Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
036.


__ADS_3

“ WELCOME TO HOME, ROSSE “


Teriak mereka semua menyambut kepulangan Rosse, mereka tampak sangat antusias mendengar kepulangan salah satu anak majikannya. Rosse yang melihat betapa semangatnya mereka menanti kedatangannya menjadi sangat senang dan terharu, orang - orang di sini sangat baik dengannya begitu juga mami dan papi angkatnya beserta kedua oma dan opanya.


Mereka memberikan selamat kepada Rosse atas kesembuhannya, Rosse yang masih mengenakan kursi roda diminta Cortie dan lainnya untuk satu kamar dengan Luna. Semua itu tak luput dari permintaan Luna yang masih bersalah atas kejadian yang menimpa saudarinya ini.


Dengan tekad yang bulat, Luna memohon kepada kedua orang tuanya untuk menggabungkan kamarnya dan Rosse menjadi satu agar ia dapat menjaga Rosse dengan lebih baik, sampai Rosse sembuh seperti sedia kala.


Tanpa mereka sadari Luna masih memiliki trauma atas musibah yang menimpa mereka dua bulan yang lalu, tetapi ia berusaha untuk melawan semua itu agar tidak membuat keluarganya cemas.


“Lusa kita Ujian Tengah Semester, apa aku boleh pinjam catatanmu, ‘Lun ?” tanya Rossse.


“Oh, iya. Kita belajar sama - sama saja nanti malam. Sekarang kamu istirahat dulu !” tegur Luna.


“Huh, baiklah. Lun bisa bantu aku naik ke tempat tidur ?” pinta Rosse.


“Oh, baiklah Rosse. Tunggu sebentar !” ucapnya setengah teriak karena ia kebelet buang air kecil.


“Hah, Luna masih saja begitu,” ucap Rosse menggelengkan kepalanya.


5 menit kemudian, Luna keluar dari kamar mandi ia membantu Rosse naik ke tempat tidur.


Ceklek !!!


Muncul sepasang kaki mungil membuka pintu kamar yang di bantu oleh salah satu maid, melangkah maju dan mengucapkan terima kasih kepada maid yang membantu kedua gadis kecil itu, lalu keduanya berlari menghampiri Luna dan Rosse.


“Kakak Luna, Kakak Losse !” panggil keduannya.


Luna dan Rosse tersenyum melihat si kembar yang masih menggunakan piyama karakter terlihat sangat menggemaskan dimata mereka.


“Kalian belum mandi ?” tanya Luna gemas.


“Sudah cuci muka,” jawab Claire polos.


“Ha ha ha, sama saja belum mandi !” ejek Luna.


Mendengar ejekan Luna,Claire berkacak pinggang dengan mulut yang di kembungkan dan mata yang melotot sebesar telur.


“kamu ngapain, ‘Claire ?” tanya Rosse yang melihat adiknya bertingkah seperti itu.


“Klaile malah sama kakak Luna !” teriaknya.


“Ha ha ha, sudahlah Claire ! bercanda sayang !” tawa Luna pecah ketika Claire meninju bokongnya dan mengigit bokong Luna hingga meringis kesakita.


“Sayang jangan !” tegur Rosse.


Clark yang duduk di samping Rosse hanya menatap saja tanpa mau membantu saudari kembarnya, baginya ia mencari aman he he he.


Claire yang di tegur Rosse, menyudahi aksinya dan ia melengos meminta Rosse mengangkat tubuhnya keranjang, namun bukan Rosse yang mengangkat tubuhnya tetap Luna.


“Makanya jangan pendek,” ejek Luna lagi.


Yang mana membuat Claire refleks menampar mulut Luna dan membuat Rosse serta Clark tertawa terbahak - bahak.


“Luna kena getahnya !!” seru Rosse sembari tertawa.


Membuat wajah Luna cemberut, Luna menatap Claire dengan tajam begitu juga Claire menatap penuh permusuhan. Keduanya saling diam tak mau menatap, sedangkan Rosse ia tertawa pelan dan mengajak adik kembarnya untuk tidur siang bersama.


Luna memilih keluar kamar untuk membantu maminya yang tengah membuat kue ulang tahun, sedangkan Baby Icad sedang bermain bersama Oma Emilli dan Oma Alica di ruang keluarga.


Di sisi lain,


Sudah dua bulan Tania pergi dari rumah, membuat Ibu Rania menjadi sakit - sakitan di rumah,tinggal berdua dengan Kania yang tak bisa apa - apa membuat Andro sering mendatangi rumah Ibu Rania.


Andro tak habis pikir dengan apa yang Tania lakukan, sudah dua bulan ini Tania tidak ada kabar sama sekali, membuat Andro cemas.


“Tania, belum ada kabar nak ?” tanya Ibu Rania yang mendudukkan diri di sofa empuk itu.


“Tidak bu, saya sudah melacak GPSnya tapi tidak terkoneksi !” serunya panik.


“Apa ibu tahu Tania bilang mau pergi kemana ?” tanya Andro.


“Tania bilang sama ibu, ia mau ketemu ayahnya “ jawab Ibu Rania sedih.

__ADS_1


Ibu mana yang tidak sedih anaknya sudah dua bulan lebih tidak ada kabar. Tania pergi tanpa pemberitahuan yang mana membuat ibunya sakit - sakitan dan adiknya tidak di urus dengan baik karena ulah Tania.


“Tolong ibu, nak. Tolong temukan Tania hiks, ibu takut ayahnya akan berniat jahat kepada Tania,” ucap Ibu Rania memelas dan memohon untuk mencari anaknya Tania.


“Baik, bu. Andro akan mencari keberadaan Tania. Tapi sekarang ibu dan Kania makan dulu, sudah Andro masakan makanan untuk ibu dan Kania,” ucapnya lembut.


Ibu Rania menganggukan kepalanya,seraya mengajak Andro dan Kania untuk makan bersama. Kania mengikut saja asal ibunya tidak sakit lagi.


Ketiga orang itu makan dengan tenang, Kania menyuapi dirinya walau terkadang nasi dan sayuran berceceran ketika ia menyendokan makanan ke dalam mulutnya.


Di München, ibu kota negara sekaligus kota terbesar di negara bagian Bayern di Jerman, seorang gadis menatap Kota München yang merupakan kota berpendudukan terbesar ketiga di Jerman setelah Berlin dan Hamburg. Kota yang terletak di sungai Isar, bagian utara dari Bavarian Alps.


Salah satu perumahan sederhana dengan banyaknya rumah tetangga sekitar, seorang gadis masih asyik dengan pekerjaan di rumahnya, dari menyapu, mengepel hingga memasak untuk makan malampun ia lakukan dengan sendiri.


Sudah dua bulan lebih, ia tinggal di kota München seorang diri tanpa sanak saudara untung ada tetangga cantik yang mau berteman dengannya, walaupun janda wanita sangat cantik diusianya sudah memasuki usia 35 tahun.


Ia tinggal bersama anaknya yang masih kecil berusia 2 tahun lebih. Suaminya meninggalkan ia dan sudah lama tak kembali, makanya ia mengenalkan dirinya adalah janda beranak satu.


“Viola !!!” teriaknya.


“Iya aunty Mei !” teriak Viola dari dalam rumahnya.


“Apa kamu memasak ?” tanya Aunty Meila.


“Sudah aunty, ayo makan bersama !” ajaknya.


“Hai, gembul lolipop !” sapa Viola kepada anak Aunty Meila.


“Baik kakak, “ balasnya.


Aunty Meila dan anaknya masuk ke dalam rumah Viola dan langsung menuju ruang tamu karena di sana Viola menghidangkan makanannya. Rumah sederhana dengan satu dapur, satu kamar mandi, dan satu kamar tidur tak lupa terdapat teras rumah.


Setelah selesai makan, aunty Meila dan juga anaknya duduk bersama Violah seperti biasanya setelah makan mereka akan duduk di teras rumah sambil menatap kerlap - kerlip perumahan.


“Bagaimana pekerjaanmu sekarang ?” tanya Aunty Meila.


“Puji Tuhan lancar aunty,” jawab Viola tersenyum.


“Apa kamu tidak merindukan keluargamu, di Berlin ?” tanya Aunty Meila lagi.


“Sudah dua bulan loh, kamu di sini Vi. Apalagi kamu menggantikan identitasmu,” tegur Aunty Meila.


Beliau tahu karena Viola sendiri yang menceritakan kepada Aunty Meila siapa dirinya sebenarnya ketika Moizila tak sengaja menemukan KTP Viola yang asli jatuh dari tas selempang milik Viola dan saat itu juga Aunty Meila meminta penjelasan kepada Viola.


“Vio, nggak tahu aunty. Violah bingung !” ucapnya.


“Huft, pikirkan lagi, ‘ Vi. Jangan sampai kamu menyesal !” ingatnya kepada Violah.


“Baiklah aunty,”


“Kalau gitu aunty balik dulu ya,” pamit Aunty Meila.


Violah menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam rumah, tak lupa mengunci pintu dan jendela, mematikan lampu tengah dan masuk kedalam kamarnya.


Pagi hari di Kota Berlin,


Hari ini, Luna dan Rosse akan menghadapi Ujian Tengah Semester. Mereka berdua sudah siap menghadapi ujian hari ini, Rosse yang sudah pulih memilih untuk mengikuti ujia karena ia tak mau ujian susulan yang mana ujiannya bersifat personal


“Sudah siap ?” tanya Valencia.


“Sudah mami !!” jawab keduanya serempak.


Valencia mengajak anak - anaknya untuk sarapan duluan karena Cortie suaminya akan menyusul setelah memandikan Baby Icad. Semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan. Tak lama Cortie dan Baby Icad menyusul ke ruang makan dan langsung duduk di samping istrinya.


Beberapa meint kemudian, Luna dan Rosse berpamitan kepada semua keluarganya untuk pergi ke sekolah begitu juga Cortie yang sudah di jemput oleh Asisten Aaron untuk berangkat ke kantor.


Tak berselang lama kedua orang tua Valencia dan kedua orang tu Cortie berpamitan untuk mengunjungi anak bungsu mereka masing - masing dan akan menginap beberapa hari.


Kini tinggallah, Valencia dan anak - anaknya serta para maid di mansion. Valencia meminta maid bungsu 2 untuk menemani si kembar Claire dan Clark bermain karena dirinya akan mandi setelah menidurkan Baby Icad yang terlihat sangat mengantuk.


“Bagaimana ?”


“Aman,”

__ADS_1


“Lakukan dengan benar !” perintahnya.


Entah kenapa penjagaan di mansion hari ini terlihat legang, biasanya mereka akan berjalan mengawasi sekeliling.


Sekiranya aman seseorang itu masuk dan melihat, jika salah satu anak kembar itu berjalan kearahnya seperti ingin mengambil sesuatu yang ia lihat.


“Bagus, aku tak susah - susah untuk masuk kedalam lebih jauh lagi,” ucapnya.


Maid bungsu 2 tak menyadari jika bahaya mengancam salah satu anak kembar majikannya, ia dengan fokus mengajari Clark cara membaca dan mengeja sedangkan Claire entah kenapa ia terfokus dengan benda yang ada di samping pot besar itu.


Hingga maid bungsu 2 terkejut mendengar Clark yang mengatakan Claire di bawa oleh orang serba hitam.


“Onty, Klaile !!” teriaknya sambil menunjuk Claire yang meronta dan berteriak di pelukan orang itu.


“Ada apa ?” tanyanya yang belum ngeh dengan keadaan sekitar.


“Klaile di bawa olang itu !!” teriaknya dan berlari mengejar Claire.


“Clark tunggu !!” teriaknya juga.


Teriakan Maid bungsu 2 membuat salah satu anak buah Daddy Archie berlari kearahnya dan bertanya ada apa. Mendengar perkataan maid bungsu 2, salah satu anak buah Daddy Archie memberikan sinyal kepada rekannya yang lain supaya mengejar orang yang membawa Claire. Anak buah Daddy Archie meminta maid bungsu 2 untuk memberitahukan kepada majikannya dan ia akan menyusul Clark.


Anak buah Daddy Archie mengejar pelaku penculikan nona muda mereka yang ternyata sudah di rencanakan oleh para penjahat. Di taman tengah Clark menangis memanggil saudarinya, ia mengira saudarinya itu tidak mengajaknya untuk pergi bersama.


“Klaile jahat hiks, Klaile endak mau ngajak Klalk pelgi belsama hiks, hiks “ tangisnya makin keras.


“Nona muda !!” teriak pemuda yang mengejar Clark.


“Paman hiks, Klaile jahat endak mau ajak Klalk pelgi belsama,” adunya.


“Aduh nak, saudarimu bukan pergi bermain !” ringisnya dan segera menggendong nona mudanya untuk kembali ke mansion.


Sedangkan di mansion,


Valencia khawatir dan panik, ia menangis mendengar salah satu putri kembarnya di culik oleh seseorang yang tak di kenal. Ia menghubungi suaminya untuk pulang dan emberitahukan jika Claire di culik.


“Hiks,maafkan saya nyonya,”ucap maid bungsu 2 bersalah karena tidak memperhatikan Claire.


Valencia diam dan tak merespon permintaan maaf maid bungsu 2, pikirannya masih kalut ia memeluk Baby Icad dan Clark yang masih menangis.


Suasana mansion menjadi sangat runyam dan tangisan dari mereka menghiasi ruangan itu, bagaimana tidak mereka hari ini merasa bekerja sangat lengah hingga tak menyadari bahwa bahaya yang membuat salah satu putri majikannya di culik.


Sejam kemudian, Cortie datang bersama Asisten Aaron. Cortie langsung bergegas menemui istrinya, terlihat jika mata Valencia sudah membengkak dan juga anak - anaknya tertidur di pelukan Valencia.


“Sayang, “


“Mas, Claire mas ..,” 


“Tolong bawa anak - anak ke kamar Luna !” titah Cortie kepada maid bungsu 3 dan maid tengah.


“Tuan, maaf saya yang tidak menjaga nona muda dengan baik hiks,” ucap Maid bungsu 2.


“Diamlah !!” sentak Cortie.


Ini kali pertama Cortie memarahi maidnya, dalam keadaan seperti ini salah satu anaknya di culik bukan hanya itu orang yang mengaku istrinya dan wanita yang berwajah Vania juga kabur.


Dan berita itu baru ia dapatkan dari salah satu anak buahnya yang berjaga di bawah tanah.


“Cari wanita itu sampai ketemu !!” perintahnya.


Semua anak buah Cortie memencar mencari keberadaan dua wanita yang datang dengan wajah menyamar. Tak lupa Cortie memerintah Asisten Aaron untuk menghubungi kedua orang tuanya dan Valencia.


"Bos, anaknya sudah berhasil kita culik," lapornya.


"Bawa segera ke markas !"


"Baik bos, kami akan segera ke markas,"


"Jangan sampai ada yang mengikuti kalian, pastikan tidak ada yang mengetahui dimana markas kita,"


"Siap boss ,"


"Kami sebentar lagi akan sampai di tempat !" lapornya lagi.

__ADS_1


"Oke, saya akan tunggu kalian di sana !" serunya.


panggilan diputuskan oleh sepihak olehnya, kali ini ia akan membuat Cortie bertekuk lutut kepadanya.


__ADS_2