
“Perfect !!!” ucapnya senang.
“Apa hari ini kamu akan datang ke mansion, nak ?” tanya wanita paruh baya itu.
“Hm, sepertinya ia,’Mam. “
“Apa ia memaksamu untuk menemui anak- anaknya ?”
“Iya, Mami dan itu setiap aku datang ke kantornya selalu di pertanyakan, membuat aku risih,” rengeknya kepada sang mami.
Sedangkan maminya hanya mengulas senyum manis, jika anaknya berhasil masuk ke keluarga Maxilie maka mereka akan jadi orang terkaya di Kota Berlin.
“Sudah sana, jangan lupa rantangnya. Sudah mami siapkan di atas meja” ucapnya seraya meninggalkan putri semata wayangnya.
“Oke, mam “ jawabnya.
lima belas menit kemudian, Valencia pergi mengendarai mobilnya menuju perusahaan CC Group. Di perjalanan, ia melihat sosok yang sangat ia kenali tetapi karena ia akan pergi menemui Cortie ia memilih tak peduli.
Sesampainya di kantor Cortie, Valencia masukdan berjalan dengan angkuh menuju ruangan Cortie.
“Eh, kalian lihat nggak ?” ucapnya kepada rekan divisi.
“Ada apa ?” tanya mereka bingung.
“Nyonya Vale kenapa jadi angkuh dan sombong ya ? Bukannya Nyonya Vale ada perempuan yang ramah dan baik hati ?” tanyanya.
“Iya, aku juga merasakan hal yang kamu rasakan “ jawab Karyawati 2
“Iya, kemarin dia ngebentak OG baru gara - gara gadis itu tak sengaja mengepel kakinya,” adu karyawati 4
“Benar ya, perubahan besar “ jawab Karyawan cowok.
Beda hal dengan Valencia ketika berhadapan dengan Cortie, ia akan berbicara sangat lembut agar tak tebongkar penyamarannya.
“Hai, sayang “ sapanya manja.
“Hm...”
“kamu sibuk banget ?” tanya Valencia.
“Iya...”
Valencia hanya menghela nafas, ia harus membuat Cortie bertekuk lutut dengannya.
CEKLEK !!!
“Maaf bos.., kita bisa pergi sekarang !” ajak Asistent Aaron tanpa mengganggap Valencia ada di sana.
“Baik...,” jawab Cortie.
Tanpa menghiraukan keberadaan Valencia disana, Cortie dan Assistent Aaron pergi meninggalkannya seorang diri. Merasa dirinya di tinggal membuat Valencia mengejar Cortie dan tak lupa ia berteriak memanggil suaminya.
“Sayanggg !!!” teriaknya.
Kejadian itu di lihat oleh ketiga sekretaris Cortie dan salah satu dari mereka membereskan barangnya dan bergegas mengikuti Cortie dan Assistent Aaron untuk meeting di luar.
Di mansion,
“Oek ... oek “
Terdapat banyak ruam dikulit baby Icad dan juga ada pembengkakan di bagian tubuh tertentu, kali ini Baby Icad sangat rewel dan sering menangis.
“Aduh, sayang kenapa badanmu bengkak - bengkak dan ada ruam dikulit mulusmu ini, Baby Icad juga demam, ” ucap Mommy Alica panik.
Ia segera memanggil suaminya dan juga besannya yang tengah bermain bersama cucu kembar mereka.
“Ada apa, mom ?” tanya Daddy Archie panik.
“Baby Icad badannya panas banget, banyak ruam dan bengkak, mas “
“Kita bawa ke rumah sakit aja,” usul Mami Emili.
“Biar papi hubungi Cortie untuk menyusul kita ke rumah sakit,” ucapnya dan langsung mengotak atik ponselnya.
Sedangkan Mommy Alica dan Daddy Archie pamit untuk duluan pergi ke rumah sakit, sedangkan Mami Emili dan lainnya akan segera menyusul setelah Papi Egind menghubungi Cortie.
30 menit kemudian,
“Dokter, suster tolong cucuku “ teriak Daddy Archie panik.
Karena badan Baby Icad semakin bengkak dan juga banyak ruam-ruam di kulitnya..
“Dokter, suster tolong hiks ..hiks,” tangis Mommy Alica.
Kebetulan sekali Dokter Noberto yang baru saja selesai visit pasien anak - anak yang lain, melihat kedua orang tua Cortie yang tengah membawa bayi di tangan Mommy Alica.
Ia segera menolong dan meminta suster membawa bayi itu ke ruangannya. Dokter Bert langsung mmeriksa Baby Icad.
“ Bagaimana dok ?” tanya Daddy Archie.
“Anak ibu dan bapak alergi susu sapi,” jawabnya.
Ia mengira bayi ini adalah anak dari kedua paruh baya itu dan ternyata bukan Dokter Berto langsung meminta maaf.
“Akh, saya kira anak anda pak bu, maaf” ucapnya menyesal.
“Tak apa dok, “ Jawab Daddy Archie ramah.
“Cucu bapak alergi susu sapi,itu yang menyebabkan cucu anda demam tinggi, Untuk mencegah bayi alergi susu sapi adalah memberikan ASI eksklusif” jelasnya.
“Ibunya kemana ya pak, kenapa tidak menyusui anaknya ?” tanya kesal.
“Ibunya sudah meninggal tiga minggu yang lalu,” jawab Mommy Alica.
Mendengar hal itu, Dokter Berto meminta maaf karena tak mengetahui musibah.
“Turut berduka cinta, pak bu” jawabnya.
Kemudian, Dokter Berto menyarankan Baby Icad di rawat untuk beberapa hari kedepan. Daddy Archie langsung mengurus perawatan cucu laki-lakinya.
Di sinilah mereka berada, di ruangan dimana Baby Icad di rawat. Semua keluarga besar datang menjenguk Baby Icad yang kini tengah tidur pulas dengan sisa air mata yang masih mengenang, setelah tangan kanannya di pasang infus.
“Cortie, apa kita akan mencari ASI untuk Baby Icad ?” tanya Mommy Alica.
“Jika jalan satu - satunya adalah mencari,maka Cortie akan usahakan mom..” ucapnya sembari mengelus tangan kanan Baby Icad yang sudah tertancap jarum itu. Cortie meringis melihat itu, bayinya yang baru berusia 6 bulan harus merasakan tertancap benda tajam.
“Mami harap ada yang bersedia memberikan sedikit ASI nya kepada Baby Icad,” doanya.
“Amin..” ucap mereka semua.
Si kembar masih sesegukkan melihat adik bayi mereka sedang sakit,
“Ini pasti sakit, hiks..” ucap Claire.
“ia pasti sakit,” timpal Clark
Keduanya meniup tangan Baby Icad yang terkena jarum itu, lalu keduanya tidur di ranjang yang sama dengan adiknya dengan posisi Clark di kiri Baby Icad dan Claire memilih di bawah kaki keduanya itu karena ia sadar tidurnya tidak bagus.
Beberapa hari kemudian, Baby Icad sudah di perbolehkan pulang karena demamnya sudah turun dan ruam serta bengkak di badannya sudah sembuh sepenuhnya, tanpa keluarga mereka sadari jika seseorang memberikannya ASI.
Keluarga Cortie menanyakan siapa wanita yang dengan rendah hati mau memberikan ASInya tanpa sepengetahuan mereka,namun Dokter Berto tetap bersikukuh untuk tidak membocorkan rahasia pasien di rumah sakit itu, walau merekalah yang memiliki rumah sakit terbesar di Kota Berlin.
“Apa ini aman ?” tanya kepada Dokter Nic kala itu.
“Iya,jika kamu tak ingin mereka mengetahui dirimu, maka Daddy akan merahsiakannya,” jawab Dokter Nic.
“Terima kasih,Dad “ ucapnya.
“Sama - sama, sayang” balas Dokter Nic.
Terjadi keributan di perusahaan CC Group, salah satu sekretaris Cortie telah melakukan kesalahan yang sangat - sangat fatal yang mana membuat Cortie marah besar.
“Demi apapun Tuan, saya tidak pernah berniat memata - matai perusahaan ini. Saya murni kerja di sini hanya untuk menghidupi keluarga saya Tuan. Tolong tuan jangan pecat saya, saya tidak pernah melakukan hal sekeji itu,” tangisnya pilu.
“Tapi di sini kamu lah yang bersalah, kamu sudah membocorkan proposal kepada pihak lain !!!” bentak Assistent Aaron.
“Pergi dari perusahaanku, KAMU DI PECAT !!!” teriak Cortie.
“Tapi tuan, saya benar - benar tidak melakukan apa yang tuan tuduhkan !!” belanya.
Tania, sekretaris baru Cortie itu di pecat secara tidak hormat, ia di fitnah oleh seseorang dengan tuduhan membocorkan proposal kepada pihak lain. Sedangkan yang memfitnah Tania hanya tersenyum sinis dibelakang Cortie dan Assistent Aaron.
“Siapa suruh melawan diriku..,” ucapnya tersenyum dalam hati.
Mau tak mau Tania meninggalkan perusahaan yang sangat ia impikan, Tania pulang dengan hati yang sangat hancur. Baru saja ia akan memulai karir dan sekarang ia harus di pecat karena kesalahan yang tak ia lakukan.
Semua karyawan menatap kasihan, mereka juga takut melakukan kesalahan apalagi Nyonya Valencia terlihat sangat berkuasa di perusahaan ini.
Setelah kepergian Tania, Cortie menatap Assistent Aaron kemudian pergi masuk keruangannya kembali begitu juga dengan Valencia ia mengikuti Cortie dengan wajah berseri.
Sedangkan Assistent Aaron pergi ke ruangannya, sebelum itu ia meminta kedua sekretaris Cortie untuk menjelaskan apa yang terjadi di kantor ini dua hari yang lalu ketika ia dan Cortie tidak datang ke perusahaan.
Setelah mendengarkan penjelasan kedua sekretaris Cortie, Assistent Aaron pergi ke ruangannya.
__ADS_1
“Huft, baru juga mulai udah di pecat” ucapnya frustasi.
Tiba- tiba sebuah mobil berhenti tepat di depannya, membuat Tania terkejut. Seorang pria bertubuh besar tinggi berotot keluar dan menghampiri Tania yang masih terkejut.
“Nona Tania silahkan masuk !!” titahnya.
Tania tersadar dan ia semakin takut, takut bila ia di culik. Sedangkan pria itu mengatakan hal yang membuat Tania mau tak mau untuk ikut masuk kedalam mobil.
Selama perjalanan, Tania gugup ia tak berani bergerak barang sedetikpun.
“Jangan tegang, kami tidak membunuhmu “ ucapnya menenangkan Tania.
“Kenapa kalian membawaku ?” tanyanya untuk mengusir kegugupannya.
“Ada seseorang yang mengincarmu !” jawab pria itu dan ia terus melihat kebelakang, Tania pun ikut menoleh ke belakang ingin mengetahui siapa yang mengincar nyawanya.
“Bagaimana dengan ibu dan adikku, mereka juga dalam bahaya !” ucapnya khawatir.
“tenanglah, mereka aman di suatu tempat “ jawabnya.
Dan mereka pun melewati jalan sepi agar bisa melumpuhkan mobil yang dari tadi mengikuti Tania, semenjak Tania keluar dari gedung CC Group.
“Akh, mereka pergi melewati jalan sepi “ ucapnya kesal, namun sedetik kemudian ia tersenyum.
“Baiklah, hari ini kamu akan mati Tania, siapa suruh kamu ingin membongkar rencana kami” ucapnya lalu menginjak pedal gas mobil untuk mengejar mobil yang di tumpangi Tania.
“Dia semakin mendekat !!!” teriak Tania panik.
“Nona, menunduklah !!!” perintahnya.
Bukannya menunduk,Tania malah mendudukan dirinya di lantai mobil merunduk sambil bergumam tak jelas. Sungguh hari ini adalah hari yang menakutkan baginya, ia tak tahu apa kesalahannya dari dirinya yang di fitnah, di pecat dan sekarang nyawanya sedang di incar oleh seseorang yang Tania sendiri tidak tahu. Ia berdoa semoga Ibu dan adiknya baik - baik saja di rumah.
DOR !!!!
Terdengar suara tembakan yang saling bersautan, membuat tubuh Tania semakin bergetar dan ketakutan.
DOR !!!
DOR !!!!
“Seram kali hi hi, “ ucapnya dalam hati.
BOOOMMMMM !!!!
“Ahhhhh, kena kau !!” ucapnya, karena ia berhasil melumpuhkan musuhnya.
“Jon, berhenti !!!” titahnya kepada rekannya itu.
Pria yang di panggil Jon, langsung menepikan mobil yang di kendarainya. Keduanya turun dari mobil untuk memastikan penjahat itu tewas setelah ledakaan barusan.
“Aman, Ndro” ucapnya.
“Baiklah kita pergi mengantar Nona Tania,” ajaknya.
Di sini lah mereka berada, Tania ragu keluar dari mobil ketika kedua pria itu meminta ia turun untuk masuk ke rumah sederhana itu dan mereka bilang bahwa ibu dan adiknya ada di dalam. Tania masih tak percaya melihat rumah tersebut yang jauh lebih bagus dari rumah yang ia tempati bersama ibu dan adiknya.
“Hei ada apa ?” tanya Andro.
“Apa ibu dan adikku ada di dalam ?” tanyanya ragu.
“Ya, mereka ada di dalam. Turunlah, kami akan pergi “ usir Andro.
“Sudahlah, kami tidak ada maksud jahat, kami hanya menjalankan tugas dari bos kami” timpal Rojon.
“benar ya, nggak bohong !” ucap Tania ragu, kemudian ia membuka pintu mobil dan segera turun.
Dengan pelan ia berjalan dan membuka pintu pagar sambil melihat - lihat ke arah belakang takut dua pria itu membohonginya dan meninggalkan ia di perkarangan rumah orang.
Sedangkan kedua pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat betapa Tania tak mudah percaya dengan ucapan orang asing yang tak ia kenal.
“Hei, jangan di lirik terus. Kalau naksir bilang bos,” celetuk Rojon
“Diamlah,” jawabnya ketus.
“Huft, semoga ucapan mereka benar,” ucap Tania gugup ketika ia sudah di depan pintu rumah.
TOK ... TOK ...
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang sedang memegang spatula.
“Iya....,” jawabnya dan ..
“Ibu !!!” pekik Tania.
“Aduh nak, Kamu kok bisa tahu rumah ini ?” tanya Ibu Rania bingung.
“Tania di anterin orang itu,” tunjuknya sedangkan yang ia tunjuk ternyata sudah tidak ada lagi di sana.
“Loh, mereka sudah pergi,” cengo nya.
“ya sudah ayo masuk, ibu lagi masak “ ingatnya.
“Kania mana bu ?” tanya Tania.
“Masih tidur siang,” jawab Ibu Rania.
“Kamu tumben siang begini sudah pulang kerja ?” tanya Ibu Rania heran.
“Tania di pecat, bu “ ucapnya sedih.
Tania menceritakan semuanya kepada Ibunya, Ibu Rania mendengar keluh kesah anaknya, begitu juga Ibu Rania menceritakan kenapa mereka bisa tinggal di rumah ini. Rumah yang jauh lebih mewah dari rumah mereka sebelumnya. Mendengar penjelasan ibunya membuat Tania menghela nafas lega dan berencana ia akan melamar pekerjaan untuk kebutuhan mereka sehari - hari.
“Aaron tolong pasang lowongan pekerjaan untuk menjadi sekretaris baruku, kriterianya kamu buat sebagus dan semenarik mungkin, !!” titahnya.
“Untuk apa mencari sekretaris baru lagi ?’ ucap Valencia tak suka.
“Kenapa kamu jadi mengurusi kantor ?” tanya Cortie heran.
Pasalnya Valencia yang ia kenal tak pernah mengurusi hal - hal yang menurutnya masuk akal, kenapa sekarang Valencia bertindak untuk mengurus apa pun tentang perusahaan.
Valencia yang tak menyadari jika sikapnya selama ini sudah membuat Cortie dan Assistent Aaron menjadi semakin curiga dengannya, pasalnya Valencia tak pernah bersikap seperti itu, Cortie pernah tak sengaja mendengar keluhan semua karyawannya yang merasa di tindas oleh Valencia setiap hari.
“Akh, maksudku........”
“Pulang lah ke mansion, Baby Icad baru saja sembuh dan kamu harus menemani anak - anak mulai sekarang, “ ucap Cortie yang tak dapat di bantah.
Mau tak mau Valencia akan ikut pulang bersama Cortie, tak lupa ia memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa ia akan ikut pulang bersama Cortie ke mansion.
Sedangkan assistent Aaron, ia sudah membuka lowongan pekerjaan untuk bagian sekretaris tak lupa ia memposting lowongan kerja di media sosial CC Group Official.
“Wah, kak ini adalah lowongan pekerjaan untukmu “ pekik Alina tunangan Dokter Berto.
“Lowongan pekerjaan di posisi sekretaris,” ucap Alina lag.
“Ini kesempatan kamu,Vale “ ujar Mommy Ve.
“Akh, tapi keadaan Vale seperti ini mom..,” ucapnya sedih.
“Tidak apa - apa nak, mereka tidak akan menyadari itu.Kamu tutup saja menggunakan Plaster bening, “ ide Daddy Nic
“Yang aku dengar di perusahaan itu ada yang mengaku sebagai dirimu dan wajahnya sangat mirip denganmu,” ucap Alina.
Valencia yang mendengar itu sangat kaget, siapa yang berani mengaku sebagai diirnya. Apa jangan - jangan orang itu tinggal bersama suami dan anak - anaknya.
“Kak Vale....,” panggil Alina.
“Kakak bisa menyamar dan menjadi sekretaris di sana,” ucap Alina lagi.
“Mommy akan mengubahmu menjadi wanita yang tak dikenali,”
“Iya betul, Mommy Ve pintar make up “ seru Alina mempromosikan calon mertuanya.
“Hahahah, mom suka dandan “ ucap Gerrie.
HA HA HA tawa mereka menggema di ruang keluarga mansion Daddy Nic.
Valencia bertekad untuk menjadi sekretaris suaminya, ia juga ingin melihat siapa wanita yang mengaku dirinya sebagai Valencia istri dari Cortie Maxilie.
Di mansion, kini sedang gempar ketika mereka melihat Cortie membawa Valencia kembali ke mansion.
“Astaga nyonya.....,” teriak para pekerja mereka memeluk tubuh Valencia, yang mana membuat Valencia tidak senang. Ia mendorong tubuh kecil maid bungsu 2 dan 3.
“Jangan sentuh aku,!!” sentaknya kesal.
Semua orang di sana terkejut dengan penuturan Valencia, Mommy Alica menatap anaknya seolah menanya ada apa, sedang Cortie hanya menaikan bahunya sebagai jawaban tidak tahu,.
“Vale, putriku !” ucap Mami Emili senang.
“Kamu masih hidup nak, Mami sangat senang ternyata kamu masih hidup,” ucapnya lagi.
Begitu juga dengan Papi Egind memeluk tubuh putrinya dengan erat yang mana membuat Valencia risih tapi tetap ia lakukan agar tak membuat orang di mansion curiga.
“Pergilah ke kamar, nanti aku susul” titah Cortie.
__ADS_1
“Ayo, bersama ..” rengeknya manja.
Membuat semua orang di sana heran melihat tingkah Valencia,bahkan ia juga terkesan mengabaikan ke lima anaknya. Ketika Rosse mendekat dan memberikan Baby Icad kepada maminya, Valencia menghindar dan memeluk lengan Cortie dengan sangat manja.
“Seperti bukan,’ Mami “ celetuk Luna.
“Hussss.... “ senggol Mommy Alica.
Cortie yang melihat itu memejamkan matanya sebentar, setelah itu ia membujuk Valencia untuk mengendong Baby Icad.
Mau tak mau Valencia mengambil alih Baby Icad dari Rosse, seakan tahu bukan maminya Baby Icad menangis keras.
OEK ... OEK ...
“Ini mas, pegang saja “ ucapnya dan memberikan Baby Icad dengan paksa ke arah Cortie.
“Susui dia, “ titah Mami Emili.
“Tidak mau,” jawab Valencia.
“Itu anak kamu,kamu juga seorang ibu. Sudah kewajiban kamu untuk memberikannya ASI Valencia !!” tegur Mami Emili.
“Apaan sih, LEBAY !!!” ucapnya lalu meninggalkan semua keluarganya yang terbengong dengan sifat Valencia sekarang.
“Apa otaknya bergeser ?” tanya Mommy Alica.
“Bisa jadi “ celetuk Luna.
Mereka hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Luna dan Mommy Alica yang sefrekuensi. Mereka juga heran dengan sikap Valencia yang tak pernah mereka lihat, sebagai kedua orang tua Valencia justru mereka tahu betul bagaimana perangai kedua putrinya.
Saat mereka sedang membicarakan Valencia yang hidup kembali dan berlaku tidak seperti bukan Valencia.
“Cort ayo makan, aku lapar “ ucapnya lembut.
“Bentar - bentar ! sejak kapan kamu panggil suami kamu dengan nama ?” tanya Mami Emili heran dan ia mulai curiga.
“Aduh, belum sehari di sini penyamaranku akan terbongkar, kenapa susah sekali seperti Valencia asli” makinya dalam hati.
“Ah, maaf maksud Vale. Mas Cortie” ucapnya tersenyum.
“Oh..,” jawab Mami Emili.
Cortie pamit dengan keluarganya sembari menggendong Baby Icad dan juga ia mengajak kedua putri kembarnya pergi ke kamar, karena ia akan memandikan ketiga anaknya.
Valencia hanya mengikuti suaminya tanpa berbasa - basi dengan orang - orang di sana.
Sesampainya di kamar kembar, Cortie meminta Valencia untuk memandikan Baby Icad serta kedua anak kembar mereka.
Valencia tentu saja kaget mendengar perkataan Cortie. Sejak kapan ia memandikan anak-anak, ia tak mau dan ia tidak mengindahkan permintaan Cortie yang mana membuat Cortie membentak Valencia.
“Kamu bentak aku karna anak ini ?” teriak Valencia tak terima.
“Kamu itu istri aku dan anak - anak itu anak kita, bukan anak aku doang !!” bentak Cortie lagi.
Yang mana membuat kembar dan Baby Icad menangis berjamaah dan juga mengundang perhatian semua orang di mansion.
“Cortie ada apa ?” tanya Mommy Alica panik.
Sedangkan Mami Emili dan Rosse serta Luna mengambil kembar dan Baby Icad yang menangis.
“Kalian ini kenapa ?” tanya Daddy Archie kesal.
“Daddy tanya saja pada dia “ tunjuknya ke arah Valencia yang gugup setengah mati.
“Vale, was fehlt dir ?” tanya Papi Egind.
“Tidak ada,” jawabnya
“Usur diri kalian sendiri, biar Mami dan Mommy Alica yang mengurus Baby Icad dan kembar,” cetus Mami Emili.
Mereka semua meninggalkan kedua orang itu, Cortie memilih pergi dari hadapan Valencia.
Sedangkan Valencia, berteriak kesal. Bukan ini yang ia mau, tetapi ia tidak sudi mengurusi anak - anak.
Di ruang kerja, Cortie sedang menghubungi seseorang.
CEKLEK !!!
“Kamu sedang apa, nak ?” tanya Papi Egind.
Cortie langsung memutuskan panggilan itu, ia berjalan ke sofa dimana Daddy Archie dan Papi Egind duduk.
“Siapa wanita yang kamu bawa ke mansion ini, ‘Cortie ?” tanya Daddy Archie.
“Dia bukan Valencia kan ?” tanya Daddy Archie.
Yang mana membuat Cortie mau tak mau ia menceritakan apa yang membuatnya curiga dengan sosok Valencia yang tiba - tiba datang ke kantornya bukan datang ke mansion.
Banyak kejanggalan yang terjadi semenjak sosok wanita yang mengaku Valencia, istrinya.
Keesokan harinya, seperti yang Cortie perintahkan banyak beberapa wanita yang datang melamar menjadi sekretaris Cortie. Sekitar delapan orang yang melamar, salah satu dari mereka ada Valencia asli.
“Uh, aku rindu dengan mereka “ ucapnya lirih.
“Urutan terakhir Nona Villia...,” panggil Sekretaris 2
Mendengar namanya di sebut pun, segera ia bergegas masuk kedalam ruang interview.
Setengah jam kemudian ia keluar dengan hati yang berdebar, bagaimana tidak, setelah satu bulan tak bertemu suaminya hari ini iya bertatap langsung dengan suaminya.
Sedangkan di dalam, Cortie juga merasakan jantungnya berdebar - debar ketika ia dan HRD lainnya menginterview calon sekretaris baru itu.
“Ada apa ini ?” tanyanya dalam hati.
Diluar ruangan, Assistent Aaron memberikan pemberitahuan untuk pengumuman hasil seleksi akan di umumkan melalui e-mail yang sudah calon sekretaris isi di formulir pendaftaran.
Setelah mendengar arahan dari Assistent Aaron, semua calon seleksi memilih pulang ke rumahnya masing - masing, begitu juga dengan Villia ia pergi ketempat favorite nya bersama Cortie.
“Aku seperti mengenali wanita itu,” ucapnya.
Ia pun berjalan menghampiri wanita yang tengah duduk membelakanginya.
“Maaf, apa aku boleh duduk di sini ?” tanyanya sopan.
DEGH !!!
Tubuh Villia menjadi tegang, ketika ia mendengar suara orang yang sangat ia rindukan. Ia menoleh dan mata mereka berdua saling bertatap,...
DEGH !!!
DEGH !!!
“Mata ini...,” ucap Cortie.
“Ah, maaf tuan... silahkan duduk,” ucapnya gugup.
“Ah, iya nona “ ucapnya tak kalah gugup.
Keduanya saling diam dengan debaran yang sama - sama berdegup kencang. Villia tampak salah tingkah ketika Cortie duduk di sampingnya, begitu juga dengan Cortie.
“Nyaman..,” ucapnya dalam hati.
“Apa kamu juga menyukai Großer Wannsee,’ nona ?” tanya Cortie
Großer Wannsee merupakan tempat peristirahatan tepi danau yang paling populer di Berlin. Großer Wannsee terletak di barat daya Berlin dan merupakan salah satu tepi danau pedalaman terpanjang di Eropa.
“Iya aku sangat suka, tempat ini adalah tempat pertama kalinya aku bertemu dengan seseorang yang sangat aku sayangi,” jawabnya tersenyum.
“Apa itu kekasihmu ?” tanya Cortie.
“Bukan..,” jawab Villia singkat.
“Lalu ?” tanya Cortie sembari melihat ke arah Villia.
Begitu juga Villia, ia melihat ke arah Cortie. Mata mereka saling memikat satu sama lain, hingga mereka di kejutkan oleh kedatangan Assistent Aaron.
“Akh, maaf “ jawab keduanya berbarengan,
Assitent Aaron sampai terbengong melihat ekspresi salah tingkah keduanya, tak lupa Assistent Aaron memberitahukan bahwa Baby Icad rewel dan terus menangis, membuat Cortie panik, hal itu juga membuat Villia kecoplosan.
“Baby Icad pasti sudah mulai muncul gigi,” ceplosnya yang mana membuat Cortie dan Assistent Aaron menatap Villia dengan wajah kaget.
“Kamu bilang apa tadi ?” cerca Cortie.
“kamu tahu dari mana bayi tuanku ?” tanya Assistent Aaron bingung.
Pasalnya ia tak menyebutkan nama bayi laki - laki tuannya dan kenapa wanita ini tahu nama bayi tuannya.
Villia yang menyadari jika dirinya keceplosanpun segera pamit dan pergi dari hadapan kedua orang itu.
“Nona, tunggu !!!” teriak Cortie.
Namun sayangnya, Villia sudah pergi dari sana, ia mengendarai mobilnya dengan sangat laju.
__ADS_1