Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
020


__ADS_3

“Sa...sakit Alica, lepaskan aku !!!” teriaknya kesakitan.


Mommy Alica tak memperdulikan teriakan dari Tante Lucia, yang ada di pikirannya adalah memberikan pelajaran kepada manusia tak tahu malu itu. Mommy Alica membawanya ke lantai bawah dengan langkah yang besar, ia tak peduli jika mereka melewati tangga, hati dan pikiranya saat ini adalah ingin cepat sampai di lantai bawah.


“Alica, kamu gila.... ini tangga, kalau kita jatuh bagaimana ?” ucapnya ketakutan.


Namun, tetap saja tak dihiraukan hingga mereka sampai di lantai bawah. Alice berteriak meminta salah satu dari mereka mengambilkan tali dan kembali menyeret Lucia.


PLAK !!!!


“ berhenti berbicara...!!!” ucapnya setelah menampar pipi Lucia.


Mommy Alica kembali menarik Lucia dan didudukinya Lucia di sofa tunggal dan tak lama salah satu maid membawa tali yang di minta oleh Mommy Alica.


“Ini nyonya....,” ucapnya seray memberikan tali itu, tetapi Mommy Alica tak menyambutnya dan berkata, “ Ikat dia dengan kuat, jangan sampai longgar...,” titahnya.


“APA-APAAN INI ALICA... KAMU JANGAN SEENAKNYA......,” teriak Tante Lucia.


“CEPAT IKAT MANUSIA SAMPAH INI......,” bentak Mommy Alica.


Yang mana langsung di kerjakan oleh dua pekerja, Mommy Alica mengatur nafasnya untung menantu dan cucu-cucunya tak melihat dirinya yang sedang terbakar emosi.


“Jaga dia dan jangan sampai lepas, oh iya lakban mulutnya agar tidak berisik...!!!” perintah Mommy Alica.


Tante Lucia memberontak dan terus berteriak, namun tak ada yang menolongnya hingga mulutnya sudah di lakban pun ia masih berteriak walau hanya segumam saja.


“Huh, coba dari kemarin begini ya...,” ucap Maid sulung puas.


“ ha ha ha ia, ini sangat puas bagiku, bi” balasnya.


“Kita tunggu saja bi disini, sesuai perintah Nyonya Alica...,” ucapnya lagi.


“Baiklah...,”


Beberapa dari mereka menunggu Tante Lucia dan beberapa orang lainnya memasak untuk makan malam, walaupun sudah larut mereka tetap memasak, karena mereka tahu majikannya belum makan apapun dari tadi.


“Bibi, apa kalian memasak ?” tanya Valencia.


“Eh, Nyonya.. ia kita sedang memasak, apa nyonya Vale lapar ?” tanya Maid bungsu 3.


“hehehe bi, perut saya bunyi minta di isi ..,”jawabnya malu-malu.


“HAHAHA nyonya bisa saja.., baiklah akan kami siapkan, nyonya tunggu saja,” ucapnya dan memerintahkan rekannya untuk cepat.


Sedangkan Valencia,ia memilih kembali ke kamarnya. Takut Baby Richard terbangun.


Sesampainya kembali ke kamar, Vale di kejutkan dengan keberadaan putri kembarnya yang tidur di sisi kanan kiri Baby Richard. Valencia tersenyum dan mengambil ponselnya untuk mengabadikan moment putri kembarnya menjaga sang adik bayi.


CEKREK !!!


“Ah manisnya...,” gumam Valencia.


“Fotoin lagi deh dengan beberapa pose...,” ucapnya senang.

__ADS_1


CEKREK.... CEKREK.... CEKREK....


Valencia mengambil beberapa pose candid anak-anaknya, sungguh pemandangan ini sangatlah manis di matanya.


“Apa dia tertidur ?” tanya Mommy Alica.


“Ia nyonya, mungkin kelelahan berteriak...,” julid Maid bungsu 2 dan 4


Mommy Alica menggelengkan kepalanya,ia sudah memeriksa barang-barang berharganya, ia terkejut ketika ia melihat satu set perhiasannya ludes. Perhiasan itu adalah pemberian Daddy Richard ketika usia pernikahan mereka menginjak usia tiga tahun, yang berarti pada saat itu umur Cortie baru dua tahun.


Satu set perhiasan kesayangannya di curi oleh Tante Lucia, adik angkat suaminya. Ia juga melihat pakaian-pakaiannya apakah Lucia memakainya juga dan jawabannya ia, Mommy Alica melihat pakaian yang ditinggalnya beberapa bulan berantakan dan tak sesuai warna pakaian yang sering kali ia rapikan begitu juga dengan pakaian suaminya.


Bahkan hal yang mengejutkan, Lucia dengan berani memakai barang-barang pribadi dirinya seperti dalaman.Terlihat ada beberapa pakaian kotor di keranjang penyimpanan.


“ Apa yang di lakukan wanita ini di mansion utama ?” tanya Mommy Alica.


“Beliau menggunakan pakaian dan barang-barang milik nyonya...,” adunya.


“Lalu apa lagi ?” tanya Mommy Alica.


“Ia memerintah kami seenaknya, nyonya... bahkan kami sudah tiga bulan tidak di gaji. Kalaupun gajian, gajih kami di ambil nyonya...,” adu maid tengah.


“Apa anak-anak saya tidak memberi kalian gaji selama ini ?” tanya Mommy Alica lagi.


“Di gaji nyonya, hanya saja tiga bulan ini, nona memberikan kami uang cash..” ucapnya jujur.


“Jadi gaji kalian di rampas wanita butek ini ?” tanya Mommy Alica kesal.


Ketiga maid itu mengangguk dan pasrah saja. Tak lupa mereka menceritakan penderitaan Rosse dan Luna yang sering ia jadikan babu, pernah sekali Rosse jatuh sakit sebelum Luna dan tak lama Luna ikutan sakit, hal itu membuat Alice dan Bella bergantian untuk merawat Rosse dan Luna.


“Tidak nyonya, Nyonya Lucia selalu bersikap baik didepan nona Alice tapi bersikap buruk dibelakang nona Alice dan juga nona Bella..,” jawab Maid sulung 2


“Ooo begitu, okey...” ucapnya sinis.


“Bi, tolong ambilkan air, tepung dan telur kalau ada yang busuk ambil saja..,” perintahnya.


“untuk apa nyonya ?” tanyanya, setelah rekannya pergi mengambil apa yang di minta oleh nyonya.


“Kamu liat aja nanti....” ucapnya tersenyum.


Membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan takut dan merinding.


Sedangkan di sisi lain,seseorang dari atas membidik senjatanya ke arah Daddy Archie ia tersenyum dan akan menekan pelatuk senjatanya dan....


DOR !!!


DOR !!!


DOR !!!


AKH !!!


Daddy Archie dan lainnya terkejut mendengar suara tembak dan seseorang jatuh dari lantai atas. Jerry yang mengenal sosok itu berteriak,

__ADS_1


“KAKEK !!! “ teriaknya dan hendak berlari, namun dirinya sudah dibekukan oleh anak buah Cortie.


“Siapa yang menembak orang itu, ‘ Dad ?” tanya Cortie bingung.


“Daddy juga nggak tahu.., “ jawabnya bingung.


“Sialan !!!” teriak Jerry ketika ia melihat sosok orang yang menembak kakeknya.


“Apa kabar Jerry Laksmana ...?” tanya pria paru baya itu.


Semua orang menoleh dan betapa terkejutnya mereka, melihat Asisstent Aaron dan Papi Egind datang dengan senjata di tangannya.


“Papi / Besan / Asisstent Aaron...” ucap ketiganya..


“Hehe maaf tuan bos, saya saat itu sedang menjemput Tuan Egind...,” jawabnya cengegesan.


“Hiiiiiii, masih saja kamu memanggil aku Tuan, aku ini pamanmu dasar bocah tengil..” ucapnya tak terima.


“ Paman ?” tanya Ardio dan Cortie bingung.


“Nanti saja lah, Papi cerita.. kita bereskan mereka ini dulu.. sebelum membereskan orang di mansin utama..” ucapnya dingin.


Cortie ingin bertanya namun di kode oleh Daddy Archie. Mereka kini membawa ketiga orang itu ke markas utama, sedangkan beberapa anak buah dari mereka menghubungi polisi dan membantu para tamu undangan yang belum sadarkan diri untuk dibangunkan paksa.


Papi Egind menceritakan kenapa ia menembak musuh bisnis bebuyutan mereka, jika ia terlambat maka Daddy Archie lah yang terbaring tak bernyawa, untung ia datang tepat waktu dan langsung menembak Kakek Tua itu.


“Mami Emili di mana, Pi ?” tanya Cortie.


“Ada di suatu tempat...,” jawabnya tenang.


Kini mereka sampai di mansion utama, tempat dimana para penjahat mereka siksa dengan kejam, mobil itu langsung masuk ke jalan samping yang ternyata itu ada akses menuju ruang bawah tanah.


“Seret mereka.....,” titah Papi Egind.


Kenapa Papi Egind tahu markas itu ? Karena Kakek dariPapi Egind dan juga daddy Archie lah yang membuat ruang itu ketika mereka berusia 20 tahun, dimana saat itu kakek dari Papi Egind memiliki banyak benda berharga yang harus di sembunyikan dari para penjahat, ia mengatakan bahwa tempat itulah yang sangat aman sehingga ia mengajak kakek dari Daddy Archie untuk menghubungi orang-orang tambang untuk menggali ruangan itu untuk memperbesarkannya hingga menjadi sebuah ruangan bawah tanah dengan fasilitas lengkap.


Hal itu jugalah, yang membuat mereka tidak terdektesi para penjahat.


“Sialan, ternyata di mansion ini ada ruang rahasia. Tahu begitu aku akan bersembunyi di sini...,” ucap Evelyne dalam hati.


“Hehe sudah bangun nona ?” tanya salah satu anak buah Daddy Archie yang selesai mengikat Evelyne dan lainnya.


Sedangkan kakek Jerry mereka bawa ke ruang pengobatan, karena mereka masih membutuhkan informasi dari kakek tua itu.


“Bagaimana keadaan di mansion ?” tanya Daddy Archie kepada salah satu pekerja yang turun ke bawah.


“Nyonya Alica mengikat Nyonya Lucia di sofa tamu tuan..,” lapornya.


“Loh, kok Tante Lucia ada di mansion ?” tanya Cortie bingung.


“Itu tuan, Nyonya Lucia mengancam Nona Rosse dan Nona Luna jika mengatakan hal buruk kepada Nona Alice dan Nona Bella..,” jawabnya


“Di ancam bagaimana ?” tanya Cortie syok.

__ADS_1


Pekerja itu menceritakan awal kedatangan Nyonya Lucia dan bagaimana mereka menerima semua perlakuan Nyonya Lucia selama tinggal di mansion, tak lupa menceritakan bahwa Nyonya Lucia sudah bercerai dengan Tuan Burhan karena mantan suaminya jatuh miskin ulah dirinya sendiri dan juga bagaimana Nyonya Lucia memperbudak Nona Rosse dan Nona Luna hingga keduanya jatuh sakit.


Cortie yang mendengar itu menjadi sangat marah, ia memerintah anak buah nya untuk membawa tante Lucia ke ruang bawah tanah. Ia akan memberikan perhitungan kepada tantenya itu. Sedangkan Daddy Archie tidak perduli dengan adik angkatnya itu.


__ADS_2