatif.


Maid itu mengiyakan, karena ia berhutang jasa kepada Cortie yang menolongnya ketika hendak di lecehkan oleh preman - preman jalanan karena merasa kasihan Cortie membawanya pulang dan untuk dijadikan maid di mansionnya, Valencia menyetujui walau sedikit ragu namun Cortie mengatakan semuanya baik - baik saja.


Maid baru itu bernama Ningsih berumur 24 tahun, ia seumuran dengan maid bungsu 2.


“Mas, siang nanti aku akan ke kantormu bersama anak - anak” ucap Valencia.


“Baiklah, bawa makanan ya kita makan siang di sana “ balas Cortie.


“Baiklah mas,” ucap Valencia mencium telapak tangan suaminya begitu sebaliknya Cortie mencium kening istrinya.


Setelah itu, Cortie masuk kedalam mobil dimana Asisten Aaron sudah menunggu dirinya. Asisten Aaron tidak datang sendiri, ia menitipkan istrinya Millie dan Baby Amroe (6 bulan) kepada kakak sepupunya. Ya, Asisten Aaron adalah keponakan kandung Papi Egind yang berarti sepupu kandung Valencia. Mama Asisten Aaron merupakan adik kandung Papi Egind yang menikah dengan pria berasal dari Kota Berlin, Jerman.


“Ayo masuk !” ajak Valencia kepada Millie yang tengah menggendong Baby Amroe.


“Iya kak,” jawabnya tersenyum.


“Hai,Baby tampan” sapa Valencia kepada keponakannya itu.


Baby Amroe hanya tersenyum kecil, bayi itu seolah tahu jika tantenya sedang menyapa dirinya.


“Ainsley jadinya kuliah dimana ?” tanya Valencia kepada Millie.


“Dia maunya di UN aja kak,” jawab Millie.


Ainsley adalah adik kandung Millie, setengah tahun yang lalu Ainsley mengalami kecelakaan bersama Barnard ulah wanita yang di jodohkan kedua orang tua Barnard. Saat itu, Ainsley sekarat dan sangat membutuhkan beberapa kantong darah sedangkan di rumah sakit hanya memiliki dua kantong yang tersisa sedangkan Ainsley masih membutuhkan dua kantong lagi.


Untung saja Rosse memberitahukan papinya jika sang kekasih mengalami kecelakaan dan lagi mencari dua kantong darah karena di rumah sakit tak mencukupi, sehingga Papi Cortie langsung memerintahkan Asisten Aaron mencari pendonor darah untuk Ainsley dan kebetulan Millie memiliki darah yang sama dengan Ainsley namun Millie tidak bisa mendonorkan karena ia sedang hamil besar saat itu dan akan segera melahirkan.


Dan di saat itulah Cortie berniat untuk melakukan test DNA Ainsley dan Millie, entah apa yang ia pikirkan bisa melakukan test DNA kedua orang itu dan ia harus menunggu selama tiga hari kedepan untuk menunggu hasilnya.


Tepat tiga hari kemudian, Cortie mengajak Asistennya untuk mengambil hasil test itu, walau Asisten Aaron kebingungan tetap saja ia mengikuti kemauan Kakak iparnya.

__ADS_1


DEGH !!


“99,99%” ucap Cortie saat itu dan memberikan hasilnya kepada Asisten Aaron, saat itu juga ia memberitahukan istrinya dan akan membawa Ainsley tinggal bersama mereka.


Siang hari, Valencia mengajak Millie dan anak - anak untuk makan siang di kantor sebelumnya Valencia sudah mengatakan kepada maidnya bahwa ia adan lainnya akan makan siang di kantor suaminya.


Valencia dan lainnya diantar oleh supir mansion yang baru menuju perusahaan CC Group. Selama perjalanan Baby Icad menoel - noel pipi Baby Roro terlihat sangat menggemaskan, sedangkan si kembar Claire dan Clark tampak mengajak Baby Roro mengobrol.


Tak berapa lama, mereka sampai di depan perusahaan CC Group. Valencia dan lainnya turun dari mobil dan berjalan memasuki kantor suaminya. Mereka di sambut baik oleh karyawan dikantor hingga mereka tiba di ruangan Cortie.


CEKLEK pintu terbuka dari dalam menampakkan sosok Asisten Aaron yang sepertinya akan keluar.


“Loh, sayang kamu datang !”ucap Asisten Aaron terkejut.


“Iya mas, diajak Kak Vale” jawabnya tersenyum tak lupa Asisten Aaron mempersilahkan mereka untuk masuk sedangkan dirinya akan mengambil berkas - berkas yang ketinggalan di ruangannya.


“Mas,” panggil Valencia.


“Ya, sayang “ jawabnya.


“Ayo makan, udah siang loh” ajaknya.


Valencia dan Millie menghidangkan makanan yang mereka bawa dari mansion, sedangkan anak - anak mereka letakkan di karpet bulu sembari menyalakan televisi yang ada diruangan Cortie.


Cortie memutarkan film dua bocah botak, fil yang di sukai oleh Baby Icad dan juga Claire sedangkan Clark ia menjaga Baby Roro yang tertidur.


Setelah siap, Valencia dan Millie memanggil suami mereka masing - masing kemudian makan bersama dengan anak - anak kecuali Baby Roro yang masih tertidur pulas. Millie memasangkan kelambu bayi untuk anaknya dan juga memberikan selimut agar anaknya tidak kedinginan oleh AC di ruangan Cortie yang sedikit dingin karena cuaca di Kota Berlin saat ini sedang sejuk 11 derajat celcius terasa seperti 9 derajat celcius.


Tanpa terasa hari semakin sore, tepat jam 05:00 semua karyawan Cortie bersiap akan pulang kerumah masing - masing begitu juga dengan Cortie dan lainnya bersiap untuk pulang ke mansion. Asisten Aaron menuju parkiran untuk mengambil mobil sedangkan yang lain menunggu di lobby kantor.


Tak lama Asisten Aaron dan lainnya pergi meninggalkan perkarangan perusahaan CC Group.


Malam harinya seperti biasa, mereka akan makan malam bersama dan mencuci piring bekas masing -masing kecuali Claire, Clark dan Baby Icad.


Setelah selesai makan dan mencuci mereka berkumpul di ruang keluarga, Cortie memilih untuk pergi ke ruang kerja dan melanjutkan pekerjaan kantornya.


Selang beberapa jam semua penghuni masuk ke kamarnya masing - masing sedangkan maid kembali ke paviliun belakang yang bergabung dengan para anak buah Cortie dan Daddy Archie.


Salah satu maid berjalan kearah ruang kerja Cortie tanpa mengetuk ia langsung masuk ke dalam ruang kerja Cortie.


“Kamu, kenapa jalannya seperti itu ?” tanya Valencia heran.


“Ah, nggak apa - apa Nyonya. Tadi saya kepleset di ruang tengah,” jawabnya panik dan gugup bercampur satu buru - buru ia membawa nampan dengan segelas kopi utuh.


“Bukannya para maid diatas jam sembilan malam sudah tidak diperkenankan untuk berkeliaran di mansion utama ?” tanya Valencia penuh selidik.


“Apa yang kamu lakukan ? Ini kopi masih utuh,” tunjuknya ketika melihat kopi yang masih utuh di atas nampan.


“I ini untuk saya nyonya, kalau begitu saya permisi,” jawabnya lalu bergegas kembali kedapur dengan langkah yang sedikit tertatih, Valencia menggelengkan kepalanya melihat Ninggsih berjalan seperti sedikit mengangkang, Valencia berjalan naik kelantai atas dan setibanya di sana ia bertemu dengan Cortie yang baru saja ingin masuk kekamar.

__ADS_1


“Sayang, kamu belum tidur ?” tanya Cortie.


“Kebangun mas, haus air di kamar habis makanya aku turun ke bawah” jawab Valencia.


“Ayo masuk,” ajak Cortie dan Valencia hanya mengangguk.


Pagi harinya, Valencia bangun lebih awal karena ingin membuat bekal untuk kedua anaknya Luna dan Rosse karena hari ini mereka berdua akan melakukan Ujian Praktek dan pastinya pulang akan lebih lama.


“Loh Ning, jalanmu masih seperti itu ?” tegur Valencia ketika melihat jalan Ningsih yang tertatih dan anehnya tak terlihat jika kaki Ningsih mengalami cedera.


“Ah, iya nyonya ini masih sakit makanya jalannya saya masih seperti ini,” jawabnya dan ia kembali membersihkan dapur.


“Oh, kirain abis olahraga malam !” celetuk Valencia.


Mendengar kata olahraga malam, Ningsih tersenyum. Entah apa yang sedang iya pikirkan sekarang dan itu dilihat oleh Valencia, membuat Valencia begedik ngeri.


Setelah semua orang berkumpul untuk makan, tanpa sengaja mata Valencia melihat Ningsih yang ingin duduk mendekati suaminya dan dirinya, ia juga bersiap untuk menyendokkan nasi kedalam piring Cortie.


“Kamu ngapain, ‘Ningsih ?” tegur Valencia.


Membuat semua orang menoleh ke arah Valencia yang menegur Ningsih, terlihat tangan Ningsih mengudara ingin meletakan nasi tersebut ke dalam piring Cortie.


“Itu nasi buat siapa ?” tanya Cortie heran.


“Ningsih, kamu duduknya di sini bersama kami kenapa malah duduk di sana !” tegur maid tengah.


“Iya Ningsih, jangan buat masalah !!” tegur yang lainnya.


Membuat Ningsih mau tak mau berpindah duduknya tak lupa membawa piring yang berisi nasi dan sayur. Mereka makan dengan tenang, tak lupa berdoa seperti biasanya.


20 menit kemudian, satu persatu beranjak dari duduknya untuk menyuci piring kotor, setelah itu berpamitan untuk melanjutkan aktivitas masing - masing.


“Mas,” panggil Valencia.


“Ya sayang, ada apa ?”


“Kamu lihat nggak sih cara jalannya, Ningsih “ ucapnya berbisik.


“Iya kenapa ?” tanya Cortie heran, pasalnya ia tak memperhatikan cara jalan Ningsih.


“tadi malam aku lihat dia jalan tertatih sambil membawa nampan berisi kopi, terus waktu aku tanya dia bilang kepleset. Aku heran bukannya kalau kepleset kopi di gelas tumpah ya barangkali sedikitlah,” julid Valencia.


“Loh kok bisa, ia juga sih kalau kepleset pasti air keluar dari gelas,”


“Sebenarnya Ningsih kenapa sih mas, kenapa ambigu gini !” ucap Valencia kesal.


“ entahlah mas juga nggak tahu yang, mas berangkat dulu ya itu Aaron sama istri dan anaknya sudah sampai” pamitnya kepada sang istri.


“Hah, baiklah “ jawab Valencia.

__ADS_1


Setelah kepergian suami dan adik sepupunya, Valencia mengajak Millie dan anaknya untuk menemui si kembar yang sedang bermain di ruang bermain bersama Baby Icad.


“Sialan !! kalau begini bagaimana bisa menjadi nyonya kaya !!!” ucapnya kesal.


__ADS_2