
Dua hari kemudian malam ini di ruangan bawah tanah,
“Akhhhhhh ampun, lepaskan aku.....”teriak Evelyne.
“Diamlah ******...!!” bentak anak buah Cortie.
“Apa yang ingin kalian lakukan ?” tanya Tante Lucia.
“Bawa mereka ke ruangan tengah...!” perintah rekannya.
“Baik..,”
Ketiga orang tersebut di bawa ke ruang tengah untuk di beri pelajaran oleh majikannya. Jerry yang dari tadi hanya diam saja,ia pasrah dengan keaadaannya sekarang. Ketika kakeknya hendak menghembuskan nafas terakhirnya, ia mendengar bila kakeknya ingin mengobrol berdua dengannya dan itu di setujui oleh Daddy Archie tetapi tetap di jaga ketat oleh anak buahnya.
“Kakek kenapa kakek berbohong padaku ? mengapa kakek tega menjadikan Jerry alat balas dendam yang sebenarnya kakeklah yang bersalah. Jerry... Jerry kehilangan Papa dan Mama hiks.. Dulu Jerry punya kakek untuk berlindung dan sebagai keluarga terakhir Jerry tapi sekarang, Jerry hidup sebatang kara hiks..hiks “ tangisnya
“Apa dengan begini kakek tenang di alam sana ?” tanyanya lirih.
“Tapi bagaimana dengan Jerry di sini ?”
“Apa Jerry akan ikut dengan kakek setelah ini ?” ucapnya lirih.
Jerry yang masih dalam lamunannya tak menyadari bahwa ia dan lainnya sudah berada di ruangan penyiksaan. Dapat Daddy Archie dan Papi Egind lihat bahwa Jerry tengah melamun masalah yang sudah terjadi, tapi apa boleh buat hukuman tetaplah hukuman, mau tak mau Jerry tetap mendapatkan hukuman.
Sedangkan Lucia dan Evelyne menatap laki-laki yang mereka cintai dengan wajah sedih penuh mulsihat. Namun, tak di perdulikan oleh ayah dan anak itu.
“Mereka sudah siap, bos “ lapor anak buah Papi Egind.
“Baiklah..,” jawabnya.
Orang tersebut pergi kembali bersama rekan-rekannya dimana semua anak buah berkumpul di sisi kanan kiri.
“Kak Archie, tolong Luci hiks ampun kak, Luci khilaf maafkan Luci...,” isaknya.
“Cortie, aku juga minta maaf tolong jangan lakuin ini kepadaku...,” ucapnya kesal dan memelas.
“Locky, cambuk keduanya..!!!” titah Daddy Archie.
“Tidak..tidak..tolong jangan cambuk !!!” teriak keduanya,meronta tak mau di cambuk.
CITTTTRRRRRRRR !!!
AKH !!!!
CITTTTTRRRRRRRR !!!!
AKHHHHH AMPUN ... AMPUN .... SAKIT ...
Jeritan kedua wanita itu saling bersautan, Mommy Alica yang baru saja sampai ketempat itu di buat merinding. Apakah suaminya ini kumat lagi untuk menyiksa seseorang yang melakukan kesalahan fatal ? pikirnya.
“Dad...,” panggil Mommy Alica.
Daddy Archie yang melihat istrinya, langsung memeluk erat tubuh sang istri. Mommy Alica terkejut merasakan tubuhnya bergetar dan basah, ia tak percaya jika suaminya sekarang tengah menangis.
“Mereka yang telah membuat daddy meninggal tak wajar, mereka juga yang membuat mommy pergi meninggalkan aku sendiri di dunia ini hiks .. hiks, “ ucapnya pilu.
“Apa karena harta seseorang dengan kejam membunuh Daddy Maxi, apa salahnya ? Lucia yang di angkat oleh daddy menjadi anaknya adalah salah satu orang yang ikut membunuh daddy...,” keluhnya
“dan ternyata Lucia adalah anak kandung kakek tua itu, dia.. hiks dia adalah orang tua Jerry, Mom... hiks “
Syok tentu saja Mommy Alica syok, terlebih Jerry yang mendengar isakan orang yang ingin ia hancurkan. Ia tak percaya bila mama nya adalah Lucia, orang yang ternyata membuat hidupnya berantakan. Pantas saja jika di samping Lucia ia merasakan bila ia dekat dengan sosok yang ia rindukan.
“Jadi, anak Lucia dan Burchan yang hilang adalah pria itu ?” tnujuk Mommy Alica.
“Iya ..” jawab Daddy Archie sesegukkan.
Mommy Alica melihat kearah Jerry, ia tahu jika anak di depannya ini adalah korban keegoisan kakek tua dan Lucia. Mommy Alica kembali melihat suaminya yang sudah melepaskan pelukannya.
“Apa Daddy akan menyiksa Jerry ?” tanya Mommy Alica.
“Tidak hiks, daddy akan mempertemukan ia dengan Burchan. Saat ini Burchan sedang koma di rumah sakit..,” tuturnya.
“Daddy, penyiksaan Tante Lucia dan Evelyne sudah selesai..., apa Jerry kita hukum cambuk sebelum di bawa ke kantor polisi ?” tanya Cortie.
“Tidak nak, Jerry dalam hal ini tak bersalah .. buka ia yang merencanakan kejahatan ini..,” jelas Papi Egind mendekat kearah mereka tiga.
“Loh, maksud papi ?” tanya Cortie bingung.
“Jerry hanyalah alat balas dendam kakek dan ibunya..,” jawab Papi Egind.
Cortie masih tak percaya dengan penjelasan kedua pria paruh baya itu, ia tak menyangka jika Jerry anak kandung Tante Lucia dan Om Burchan yang di ambil paksa oleh kakek tua itu dan ini sudah di rencanakan, pantas saja omnya itu selalu gila kerja dan terkadang bersama sekretarisnya hanya untuk menemaninya makan.
“Tidak hanya itu, Jerry memiliki saudari kembar yang sekarang tengah bekerja sebagai karyawan di kantor pusat kita...,” jawab Daddy Archie.
“Siapa,’dad ?” tanya Cortie penasaran.
“Apa itu Jenny ?” tanyanya lagi.
Daddy Archie mengangguk mengiyakan bahwa Jenny adalah saudari kembar Jerry, yang kelahirannya tak di ketahui oleh Lucia dan kakek tua itu.
“Lepaskan Jerry dan bawa ia ke mansion utama..,” titah Daddy Archie.
Sesuai dengan perintah tuannya mereka memlepaskan Jerry yang bingung dengan situasinya sekarang dan ia juga di bawa ke mansion utama. Mereka semua kembali ke mansion dengan pikiran masing-masing, sedangkan Lucia dan Evelyne sudah di bawa ke kantor polisi oleh Ardio dan Assistent Aaron dengan membawa barang bukti.
Di mansion utama sedang ramai dengan anak-anak yang bermain dengan Baby Icad, Alice dan Bella sedang duduk bersama Valencia, Aleysia dan juga Mami Emili yang saat ini tengah mengelus perut Aleysia.
Alice sudah pulang dari kemarin, tepatnya setelah ia siuman ia meminta untuk pulang ke mansion lebih tepatnnya lagi memaksa Mommy dan Daddynya, ia sangat tak betah berada di rumah sakit dengan parfum obat-obatan yang menyengat di hidungnya.
Karena tak ingin membuat Alice makin sakit, Daddy Archie mengiyakan permintaan anaknya dengan syarat ia akan terus di kontrol oleh dokter pribadi keluarga Maxilie.
Mendengar itu, Alice menjadi sangat gugup apa ia akan bertemu kembali dengan dokter kulkas itu ?
Di sinilah semuanya berkumpul, Daddy Archie dan Papi Egind menjelaskan kepada semua keluarganya tentang Jerry dan saudari kembarnya mengenai mereka adalah anak kandung Lucia dan Burchan serta cucu kandung kakek tua.
__ADS_1
“Jenny ?” tanya Bella.
“Ya apa kamu mengenalnya,’Bell ?” tanya Mommy Alica.
“Bella tahu mom, dia anak divisi riset dan pengembangan..,” jawab Bella.
“Kamu kenal,’Bell ? Kok aku nggak ya ?” tanya Alice.
“Duh, Lic bagaimana kamu mau kenal kalau setiap hari aku selalu memikirkan dokt...
Alice langsung menutup mulut Bella agar tidak membocorkan dokter yang ia sukai. Hal itu membuat semua orang penasaran, mengapa Alice takut Bella beberkan tentang dokter, tapi itu dokter siapa ?
“Dokter siapa,’Bell ?” tanya Cortie penasaran dan di angguk oleh semuanya.
Takut ketahuan, Alice menyeret Bella ke dalam kamar Luna, karena kamar Luna yang paling dekat dengan ruang keluarga.
“Apa Alice menyukai salah satu dokter di sini ?” tanya Valencia.
“Bisa jadi,” jawab Mami Emili.
“Tapi siapa ?” tanya Cortie.
Tanpa mereka sadari, bila seseorang yang tengah mereka cari tahu ada di antara mereka semuanya. Maka dari itu, Alice bersikap salah tingkah dan ia menarik Bella agar tak membongkar rahasianya.
Bukan karena ia takut dengan mommy dan daddy nya, tapi ia takut kakaknya tidak setuju.
“Apa yang disukai, Alice itu aku ?” tanyanya dalam hati.
“Baiklah karena hari mulai sore, kalian segera berbersih sembari menunggu kedatangan Jenny ke mansion ini dan kamu Jerry, berbersihlah di kamar tamu sebelum bertemu dengan saudari kembarmu..,” titah Daddy Archie.
Semua orang pergi ke kamarnya masing-masing, sedangkan seseorang itu pamit untuk kembali ke rumah sakit. Karena ia harus memeriksa keadaan Burchan.
Di kamar Cortie dan Valencia, keduanya tengah begilir untuk mandi dan menjaga Baby Icad yang sudah di mandikan oleh Valencia.
“Kamu sudah mandikan baby Icad yang ?”
“Iya, baru saja sudah selesai dan aku akan menyusuinya. Kamu cepatlah mandi, nanti giliran..,” titah valencia.
Sebelumnya, Valencia sudah duluan balik ke kamar untuk memandikan Baby Icad.
Cortie, langsung bergegas mandi karena badannya sudah sangat lengket dan juga ia sangat mengantuk karena akhir-akhir ini ia jarang tidur untuk mrengurusi permasalahan yang terjadi beberapa bulan lalu.
CEKLEK !!!
“Pakaianmu ada di atas tempat tidur,mas.” ucap Valencia dan bersiap untuk mandi.
Setelah selesai berganti pakaian, Cortie membaringkan diri di samping anaknya, tak lupa ia memberikan guling di kiri kanan anaknya, ia juga tersenyum melihat Baby Icad, sudah lama ia menanti anak laki-laki dan akhirnya ia mendapatkannya, Cortie mencium Baby Icad dan ia mulai memejamkan matanya.
“Ini dimana ?” tanyanya bingung.
“Semuanya putih dan biru, ada banyak buku di sini ?” tanyanya bingung.
Hingga ia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang menulis di buku dan sekali-kali ia mengomeli buku tersebut. Cortie mendekati wanita itu dan bertanya, “ permisi bu, saya ingin bertanya sebentar. Letak pintu keluar dimana ya ?”.
“Kamu nanya pintu ?” tanyanya.
“Iya bu..,” jawab Cortie.
“Di sini tidak ada pintu,” jawabnya ketus.
Sudah berapa orang yang menanyakan pintu dimana, jendela dimana. Jangan sampai orang ini menanyakan jendela, padahal ia tahu saat ini mereka ada di istana putih biru.
“Kalau tidak ada pintu, ibu masuknya dari mana ?” tanya Cortie polos.
“Tidak kemana-mana...,” jawabnya santai dan melanjut menulis.
“Haa, maksudn ibu ?” tanya Cortie syok.
Ini tempat apaan, tidak ada satupun manusia selain dia dan dirinya.
“Bu, ini tempat apa ?” tanya Cortie kepo.
“Jangan kepo..,” peringatnya.
“Lalu, saya pulang bagaimana ? istri dan anak-anak saya masih membutuhkan saya..,” teriak Cortie frustasi.
“Siapa nama istrimu ?” tanya wanita itu.
“Valencia..,” jawabnya bingung.
“Oh,Valencia......
“WHATS KAMU SUAMI VALENCIA ?!” tanyanya dengan wajah terkejut.
“Ada apa ?” tanya Cortie bingung.
“Wah-wah, kamu sebagai suaminya bagaimana ?”
“Valencia sudah mendatangi aku dua kali, jika ketiga kalinya ia menemui aku berarti Valencia tidak akan bisa bersama kalian lagi,”jawabnya sambil mengeluskan dagunya.
“Apa maksudmu bu ? Apa Valencia pernah datang kemari ?” tanya Cortie.
“Iya, dia pernah datang kesini. Pertama ketika ia koma akibat memakan racun dari orang jahat itu dan kedua ketika ia melahirkan..,” jawabnya sambil membaca catatan tamu milik Valencia.
“ma..maksud ibu, ini adalah ....”
“Iya, saya ini malaikat dan kamu berada di portal saya. Makanya di sini tidak ada pintu dan jendela.” jawabnya kesal.
“Apa suami dari Valencia sangat bodoh ?” tanyanya dalam hati.
“Apa itu istriku hidup kedua kalinya di dunia ?” tanya Cortie yang sedikit paham.
“ya, istrimu hidup kedua kalinya dan akan membalaskan dendamnya kepada wanita yang merupakan mantan kekasihmu..,” jawabnya lagi.
__ADS_1
“Apa itu artinya ia sebulan tinggal disini ?” tanya Cortie.
“YA !!!” teriaknya kesal.
Cortie hanya menggaruk kepalanya gatal, jika istrinya sudah dua kali datang ke sini dan jika sekali lagi datang ke sini itu artinya istrinya akan meninggalkan ia dan anak-anak. Oh tidak bisa, ia harus menolong istrinya tapi bagaimana caranya.
“Aku tahu kamu ketakutan, tapi itu trgantung istrimu. Jadi pulanglah selamatkan istrimu yang sekarang atau nanti besok dan lusa, ia akan di celakai oleh seseorang yang mengaku kembaran mantanmu,” ucapnya membocorkan satu kejadia maut yang akan terjadi dikeluarga kecilnya.
“tapi Evelyne tidak ada kembaran ? bagaimana mungkin ?” tanyanya tak percaya.
“Percaya tidak percaya itu akan terbukti, karena seseorang itu menyukai dirimu sebelum kamu bersama dengan Evelyne dan juga Valencia..,”
“Bersiaplah, portalku sebentar lagi akan membawamu kembali ke dunia mu “
“Titip Valencia untukku dan keluarganya juga...,” ucap wanita dan..
Wooshhhh !!!
“Huh.. huh... huh..”
“Mas, mas sudah bangun ? Mas kenapa ?” tanya Valencia cemas dan panik.
Ketika ia baru selesai mandi dan berganti pakaian, ia mendengar suara suaminya yang berteriak, tidak tahu apa yang di mimpikan oleh suaminya, tapi dari yang ia lihat bahwa itu adalah suatu mimpi buruk yang di rasakan oleh suaminya.
Namun, ketika ia membangunkan suaminya yang berteriak seolah ia sedang masa sulit, Baby Icad turut menangis dengan menggenggam erat baju Papinya.
Valencia yang cemas dan panik berlari keluar untuk meminta bantuan orang tua mereka.
Di sinilah mereka berada, di kamar Cortie dan Valencia sedangkan Baby Icad ada di gendongan Bella.
“Cortie apa yang terjadi denganmu,’nak ?” tanya Mommy Alica.
Cortie tak menjawab, ia menatap wajah ayu istrinya yang tengah menyapu keringat di dahinya. Ia memeluk istrinya tiba-tiba yang mana membuat Valencia heran, sepertinya suaminya ini takut di tinggal atau kehilangan. Tapi apa penyebabnya?.
“Cort, makan dulu...!!” titah Daddy Archie.
Valencia juga membujuk suaminya untuk makan terlebih dahulu dan Valencia akan menyuapi suaminya itu.
Semua orang keluar dari kamar Valencia dan Cortie dengan membawa Baby Icad yang sesegukkan begitu juga dengan Claire dan Clark. CLaire takut papinya seperti maminya tempo lalu.
Sedangkan dikamar Alice,
“Auh..., pelan-pelan dok..,” pekik Alice.
“Sabar..!” jawabnya dingin.
Alice diam dan memalingkan wajahnya yang bersemu merah seperti kepiting rebus. Sosok pria di depannya ini sangat membuatnya salah tingkah. Sedangkan sosok itu ia hanya menampakkan wajah datarnya.
“Ini sudah..,” ucapnya dan membereskan barang-barangnya.
“Cepat sekali..,” ucap Alice lirih.
Dokter itu tak menanggapi ucapan Alice, ia ingin segera keluar dari kamar itu.
“Bibi antar kedepan ya..,” ajak Maid Sulung.
“Baik bi..” jawab dokter itu.
Mendengar itu Alice cemberut, dokter ini peka atau pura-pura tidak peka. Sungguh ia ingin menghajar dokter itu.
“Akh apa yang aku pikirkan “ ucapnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Alice apa masih sakit ?” tanya Mommy Alica panik.
“Ah, tidak ada mom..,” jawabnya gugup
“Tapi kenapa kamu menggelengkan kepalamu dan lihatnya wajahmu memerah ?” goda Mommy Alica.
Ia tahu, jika anaknya sedang jatuh cinta dengan dokter pribadi keluarganya dan Mommy Alica mendukung itu semua apapun yang tebaik untuk anak gadisnya. Sedangkan Alice ia makin gugup dan takut dengan Mommynya.
“Sudah jangan gugup, mommy tahu kok..,” godanya lagi.
Dan itu berhasil membuat Alice merengek kepada Mommy Alica.
“Ayo kita keluar berkumpul dengan yang lainnya..,” ajak Mommy Alica
“Ayo mo..,” ajaknya semangat.
“Pelan-pelan, nanti lukanya robek lagi..,” tegur Mommy Alica ngeri melihat semangat anaknya.
“Heheh iya mom..,” jawabnya.
Kedua anak dan ibu itu keluar dari kamar menuju ruang keluarga dimana semua orang sudah berkumpul disana.
Alice yang tersenyum dan manja dengan mommynya, tanpa sengaja melihat orang yang di sukainya duduk bersebelahan dengan Bella yang tengah menggendong Baby Icad dan kedua ponakan kembarnya.
Alice cemburu melihat itu namun ia tetap berpikir positif melihat kedekatan Bella dan Dokter itu.
“Jerry..,” panggil Daddy Archie.
“Iya om..,” jawabnya pelan.
“Ini adalah kotak berharga papamu...,” ucapnya dan meletakkan kotak itu di hadapan Jerry dan juga Jenny yang tidak paham kenapa ia di jemput dan di minta untuk datang ke mansion bos tempat ia bekerja.
“dan kamu Jenny....,” ucap Papi Egind.
“Ini kotak punyamu...,” serahnya kepada Jenny yang bingung.
“Ini kotak apa pak, kenapa saya juga di berikan kotak ini dan sama dengan tuan itu..,” ucapnya melihat kearah Jerry yang menatapnya juga.
“Bukalah kotak itu maka kamu akan tahu...,” perintahnya.
Jenny dengan gugup membuka kotak itu dan ia melihat-lihat isi kotak tersebut dengan gugup.
__ADS_1
DEGH !!!!