Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
050.


__ADS_3

“Ma .. maksud mami ?” tanya Valencia syok.


“Iya wanita itu terobsesi dengan Papa Aaron, dia adalah adik angkat Papanya Aaron,” ucap Mami Emili membuat Valencia semakin tak mengerti.


“Benarkah ?” tanya Cortie tak percaya.


“Iya,” jawab Papi Egind.


Papi Egind menceritakan kejadian puluhan tahun yang lalu, saat itu Aaron masih sangat kecil sedangkan Valencia sudah berumur lima tahunan. Papa dan mama Aaron mengajak putranya untuk pergi jalan - jalan, namun adik angkatnya Papa Aaron tak mengindahkan permintaan Livia karena ia ingin pergi bertiga dengan istri dan anaknya.


Livia memaksa untuk ikut namun Papa Aaron tetap tidak mengindahkan permintaan Livia, entah apa yang di lakukan Livia saat itu. Ayah dari kedua putra itu melarang Papa Aaron untuk mengajak istri dan anaknya pergi sore itu, namun Papa Aaron tetap kekeh untuk pergi bersama istri dan anaknya.


Hingga ketika mereka sudah di dalam mobil, Livia menangis histeris agar Papanya Aaron tidak pergi saat itu Papi Egind dan Mami Emili serta Valencia pergi ke mansion utama dimana kedua orang tua Papi Egind tinggal.


Namun baru sejam perjalanan, seseorang menelpon Papi Egind dan mengatakan bila adiknya mengalami kecelakaan. Sontak membuat Papi Egind dan keluarga kecilnya mendatangi TKP.


Dua malam kepergian kedua orang tua Aaron, sikap Livia terbilang aneh enggan untuk berkumpul bersama keluarga angkatnya dan memilih menyendiri, namun ketika Mama Papi Egind ingin mengajak Livia makan malam. Mama Papi Egind tak sengaja mendengar bahwa Livia meneriaki seseorang karena tetap mencelakai mobil yang dikendarai Papanya Aaron.


Terkejut pastilah, anak perempuan yang ia sayang adalah dalang kematian putra keduanya dan saat itu sikap Mama dari kedua putra itu dingin dan cuek terhadap Livia. Hingga, Livia berbuat nekat untuk menghabisi kedua orang tua angkatnya.


Namun beruntung saat itu, Daddy Archie datang bersama kedua orang tuanya dan menggagalkan rencan Livia dan yah, Livia di laporkan kepada polisi.


“Jadi pengurus panti ini adalah buronan, tuan ?” tanya salah satu anak panti.


“Iya dia buronan, Opa baru tahu jika dia berkeliaran di sini karena saat acara tadi malam Opa tidak memperhatikannya,” jawab Papi Egind.


Setelah semua urusan selesai Cortie membawa anak - anak panti untuk pindah ke mansionnya dan itu disoraki oleh anak - anak panti. Sedangkan Papi Egind, Daddy Archie dan Pengacara Jackshon akan mengurus surat adopsi untuk mereka semua.


Tiga jam kemudian, mereka telah sampai semua penghuni Mansion menyambut kedatangan mereka semua.


“Selamat datang !!” teriak para penghuni mansion kepada anak - anak panti.


“Huwaa, kita masuk di istana kerajaan” ucap salah satu dari anak - anak panti.


“Iya, ini sih lebih besar dari tempat tinggal kita sebelumnya,”


“Iya, apa kita akan bekerja lagi seperti di panti ?”


“Semoga saja tidak ya,”


“Ayo masuk nak !” ajak Cortie.


Mereka semua masuk ke dalam mansion, lihatlah betapa megahnya mansion ini membuat semua anak - anak panti memekik senang untuk kedua kalinya mereka menginjak kakinya di mansion ini.


Velia tersenyum melihat anak - anak panti yang bersorak sorai karena bisa tinggal di tempat mewah seperti ini.


Sedangkan di Rumah Sakit,


“Om dokter bagaimana keadaan pasien ?” tanya gadis itu kepada Dokter Nic.

__ADS_1


“Pasien sudah melewati masa kritisnya dan nona tunggulah pasien sadar,” ucap Dokter Nic kesal.


Karena dari tadi wanita ini selalu merecoki dirinya hingga kehilangan kesabaran yang hakiki kualifikasi.


“Oh, baiklah “ ucap gadis itu.


CEKLEK !!


Pintu ruang rawat Riki terbuka lebar, tampak sosok kedua orang tua yang terlihat sedih menatap ke arah brankar.


“Riki !!!” teriak Ibu Windu histeris melihat keadaan anaknya Riki.


“Riki anak ibu,” peluknya begitu juga dengan Bapak Rifal memeluk anaknya dengan tangisan yang tak terhenti.


“Hei, om dokter itu orang tua pria yang pingsan itu ?” tanya gadis itu heran.


“Iya itu orang tuanya, jadi kamu ngobrol dulu sana kalau kamu yang nyuliknya bawa kesini !” celetuk Dokter Berto yang tadinya hanya mengantarkan kedua orang tua Riki namun, mendengar ucapan gadis dihadapannya membuat ia ingin menjahili gadis itu.


“Hei, aku bukan penculik !!” ucapnya tak terima.


“Sama aja !” ejek Dokter Berto.


“Udah, sana - sana !!” Dokter Nic mengusir anaknya untuk bekerja dan tidak menjahili gadis dihadapan mereka ini.


“Dan kamu, obrolin sana sama orang tua Riki bilang bahwa kamu yang menolongnya” titah Dokter Nic.


“Hm baiklah, om dokter !” ucap gadis itu.


Sedangkan gadis itu langsung berjalan mendekati kedua orang tua Riki,


“Hallo om, tante !” sapanya gugup.


Dokter Nic yang melihat dari kejauhan harus menggelengkan kepalanya, lihatlah betapa gugupnya gadis itu ketika berhadapan dengan kedua orang tua pasiennya.


Ibu Windu menoleh melihat gadis yang menyapa dirinya dan suaminya. Sosok gadis cantik nan imut tapi terlihat sedikit bar-bar mengenakan celana jeans kebesaran dan juga kaos putih dengan setelan jacket jens miliknya.


“Hai, “ sapa Ibu Windu tersenyum.


“Apa Riki ini anak ibu ?” tanyanya sopan.


“Iya betul, nak. Riki ini putra kembar ibu !” ucap Ibu Windu.


“Kembar ?” tanyanya cengo.


“Iya kembar, yang kakaknya bernama Riko dia sudah menikah dan mempunya putri bernama Lili” kenal Ibu Windu.


Mendengar ucapan Ibunya Riki membuat gadis itu meringis pelan, ditanya apa jawabannya apa. Apakah ibu dari Riki seorang wanita yang humoris ? tapi tunggu kenapa suaminya tidak diperkenalkan ? Apa ibunya lupa atau bagaimana ? pikir gadis itu.


“Eh, iya bu nama saya Brianna Jackshon. Panggil saja Bri atau Anna tapi jangan panggil BRI ya bu soalnya saya bukan Bank Rakyat Indonesia he he,” recehnya.

__ADS_1


“Oh iya nak Bri,” ucap Ibu Windu tersenyum.


“Nama bapak, Bapak Rifal. Bukan Rifal musuh ya nak” laden Bapak Rifal.


“Ha ha ha, bapak bisa saja” ucap Brianna.


Sedangkan Ibu Windu mengerucut kesal terhadap suaminya dan ia juga lupa mengenalkan suaminya, efek tua ucapnya.


“Oh jadi kamu yang menolong anak ibu dan bapak, sekali lagi terima kasih ya nak,” ucap kedua orang itu tulus.


“Ah, iya sama-sama bu, pak” jawab Brianna.


Ibu Windu mengajak Brianna untuk mengobrol- ngobrol ringan menginggalkan Bapak Rifal yang memperhatikan wajah sang putranya.


Sedangkan di kantor, Asisten Aaron masih kepikiran dengan cerita Papi Egind dan juga Daddy Archie mengenai seseorang yang sudah membuat ia kehilangan kedua orang tuanya.


Tadi Daddy Archie dan Papi Egind sempat datang ke kantor untuk urusan sesuatu dan melihat Riko apakah sudah mulai bekerja disana atau belum karena hari ini ia disuruh untuk mendatangi HRD di perusahaan CC Group.


Di saat itu juga Papi Egind menceritakan semuanya kepada Aaron atas apa yang terjadi di panti asuhan dan bertemunya ia dengan adik angkatnya serta menceritakan siapa dalang kecelakaan mereka pada beberapa puluh tahun itu.


tentu saja Aaron shock mendengar pamannya bercerita, ia tak tahu jika papanya serta pamannya memiliki adik angkat perempuan, entah ia diusianya yang keberapa mereka mengalami kecelakaan tunggal itu.


"Maafkan paman, yang baru mengatakan ini kepadamu" ucap Papi Egind menyesal.


"Tak apa paman, Aaron mengerti kok. setidaknya Tante Livia harus mendekam seumur hidup di penjara" ucapnya penuh dendam.


"Jangan dendam, itu tak baik !" tegur Daddy Archie membuat Asisten Aaron mendengus kesal.


"Tenangkan dirimu nak, paman dan bibi masih keluargamu jangan kamu bebani sendiri !" ucap papi Egind.


Asisten Aaron menatap pamannya, sudah lama sekali ia mencari keberadaan pamannya yang ternyata sudah sejak lama berada disampingnya dan ia bersyukur jika ia masih memiliki keluarga kandung dari mamanya.


"Bagaimana Riko apa sudah bisa bekerja ?" tanya Daddy Archie mengalihkan pembicaraan.


"Sudah paman, ia bekerja di salah satu divisi di lantai 2" jawab Asisten Aaron.


"baiklah bekerja dengan benar, paman berdua akan pulang ke mansion karena anak-anak panti berada disana," ucap Papi Egind.


"Baik paman,terima kasih !" ucap Aaron.


setelah kepergian kedua pamannya Asisten Aaron mulai mengerjakan pekerjaannya kembali, ia ingin hari ini selesai dan tidak ada lembur apapun. mengingat apa yang diceritakan oleh pamannya, Aaron bertekat untuk mendatangi lapas Tante Lucia ia akan memberikan sebuah hukuman yang memberatkan tante Livia yang sudah membuat ia kehilangan kedua orang tuanya.


"Gara- gara wanita itu aku jadi anak yatim-piatu sekarang, aku kehilangan orang yang sangat aku rindukan dan aku cintai" ucapnya penuh dendam.


"Lihatlah hukuman yang aku berikan kepadamu manusia iblis !!"


"Mas !!" panggil Millie yang baru saja masuk ke ruangan suaminya bersama Baby Roro.


"Sayang !!" ucapnya bingung melihat kedatangan sang istri.

__ADS_1


ya, sebelumnya Papi Egind sudah menghubungi Millie untuk menghampiri Aaron di perusahaan takut ketika Aaron mengetahui dalang dari kecelakaan orang tuanya akan berdampak pada Aaron yang ingin memusnahkan wanita ular itu.


__ADS_2