Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
031.


__ADS_3

Sedangkan di  tempat Berliner Kaffeerösterei, sepasang anak manusia tengah duduk sambil menikmati secangkir kopi. Keduanya terlihat terlibat pembicaraan satu sama lain.


“ Apa kamu tidak pergi menemui, Cortie ?” tanyanya.


“Akh, entahlah. Aku pusing beberapa hari ini !” serunya kesal.


“kenapa ? Bukankah itu tujuanmu ?’ tanya pria itu.


“Hm, tapi aku tak menyukai anak - anak dan itu sangat menyusahkan !!” pekiknya.


“hahaha, siapa suruh kamu mengiyakan permintaan orang itu !!” sarkas pria itu.


“Bahkan kamu rela meninggalkan aku demi, seorang pengusaha kaya raya itu” ucapnya sendu.


Pria itu adalah Gilbern, kekasih Vania atau yang sekarang menyamar menjadi Valencia.


“Apa kamu tak ingin melepaskan semuanya dan kembali seperti Vania yang aku kenal ?” tanya Gilbern.


“Aku nggak bisa, bern !” ucapnya.


Ia sudah telanjur mencintai Cortie, bahkan jika Valencia asli masih hidup ia akan tetap menyingkirkan Valencia asli dan anak - anaknya. Tapi ia juga masih mencintai Gilbern, jika ia menyerah dan membongkar identitasnya, apa yang akan tuan misterius itu lakukan terhadap keluarganya.


Akh, kalau bisa memilih ia ingin kembali dimana ia tak mengenal Cortie dan menjadikan dirinya poin untuk menghancurkan Cortie dan keluarga besarnya.


“Hai, Van !” panggil Gilbern.


“Van... Van...!!!” bentak Gilbern.


“Akh !!! Gilbern !!!” teriak Valencia.


Semua pengunjung menoleh kearah pasangan itu, terutama dua pasang mata yang dari tadi sudah memperhatikan Valencia dan Gilbern yang mengobrol dan mereka juga mendengar semua cibiran para pengunjung. Membuat Asisten Aaron menghubungi tuannya.


“Itu bukannya, ‘Nyonya Valencia ?” 


“Itu bukan suaminya ?”


“Apakah beliau selingkuh ?”


Masih banyak lagi yang mereka cibirkan, banyak yang menjadi tidak menyukai Valencia dan juga memfoto kemudian di unggah di sosial media.


“ APA - APAAN INI !!!” Bentaknya.


“Anak itu mulai berani melawanku !!!” teriaknya dan membanting barang - barang yang ada di sekitarnya.


“Ini bisa membuat rencana kita berantakan,” ucapnya kesal.


Kemudian, ia memerintahkan anak buahnya untuk membawa Valencia ke hadapannya.


 


“Lakukan apa saja yang dapat membuatnya mau datang ke sini suka rela, jika masih tak mau ancam dengan nama kedua orang tuanya, “ perintahnya.


“Baik,bos “


Sedangkan di sisi lain,


“Villia, sejak.. sejak ka..pan ?” tanyanya lirih.


Villia yang masih tak menyadari kesalahannya hanya diam dan terus menyusui Baby Icad yang masih menyusui dirinya. Sedangkan Cortie tak mampu berucap, ia masih syok dengan tiba - tibanya Villia mengambil Baby Icad yang menangis.


Tersadar dengan keterdiamannya, Cortie membentak Villia yang mana membuat kembar, Villia dan juga Baby Icad ikut kaget.


“APA YANG KAMU LAKUKAN DENGAN BAYIKU !!!” bentaknya.


Villia menegang mendengar ucapan bosnya, dengan cepat ia menutup asetnya dan malah membuat Baby Icad menangis kembali karena ia masih haus.


Sedangkan si kembar menatap papi mereka dengan cemberut.


“Papi telus malah - malah, Klaile endak mau ikut papi !!” teriaknya kesal.


“Clalk juga ....,” keduanya berlari mendekati Villia yang masih menegang di tempat, ia juga melupakan tangisan Baby Icad yang sedang ia gendong.


Villia berbalik dan menatap Cortie dengan pandangan sayup, Cortie yang melihat itu merasa hatinya ikut sakit. Entah apa yang terjadi dengan perasaannya ini, kenapa ketika dirinya melihat Villia seperti ia melihat sosok istrinya.


Cortie menepis perasaan itu, hingga suara Valencia menggema di lorong lantai CEO.


“ APA YANG KAMU LAKUKAN !!! ITU BAYIKU !!” teriak Valencia.


Villia dan lainnya menoleh ke arah Valencia yang berteriak seperti orang kepanasan.


Valencia berjalan cepat menghampiri Villia, dengan kasar ia mengambil Baby Icad dalam gendongan Villia.


DEGH !!!!


“Wajah ini..,” ucapnya lirih dan ia menjadi gugup menatap Villia.


“Ada apa dengan wajahku ?” tanya Villia mengitimidasi.


“Hm, nggak a..ada !” jawab Valencia gugup.


Cortie yang melihat itu hanya diam dan tak perduli, ia langsung merebut putranya dari dekapan Valencia. Kemudian, ia mengajak si kembar untuk pergi ke ruangannya.


Tak ada yang menyadari kepergian Cortie serta anak - anaknya karena saat ini mereka sedang fokus dengan Villia dan Valencia.


“Sepertinya akan ada BOOMMM !!!” celetuk sekretaris 1 yang baru pulang bersama Asisten Aaron.


“ kenapa ? “ tanya Asisten Aaron yang bingung.


“Tuh, liat !” tunjuknya agar Asisten Aaron melihatnya.


Asisten Aaron pun langsung menoleh, dilihatnya ada dua sosok wanita yang sepertinya sedang bersitegang.


“Nyonya Valencia bukannya ada di Berliner Kaffeerösterei ?” tanya Sekretaris 1 heran bercampur bingung.


“Ya mungkin sudah bosan sama selingkuhannya !” celetuk Asisten Aaron.


“Betul juga !” timpal Sekretaris 1


Keduanya langsung menghampiri Valencia dan Villia yang masih berdebat, entah apa yang mereka debatkan intinya Villia tak mau kalah.


“Ada apa ini ?” tanya Asisten Aaron dengan tegas.


“Ini sekretaris baru, beraninya dia gendong putraku !” sarkas Valencia.


“Ada salahnya ?” tanya Asisten Aaron bingung.


“kamu Asisten Bodoh suamiku ! kamu mana tahu jika putraku alergi di dekat orang asing !!” ucapnya kesal.


“Nyonya ini hanya di gendong bukan di culik !!” sarkas Asisten Aaron kesal melihat nyonyanya yang terlalu sensitif.


“Kamu nggak bela saya yang note bone, istri dari atasanmu ?!” gertaknya.


Asisten Aaron hanya menggelengkan kepalanya, sungguh ini bukan Valencia istri atasannya. Siapa wanita ini sebenarnya dan juga wanita yang menjadi sekretaris baru atasannya juga sedikit mirip dengan Valencia istri atasannya.


“Kalau di perhatikan, mirip ya !” celetuk sekretaris 1.


Yang mana membuat semua orang menatapnya, membuat sekretaris 1 itu gugup karena di perhatikan.


“Apa maksudmu ? Aku dan dia mirip ?!” ucap Valencia tak terima.


Jika diperhatikan, Valencia dan Villia memiliki wajah yang mirip, hanya saja Villia memiliki tahi lalat di kanan matanya dan di dagu, sedangkan Valencia memiliki tahi lalat di kiri bibirnya.


Asisten Aaron mengingat - ingat kembali, apakah nyonyanya ada tahi lalat di kiri bibir. 


“Pergilah bekerja !!” titah Asisten Aaron, kemudian ia pergi keruangan kerja atasannya dan di ikuti oleh Valencia juga Villia.


Villia dengan ipad ditangannya dan berjalan seperti biasa, sedangkan Valencia ia berjalan dengan angkuh dan sombong. Apalagi ia mengenakan pakaian yang super seksi yang mana, mampu membuat para pria buaya menatap lapar kearahnya.


AKHHHHH !!!


“Kenapa wajahku seperti ini !!!” teriaknya.


Dua hari yang lalu, ia dibebaskan seseorang dan ikut pergi bersamanya. Namun belum ada dua jam ia bernafas lega, ia sudah di bius oleh seseorang yang tak ia kenali dan di sinilah ia berada, di ruangan bernuasa biru putih. Ia menatap sekitarnya, nampak tak asing tapi ketika ia melihat seorang dokter masuk dan memeriksanya.


“Dok, ini kenapa wajah saya berbeda ?” tanyanya.


“Anda jangan banyak bergerak, anda baru sadar dari operasi plastik !” tegurnya.


Ia tak mau wanita ini melakukan hal yang membuatnya mati karena seseorang telah membayarnya mahal untuk melakukan operasi ilegal ini.


“whatss !!! Operasi plastik !!” ucapnya kaget.


“Bagaimana bisa ?!” tanyanya kaget.


“Sudah jangan banyak tanya dan bergerak !!” ucapnya kesal dan segera keluar dari ruangan itu.


Dua bulan kemudian,


Sudah dua bulan ini, Cortie tinggal bersama Valencia tapi tetap saja ia merasa asing dengan isrtinya ini, dua bulan ini tak ada perubahan dalam rumah tangga Cortie. Valencia istrinya yang sekarang tidak begitu dekat dengan anak -anaknya bahkan kedua orang mereka saja Valencia acuh.


Sehingga ia baru mendapatkan fakta dari anak buahnya, bahwa yang selama ini tinggal di mansionnya bukanlah Valencia istrinya yang asli. Hal ini sangat membuat Cortie marah besar, tapi Daddy Archie dan Papi Egind memintanya untuk bersikap seperti biasa sampai mereka menemukan siapa dalang sebenarnya dan kenapa ia membuat keluarga mereka dalam keadaan kacau dan bingung.


TOK .. TOK ..

__ADS_1


“MASUK !!!” teriaknya.


CEKLEK !!!


“Permisi tuan, di bawah ada Nona Villia !” lapor maid bungsu 3.


“Akh, baiklah “ ucapnya.


Setelah mengatakan itu, maid bungsu 3 pergi meninggalkan ruang kerja tuannya. Sedangkan di lantai bawah,Vilia menatap sekitar mansion itu ada rasa rindu di hatinya tapi ia harus lakukan ini untuk mengetahui dalang sebenarnya.


“Akh, ada tamu !” seru Mommy Alica yang mengendong Baby Icad.


“Akh, maaf nyonya “ ucapnya seraya berdiri.


“Apa kamu ke sini ingin bertemu dengan putraku ?” tanya Mommy Alica lembut.


“Iya nyonya,ada beberapa berkas yang harus tuan tandatangani “ jawabnya tersenyum.


“Baiklah, tunggu sebentar !” perintahnya dan menyuruh Villia untuk duduk kembali.


“Mi .. Mi ..” celoteh Baby Icad dan mengangkat kedua tangannya kearah Villia.


Hal tersebut, membuat Mommy Alica terdiam. Beberapa kali Baby Icad memanggil Viliia dengan sebutan mami. Apa Baby Icad merindukan Valencia ucapnya dalam hati.


“Wah, anak ganteng yang montok !” goda Villia.


“Maaf ya nak, jika Baby Icad memanggilmu mami “ ucap Mommy Alica tak enak.


“Akh, ! tak apa nyonya namanya juga bayi umur 9 bulan,” ucapnya tersenyum.


“Apa saya boleh menggendongnya, ‘nyonya “ ijinnya.


“Akh, tentu saja !” serunya tak keberatan.


Entah mengapa Mommy Alica merasa jika di depannya ini adalah menantunya, sifat dan sikap yang sangat mirip, berbeda dengan Valencia yang ada di mansion ini, ia merasa begitu asing terhadap menantunya.


Bukan hanya Mommy Alica, Mami Emili yang note bone orang tua kandung Valencia merasa jika anaknya sekarang terasa asing baginya. Bahkan ketika berita menyiarkan bila anaknya Valencia berselingkuh ia tak merasa dirinya mengenal laki - laki itu, jika ia pasti dirinya juga mengenal laki - laki itu dan juga setahunya putrinya tidak pernah berdekatan dengan pria lain selain Papi dan suaminya.


Jadi apakah di rumah ini adalah Valencia asli atau bukan ?


“Akh, maaf ya aku lama !” ucapnya merasa bersalah.


“Tidak apa - apa pak “ jawabnya ramah.


“mana berkas yang akan saya tandatangani ?” tanya Cortie sambil melihat Villia yang mengajak Baby Icad berbicara.


“ke empat map ini pak,” tunjuknya.


Bukannya tak sopan, tapi saat ini Baby Icad ada di gendongannya dan membuatnya sedikit kesulitan untuk memberikan langsung kepada Cortie.


“APA - APAN INI MAS !!” teriak Valencia ketika ia melihat Cortie duduk bersebelahan dengan Villia.


Semuanya menoleh kearah Valencia yang baru saja datang entah darimana, berpakaian terbuka, berdandan menor dan entahlah keadaannya saat ini sangat kacau.


“Valencia, kamu habis darimana ?” tanya Mommy Alica mewakili putranya untuk bertanya.


“Jawab pertanyaanku,’mas !!” teriaknya tanpa menjawab pertanyaan mertuanya.


‘Anda tidak sopan, nona “ sarkas Villia.


Sungguh, hatinya sangat tak menyukai orang tua bertanya tapi tak di respond. Apakah ini sopan, pikirnya kesal.


“Apa lo, nggak usah ikut campur dan pergilah jika pekerjaanmu sudah selesai !!” teriaknya tak terima.


“Kamu kenapa teriak - teriak Vale, kamu membuat kami bingung dengan dirimu atau kamu benar - benar bukan Vale kami ?” tanya Mami Emili yang baru saja keluar dari dapur dan ia tak sengaja mendengar teriakan Vale hal itu yang membuat ia menghampiri mereka di ruang tamu.


“Mami, perempuan ini duduk di samping suami Vale !” teriaknya tak terima jika ia disudutkan begini.


“Kamu yang apa -apaan Vale, dari dulu aku sudah curiga dengan sikapmu. Vale ku tak pernah seposesif ini dan seaneh ini..,”


“Vale ku tak pernah sekalipun meneriaki kedua wanita yang sangat ia hargai dan ia hormati, bukan seperti dirimu !!!” bentak Cortie.


“Kamu membentak aku, mas ?!” teriak Valencia tak terima.


“Kamu pantas mendapatkannya !!!” teriak wanita yang baru saja datang ke mansion Cortie.


Semua orang menoleh kearah sumber suara, wajah yang tak asing bagi mereka. Terlihat Vania dengan seluruh tubuh yang terluka, darah disekitar tubuhnya, wajahnya yang penuh luka dan darah.


“Vania !!!” pekik semua orang.


Tubuh Valencia menegang, melihat perempuan yang datang dengan wajah aslinya. Bukannya perempuan ini sudah dikurung oleh tuan misterius, kenapa sekarang bisa ada disini.


Villia tak sengaja menatap gelagat Valencia yang menegang,ia merasa bingung siapa yang ada di balik ini semua, ia tak paham jika bukan Vania yang menjadi dirinya lalu, siapa ?


“Cortie, di.. dia ... bu.. bukan... Valencia asli !” teriaknya.


BUGH !!


“Woi, kaget !” latah Ardio mengangkat kaki kanan keatas dan kedua tangannya mengikuti kaki kanannya.


Cortie dan lainnya bergegas, menghampiri Vania yang pingsan sedangkan Mommy Alica menelpon Dokter Alden atau menantunya untuk segera datang ke mansionnya.


Cortie dan Ardio langsung membopong tubuh Vania kedalam kamar, tak lupa Cortie memerintah maidnya untuk membersihkan dan mengobati luka di tubuh Vania.


Mereka meninggalkan Villia yang tengah bersitegang dengan Valencia yang ingin merebut map yang sudah di tandatangani Cortie barusan.


“Serahkan map itu padaku, atau kau akan mati !!” ancam Valencia.


Karena ia tahu di map itu ada berkas yang sangat penting, yang dapat mereka gunakan untuk menghancurkan CC Group.


Namun, Villia yang cekatan dan peka situasi segera mengamankannya. Namun, yang membuatnya berhati - hati adalah Baby Icad ada di tangannya, ia tak ingin bayi montok ini sampai kenapa - kenapa.


“Serahkan map itu Villia !!” ucapnya.


“Tidak !!” ucapnya sedikit keras, takut membangunkan Baby Icad yang ada di gendongannya.


“Serahkan, atau kau akan mati !!” ancamnya, tampak sesekali ia menoleh ke kamar tamu.


“Tidak, lebih baik aku mati daripada aku memberikan map ini kepadamu !!” ucapnya menantang.


Dengan nekad Valencia menyerang Villia, ia tak peduli jika bayi itu tersakiti dan lainnya, yanh ia perdulikan adalah bagaimana caranya merampas map yang ada di tangan Villia.


Katakanlah ia ceroboh dan tergesa - gesa, karena nyawa kedua orang tuanya dalam keadaan buruk. Hari ini ia akan melakukan semuanya dengan baik tanpa hambatan.


Ini semua karena ia lakukan untuk keluarganya dan dirinya juga, mereka tak ingin jatuh miskin apa lagi mereka sudah terbiasa hidup mewah, namun kedua orang tuanya malah di teror oleh tuan misterius yang menyalahkannya karena pemberitaan yang beredar dan ia juga ceroboh membongkar kebiasaannya menjadi Vania di luaran sana.


Salah satu maid melihat Villia dan Baby Icad dalam bahaya, langsung berlari ke ruangan dimana Papi Egind dan Daddy Archie berada, dengan sedikit tergesa - gesa ia jatu ketika melewati tangga menuju ruang bawah tanah.


“TUAN - TUAN !! “ teriaknya panik dan tergesa.


“Ada apa memanggil tuan ?” tanya salah satu anak buah Daddy Archie yang berjaga.


“Mana tuan ? Tolong bantu nona Villia dan Baby Icad mereka dalam bahaya !!” ucapnya panik.


“Siapa yang dalam bahaya ?!” teriak Daddy Archie yang ternyata keluar dari ruang baca ketika mendengar seseorang dalam bahaya, begitu juga dengan Papi Egind.


“No..nona Valencia mencoba melukai Nona Villia dan Baby Icad “ ucapnya panik.


Panik, takut keduanya dalam masalah besar, ia juga takut jika dirinya tidak segera memberitahukan masalah yang terjadi.


Mendengar ucapan maid, membuat Daddy Archie dan Papi Egind berlari naik ke lantai dasar diikuti beberapa anak buahnya dan yang lain melewati pintu masuk mansion, jika terjadi sesuatu mereka akan siap disana.


Sesampainya mereka di sana terlihat Cortie sedang menenangkan Valencia, walau ia tak paham dengan situasi sekarang tapi mendengar ucap maid nya Daddy Archie segera melakukan tindakan.


“Vale, apa yang kamu lakukan !! Lihat itu putra kita, kenapa kamu ingin menyakitinya !!” teriak Cortie.


Sungguh ia terkejut, ketika keluar dari kamar tamu, belum ada lima menit ia tinggalkan, kekacauan terjadi di ruang tamu, dimana Vale dan Villia sekretaris barunya bersitegang.


“Mas, dia ini penipu ulung. Ia mencuri berkas kerja samamu dan akan memberikan kertas yang sudah kamu tandatangani itu kepada tuannya !!” teriak Valencia.


“Tuan siapa Vale ? Maksudmu siapa !!!” teriak Cortie.


Tanpa ia sadari dirinya keceplosan lagi dan lagi, ia seger berkilah dan menyudutkan Villialah seorang penyusup dengan begitu dirinya akan aman, bukan ?


“Sekretaris barumu, memiliki niat yang jahat. Ia memberikanmu berkas dan minta kamu tandatangani setelah itu ia akan memberikan kepada tuannya,” jelas Valencia hati - hati.


“Apa itu benar ?” tanyanya kepada Villia.


Villia menggelengkan kepalanya, ia tak ada niat sedikitpun tentang itu semua.


“Jangan bohong kamu !!” teriak Valencia.


“Kamukan yang punya niat, seperti itu !!” teriaknya lagi.


“Kok aku ?” tanyanya heran.


“Vale,” panggil Mami Emili.


“mami...,” jawabnya lirih.


“Cepat serahkan map itu “ paksa Valencia.


“Vale, kamu apa -apaan!! itu berkas pekerjaanku yang kemarin !!” bentak Cortie.

__ADS_1


Valencia benar - benar melakukan tindakan yang diluar dugaannya, semua orang juga merasa aneh dengan sikap Valencia hari ini, ia terlihat sangat kacau dan berantakan.


Tak lama datanglah Dokter Alden, terlihat jika dokter itu kebingungan dengan apa yang terjadi di keluarga mertuanya.


“Al, langsung saja ke kamar tamu, di sana ada mommy dan mami,” ucap Cortie.


Ketika mereka semua lengah, Valencia merebut paksa map tersebut sehingga membuat Villia memekik kaget dan ..


BUGH !!!


“AKHH !!!” teriak Villia untuk kedua tangannya melindungi Baby Icad.


“VILLIA/ / BABY ICAD !!!” teriak Cortie dan lainnya.


Sedangkan Valencia, setelah merampas map yang di pegang Villia segera melarikan diri. Papi Egind yang melihat itu segera memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Valencia.


Belum keluar dari mansion, Valencia sudah di tangkap oleh anak buah yang berjaga di luar.


“Akg lepaskan aku !!!” teriak Valencia.


“Maaf, Nyonya kami menjalankan perintah !!” ucapnynya.


Valencia berusaha untuk melepaskan dirinya dari pegangan anak buah Daddy Archie dan Papi Egind.


Namun sayang tenaganya sangat kalah dengan kedua orang itu, ia berteriak seperti orang gila karena sudah ceroboh melakukan tindakan dan tergesa - gesa.


Tanpa ia sadari laki - laki yang tadi ikut bersama Valencia langsung melaporkan kejadiannya kepada sang tuan.


“Cih, bodoh !!” umpatnya.


Ketika mata - matanya melihat Valencia tertangkap,ia langsung memerintahkan rekannya untuk menjalankan mobilnya.


“Sial, ****** itu malah berulah sangat jauh !!” ucapnya kesal.


“Sekarang kita bagaiman, ‘ Ron ?” tanyanya.


“Kita balik ke markas,” ujarnya kesal.


Mereka meninggalkan mansion Cortie dengan wajah yang sangat - sangat kesal. Sedangkan Valencia di bawa menuju ruang bawah tanah.


“kamu nggak apa - apa ?” tanya Cortie kepada sekretarisnya itu.


“Baby Icad, bagaimana mas ?” tanyanya tanpa sadar.


Melihat kekhawatiran di wajah sekretarisnya, membuat Cortie dan lainnya bingung.


“Tunggu !!”


“Cort...,” tegurs Daddy Archie.


Melihat daddynya menggelengkan kepala, membuat Cortie mengurungkan niatnya. Ia membopong Villia dan Baby Icad bersamaan masuk ke kamar kembar.


CEKLEK !!!


“Papi !!!” teriak Claire.


“Papi bawa onti Pilia ?” tanyanya.


Cortie hanya menganggukkan kepalanya, ia baru sadar jika Villia pingsan dan sehgera meminta tolong maid bungsu 2 untuk memanggil Dokter Alden yang berada di kamar tamu agar menyusul ke kamar kembar.


Setelah kepergian maid bungsu 2, Cortie mengambil Baby Icad yang tertidur tanpa terganggu dengan kejadian tadi pagi.


Ia meletakkan putranya di box bayi dan meminta putri kembarnya untuk menjaga adik mereka sebentar.


Tak lama datanglah Dokter Alden dan Cortie langsung meminta adik iparnya untuk memeriksa keadaan Villia.


“Kak, siapa dia ?” tanya Dokter Alden kepada kakak iparnya.


“Dia sekretaris kakak,” jawab Cortie.


“Tapi dia lebih terlihat seperti Kak Valencia,” ujarnya.


“Bagaimana bisa ?” tanya Cortie bingung.


“Coba kakak lihat itu,” tunjuknya pada sebuah kalung yang keluar dari dalam pakaian Villia.


Cortie mengikuti apa yang ditunjuk oleh Dokter Alden, sebuah kalung berlian biru melekat di leher Villia. Dia memperhatikan kalung itu dengan seksama ia mengingat - ingat kembali tentang kalung itu.


“Kalung ini.... apa benar ini Valencia yang asli ? Tapi Valencia asli tidak memiliki tahi lalat di dagu dan keningnya seperti bekas luka .. Apa benar dia adalah Valencia ku ?” ucapnya ragu.


Di sisi lain,


“Ibu, Tania pulang ...” teriaknya.


“Aduh nak, jangan teriak dong !” tegur Ibu Rania.


“he he maaf bu, Tania hari ini senang sekali !” serunya senang.


“Ada apa sayang ?” tanya Tania.


Tania lalu menceritakan semuanya kepada sang ibu, Tania semenjak dipecat secara tak hormat oleh Cortie karena ada sesuatu hal yang tak bisa ia katakan kepada Tania dan dua bulan ini Cortie memberikan pekerjaan baru kepada Tania sehingga Tania bisa menghidupi kebutuhan keluarganya dengan baik dan hari ini yang membuat Tania senang adalah ia mendapatkan gaji dan posisi yang sangat tak terduga.


Ibu Rania yang mendengar cerita anaknya turut bahagia, ia juga merindukan anaknya Vania, kakak dari Tania. Vania dibawa oleh mantan suaminya yang meninggalkannya demi wanita kaya raya dan saat itu Vania berusia sepuluh tahun suaminya datang membawa Vania untuk tinggal bersamanya dan istri barunya.


Saat itu umur Tania baru empat tahun, ia hidup pontang - panting membesarkan Tania, hingga ia bertemu dengan masa lalunya dan menikah setelah umur Tania menginjak enam tahun dan di saat umur tania menginjak delapan belas tahun, ibunya melahirkan anak perempuan yang bernama Kania.


Tania saat itu sangat senang sekali mendapatkan adik baru, namun kebahagiaan itu sirna ketika ayah sambungnya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat, tepat setelah ia mendapatkan kabar jika istrinya melahirkan bayi perempuan.


“Ayah, pasti bangga sama Tania bu. Karena Tania bisa menggantikan tanggung jawab ayah sekarang,” ucapnya sendu.


Tania tahu jika ibunya merindukan ayah sambungnya tapi ibunya bersikap seakan tidak terjadi apa - apa.


“Iya nak, ayah pasti bangga punya anak yang baik seperti kamu “ ucap Ibu Rania dan mencium pucuk rambut anaknya.


“Ibu, Kania lapal “ rengek Kania, sambil memukul pelan perutnya.


“Aduh, adik kakak ini. Si gembul udah mau tiga tahun umurnya.., “ godanya Tania.


“Atak, nanti wajah adek jolok lagi “ ucapnya cemberut.


“Hahahahahah..,” tawa mereka menggema di rumah sederhana itu.


Sedangkan di ruang bawah tanah, Papi Egind tengah menyidang wanita yang mengaku anaknya. Jujur, hati seorang ayah mana yang sakit jika anaknya menjadi alat balas dendam.


Mendengar pengakuan wanita itu, jika ia di suruh oleh seseorang yang misterius. Ia juga yang sudah memfitnah Tania agar adiknya itu tidak di celakai oleh seseorang. Namun, caranya salah dan ia bingung bagaimana caranya ia mengatasi ini semua.


Tinggal bersama kedua orang tuanya membuat ia menjadi orang yang bukan dirinya, rencana awal memang bukan kemauannya, ia diminta untuk melakukan operasi plastik ketika mereka mengatakan istri dari Cortie telah mengalami kecelakaan dan kesempatan itulah di pakai mereka untuk menghancurkan Cortie dan keluarga besarnya.


Namun, semenjak ia bertemu Gilbern ia bertekad untuk mengakhiri semuanya walau apa yang ia lakukan hari ini sudah sangat mengancam nyawanya.


“Om,Vania punya permintaan boleh ?” tanyanya malu,sudah bersalah banyak permintaan.


“Apa ?” tanya Papi Egind.


“Tolong jaga adik dan ibuku !” jawabnya lirih.


“baiklah !” jawab Papi Egind.


Tanpa Vania ketahui sebenarnya adik dan ibunya sudah di tolong oleh anak buah Daddy Archie, karena pada saat itu anak buahnya sudah bergerak mengintai Vania yang mengaku sebagai Valencia.


Papi Egind tidak langsung menerima hal itu maka, ia menyelidiki ini semua bersama Daddy Archie, sedangkan Cortie tidak tahu menahu soal ini.


Karena saat malam dimana Valencia, menguping mau tak mau dady Archie dan Papi Egind tidak jadi mengatakan semuanya kepada Cortie dan juga Ardio.


Dan saat dimana semua bukti mengarahkan bahwa wanita yang mengaku Valencia anaknya adalah wanita yang bernama Vania, yang beberapa waktu lalu merupakan seorang tahanan yang berhasil keluar oleh orang yang menebusnya dan ia juga yang mengopersikan wajah Vania untuk di operasi oleh dokter suruhan orang misterius itu.


Sedangkan di kamar kembar, Villia telah sadar dari pingsannya.


“Valencia ....,” panggil Cortie pelan.


“Maaf anda salah orang...,” kilahnya.


“tapi kalung itu membuktikan bahwa kamu Valenciaku !!” bantah Cortie


“Maaf nak, jika kamu tak keberatan apakah mami bisa melihat punggungmu !” ucap Mami Emili berharap wanita di hadapannya adalah anak kandungnya yang dianggap meninggal duni saat kecelakaan tempo lalu.


 


“Bagaimana ? Apa kamu mau ? hanya untuk membuktikan .” ucap Cortie memohon.


Bukan ia bermaksud tak sopan, tapi bagaimana ia belum mencari tahu dalang sebenarnya dan ia juga melihat jika seseorang kembali masuk di kehidupan mereka.


Villia terdiam sejenak, apakah keputusannya untuk membongkar identitasnya sampai di sini atau ia akan tetap melakukan perannya sebagai Villia ? tapi ia juga tidak bisa jauh dari putranya sendiri, putranya yang sudah dua bulan ini tidak minum ASI dirinya dan membuat ASInya terbuang dengan sia - sia.


Sampai akhirnya ia berkata,“Baiklah, “ jawab Villia.


Semua orang tersenyum lega dengan perkataan Villia, mereka keluar dari sana dan membiarkan Mami Emili dan Mommy Alica yang melihatnya.


Ketika Mami Emili akan membuka pakaian belakang Villia, tiba - tiba Villia menangis dan memeluk Mami Emili dengan sangat erat dan membuat Mami Emili terdiam, namun tetap membalas pelukan Villia.


“Mami......,” ucapnya lirih.


DEGH !!!!

__ADS_1


“Putriku ....,”


Entah apa yang terjadi, keduanya menangis saling berpelukan dan membuat Mommy Alica gagal memahami keduanya.


__ADS_2