Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
018


__ADS_3

“Ah, syukurlah Nyonya Vale sudah sadar,” ucap Dokter Lara.


“Emang aku kenapa ?” tanyanya lirih.


“Ibu tadi tiba-tiba tidak sadarkan diri setelah menyusui baby Richard,’nyonya “ jelasnya.


“Benarkah, “ ucapnya tak percaya.


“Apa yang terjadi dengan dirimu, sayang. Kami hampir kehilanganmu untuk kedua kalinya..,” ucap Cortie lirih.


“Maaf, mas...,” ucap Valencia sedih.


“Baiklah karena kondisi Nyonya Vale sudah baik, jadi saya pamit undur diri..,” pamit Dokter Lara dan dibalas anggukan oleh Daddy Archie yang sedang menggendong Claire yang masih menangis.


“Sudah sayang,sekarang kita liat Mami Vale, ‘ya” ajak Daddy Archie kepada kedua cucu kembarnya.


Mereka berempatpun berjalan menghampiri brankar Valencia, Claire dan Clark masih sesegukkan mereka takut maminya meninggalkan mereka lagi. Sesampainya di dekat Valencia, Clark dan Claire minta di turunkan di atas brankar maminya.


Cortie, mengusap air mata kedua putri kembarnya untung saja Baby Richard masih tidur. Jadi tak mengganggu kebersamaan istri dan putri kembarnya.


“Mami tenapa tidulna lama banet, Klaile kila mami atan menindoi hiks.. hiks,” keluh Claire dan kembali menangis.


Valencia teramat gemas dengan salah satu putri kembarnya, entah ucapan darimana yang ia dengar dan diucapkan dengan kata-kata tak masuk di pikirkan. Siapa yang mengajarkan anaknya dengan bahasa lucu seperti itu, ingin marah tapi kasihan.


“Maaf sayang, mami baik-baik saja...” ucapnya merengkuh kedua putri kembarnya.


Walau ia masih merasa lemas dan merasa di bagian intinya masih nyeri. Namun ia tak ingin kedua putrinya bersedih karena ia masih kesakitan, jadilah ia menahan diri.


Tiga hari kemudian, hari ini hari kepulangan Mami Valencia dan Baby Icad dari rumah sakit, semua orang di rumah itu sangatlah antusias untuk menyambut Mami Valencia dan Baby Icad.


“WELCOME TO HOME BABY RICHARD MAXILIE CORTIE”


Teriak mereka memberikan kejutan, walaupun tak lengkap tapi mereka lakukan itu untuk mengalihkan perasaan sedih di hati Valencia, karena kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat beberapa bulan lalu.


Daddy Archie sudah berusaha untuk mencari kedua besannya itu, ia juga mendapat laporan dari anak buahnya jika mereka tak menemui identitas atau barang pribadi kedua orang tua Valencia, jika benar mereka tidak naik pesawat itu besar kemukinan keduanya masih hidup, tapi dimana mereka sekarang,pikir Daddy Archie.


“terima kasih semua,” ucap Valencia mewakili putranya.


“Ayo duduk nak, kamu belum pulih betul...,” ajak Mommy Alica.


Semuanya berkumpul di ruang keluarga dan berbincang-bincang untuk membahas pesta perusahaan yang akan di laksanakan tiga hari lagi. Mereka mempersiapkan rencana dengan matang untuk mengungkap kasus yang terjadi, dengan Daddy Archie yang sudah mengumpulkan banyak bukti keculasan dan Cortie yang juga mengumpulkan bukti rencana pembunuhan berencana bebberapa bulan lalu.


Mereka juga melihat kearah Valencia yang murung, ia masih mengingat kedua orang tuanya. Ia masih tak percaya kedua orang tuanya sudah meninggal dunia sebelum mereka melihat wajah cucu laki-lakinya.

__ADS_1


“jangan bersedih,sayang...” ucap Cortie menenangkan.


“Cortie, ajak istrimu dan bayi kalian istirahat ke kamar..,” titah Mommy Alica.


“Baik,mom. Ayo sayang...,” ajaknya.


Setelah kepergian kedua pasangan dan bayi baru itu, kini mereka yang tertinggal di ruangan itu membahas rencana untuk tiga hari kedepan.


Sedangkan di CC Group, Alice dan Bella kelimpungan berkas-berkas proposal kerjasama yang tiba-tiba menghilang. Mereka kalang kabut dan memanggil ketiga sekretaris abangnya itu.


“Apa kalian melihat beberapa kertas proposal kerja sama yang akan kita bahas nanti sore ?” tanya Alice penuh selidik membuat mereka ketakutan dan salah tingkah.


“Apa diantara kalian ada yang bermain curang ?” tanya Bella.


“Tidak nona,” jawab mereka serempak.


Namun, jika Alice dan Bella teliti pasti menemukan hal janggal dari ketiganya.tetapi mereka masih dengan pikiran buntu.


“Kalian bertiga boleh keluar...,” ucap Alice tegas.


“Baik nona...,” jawab mereka dan keluar dari ruangan.


Tanpa mereka sadari salah satu diantara ketiga sekretaris itu tersenyum senang dan tak lupa ia mengirim pesan kepada seseorang itu.


“Aduh bagaimana ini, bell ?!” hancur sudah.


“Siapa yang berkhianat ?” tanya Ardio dan Asisstent Aaron bersamaan.


Keduanya baru saja pulang dari membahas proyek raksasa, karena Aaron tak mungkin membuat kedua gadis itu berada diantara lelaki mata jelalatan diluar sana.


“ABANG !!!” teriak keduanya kaget.


“Siapa yang berkhianat ?” tanya Ardio lagi.


“Belum tahu siapa,bang. Tapi proposal kerjasama kita dengan perusahaan lain tidak ada di meja...,” ucap Alice panik.


“Proposal itu harus dibahas lagi nanti sore,bang..” timpal Bella.


“Oh Proposal yang ini ?” tanya Aaron mengangkat tiga map beda warna itu.


“Loh, kok di Abang Ar proposalnya ?” tanya keduanya bingung.


Aaron tertawa dan segera menjelaskan kenapa ia membawa proposal asli kerjasama tersebut. Setelah mengetahui penjelasan itu, Alice dan Bella bernafas lega dan mereka juga tak menyangka jika mereka berani melakukan kecurangan dan berkhianat di CC Group ini.

__ADS_1


“Bagaimana dengan pesta tiga hari yang akan datang,apa kalian sudah menyiapkannya ?” tanya Ardio


“Sudah 90%, Pak ?” ucap Asisstent Aaron.


“Syukurlah, jadi tinggal apa saja yang belum..., biar abang bantu “ ucapnya


“Apa kita perlu menggundang artis terkenal di kota ini ?” tanya Bella.


“Boleh kalau kalian mau,” jawab Ardio.


Tak terasa hari semakin siang, jam makan siang pun keempatnya memilih di ruangan khusus CEO yang hanya mereka saja yang tahu.


Sedangkan disekolah Luna dan Rosse sedang di hadang oleh kakak kelasnya,


“Hei anak beasiswa....,” tunjuknya pada Rosse dan Luna yang mereka ketahui jika keduanya adalah anak beasiswa.


“Kerjakan tugas kita sampai selesai...,” ucapnya melemparkan beberapa buku ke wajah Rosse.


BUGH !!!


Buku-buku itu terjatuh kelantai, karena Rosse tak menerima baik buku itu. Hal tersebut membuat mereka marah dan hendak menampar Rosse,namun sudah dulu di cegat oleh pria tampan terfavorite SMA CC itu.


“Apa yang kamu lakukan kamu lakukan, Cher ?” tanya Ainsley sambil memegang tangan kekasihnya.


“Lepas yang, aku mau memberi pelajaran kepada anak beasiswa ini...,” ucapnya kesal.


“Tapi nggak harus sekasar itu, kamu mestinya belajar dong. Mereka baru kelas x mana bisa mempelajari mata pelajaran kelas XII...,” ucapnya tegas.


“Kamu kenapa jadi belain siswi miskin ini sih...,” ucapnya tak kalah tegas.


“Kamu kira mereka babumu dan teman-temanmu juga ?” tanya Ainsley marah.


Iya sangat tidak menyukai sifat kekasihnya yang semena-menanya kepada adik kelas mereka. Harusnya mereka yang mengajari dan membimbing adik kelas bukan malah sebaliknya.


Ainsley merupakan siswa terpopuler di SMA CC ia bisa masuk disekolah ini bukan karena nama kedua orang tuanya tapi karena ia adalah siswa berprestasi sama dengan Luna dan Rosse. Ia mengikuti proses demi proses untuk bisa masuk di sekolah milik yayasan CC Group, karena impiannya ingin menjadi orang hebat tanpa embel-embel keluarganya.


Cheryl merupakan siswi terpopuler di SMA CC ia masuk kesekolah ini menggunakan nama kedua orang tuanya, namun semenjak ibu kandungnya meninggal dunia, Cheryl hidup bersama daddynya dan melakukan hal yang ia mau tanpa berpikir dua kali. Sedangkan teman-teman Cheryl, Adriane dan Berta adalah anak kalangan menengah, mereka bisa bersekolah di sana karena Cheryl yang meminta daddynya untuk memasuki mereka di sekolah yang sama dan saat itulah Adriane dan Berta menjadi budak Cheryl.


“Kenapa jadi kamu yang belain mereka sih, “ ucapnya tak terima.


“Gue capek sama Lo, mending kita putus aja, gue nggak suka cara lo...” ucap Ainsley dan pergi begitu saja meninggalkan Cheryl yang berteriak kesal.


“”AWAS LO BERDUA.....,” Ancamnya kepada Rosse dan Luna.

__ADS_1


Mereka bertiga pun pergi menyusul Ainsley untuk membantu Cheryl membujuk Ainsley.


“Huft......,” lega keduanya dan pergi ke kantin untuk mengisi perut.


__ADS_2