Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
012


__ADS_3

“Pa, mama nggak mau di sini. Keluarin mama,’pah” ucapnya memelas.


“Papa harus bagaimana,’ ma ?” tanyanya frustasi.


“ Papa bujuk dong anaknya. Pokoknya mama nggak mau di sini,!!!” ucapnya kesal.


“Baiklah, nanti papa coba bujuk anaknya,” ucapnya.


“Secepatnya, ‘pa “ paksanya.


“Hm, papa pulang dulu. Mama di sini hati-hati. CUP !” pamitnya


“Baik pa,”


Sedangkan di sisi lain,


“APA-APAAN INI,SAYA TIDAK PERNAH MERACUNI VALENCIA !!!” teriaknya.


“Tapi maaf,bu. Kami sudah mendapatkan buktinya dan ini valid,” ucap pengacara Cortie.


“Bukan aku,” ucapnya mengelak.


Padahal sudah sah jika dirinya bersalah,namun dasar pelaku menolak jadi tersangka seolah ia korban penipuan.


Di mansion Cortie, kini mereka tengah menunggu kabar dari Cortie dan Papi Egind mengenai maid tengah. Harap-harap cemas karena darah yang keluar tidaklah sedikit. 


TRINGGGGGGGGG.....


“Nyonya ada telepon,!!!” teriak Maid bungsu 3


“Angkat, ‘ Bi “ balas Valencia.


“Siap Nyonya,”


Melihat ekspresi maid bungsu 3,membuat Mami Emili dan Valencia bergegas mendekatinya.


“Ada apa,bi ?” tanya Valencia.


“Itu nyonya, tuan telepon bilang kalau maid tengah kekurangan darah. Jadi harus donor,” jawabnya.


“Golongan darah apa yang mereka cari ?” tanya Valencia.


“ Golongan B+ , Nyonya “ jawab maid bungsu 3.


“ Aduh, aku golongannya AB+ ,Kalau A nya di buang bisa donor, nggak ?” tanyanya polos.


“Aduh, mana bisa nyonya.” jawabnya kesal.


“Mami jangan panik, kasihan adek terguncang hidupnya.” Celetuk Luna.


“Oh, ia mami hamil,” Valencia tepuk jidat.


“Maafkan, mami ya dek,” ucapnya sambil mengelus-elus perut datarnya.


“jadi siapa diantara paman-paman dan bibi-bibi yang mempunyai golongan darah B+?” tanya Rosse mewakili Maminya.


“Saya non, tapi saya darah tinggi,“ ucapnya sedih.


“ tidak apa paman, masih banyak paman dan bibi yang belum mengajukan diri,” ucap Rosse menenangkan paman 1


“Saya B+ nona,”


“Saya juga,”


“Saya juga, ‘Nona “ teriaknya yang ngos-ngosan.


“Wah, banyak nih yang donorin.” Pekik Luna.


“Segera ke rumah sakit,” titah Valencia.


“baik nyonya,” ucap ke tiga orang itu.


“ Bibi, hubungi suamiku dan beritahu jika ada tiga orang yang akan mendonorkan darah mereka untuk maid bungsu 3, “ titah Valencia.


“Siap, ‘Nyonya “


“ Mami, Klal lapal” keluhnya.


“Clark, mau makan pakai apa ?” tanya Valencia.


“ Klal mau loti bletzel,” jawabnya.


“ Itu roti sayang,” balas Valencia.


“Mau itu mami,” jawabnya kesal.


“Baiklah, baik “ jawab Valencia.


Kali ini ia akan memberikan kesempatan anak-anaknya makan roti breztzel. Roti ini sangat terkenal di seluruh dunia. Bentuk yang unik seperti pita dan berwarna cokelat eksotis di tambah taburan garam,bubuk wijen, dan biji bunga matahari.


“ Luna, tolong pesankan di aplikasi ya !” perintahnya.


“Baik,‘ Mami. Ada yang mau pesan lagi ?” tanyanya sambil mengotak-atik ponselnya.

__ADS_1


“Semuanya sama kan saja nona,” jawab salah satu pekerja.


“Baiklah.Claire kamu mau apa,’sayang ?” tanya Luna


“Klaile mau yang enak di matan,” jawabnya heboh


“Makanan apa, ‘dek ?” tanya Rosse bingung.


“ Pumpelnikel,’Atak.”


“ Pumpernickel ?” tanya Rosse.


“ituloh, roti gandung yang warnanya hita rasanya sedikit manis,” jelas Valencia.


“Ya sudah semua model roti pesan semua,’Lun.Papi kaya jadi habiskan saja uangnya,” celetuk Mami Emili.


HAHAHAHA


“Siap Oma,” ucapnya lalu mengotak-atik ponselnya dan memesan jenis roti.


Sembari menunggu Luna memesan jenis roti, mereka menunggu kabar selanjutnya dari Cortie.


TRINGGGGGGGGG.....


Tiba-tiba telepon rumah berbunyi nyaring, membuat maid yang dekat dengan telepon itu segera mengangkatnya karena ia kira itu kabar dari Tuan Cortie.


“Hallo.......,” sapanya.


“Wer ist am Apparat ?” tanya maid bungsu 2.


“Kann ich mit Herrn Cortie sprechen ?” ucap seseorang di telepon.


“Mit wem spreche ich ?” tanya maid bungsu 2


“Ich bin der Ehemann von Frau Lucia,” jawabnya.


“Hm,  Herr Cortie ist nicht zu Hause.” Jawab maid bungsu 2.


“Wo ist Herr Cortie jetzt ?” tanyanya lagi.


“zum Krankenhaus,” jawab maid bungsu 2.


TUT..


“Wah nggak sopan benar bapak ini,” ucapnya kesal.


“Who ?” tanya Mami Emili.


“Suami nyonya Lucia,” jawabnya sopan.


“Beliau menanyakan keberadaan Tuan Cortie,” jawab maid bungsu 2.


“Sudah terduga,” celetuk Rosse, Luna dan Valencia bersamaan.


Membuat mereka yang berada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak, tak lama roti yang mereka pesan telah sampai, Luna bergegas berjalan keluar mansion menuju gerbang menggunakan sepeda listrik novus milik Papi Cortie.


“Jauh juga ya dari mansion ke gerbang,kalau jalan kaki capek juga yang ada,” keluhnya.


Setelah sampai di gerbang, Luna langsung membuka jendela gerbang khusus dan mengambil pesanan roti mereka semua yang sudah diletakan oleh kurir Foodora menggunakan sepeda.


Kemudian,Luna menyimpan semua di dalam keranjang Novus. Lalu,ia menaikan gas kembali ke mansion.


Sedangkan di rumah sakit, terlihat seorang pria perawakan berjalan tergesa-gesa sampai ia beberapa kali menabrak pengunjung dan suster yang baru keluar dari ruangan. Yang ada dipikirannya adalah, bagaimana caranya agar istrinya bisa bebas. Sebab ia pusing dengan rengekan istrinya dan ia tak tahu apa yang mau ia bicarakan.


“Cortie,” panggilnya.


“Onkel,” balas Cortie.


Ia heran mengapa suami tantenya tahu jika ia berada di rumah sakit. Melihat pamannya kelelahan, Cortie mengajak suami dari tantenya itu untuk duduk di kursi tunggu sembari mereka menunggu transfusi darah untuk maidnya.


“ kenapa om tahu jika Cortie di sini ?”


“Om tadi menghubungi telepon mansion dan menanyakan keberadaanmu,” jawabnya.


Cortie mengangguk paham,“ ada apa om mencari Cortie, apa ini mengenai Tante Lucia ?” tanyanya.


“Iya ini mengenai istri om, Lucia selalu merengek. Om pusing, sekali” keluhnya.


“Tante pantas mendapatkannya om,” jawab Cortie.


“Apa yang dilakukan tantemu sehingga membuat kamu menjebloskan tantemu ke penjara, Cortie ?” tanya Om Burchan.


“Liatlah dari kaca pintu itu, om akan mendapatkan jawabannya” ucap Cortie dan bangun dari duduknya beranjak mendekati Papi Egind.


Om Burchan mengikuti perkataan Cortie dan melihat dari kaca pintu. Beberapa orang di dalam sedang melakukan transfusi darah kepada seorang wanita. Dapat Burchan lihat bahwa seorang wanita itu kehilangan darah dan itu disebabkan oleh istrinya Lucia.


Tapi apa yang di lakukan Lucia hingga seperti ini ? itulah yang ada dipikirannya saat ini.


“Cortie,”


“Ada apa lagi om. Jika Om Burchan ingin aku membebaskan Tante Lucia, Maaf Cortie tidak bisa mewujudkannya,” ucapnya tegas.


“Maaf Pak Burchan, apa yang di katakan menantu saya kami tidak bisa, karena kesalahan Lucia sudah sangat membahayakan kehidupan anak,cucu, dan menantu saya serta orang-orang lain yang tinggal di mansion,” timpal Papi Egind.

__ADS_1


“Tapi bagaimana dengan istri saya ?” tanyanya.


“Ya sudah menikmati hukum negara,” jawab Papi Egind santai.


“Baiklah,saya mengerti. Saya pamit,” ucapnya dan pergi dengan tak mendapatkan apa-apa.


Setelah kepergian suami dari tantenya, para pekerja dimansion keluar dari ruangan, mereka semua terlihat pucat untung Papi Egind ke kantin membeli susu untuk ketiga pekerjanya.


“Ini minum dulu,” ujarnya sembari menyerahkan tiga gelas cup susu putih.


“terima kasih, tuan besar” jawab ketiganya.


Beberapa hari berlalu, kini suasana di mansion sedikit nyaman dan aman dari gangguan wanita-wanita berhati iblis. Tante Lucia dan Evelyne masih di dalam penjara. Mereka tak perduli dan beberapa kali Om Burchan mendatangi Cortie meminta untuk membebaskan istrinya tetapi Cortie selalu menolak hingga ia memberikan alasan mengapa ia menolak membebaskan istri dari omnya itu.


Hal itu membuat Burchan tak dapat menolong istrinya,ia juga tak mau usaha yang ia jalani hancur begitu saja karena ulah istrinya yang sangat-sangat tak bisa di maafkan.


Apa ia akan menjadi duda sementara karena istrinya di penjara ? atau ia tinggal di apartementnya yang kini di tinggali oleh wanita cantik yang hampir ia tabrak beberapa minggu lalu ?


Akh !!! rasanya ia ingin tapi takut dosa.


Keesokan harinya, di mansion terlihat sangat ramai hari ini kedua orang tua Cortie, kedua adik Cortie dan Valencia datang ke kota J. mereka telah mendengar bahwa kehidupan rumah tangga anaknya tengah mengalami masa-masa campur aduk mereka juga mendengar bahwa menantunya Valencia hamil kembali yang mana membuat kedua orang tua Cortie serta adik-adik Cortie dan Valencia mendatangi mereka ke kota J sekalian liburan semester.


Kini kehamilan Valencia memasuki usia 4 minggu. Di usia kehamilan ini,ukuran bayi sudah semakin berkembang. Organ-organ tubuhnya pun mulai berfungsi. Di kehamilan yang ini, Valencia sering kali makan yang aneh-aneh seperti roti campur Pasta di balut saos tomat dan juga ada tirisan tomat.


Terkadang, Cortie menginginkan cendol dari Negara Idan meminta Papi Egind untuk membuatka cendol. Alhasil, Papi Egind meminta istrinya untuk membantu dirinya membuat cendol yang mereka lihat dari youtube.


Tidak lupa ketika Valencia dan Cortie ngidam bersamaan, keduanya kerap kali membuat semua yang ada di mansion kocar-kacir memenuhi keinginan keduanya. Sedangkan Clark dan Claire, diminta keduanya untuk tidur bersama sepanjang hari hingga si kembar menangis karena bosan.


Tak jarang pun, Alice dan Bella terkena semprot kakaknya masing-masing karena membuat makanan yang tak sesuai ekspetansi mereka. 


“Alice, ayo kita pulang saja. Baru dua minggu di Kota J kita seperti adik yang teraniaya,” keluh Bella.


“Benar Bell, apa kita kabur saja ?” idenya.


“OOOOO JADI KALIAN MAU KABUR DARI SINI !!!” ucap Valencia marah.


“Aduh, mampus. Mami Macan dengar rencana kita,”Bisik Alice pelan.


“Apa bisik-bisik !!!” ucapnya ketus.


Alice dan Bella menelan salvina dengan susah payah, Kakaknya ini sangat berbahaya ketika marah dan itu akan membuat mereka tersangka dan akan disidang ditengah-tengah umat sentoro.


“Aduh kak, ampun !!!” pekik keduanya saat kedua tangan Valencia menjewer telinga Alice dan Bella.


“masih ingin kabur ?” Ancam Valencia


Yang mana keduanya sama-sama menggelengkan kepala takut dan berakhir membersihkan dapur sampai bersih, kemudian memasak keinginan Valencia.


“Mereka kenapa ,’ yang ?” tanya Cortie yang baru pulang kerja.


 “Mereka berdua berencana kabur dari sini,” adunya.


“Wah, parah kalian berdua adik-adik durhaka” ujar Cortie.


“Aduh, kakak” rengek keduanya.


“Aku bersih-bersih dulu ya, Papi Mami dan Mommy Daddy kemana sama anak-anak ?” tanya Cortie bingung.


“Mereka ada di taman belakang sayang,” jawabnya.


“Baiklah, kamu gabung sama orang tua kita disana nanti mas, susul” ucapnya dan pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Di taman belakang, Rosse dan Luna sedang mengerjakan tugas di Pondopo sedangkan si kembar Claire dan Clark sedang bermain masak-masak dan dokter-dokter.Kedua orang tua Cortie dan valencia sedang berbincang-bincang terkadang mereka menjawab pertanyaan dari Rosse dan Luna.


“Opa Ar, yang dimaksud dengan gejala sosial itu apa ?” tanya Luna bingung.


“Gejala sosial adalah peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat atau dalam kehidupan sosial,” jawab Daddy Archie.


“Gejala sosial itu seperti apa, opa ?” tanya Rosse ingin tahu.


“Gejala sosial itu banyak macamnya seperti di masyarakat contohnya ada gejala sosial religus, ekonomi, politik dan hukum,” jawab Daddy Archie.


“Kalau gejala sosial religius itu, misalnya perayaan panen padi,” timpal papi Egind.


“kalau gejala sosial ekonomi,’Kek ?” tanya Luna antusias.


“Gejala sosial ekonomi,misalnya menurunnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran.Politik misalnya terjadinya mall praktik politik uang untuk menenangkan pemilu contohnya,” jawab Papi Egind.


Tak lupa keduanya menulis apa yang di sampaikan oleh Papi Egind dan juga Daddy Archie. Penjelasan kedua kakek itu membuat Luna maupun Rosse semangat untuk mendengarnya.


“jadi contoh dari gejala sosial adala kemiskinan,kejahatan, kewirausahaan dan persamaan gender. Faktor penyebabnya adalah kultural dan struktural,” jelas Daddy Archie.


“oooo begitu,” ucap keduanya paham.


“Paham ?” 


“Paham kakek !!!” ucap keduanya serentak.


Tak lama datanglah keempat orang yang tadinya masih berdebat di dapur dan kini menghampiri mereka di pondopo. Terlihat jelas jika Valencia masih mengomeli adik-adiknya, hingga di tegur Mommy Alica.


“Hai, sayang jangan mengomel-ngomel kasihan janinmu !” tegurnya kepada sang menantu.


“ ah, baik mommy” ucapnya kesal dan memeluk tubuh mertuanya dengan manja.

__ADS_1


Mereka pun berbincang-bincang sekali-sekali menimpali ucapan Clark dan Claire.


__ADS_2