Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
049.


__ADS_3

“Ayo Vell, pilih makanannya” ucap Valencia yang melihat Vellia hanya diam saja.


“Vellia bingung, makanan dan minuman di sini mahal- mahal” ucapnya polos.


“He he dipesan aja, jangan lihat mahalnya !” tegur Cortie.


“Ah, baiklah tuan” ucapnya.


“Papi jangan tuan,” tegur Cortie tak terima, membuat Vellia merasa hangat dengan keberadaan kedua orang tua dihadapannya ini.


Berbeda ketika ia di panti, memanggil bunda saja mereka tidak boleh ketika ada orang yang memberikan dana untuk panti pengurus baru memperbolehkan mereka memanggil bunda selebihnya tidak diperkenankan.


Vellia tahu jika dihadapannya ini adalah salah satu donatur yang pernah datang ke panti tempatnya tinggal, pengurus panti selalu melakukan hal baik dihadapan donatur dan berbuat buruk ketika para donatur sudah pulang.


Mereka diminta bekerja tanpa diberi makan terlebih dahulu, mereka harus menahan lapar dan tekadang memakan makanan bekas dari tempat sampah untuk mengisi perut bahkan bayi - bayi mereka harus meminta di warung - warung itupu mereka harus menerima caci- maki warga setempat.


“Makanlah, jangan melamun !” tegur Luna karena makanan sudah terhidang di atas meja.


“Ah, iya maaf” ucapnya malu.


Valencia membantu anak -anaknya untuk mengambil makanan, terlebih Baby Icad sudah bisa belajar makan sendiri jadi ia tak terlalu repot menyuapi putra bungsunya itu dan ia bisa mengurus Baby Aurora dengan baik.


Kini mereka makan tanpa bersuara, sekali - sekali suara rengekan Claire yang meminta ini dan itu begitu juga Baby Icad untung Cortie dengan sigap membantu istri untuk menangani anak - anak.


“Wah kalian makan tanpa menunggu kami,” ucap Mommy Alica membuka pintu lebar yang tengah menggendong seorang bayi di tangannya begitu juga dengan Mami Emili, Papi Egind dan Daddy Archie.


Di belakang mereka ada dua puluh tiga anak panti sekitar umur 4 bulan - 20 tahun dan beberapa anak buah Daddy Archie total anak panti ada 25 orang termasuk Villia dan Baby Aurora.


“Ayo duduk dulu dan pesan makanan kalian,” ucap Cortie kepada semua orang disana.


Mereka semua mengambil tempat masing - masing sementara para bayi meminum ASI dari Valencia secara bergiliran dengan Cortie yang menyuapi istrinya makan.


15 menit kemudian, makanan yang dipesan Papi Egind dan lainnya sudah sampai. Semua anak - anak diminta untuk makan begitu juga anak buah Daddy Archie setelah selesai makan mereka akan membahas tentang panti asuhan XX.


Satu jam kemudian, semua sudah selesai makan semuanya terlihat sangat kenyang terutama anak - anak panti. Terlihat wajah bahagia mereka yang telah selesai makan.


“Jadi sekarang bagaimana ?” tanya Daddy Archie memulai pembicaraan, tak lupa pengacara Jackshon juga ada di sana karena di minta oleh Daddy Archie untuk segera mengurus adopsi anak panti.


“Kita harus bertindak dad, ini sungguh keterlaluan !” ucap Cortie geram, ketika ia mendengar Vellia bercerita tadi sebelum menuju kemari.


“Coba ceritakan dulu biar saya bisa bantu menyelesaikan ini semua,” ucap Pengacara Jackshon.


Cortie menceritakan apa yang dikatakan oleh Vellia tadi lalu ia juga meminta anak - anak panti yang lain menceritakan apa yang terjadi dengan mereka selama tiga tahun terakhir ini stelah meninggalnya pengurus asli panti asuhan XX.


Daddy Archie dan yang lainnya setelah mendengar cerita dari anak - anak panti ikut geram atas perlakuan dari pengurus panti yang baru dan ia juga menggantikan posisi Alm. Bunda Riva.


“Siapa nama pengurus itu ?” tanya Pengacara Jackshon.


“Nyonya Livia,” jawab salah satu anak lelaki yang paling tua.


“Livia ?” ucap Papi Egind memastikan.


“Iya nyonya Livia tuan,” ucap Vellia membenarkan ucapan Papi Egind.


“Seperti kenal dengan namanya, waktu acara semalam beliau datang kan ?” tanya Papi Egind.

__ADS_1


“Iya datang pi” jawab Valencia.


“Baiklah, kita akan datang kesana. Untuk anak - anak satu mobil dengan om-om yang disana ya !” titah Daddy Archie.


Dua puluh satu anak mengikuti anak buah Daddy Archie sedangkan para bayi di bawa oleh Mami Emili, Mommy Alica, Valencia dan Cortie. Setelah semuanya siap dan berada di mobil masing -masing, mobil yang di naiki Daddy Archie dan lainnya melaju lebih dulu dan diikuti oleh mobil yang dinaiki Cortie kemudian yang lainnya mengikuti.


Tak lama mereka tiba di perkarangan panti asuhan XX, terlihat ada mobil lain yang berada di perkarangan panti tersebut. Mereka tahu itu adalah salah satu donatur yang memberikan uang dan sebagainya di panti asuhan XX, karena tak sabar Daddy Archie mengajak Papi Egin, Cortie dan pengacara Jackshon untuk turun, namun tidak dengan para perempuan dan anak - anak panti, mereka akan menunggu di mobil bersama anak buah Daddy Archie.


“Permisi,” ucap Daddy Archie dan lainnya.


Mereka datang seolah tidak terjadi apa - apa, namun berbeda dengan Cortie yang menampakan rasa tidak suka melihat para pengurus panti yang baru terutama wanita yang bernama Livia.


“Ah, iya pak. Silahkan masuk dan duduk ya !” ucapnya ramah.


“Iya,” jawab Daddy Archie.


“Wah, Tuan Archie dan lainnya datang juga kemari” ucap Donatur 3 berkepala Plontusan itu.


“ha ha iya, anda kemari untuk memberikan sumbangan lagi ?” tanya Daddy Archie.


“Iya Tuan Archie,” jawab pria itu sekenanya.


Mereka mengobrol sedikit mengenai donatur yang rutin memberikan sumbangan dan tibalah dipertanyaan yang membuat semua pengurus panti diam seribu bahasa ketika Cortie menanyakan anak - anak yang tidak ada terlihat.


“Anak - anak kemana ? Kok satupun tidak ada di panti ?” tanya Cortie santai namun tatapan itu sungguh membuat para pengurus panti diam.


“Kalian kok diam ?” timpal Donatur 3 menyaksikan bila pengurus panti hanya diam waktu di tanya.


“Mereka sedang tidur,” jawab salah satu rekan pengurus panti.


“i ..iya pak “ jawabnya gugup.


“Kenapa anda gugup ?” tanya donatur 3.


“Ah, tidak pak !” jawabnya lagi.


“Boleh saya menemui Baby Aurora ?” pancing Cortie.


“Aduh, maaf pak anak - anak masih tidur siang” jawab Livia.


“Ya nggak papa, saya ingin melihatnya saja” paksa Cortie.


“Tapi pak, Baby Aurora akan menangis jika terganggu tidurnya” jawab Livia.


“Kalau nangiskan tinggal dikasih ASI,” ucap Cortie yang mampu membuat Livia bungkam.


“Apa anda menyembunyikan sesuatu ?” tanya Cortie mengitimidasi Livia.


Merasa dirinya diitimidasi oleh Cortie, Livia mengusir mereka semua yang mana membuat Donatur 3 heran berbeda dengan keempat pria di sebelahnya yang sudah tahu jika Livia berbohong.


“Loh .. Loh ..Loh kami kok diusir ?” tanya Donatur 3 bingung.


“Pergi sana kalian !!” usirnya.


Rekannya pun turut mengusir mereka berlima hingga ketika sudah berada di depan halaman rumah, ketiga pengurus panti terdiam membeku melihat anak - anak panti berdiri di halaman rumah bersama beberapa orang berbadan besar.

__ADS_1


“Tii  tidak, i ini ma mana mungkin !” ucap Livia ketakutan.


“Liv, ii ini ba bagaimana bisa ?” tanya rekannya kepada Livia berbisik.


Mereka sama takutnya dengan Livia apalagi melihat anak - anak bersama keluarga Maxillie dan Gottlieb.


“Loh, kok anak - anak ada di luar ? Kata Bu Livia anak - anak sedang tidur siang ?” tanyanya makin bingung dan tak mengerti.


“Kalian kenapa berada di luar, bukannya bunda suruh kalian tidur siang !!” ucapnya dusta.


“Kalian kenapa jadi berbohong seperti ini ?” tanya rekan Livia.


Daddy Archie dan lainnya duduk santau di kursi taman yang berada di samping pohon jambu air, mereka menikmati pemandangan pengurus panti berdrama seolah anak - anaklah yang bandel.


Namun ketika Livia menarik salah satu anak panti yang di samping Vellia membuat Cortie naik darah dan memerintah anak buah daddynya untuk menangkap Livia dan kedua rekannya.


Mereka bertiga berteriak marah karena ditangkap seperti ini, sedangkan Papi Egind menatap tak percaya dengan wanita yang bernama Livia, sungguh dialah dalang yang membuat adik kandungnya dan adik iparnya meninggal dalam kecelakaan yang mengakibatkan Aaron menjadi anak yatim piatu.


Tanpa sepengetahuan orang - orang Papi Egind sudah menghubungi polisi untuk menangkap ketiga pengurus panti. Ia juga ingin membuat Livia dihukum seberat - beratnya entah bagaimana ia bisa keluar dari penjara padahal saat itu ia dihukum penjara seumur hidup.


“semoga orang tuamu bahagia diluar sana ron, paman hanya bisa melakukan ini saja untuk orang yang sudah membuat kamu menjadi anak yatim piatu,” doa Papi Egind dalam hati.


“Lepaskan kami !!” teriak Livia dan kedua rekannya.


“Iya lepaskan kami !!”


“Saya masih bingung, tuan “ ucap Donatur 3 bingung dengan keadaan.


“Mereka menyalahgunakan uang yang kita beri selama 3 tahun terakhir ini,” ucap Daddy Archie.


“Papi are you okey ?” tanya Cortie.


“Iya papi baik saja,” jawabnya tersenyum.


Tak lama polisi datang lalu meringkus ketiga pengurus panti, terlihat semuanya bingung dengan kedatangan polisi padahal tak ada yang melaporkan kejadian ini.


Mami Emili dan lainnya keluar dari mobil, Mami Emili melihat kearah Livia dan membuat Livia terkejut melihat Mami Emili.


“Kamu kan yang pasti melaporkan aku ke polisi !!” tuduhnya.


“Aku ?” tanya Mami Emili tak paham.


“Iya kamu kan, lihatlah aku sudah di tangkap untuk kedua kalinya !!” teriak Livia tak terima.


“Kenapa marahnya dengan aku ?”


“Kan kamu yang salah !” ucap Mami Emili sewot.


Hal itu membuat mereka sangat bingung, sebenarnya ada apa dan siapa yang menghubungi polisi lalu apa hubungannya Mami Emili dengan wanita yang bernama Livia.


Namun untuk mepersingkat waktu, Polisi membawa ketiga pengurus panti untuk langsung menuju kantor polisi dan meminta Papi Egind dan lainnya memberikan keterangan disana.


“Mami kenal sama wanita itu ?” tanya Valencia bingung.


“tidak, tapi wanitulah yang menyebabkan kedua orang tua Aaron meninggal dunia !” ucap Mami Emili tatapan dingin yang masih ia tujukan melihat kepergian Livia yang digiring oleh polisi.

__ADS_1


__ADS_2