Pembalasan Hati Yang Hancur

Pembalasan Hati Yang Hancur
052


__ADS_3

52.


"Wah, rumahnya lumayan kecil dari mansion yang kita tempati !"bisiknya kepada rekan sesama babysitter.


"Iya, mereka tidak sekaya tuan Cortie !" bisiknya balik.


"Betul, tapi lihat lah !!" tunjuknya.


"Apa mereka pekerjaannya dokter ?" tanya babysitter 2.


"Sepertinya," jawab babysitter 1.


"Kalian kenapa masih di sana !!" tegur Mami Emili.


Bagaimana tidak, keempat babysitter itu masih menatap kagum mansion kecil yang sangat estetik, apalagi tadi mereka melihat Dokter Bara dan Dokter Alexi yang akan berangkat ke rumah sakit milik keluarganya.


"Apa yang kalian lihat, cucu-cucuku bisa kepanasan oleh kalian !" tegurnya keras.


"Ah, maafkan kami nyonya !" ucap mereka serempak.


"Masuk ke dalam !" titahnya lagi.


Keempat babysitter itu sama-sama membawa stroller bayi masing-masing membawa satu bayi. Mereka melewati tangga khusus pengguna kursi roda untuk memudahkan mereka membawa bayi.


Setelah masuk ke dalam rumah, mereka dibuat kagum kembali.


"Ini nuansa nya blackgold keren banget !" ucap babysitter 3.


"Betul sekali, ini sangat Wow !!" ucapnya dengan penekanan agar tak di dengar oleh penghuni mansion tapi sayang kelakuan mereka terekam CCTV  yang ada di mansion ini.


Dengan masih mendorong stroller, keempat babysitter itu melihat-lihat ke estetik yang terdapat di mansion itu.


"Yah, pria itu sudah menikah !" keluhnya ketika melihat sebuah foto keluarga yang tersenyum di kiri kanan pengantin.


"Wah, iya ya. Itu tuan kita dan itu dokter yang tadi ya !" ucap babysitter 4.


"Tapi yang satunya masih jomblo !" ucapnya semangat.


"Kamu mau jadi pendofil anak usia dini ?" tanya babysitter 3.


"Apa salahnya jadi pedofil !" ucapnya kesal.


"Kalian ini ya dari tadi ditegur sama istri saya bukannya cepat datang ke ruangan keluarga malah disini sedang melihat-lihat foto keluarga !" tegur Papi Egind tiba-tiba membuat mereka semua terkejut.


"Cepat ke ruang keluarga atau kalian saya pecat !" tegasnya.


"Ba..baik tu..tuan !!" seru mereka ketakutan.


Papi Egind meninggalkan keempat babysitter yang membawa cucu-cucunya masuk.


Sesampainya disana, mereka terkejut dengan kehadiran dua bayi kembar sepasang yang sedang meminum susunya masing-masing.


"Apa kita mengurus bayi kembar itu juga ?" tanya babysitter 1.


"Nggak mungkinlah, kitakan sudah urus keempat bayi ini !". ucapnya tak terima.


Untung saja, suara mereka tidak terdengar oleh orang-orang disana sehingga keduanya masih dalam keadaan aman dan sejahtera.


"Zulfa, Lodry, Yola dan Nur tolong jaga kedua cucu kembar saya, karena kami ingin membuat cemilan untuk kita selama disini !" titah Mami Emili.


"Baik nyonya !" padahal di dalam hati berbeda dengan apa yang mereka sampaikan di hadapan majikannya.


"Kalian bisa bawa mereka ke ruang bermain disana sudah lengkap fasilitasnya, anak-anak bisa tidur di ruang bermain disana sudah ada kasur bulu dan beberapa bantal dan juga kelambu khusus" jelas Bella.


"Baik nyonya !" ucap mereka serempak.


Setelah peninggalan Mami Emili dan lainnya, keempat babysitter itu membawa keenam anak-anak untuk pergi ke ruang bermain.


Setelah berada di ruang bermain, babysitter menurunkan anak majikannya keluar dari stroller.


"Nah, kalian mainlah !" titah keempat babysitter.


Semua anak-anak berlari berhamburan untuk bermain, sedangkan babysitternya merebahkan diri sambil memainkan ponselnya.


"Kinerja mereka sangat buruk !" ucap Ayah Jakson mertua Bella.


"Hah, itulah mengapa saya dan istri memilih keempat babysitter itu untuk ikut bersama kami dan membiarkan babysitter 5 untuk istirahat di mansion" ujar Papi Egind.


"Apa keempat orang ini hanya membiarkan anak-anak bermain sendiri, sedangkan babysitter 5 yang mengurusnya ?" tanya Ayah Jakson.


"Iya seperti itu,"balasnya.


"Wah, nggak bisa di biarin ini. Keluarga kalian selalu dapat orang-orang culas ya, " ledek Ayah Jakson.

__ADS_1


Papi Egind hanya tertawa, benar apa yang dikatakan oleh Ayah Jakson. Rumah tangga anak dan menantunya selalu mendapat ujian negara.


"Kita pantau aja dulu," ucap Papi Egind ketika Ayah Jakson mengajaknya untuk memberi pelajaran kepada keempat babysitter besannya.


"Huh, saya begini aja geram melihat tingkah mereka !" ucapnya kesal.


"Awas saja jika cucu kembarku lecet dijaga mereka, aku sikat keempat-empatnya," ucap Ayah Jakson.


"He he, aku juga akan melakukan hal yang sama sepertimu !" ucapnya.


Keduanya lalu memperhatikan gambar yang ada di layar kaca itu, mereka memperhatikan bagaimana kinerja keempat babysitter yang dipekerjakan oleh Cortie dan Valencia.


Hingga makan siang tiba, Papi Egind dan Ayah Jakson memilih untuk keluar dari ruangan CCTV yang dijaga oleh orang kepercayaan Ayah Jakson.


Keduanya keluar menuju dapur dimana istri mereka dan anak-anak ada disana. Namun, ketika sampai keduanya di dapur tak ada satupun yang mereka lihat kecuali maid di rumah ini.


"Kemana mereka ya ?" tanya Papi Egind bingung.


"Sebentar saya tanya maid dulu," ujar Ayah Jakson.


Ayah Jakson mendekati salah satu pekerja nya dan menanyakan dimana keberadaan nyonya mereka, setelah mendapat jawaban dari pekerjanya Ayah Jakson mengajak Papi Egind segera menuju ruang bermain.


Keduanya bergegas menuju ruang bermain, sesampainya disana keduanya melihat Bunda Laura memarahi  keempat babysitter tersebut.


"Mam ini ada apa ?" tanya Papi Egind bingung, seketika itu ia terkejut melihat darah yang menempel di pakaian Mami Emili.


"Kamu lihat ini !" ucapnya kepada sang suami.


"Darah siapa ini mam, mami terluka ?" tanya nya yang entah bagaimana Mami Emili menjawab.


"Ini darah Baby Ettha," jawabnya.


"Lalu baby Ettha dimana ? Bella juga dimana ?" tanya Papi Egind.


"Mereka ada di ruang kesehatan milik Bara," jawab Mami Emili.


"Kalian itu dipekerjakan untuk menjaga anak-anak, bukan malah kalian tiduran tanpa tahu anak-anak terluka !!" Omel Bunda Laura.


Keempatnya hanya diam dan menunduk, terkadang mereka minta maaf dan ada juga yang nyolot.


Untung Baby Aurora tadi datang sambil menangis sesenggukan dan mengatakan jika Baby Ettha terluka, walau ucapannya tak jelas tapi mereka tahu bahwa baby meminta mereka untuk datang ke ruangan sehingga ketiganya pergi ke ruang bermain dengan Aurora yang digendong oleh Mami Emili.


Betapa terkejutnya mereka, melihat darah segar keluar dari pelipis Baby Ettha dan anak-anak lainnya ikut menangis, Mami Emili menurunkan Baby Aurora dan segera menggendong Baby Ettha yang menangis keras, sedangkan Bunda Laura membangunkan keempat babysitter dengan kasar yang tertidur itu.


"Saya benar-benar kecewa dengan kinerja kalian !!!" bentak Papi Egind.


"Itu urusan kalian dengan anak dan menantu saya !!" ucapnya berlalu dan menyusul istrinya dengan membawa anak-anak menuju ruang kesehatan Bara.


Setelah kepergian Papi Egind dan lainnya, keempat babysitter itu cemas karena mereka pasti akan dipecat setelah ini.


"Aduh, bagaimana ini ?" ucap Babysitter 1.


"Iya bagaimana ini " ucap yang lainnya.


"Lalu kita habis ini mau kemana ? pergi saja dengan tuan dan nyonya besar" ucap babysitter 4 panik.


"Aduh, perutku bunyi ni. Kelaparan hiks !" 


"Astaga, Yola…. Kita juga sama laparnya !!" ucap mereka kesal.


"Bagaimana kita cari makan di dapur !" ide babysitter 1.


"Bagus itu, ayo !" ajak babysitter 2.


Keempat babysitter itu pergi ke dapur untuk mencari makan, ketika mereka sampai di dapur. Mami Emili menegur mereka berempat.


"Kalian mau ngapain ke dapur orang tanpa permisi ?" tanyanya tak senang.


"I..ini nyonya, kami sedang mencari keberadaan nyonya dan tuan" jawab babysitter 2 gugup.


"I..iiyyaa benar nyonya,"timpal Babysitter 1 dan diangguk oleh rekannya yang lain.


Mami Emili memicingkan indera pengelihatnya, jelas sekali mereka pergi ke dapur, apa jangan-jangan mereka lapar ? Namun, Mami Emili memilih untuk kembali keatas dan mengajak mereka semua untuk turun makan siang ke dapur.


Disini lah mereka berkumpul untuk makan siang bersama,berbeda saat mereka ada di mansion Cortie pasti akan makan lesehan agar semuanya bisa berkunpul.


Sedangkan di mansion Ayah Jackson, mereka makan diruang yang berbeda membuat para babysitter harus makan  siang bersama dengan pekerja dimansion Ayah Jackson.


"Di sini beda sekali ya, masa makan dibeda-bedain begini " ucap babysitter 2 berbisik ke babysitter 1.


"Iya ni, di mansion tuan Cortie kita makan lesehan bersama" ucapnya berbisik.


"Sudah makan aja yang ada, nggak semua tempat sama !" tegur maid ketua.

__ADS_1


"Iya mbak, tapi kan kita udah terbiasa makan lesehan bersama majikan !" ucapnya sedikit tak terima.


"Kalau mau lesehan ya sendiri aja," tegur maid ketua.


"Iya, kalian itu di mansion tuan Jackson jadi bersikap sopan !!" tegur maid wakil.


"Makan aja ribet, kalau nggak suka nggak usah makan disini !!" sarkas maid terakhir.


Keempat babysitter itu mau nggak mau mereka tetap makan satu meja dengan maid lainnya.


Sore harinya, Papi Egind dan lainnya berpamitan untuk pulang. Anak-anak sudah di letakan kedalam stroller oleh babysitternya masing-masing.


Mereka masuk ke dalam mobil, namun sebelum itu Mami Emili mengomeli keempat babysitter cucu-cucunya.


"Aduh, kalian nggak mikir ya .. !!" ucap Mami Emili pusing dengan kelakuan para babysitter cucu ya.


"Ada apa nyonya ?" tanya babysitter 2.


"Kalian mau masuk ke dalam mobil dengan anak-anak yang didalam stroller ini langsung ?" tanyanya gemes dan geram.


"Emang muat ?" tanyanya lagi.


Sungguh keempat babysitter ini tidak ada yang bagus kinerjanya membuat Mami Emili gemas dan geram, sedangkan Papi Egind sudah malas untuk menegur babysitter cucu-cucunya.


"Kerjakan dong, jangan bengong !!!" bentak Mami Emili.


Ini kali pertamanya Bella dan Papi Egind melihat Mami Emili membentak orang lain, Mami Emili tidak pernah sekalipun membentak orang lain ataupun anaknya sendiri tapi melihat kinerja keempat babysitter membuat mood Mami Emili meledak.


"Ba .. baik nyonya " ucap mereka dan segera mengangkat anak-anak keluar dari stroller kemudian melipat stroller tersebut dan memasukannya ke dalam bagasi mobil.


Merasa sudah siap keempat baby sitter itu masuk kedalam mobil dan memangku masing-masing anak, kemudian Mami Emili masuk ke dalam mobil.


Selama perjalanan tak ada yang membuka suaranya, sedangkan anak-anak masih  tertidur.


Dua jam kemudian, mereka sampai di pelataran mansion Cortie. Terlihat jika Valencia, Baby Icad, si kembar Clark dan Claire serta Cintia sedang duduk di kursi taman tengah.


Melihat kedatangan Oma dan Opanya, baby Icad berteriak heboh memanggil kedua orang tua Valencia.


"Oma, Opa !!" panggilnya.


"Hai sayang, " ucap oma dan opanya sambil melambaikan tangannya.


Dapat Valencia lihat jika ada yang tak beres dengan ekspresi maminya. Namun, ia tak bisa menebak apa masalahnya.


"Nyonya saya pamit dulu ya, mau bantu rekan saya " ucap Cintia Babysitter 5 yang tengah duduk melihat rekannya pulang dalam keadaan kusut.


Berniat untuk membantu, namun Valencia melarangnya. Valencia meminta rekannya itu untuk menemaninya bersama anak-anak.


Karena hari belum terlalu sore makanya mereka menikmati jus buah dan cemilan yang dibuat oleh maid bungsu 2 dan 3.


Malam hari, seperti biasa setelah makan malam bersama mereka akan menonton televisi di ruang keluarga. Setelah semua pekerjaan selesai masih ada waktu dua jam, untuk para pekerja berada di mansion utama. Hal itu membuat semua pekerja nonton bersama dengan majikannya.


Mereka saat ini sedang menonton film Avatar, suasana yang menjadi lebih asyik dengan berbagai cemilan dan minuman yang terhidang dihadapan mereka semua. Berbeda hal dengan para babysitter mereka tidak bisa ikut menonton lantaran anak-anak di jam  sehabis makan akan mengantuk dan mereka harus menemani anak-anak untuk tidur.


Mereka berempat iri dengan rekannya baby sitter 5 yang bisa menikmati nonton bersama dengan majikannya, hingga salah satu dari mereka memiliki ide untuk membuat babysitter 5 malu.


Keesokan harinya, karena hari ini adalah hari jumat maka anak-anak akan pulang lebih cepat dari hari biasanya.


Valencia dan Cortie berencana mengajak mereka piknik untuk menikmati sore hari pemandangan hijau di Grunewald Forest Berlin, Jerman.


Mereka akan pergi sekitar jam 14:00 agar tidak kepanasan jika berada disana.


Di balkon atas kamar sepasang suami istri, siapalagi kalau bukan Cortie dan Valencia. Keduanya berpelukan mesra menghadap perumahan lain didepan mereka.


"Nggak nyangka ya, kita akan punya anak seperti ini walau sebagian bukan lahir dari rahimmu yang," ucap Cortie memeluk istrinya dari belakang.


"Haha iya mas, Vale bersyukur punya keluarga, punya mas, punya anak-anak dan lainnya" ucap Valencia.


"Padahal dulu kita tidak berencana untuk punya banyak anak ya yang he he" ucap Cortie terkekeh.


"Bener yang, tapi Tuhan punya kuasanya .. " ucap Valencia tersenyum.


"Berdua mulu, peluk ni peluk !!" teriak maid bungsu 2 menggoda majikannya dari lantai dasar.


"Cium nih cium," goda maid bungsu 3 mengikuti rekannya yang menggoda majikannya.


Mendengar ucapan maidnya, Cortie melihat kebawah terlihat kedua maidnya disana tanpa banyak omong, Cortie mencium bibir istrinya dan ********** tanpa malu di lihat oleh maid bungsu 2 dan 3 dari lantai dasar.


Valencia memukul dada bidang suaminya, sungguh ia malu dilihat oleh kedua maidnya. Memang keduanya sangatlah jahil dan senang menggoda maidnya. Tanpa ragu dan mereka juga tak mempermasalahkan godaan dari maid bungsu 2 dan 3.


"Lagi tuan, lagi !!" teriak maid bungsu 2.


"balas nyonya, jangan mau kalah lawan tuan !!" teriak keduanya dan membuat semua orang melihat keatas dimana sepasang suami istri sedang berpelukan.

__ADS_1


"Astaga mereka ini," ucap Valencia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran.


Mau heran tapi inilah mereka, semua maid tak ada yang sungkan dengan majikannya. Mereka bisa menempatkan diri masing-masing dan tahu batasannya. Sehingga baik Cortie maupun Valencia menghargai mereka dan menganggap seperti keluarganya sendiri.


__ADS_2