Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
024.


__ADS_3

Enam bulan kemudian, kini Baby Icad sudah berusia 6 bulan.Bayi itu terlihat sangat montok,lihatlah ia terlihat seperti roti sobek yang gembul. Bayi itu sudah bisa berguling dari punggung ke perut begitu sebaliknya.


Baby Icad sudah pandai berceloteh dan terkadang mengoceh tanpa sebab, kakak kembarnya sangat suka menjaga adiknya, terkadang mereka mengajak Baby Icad untuk berbicara, namun si bayi hanya bisa mengoceh “ba-ba-ma-ma” si kembar membalas ucapan adiknya dengan kata iya, mana, apa dan tidak.


Pernah sekali, Bella dan Dokter Bara membawa Baby Icad jalan-jalan. Baby Icad yang berceloteh ketika melihat anjing kecil mengonggong kecil. Jika di lihat dari jauh mereka seperti keluarga bahagia, dengan anak yang sudah bisa mengoceh.


Bella dan Dokter Bara sudah bertunangan sebulan yang lalu, sedangkan Alice dan Dokter Alden sudah menikah tiga bulan yang lalu dan keduanya baru melakukan honeymoon di Kota A.


“Ayo sayang, mam dulu ya..,” ajak Valencia kepada Baby Icad.


Baby Icad sendiri duduk di baby chair, Valencia juga sudah memasang handuk kecil untuk menghindari pakaian anaknya dari MPASI. 


Valencia mengenalkan makanan pertama untuk anak bujangnya, ia membuat bubur bayam dan wortel untuk hari pertama anaknya MPASI. Untuk buahnya Valencia memilih buah apel.


“Nah, sekarang ayo buka mulutnya... makanan pertama untuk bujang mami..,” godanya.


Baby Icad tersenyum namun ia belum mau untuk membuka mulutnya, Valencia membujuk anaknya hingga akhirnya Baby Icad menerima suapan dari Valencia.


“Utuh-utuh, kotol belantakan kali..,” celetuk Claire.


“Ha haha adik, mulutna temong-temong..,” ledek Clark


“ha ha ha, adik sudah besar kakak double C” ucap valencia.


Tak lupa ia memberi minum kepada anaknya dengan menggunakan sendok bekas makanan anaknya.


“Sudah selesai, Kakak Claire dan Kakak Clark tolong jaga adik sebentar ya, mami mau simpan mangkuk bekas adik,” pintanya.


“Baik mami..,” jawab keduanya.


Sedangkan di perusahaan CC Group, Cortie kedatangan tamu tak di undang. Sosok yang selama ini terus mengganggu Cortie. 


Cortie dan Assistent Aaron ynag baru saja selesai rapat terkejut melihat wanita yang sama datang dan masuk ke ruangannya dengan santai dan duduk di kursi kebesarannya.


“Siapa kamu ? Kenapa masuk ke ruanganku tanpa seijin pemiliknya !!” bentaknya.


“Hooo ayolah, apa kamu tidak mengenali diriku ?”


“Kamu siapa bukan urusanku !!” teriaknya.


Namun, tak membuat wanita itu pergi. Ia dengan santainya duduk di kursi kebesaran Cortie.


“Cortie .. Cortie, apa kamu melupakan aku ?” godanya.


“AARON !!!” teriak Cortie.


“Iya bos,..”


“Usir wanita itu dan bilang kepada semua orang untuk tidak memperbolehkan dia untuk menginjakan kakinya di kantor ini, apabila ada yang melanggar siap-siap untuk di depak !!” perintahnya.


Setelah mengatakan itu, Cortie memilih untuk pulang ke mansion, ia sudah tak betah berada di kantor. Sedangkan, Aaron ia menyeret wanita itu dengan kuat selama melewati lorong Assistent Aaron mengumumkan apa yang telah di sampaikan oleh Cortie tadi.


Semua karyawan ketakutan, mereka tidak berani berbuat ulah, mereka juga ingin aman dengan kerja di sini.

__ADS_1


BUGH !!!


“Jangan berani menginjakan kakimu di sini lagi...!” bentak Assistent Aaron.


“Dasar Assistent gila, awas saja kau akan tahu akibatnya...,!!!” teriak wanita itu.


“Huh, Bagaimana caranya aku harus mendapatkan Cortie. Perusahaan Papi sedang Valid..,” gumamnya.


Karena kesal di permalukan pemilik perusahaan, ia memilih pergi ke suatu tempat.


Sedangkan Cortie, ia telah sampai di mansion dan bergegas mencari istrinya.


“Sayang ...!!” panggilnya.


“Ada apa mas, kok teriak- teriak ?” tanya Valencia.


Cortie langsung memeluk istrinya, sungguh hari ini ia sudah banyak menguras emosi, tak lupa ia menceritakan apa yang terjadi di kantornya siang ini.


Valencia yang mendengar cerita suaminya juga ikut geram, siapa yang berani ingin menggoda suaminya ini. Tangannya juga gatal untuk memberikan pelajaran kepada pelakor jadi-jadian.


“Sudah mandi sana..,” usir Valencia karena ia akan menidurkan Baby Icad yang kini tengah bermain bersama kakak kembarnya.


“Siap nyonya bos..,” hormatnya ala tentara.


Valencia meninggalkan suaminya dan menyusul anak-anaknya di ruang khusus bayi.


Sesampainya di sana, Valencia meminta anak kembarnya untuk tidur siang dan ia juga akan menidurkan Baby Icad.


CEKLEK !!!


“Sudah...,” jawabnya pelan.


Cortie melihat bayi montok itu, ia tak menyangka akan memiliki tiga anak di tambah lagi dua anak angkatnya. Memiliki istri secantik Valencia, memiliki keluarga yang menyayanginya.


Setelah kedua orang tua mereka kembali ke Kota Asal, mansion kini terlihat sangat sepi, terkadang Valencia menangisi kepergian mereka karena hal yang mendesak. Namun, ia maklumi jika itu semua untuk kesejahteraan keluarganya.


Setelah menidurkan baby Icad, Valencia pergi kedapur namun tiba-tiba, maid bungsu 3 mengatakan bahwa ada perempuan yang datang mengaku kekasih Cortie. Hal itu membuat Valencia menghela nafas, sedangkan Cortie mengajak istrinya untuk menemui wanita yang mengaku kekasihnya dan tak lupa menarik penyangga untuk anak-anaknya agar tidak jatuh.


Terlihat sosok perempuan anggun tengah menikmati kudapan yang di bawa oleh maid bungsu 2, menyilangkan kakinya dan seolah ia nyonya pemilik mansion.


“Aduh, minumannya nggak ada yang lain ?” tanyanya


“Banyak nona, tapi untuk tamu kami cuma nyediain ini..,” jawabnya sopan.


“Aduh, apa Cortie membayar kalian cuma-cuma ?” tanyanya.


“Tahu apa kamu dengan masalah gaji ?” sarkas Valencia.


“Kamu pembantu di sini ?” ejeknya.


“Dia istriku...!!” bentak Cortie.


“Istri ?” tanyanya sinis.

__ADS_1


“Iya, dia istriku dan kau adalah ******...,” jawab Cortie.


“Apa maksudmu mengatakan putriku ****** ?” bentak Mami Vaire.


“Siapa mereka, mas ?” bisik Valencia.


“Mas juga nggak tahu...” balasnya bisik.


Membuat kedua anak dan ibu itu tak suka, tidak ada orang yang boleh berbisik-bisik di hadapan mereka.


“Aku tidak suka kalian berbisik di hadapanku, “ jawabnya angkuh.


“Maaf nona, kalau tidak suka silahkan pulang, ini kediaman kami bukan kalian..!!” sarkas Valencia.


“Putriku akan jadi nyonya di mansion ini,” jawab Mami Vaire tak tahu malu.


“Siapa yang mau menikahi ****** seperti anakmu ?” tanya Valencia sinis.


“Anakku bukan ****** dan kamu itu yang ****** !!!” teriaknya tak terima.


Anak semata wayangnya di katai ******.


“Kalau bukan ****** lalu apa ?” ejek Valencia.


“PELAKOR !!!” teriak para pekerja.


Yang mana membuat Vania dan Mami Vaire terkejut bukan main, semua pekerja di sini sangat kompak, para pekerja membantu majikannya mengusir kedua mahkluk jadi-jadian itu dengan alat pembersih, mereka menyerang kedua wanita itu, hingga lari dengan hati yang sangat-sangat emosi.


HAHAHAHA tawa Rosse dan Luna, mereka berdua baru saja datang dari sekolah dan melihat dua wanita beda usia di siram dengan air kotor oleh maid bungsun2 dan 3.


“Awas kalian semua...,” ancamnya.


Ia mengajak anaknya Vania untuk pulang ke rumah, mana mungkin mereka pergi dengan keadaan basah kuyup begini. Vania yang tak terima ingin memberikan perhitungan kepada semua orang di mansion itu.


“Kalian kenapa bi ?” tanya Luna terkekeh.


“Aduh non, ini calon pelakor dan nyonya halu datang...,” celetuk maid sulung.


“Wah, pelakor ini besar nyallinya..,” ucap Rosse seraya menggelengkan kepalanya.


“HAHAHA sudah ayo masuk,” ajak Luna kepada para pekerja,tak lupa memberitahukan kepada satpam depan untuk tidak membuka gerbang sembarangan orang.


“Akh, maafkan saya...” jawabnya.


“Lain kali jangan, pak” candanya.


Luna dan Rosse langsung menyalimi Cortie dan juga Valencia setelah itu keduanya pergi ke kamar masing-masing, untuk membersihkan diri.


Valencia yang melihat suaminya melamun pun langsung menegurnya.


“Ada apa,’ mas ?” tanyanya.


“Hm, nggak papa yang ..,” jawabnya tersenyum.

__ADS_1


Keduanya berjalan ke kamar, untuk melihat Baby Icad dan kedua putri kembarnya. Dalam hatinya Cortie berharap apa yang di mimpinya selama ini tidak akan terjadi, karena ia belum sanggup di tinggal oleh istrinya.


__ADS_2