Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
027.


__ADS_3

Di sinilah Cortie dan Assistetnt Aaron berada, tempat kejadian dimana mobil yang di tumpangi Valencia menabrak pembatas jalan dan berguling beberapa kali di jalanan aspal hingga mengeluarkan asap lalu meledak.


Ditemukan bangkai mobil yang sudah hangus dan hanya meninggalkan kerangka mobil yang sudah di beri garis polisi.


Cortie menanyakan apakah mobil itu benaran mobil yang di tumpangi istrinya atau bukan, polisi mengatakan bahwa mereka menemui identitas milik seseorang di dalam bangkai mobil tersebut.


Dan juga terdapat potongan - potongan helai kain yang di yakini Cortie adalah pakaian milik istrinya, Cortie berteriak mengatakan bahwa istrinya pasti masih hidup padahal jelas - jelas mobil tersebut sudah menjadi bangkai, itu artinya mereka sudah meninggal dunia.


“Pak, Pak Cortie tenanglah..” ucap Assistent Aaron menenangkan atasannya.


“Bagaimana aku bisa tenang, istriku sudah MENINGGAL !!!” teriaknya.


“Pak tenanglah, masih ada anak - anak bapak yang menunggu anda pulang..”


“Sebaiknya kita pulang pak, biar polisi yang urus !!!” teriak Assistent Aaron ketika tuannya akan membuat hal gila.


Sedangkan di sisi lain, seseorang itu tersenyum karena hari ini rencananya berhasil untuk membuat Cortie dan Valencia terpisahkan oleh maut terencana. Takut ada yang melihatnya ia segera meninggalkan tempat itu.


Assistent Aaron terpaksa membawa tuannya untuk pulang sedangkan dirinya akan mengantar atasannya pulang ke mansion dan setelah itu ia kembali ke perusahaan CC Group.


Di mansion, semua penghuni sudah mengetahui kejadian kecelakaan yang menimpa nyonya mereka. Rosse dan Luna sudah menangis sesegukkan sambil memeluk adik - adik angkatnya, sedangkan pekerja lainnya menangis juga, mereka tidak menyangka bahwa tadi pagi adalah hari terakhir mereka melihat Valencia.


Cortie melihat anak - anaknya, apa ia sanggup mengurus ke lima anak - anaknya tanpa di dampingi istrinya sekarang. Cortie memilih untuk masuk ke dalam kamar mereka dan mengurung diri di sana.


Hingga makan malam pun, Cortie lewati begitu saja ia sudah tak bernafsu sejak dimana polisi mengatakan bahwa istrinya telah meninggal dunia disitulah jiwa dan raganya ikut pergi bersama dengan kepergian sang istri.


Sudah berapa kali Luna maupun Rosse mengajak papinya untuk makan malam bersama tapi tetap saja tak ada jawaban dari Cortie.


“Papi nggak jawab panggilan aku,” ucap Luna sedih.


“Sama aku juga,” jawab Rosse.


Para pekerja lainnya juga sedih dengan keadaan majikannya sekarang, apalagi Baby Icad dan si kembar tidak ada yang mengurus, ketiganya juga belum tahu jika mami mereka sudah meninggal dunia.


“besok siapa yang akan menjaga adik - adik ?” tanya Rosse bingung.


Minggu depan mereka akan menghadapi ujian kenaikan kelas dan mana mungkin mereka ijin untuk mengurusi adik - adiknya.


“Apa sebaiknya kita menghubungi nyonya dan tuan besar “ ide maid bungsu 2.


Mereka tampak berpikir, kemudian Luna bergegas menghubungi kedua opa dan oma dari pihak papi angkatnya sebaliknya, Rosse menghubungi oma dan opa dari mami angkatnya.


Setelah menghubungi keluarga besar, Luna dan Rosse mengajak adik - adiknya untuk makan malam bersama dengan Rosse yang menyuapi Baby Icad makan, untung saja ia sudah tahu membuat makanan untuk bayi usia setengah tahun, jadi tidak sulit baginya.


Setelah acara makan malam selesai, Luna dan Rosse membawa adik - adiknya untuk tidur di kamar Luna yang berada di lantai bawah. Tak lupa Luna meminta tolong maid untuk membawakan kasur tambahan mereka akan tidur bersama sampai kondisi berkabung usai.


Sudah seminggu berlalu, keadaan mansion tetap sama semenjak nyonya mereka sudah tidak ada, Cortie menjadi sosok yang gila kerja dan juga menjadi CEO yang sangat dingin dan juga kejam. Kesalahan sedikit sudah dibesar-besarkan olehnya, tak tanggung ia memecat karyawannya jika melakukan kesalahan fatal tak ada kata ampun dan maaf darinya.


Membuat Assistent Aaron terkadang kena semprot tuannya, Assistent Aaron hanya bisa berdoa semoga karyawannya betah dengan keadaan bosnya yang sekarang.


Hari ini Cortie kedatangan tamu, sosok wanita cantik bergaun jingga dengan rantang di tangannya memasuki pelataran perusahaan CC Group. Senyum yang mengembang membuatnya semangat, ia berjalan menghampiri resepsionis dan menanyakan ruangan Cortie berada.


“Maaf apa sudah membuat janji dengan beliau ?” tanya resepsionis 2 itu dengan ramah.


“Belum,” jawabnya santai.


“Maaf kak, kalau belum membuat janji tidak bisa menemui bos kami “ jawab resepsionis 2.

__ADS_1


“Tapi aku calon istri bos kalian, apa aku harus meminta janji untuk menemuinya ?” tanyanya angkuh.


“Kita mengikuti peraturan di sini kak “ jawab resepsionis sopan.


“Ribet sekali...,” ucapnya nyelonong masuk kedalam perusahaan.


Namun langsung di cegat oleh dua resepsionis itu, lagi - lagi wanita angkuh itu menghempas ke dua tangan resepsionis yang memeganggnya.


“Apa - apaan kalian, main pegang - pegang tangan saya “ jawabnya ketus.


“Maaf bu, anda tidak bisa menemui pak bos “ ucap resepsionis 1


Perdebatan pun terjadi, salah satu karyawan Cortie melihat kejadian itu ia segera menghubungi sekretaris Cortie dan mengatakan ada seorang wanita memaksa masuk untuk bertemu Pak Bos.


Sedangkan di lantai atas, sekretaris yang mendapat telepon dari salah satu karyawan langsung turun ke bawah menemui mereka yang berdebat di lorong kantor.


“Astaga Nyonya Vale kenapa datang ke kantor ini tanpa pemberitahuan !” ucapnya cemas.


Ia pun segera menghampiri ketiga orang itu dan ia memberitahukan kepada kedua resepsionis itu bahwa Valencia adalah  istri dari Pak Bos mereka.


Mendengar perkataan sekretaris bosnya, membuat kedua wanita itu meminta maaf dan kembali ke tempat mereka bekerja.


“Huft...Nyonya kemari kenapa tidak mengabari tuan terlebih dahulu ?” tanya sekretaris itu.


“ada masalah, kenapa aku harus minta ijin. Yang punya kantor suamiku ,” jawabnya angkuh.


“Apa Pak Cortie sudah janjian dengan Nyonya ?” tanyanya heran.


“Hello Tania, tidak ada yang menolak pesona Valencia “ jawabnya angkuh dan sombong.


“Ah, iya bu. Maaf” jawabnya.


Begitu juga dengan resepsionis di depan yang menggantikan posisi Millie yang saat ini sedang hamil muda.


“Cortie dimana ?” tanya Vania angkuh dan duduk di kursi kebesaran Cortie.


“Sedang di ruang rapat,” jawabnya dan meninggalkan Vania di ruangan Cortie.


30 menit kemudian,


CEKLEK !!!


“Baik tuan, nanti saya akan cari tahu lagi” jawabnya.


“Saya tunggu...,” jawabnya dan terkejut melihat sosok perempuan yang sedang duduk manis memainkan ponselnya duduk di kursi kebesarannya.


“APA YANG KAMU LAKUKAN DI RUANGANKU ?!” bentaknya.


Valencia yang asyik dengan ponselnya terkejut mendengar suara Cortie, setelah ia keluar dari penjara oleh tuan misterius itu, ia di minta untuk operasi plastik untuk mengelabui Cortie dan lainnya.


Sedangkan kedua orang tuanya, diminta untuk biasa saja dan terus merecoki Cortie dengan mengaku sebagai orang tua yang melarat karena ulah Cortie.


Mereka ingin menjebak Cortie kembali dengan mengirim Valencia yang wajahnya di operasi mirip wajah Valencia.


Awalnya Cortie terkecoh, namun ada hal yang membuatnya curiga. Istrinya Valencia tidak pernah merangkulnya dan bermanja - manja dengan dirinya di hadapan publik, Valencia selalu memasang wajah tegas dan ramah kepada orang - orang sekitar.


“Sayang, aku kesini membawa kamu sarapan kesukaan kamu,” jawabnya lembut.

__ADS_1


“Kenapa kamu membentakku ?” tanyanya lagi.


“Aku sedang sibuk sebaiknya kamu pulang “ jawab Cortie dingin.


“Aneh, Nyonya Vale tidak pernah seperti ini “ ucap Aaron dalam hati.


“Aku masih tidak terbiasa dengan kedatanganmu yang tiba - tiba,” jawab Cortie.


“Baiklah ayo kita makan,” ajaknya semangat.


Di sela - sela makan, Cortie menanyakan Vania kapan akan kembali ke mansion dan mengurus anak-anak. Namun, jawaban yang di dapatkan Cortie tak membuatnya puas dan semakin membuatnya curiga.


Valencia di nyatakan meninggal di hari itu juga tiba - tiba dua hari yang lalu Valencia muncul dengan keadaan yang tak bisa di katakan pernah mengalami kecelakaan, sebenarnya siapa orang ini. Setiap di ajak kembali ke mansion pasti menolak dengan alasan takut anak - anak akan terkejut melihatnya yang tiba - tiba hidup kembali.


Padahal, Baby Icad masih membutuhkannya apalagi kini bayi itu akan menginjak usia 7 bulan. Bagaimana istrinya ini memilih menghindari anak - anaknya dan itulah yang membuat Cortie semakin curiga.


“Apa pekerjaan kamu masih banyak ?” tanyanya.


“Kamu kalau bosan, pulanglah temui anak - anak,” tegur Cortie yang malah risih di sentuh oleh orang yang mengaku sebagai istrinya.


Mendengar itu, Valencia menggelengkan kepalanya ia akan tetap di sini apapun itu.


Ting !


Satu pesan masuk di ponsel Valencia.


+49..........


“ Apa kamu sudah berada di kantor Cortie ?” 


+49.........


“Ya “


Beberapa jam kemudian, Cortie telah menyelesaikan kerjaannya dan bersiap akan pulang ke mansion. Valencia mengajak Cortie untuk pergi berbelanja, mendengar kata belanja Cortie mengerutkan alisnya sejak kapan Valencia jadi hobi belanja ?


Makin ke sini ia makin curiga dengan sosok wanita yang mengaku Valencia ini, tapi ia harus tetap bersabar, sampai ia tahu sendiri siapa sebenarnya wanita ini.


Valencia terus merengek manja, merangkul lengan suaminya. Hingga keinginannya di sambut baik oleh Cortie.


“Papi belum pulang ?” tanya Luna kepada maid bungsu 2 yang menemani mereka nonton.


“Belum, non. Mungkin bapak sedang lembur kerja.” jawab maid bungsu 2 tanpa menoleh kearah nonanya.


“Luna apa, papi kamu tidak menghubungimu jika ia akan pulang terlambat ?” tanya Mami Emili.


“Tidak oma,” jawab Luna kesal.


Sudah dua hari ini, papinya selalu pulang telah dan lebih parahnya ia tidak memperdulikan Baby Icad dan  si kembar. Mereka bertemu hanya ketika Cortie libur, ketika masuk kerja papinya akan pergi lebih awal dan pulang paling larut.


Membuat Rosse dan lainnya kesal, papinya sangat egois tidak memikirkan mereka yang notebone anak - anaknya.


Tak lama kemudian, Cortie pulang dengan keadaan kacau. Hal itu langsung di tanya oleh Mami Emili. Bukan jawaban yang di dapat, Cortie pergi begitu saja tanpa menyapa mereka.


“Ada apa dengan menantuku saat ini ?” tanyanya lirih.


Untung saja, Baby Icad dan kedua cucu kembarnya sudah tidur karena sekarang sudah jam 09:00 jadi mereka tak melihat papi mereka yang sudah pulang.

__ADS_1


Mami Emili meminta anak - anak untuk tidur karena besok mereka akan melakukan ujian hari kedua, Rosse dan Luna menuruti ucapan omanya dan lekas pergi ke kamar dimana adik - adiknya berada.


__ADS_2